
Rendi memasuki apartemen nya dan terlihat hening. Apa Dara sudah tidur ??? Batin Rendi melihat jam tangan yang masih terlalu awal jika Dara tidur.
Ia memasuki kamarnya dan bibirnya mengulas senyum kala melihat Dara yang tengah duduk dibalkon dengan membawa buku ditangan nya, entah buku apa yang ia baca itu.
Seketika Rendi berjalan mendekati Dara dan memeluknya dari belakang membuat Dara tersentak kaget.
"Apa yang kau lakukan disini ???" tanya Rendi masih memeluk Dara.
"membaca buku .. kau mandi ??? akan kusiapkan air hangat jika ingin mandi " ucap Dara.
" Mandi bersama saja bagaimanan??" tanya Rendi nakall.
"Hmmm...."
"Masih marah yaa ?" tanya Rendi mengingat tadi pagi ia membuat Dara kesal karena tak mengijinkan Dara kursus dan tak mengaku jika ia telah memukul Riki.
"Aku nggak marah cuma kesel aja " ucap Dara jujur membuat Rendi terkekeh.
"Sama aja dong sayang' ucap Rendi dan Dara hanya tersenyum.
"Aku kan cuma nggak mau kamu kenapa napa ,lagian kamu juga baru sembuh kan ??" tanya Rendi dan Dara hanya mengangguk.
"Trus tangan kamu kenpaa bisa kayak gini ???" tanya Dara.
"Aku emang habis mukulin orang !!" ucap Rendi membuat Dara melotot tak percaya.
"Kenapa ??? apa salahnya sampai kamu pukulin kayak gitu ??" tanya Dara tak menyangkan ternyata suaminya bisa sebrutal itu jika marah.
"Dia udah mencelakai istri dan anak aku sampai istri aku pendarahan " ucap Rendi.
"Kamu udah nangkep siapa pelakunya ?" tanya Dara.
"Udah makanya aku marah banget pas tau ternyata orang itu orang kepercayaan aku sendiri" ucap Rendi dan terlihat sorot mata Rendi penuh luka dan dendam membuat Dara tak ingin menanyakan lebih lanjut.
"ya udah .. buat pelajaran aja sayang , besok besok jangan gampang percaya sama orang hmmm" ucap Dara yang kini membalas pelukan Rendi.
"Tumben aku nya dipanggil sayang" ucap Rendi membuat Dara malu sendiri kemudian memukul Rendi dan Rendi hanya tertawa.
...
"Bawa barang barangnya kok banyak banget yank , kita kan cuma seminggu disana " ucap Rendi melihat Dara mengemas baju cukup banyak, karena hari ini adalah hari yang ditunggu Dara dimana Rendi mengajaknya pulang kampung setelah semalaman ia mengoda Rendi akhirnya Rendi menuruti permintaan nya.
"Kamu lupa ??? aku kan kalau pulang kampung emang bawain baju bekas aku buat adik aku " ucap Dara.
__ADS_1
"Ya Ampun kok dikasih bekas sih, beliin yang baru lah " ucap Rendi.
"Ya nggak apa apa sih orang masih bagus bagus juga lagian boros sayang dikit dikit beli baru " omel Dara yang hanya mendapatkan gelengan dari Rendi padahal Rendi selalu melebihkan Uang bulanan Dara namun entahlah Dara sepertinya bukan wanita Kekinian yang Gila belanja.
"Nanti kalau capek bilang yaa.. kita istirahat dihotel dulu kasian Dedeknya' ucap Rendi yang hanya diangguki oleh Dara.
"Emm entar kita nglewatin penjual rujak nggak sih Yank ???" tanya Dara yang kini sudah terbiasa memanggil Rendi dengan panggilan yank atau sayang.
"Enggak tau.. kenapa kamu ngidam ??" tanya Rendi yang kini mulai melajukan mobilnya . Meskipun banyak pengawal dan sopir, Rendi lebih menyukai jika membawanya sendiri saat bepergian dengan Dara karena Ia ingin berduaan dengan Dara tanpa diganggu oleh sopirnya yang selalu melirik dikaca spion saat ia tengah asik bermanja manja dengan sang istri.
"Kayaknya iya deh , aku pengen banget soalnya , gara gara sering liat mukbang jadi pengen " ucap Dara sambil sesekali mengelus perutnya.
"Iya nanti coba aku cari di google maps "
Rendi menghentikan mobilnya disebuah tukang rujak pinggir jalan. Mobil berhenti dan Dara langsung keluar tanpa menunggu Rendi membuat Rendi geli sendiri dengan sikap orang hamil yang kalau lagi ngidam suka nggak sabaran.
Rendi keluar mobil dan melihat Dara sedang memesan rujak pada abang penjual dan terlihat sedikit bawel membuat Rendi geli sendiri.
"Kau juga mau ???" tanya Dara mendekati Rendi.
"Tidak .. untukmu saja " ucap Rendi , Dara hanya mengangguk paham, Dara cukup tau suaminya itu tidak menyukai Makanan seperti rujak , lotis.
Tak berapa lama pesanan mereka datang, Dara sudah tak sabar ingin menyantapnya.
"Makan dimobil saja biar sambil jalan " ucap Rendi.
"Enggak apa apa sayang, yukk" ajak Rendi membuka kan pintu mobil untuk Dara.
Segera Dara menikmati rujaknya dan Rendi hanya melihat Dara begitu menikmati rujaknya.
Namun baru setengah Dara sudah menghentikan makan nya.
"Yank berhenti bentar deh .." ucap Dara yang membuat Rendi binggung.
"Kamu mau mual ???'tanya Rendi dengan Raut paniknya kemudian menghentikan mobilnya.
"Enggak... aku nggak habis rujaknya" ucap Dara.
"Ya udah buang aja kalau gitu"
"Enggak ... nggak mau dibuang .."
" Trus maunya gimana sayang ???" tanya Rendi binggung menanggapi kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kamu yang habisin gimana ??" tanya Dara sedikit khawatir.
" Hah ??? kamu nggak bercanda kan sayang... aku mana doyan makanan kayak gitu, enggak ahh " tolak Rendi membuat Dara cemberut.
"Yahh padahal aku maunya kamu yang habisin " Ucap Dara memohon.
"Aku suapin deh ..." ucap Dara lagi.
"Enggak sayang...aku nggak mau " ucap Rendi .
"Hiks...hiks... aku maunya kamu yang habisin" ucap Dara menangis seperti anak kecil membuat Rendi tak paham lagi sebenarnya ada apa dengan istrinya itu, apa ini kah yang disebut ngidam.
"Kamu mau anak kita ileran kalau ngggak mau ngehabisin " ucap Dara lagi yang membuat Rendi terkejut.
Membayangkan bocah kecil yang terus terusan mengeluarkan air liur, ahh tidak.. jangan ... Rendi tak mau anaknya seperti itu.
"Iya Iya sayang... udah yaa jangan nangis lagi, sini biar aku habisin " ucap Rendi pasrah menikmati makanan yang entah bagaimana rasanya.
"Beneran kan ??? mau aku suapin ???" tanya Dara.
"Enggak perlu ... aku sendiri aja sini" ucap Rendi mengambil rujak yang dibawa oleh Dara.
Satu suapan Rendi merasakan rujaknya , Hmm rasanya tidak terlalu buruk . Dua suapan Rendi merasakan sedikit segar makan rujak di siang yang panas ini apalagi tadi abang penjualnya menambahkan es batu rasanya tambah menyegarakan, tiga suapan , empat suapan sungguh Rendi ingin nambah lagi .
"Enak nggak ???" tanya Dara.
"Hmmm lumayan ..." ucap Rendi.
"Tapi kamu bisa abis ..." ucap Dara melihat bungkus stereofom yang tadinya penuh rujak sekarang sudah habis.
"Iyalah.... aku kan nggak mau anak kita ileran " ucap Rendi membuat Dara tersenyum geli.
"Udah yaa sekarang jalan lagi ya.." ucap Rendi yang hanya diangguki oleh Dara.
Rendi kembali melanjutkan perjalanan nya hingga Dara melihat sesuatu dan membuatnya ingin Rendi menghentikan mobilnya.
"Sayang stoppp...." ucap Dara.
"Ya ampun.... kenapa sayang ???" Rendi dengan raut paniknya ..
"Aku pengen itu..." ucap Dara menunjuk salah satu stand makanan yang berada didepan toko jajanan sejuta umat.
"Haaa ... kamu yakin sayang pengen itu ???' Tanya Rendi menatap Dara dan Dara hanya mengangguk mantap .
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENN YAAA ....