My Maid My Wife

My Maid My Wife
23


__ADS_3

"Lho... kenapa mbak kok kaget gitu ???" tanya Indah semakkin penasaran.


"Enggak apa apa mbak..." ucap Siti berusaha biasa saja.


"Mbak saya boleh minta nomer teleponya ??" tanya Indah terlihat memberikan ponselnya pada Siti agar Siti mengetikan nomer ponselnya.


"Emm boleh mbak... " ucap Siti ragu namun akhirnya ia mengetikan digit nomer ponselnya.


"Makasih ya mbak udah dianter saya ..." ucap Siti yang kini hendak keluar dari mobil. memang setelah mengetahui jika indah adalah kekasih dari tuan Muda nya , siti lebih lembut tidak galak seperti saat bertemu tadi.


"Nggak apa apa mbak santai saja" jawab Indah dan Siti pun keluar dari mobilnya Indah kemudian memasuki gerbang rumah Tuan Sanjaya.


Indah tersenyum lega, jika ia bisa mengenal Siti lebih dekat maka ia bisa mencari tau apapun yang ingin ia ketahui batin Indah senang.


Indah nampak melajukan mobilnya pergi dari sana.


...


Sedangkan itu setelah hampir 3 jam perjalanan didalam mobil nampak Dara duduk dengan sedikit gelisah.


Randi yang melihat ketidaknyamanan Dara langsung saja menanyakan pada Dara.


"Apa kamu menginginkan sesuatu ??? sepertinya kamu tidak nyaman " tanya Randi.


"Anu Tuan... boleh tidak kalau kita berhenti di pom bensin terdekat, saya ingin buang air kecil" ucap Dara pelan.


"Ya ampun ... kenapa nggak bilang dari tadi sih, kalau dari sini mungkin 1km lagi ada pom bensin" ucap Randi mengira ira.


"Maaf Tuan saya pikir bisa menahan, lagian saya juga tak enak jika harus menyuruh Tuan" ucap Dara jujur.


"Haduh... kamu ini bisa bisanya gengsi disaat genting gini...gimana kalau kamu nggak bisa nahan trus ngompol ??? bisa bau mobil saya nanti" ucap Randi dengan nada sedikit bercanda.


"Maafkan saya Tuan, tapi saya bisa pastikan tidak akan ngompol..." ucap Dara sedikit malu.


"Ya sudah kalau gitu kamu buang air kecil kalau sudah sampai saja gimana ???" goda Randi.


"Jangan Tuan !!! " ucap Dara sedikit membentak kemudian ia menunduk malu .

__ADS_1


"Makanya bilang... kalau mau apa atau butuh apa bilang " ucap Randi menegaskan.


"Baik Tuan..." ucap Dara menunduk.


Dan benar Randi bilang 1km sudah terdapat sebuah pom bensin dan saat Randi menghentikan mobilnya Dara pun segera berlari keluar tanpa mengatakan apapun pada Randi membuat Randi terkekeh melihat tingkah Dara yang menurutnya lucu itu.


Hanya 15 menit Randi menunggu, Dara sudah kembali memasuki mobilnya dengan wajah yang sudah terlihat lega.


"Enak ????" tanya Randi saat Dara mulai memasangkan seatbeltnya.


Dara hanya nyengir didepan Randi membuat Randi sangat gemas, ingin sekali ia menerkam Dara tapi tunggu bukan saat ini .


Ia harus lebih bisa menahan lagi demi janjinya pada seseorang, walaupun sejujurnya sangat berat untuk Randi menahan untuk tak segera menerkam gadis pujaan nya yang kini tengah mengandung janin nya itu.


Randi kembali melanjutkan perjalanan yang mungkin diperkirakan masih 3 jam lagi karena memang perjalanan sekitar 6 jam itupun jika mengunakan mobil pribadi jika naik kereta mungkin akan lebih lama dari itu .


"Kok berhenti disini Tuan ???" tanya Dara saat mobil Randi berhenti disebuah minimarket.


"Saya mau beli minum dulu, haus..kamu juga keluar beli beberapa cemilan.. wanita hamil kan harusnya banyak makan" ucap Randi yang telah keluar dari mobilnya.


Akhirnya Dara pun juga ikut keluar dan mengikuti Randi memasuki minimarket.


"Hanya ini ???" tanya Randi yang terkejut karena Dara hanya membeli 1 cup es cream.


"Iya tuan, biar saya bayar sendiri" ucap Dara merasa tak enak.


"Sekalian saja, sana tunggu dimobil ..." ucap Randi merebut es krim yang dipegang Dara dan membawanya kekasir bersamaan dengan camilan.


Dara pun menurut dan memasuki mobil lebih dulu, beberapa menit Randi menyusul dan sudah membawa camilan yang baru saja dibelinya.


"Nih es krimnya .." ucap Randi menyerahkan es krim beserta sendoknya dan Randi mulai membuka minumanya dan meneguk hingga membuat Dara tak sadar memandangi Randi yang sedang minum.


Terlihat tampan...


"Jangan memandangiku seperti itu, segera makan es krim mu sebelum mencair" ucap Randi dan langsung membuat pipi Dara memerah malu karena ketauan tengah memandang Randi.


Dara mulai menyuapkan es krim kemulutnya tanpa Dara sadari Randi melihat kearah Dara yang sedang memakan ea krim dan sedikit belepotan.

__ADS_1


Karena gemas akhirnya tanpa sadar Randi mendekati Dara membuat Dara terkejut karean tiba tiba wajah Randi berada tepat didepan wajahnya seperti hendak mencium Dara .


"Makan lah pelan pelan agar tak belepotan" ucap Randi yang ternyata hanya ingin mengusap bawah bibir Dara yang terdapat es krim.


Zonkkk....


Itulah yang dilamunkan Dara, Dara pikir Randi akan menciumnya dan Dara bisa membuat Randi mengakui jika dirinya adalah Rendi namun sayang Randi hanya ingin mengusap bibirnya dengan jari tangan.


Kecewa ??? tentu saja Dara sedikit kecewa.


berbeda dengan Randi yang kesal karena terpancing oleh Dara, jika saja Randi bisa ia benar benar sudah tak tahan ingin mengakui jika dirinya adalah Rendi bukan Randi agar ia bisa melakukan apapun pada gadis pujaanya itu, termasuk ******* bibir Dara yang belepotan dengan es krim.


pasti rasanya sangat manis batin Randi, Hanya membayangkan saja membuat Randi sedikit kesal pada dirinya sendiri.


Randi kembali melajukan mobilnya lagi dan kini keduanya sama sama diam tak ada yang bersuara baik Randi maupun Dara.


Hingga satu jam berlalu nampak Dara menguap berkali kali.


"Tidurlah jika kamu mengantuk" ucap Randi yang tak tega melihat Dara seperti memaksa harus tidak tidur.


"Tidak Tuan, jika saya tidur nanti Tuan tak tau jalan mana yang harus dilewati" ucap Dara jujur.


Randi pun mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi penunjuk jalan kemudian memberikan pada Dara.


"Coba tuliskan alamat lengkapmu disini..." ucap Randi Dan Dara pun menurut mengetikan alamat lengkapnya Setelah selesai kemudian mengembalikan ponsel Randi.


"Sekarang Tidurlah ...biarkan ponselku yang bekerja..." ucap Randi nampak menempelkan ponselnya di setir mobilnya.


"Apa benar tidak apa apa Tuan ??!" tanya Dara takut takut.


"Hnmm..." Randi hanya berdehem dan mengangguk.


Terlihat Dara senang dan memejamkan matanya karena sedari tadi ia memang mengantuk namun tak enak jika harus membiarkan Tuan Mudanya itu menyetir sendiri .


Randi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dara yang baru semenit memejamkan mata ia sudah bisa mendengar dengkuran lembut keluar dari bibir Dara.


Randi kembali menfokuskan menyetir mobil sambil sesekali melihat kearah Dara yang terlelaap dan sesekali mencuri curi mengelus pipi lembut Dara saat sang empunya tengah terlelap.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen 😊


__ADS_2