
Siti membuka amplop milik Dara dan betapa terkejutnya Siti melihat Amplop yang berisikan keterangan jika Dara tengah mengandung dan usianya masih 3 minggu.
"Dasar wanita murahan." batin Siti sambil tersenyum sinis.
Kini ia mendapatkan bukti untuk menghancurkan hidup Dara.
Menjelang senja Dara sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, lelah sungguh melandanya dan ia berencana untuk mandi sebelum makan malam.
Selesai membersihkan tubuhnya, Dara keluar dari kamarnya dan hendak mengambil makan malamnya namun entah ada apa dengan malam ini, teman temannya terlihat sinis saat melihatnya dan ada yang berbisik bisik didepan nya sepertinya sedang membicarakan dirinya.
Dara tak mengubris dan langsung saja mengambil makanan kemudian dia hendak kembali ke kamarnya untuk menikmati makan malam karena ia merasa sedang dikucilkan oleh para temanya jadi Dara lebih memilih tak ambil pusing dan menghindari teman temanya.
"Liat tuh, gatau malu banget ya dia."
"Pantesan akhir akhir ini dia sering sakit,ternyata."
"Emang pantes sih, biar kapok engga godain cowok cowok lain apalagi tuan Rendi."
Itulah sekilas ucapan teman teman Dara yang sempat didengar oleh Dara.
Dara memasuki kamarnya, sungguh sesak ia rasakan, mengapa semua jadi seperti ini padahal teman temannya belum mengetahui jika Dara hamil, apalagi jika teman teman nya tau jika sampai ia hamil diluar nikah, Dara tak bisa membayangkan itu dan tak ingin semuanya terjadi.
Selesai makan malam, Dara membersihkan piring kotornya dan tiba tiba Siti sudah berada dibelakangnya.
"Elo dipanggil tuh sama tuan dan nyonya." kata Siti sinis.
"Kenapa emangnya?" tanya Dara
"Ya mana gue tau, emang nya gue dukun." jawab Siti galak kemudian meninggalkan Dara sendirian.
Dara nampak menghela nafas lelah, sebenarnya ada apa ini tidak seperti biasanya tuan dan nyonya memanggilnya seperti ini.
__ADS_1
Dara berjalan menuju ruang kerja Tuan sanjaya dan menyakinkan dirinya jika semuanya baik baik saja.
Sesampainya didepan pintu, Dara mengetuk pintu ruangan Tuan Sanjaya dan saat memasuki disana sudah ada tuan dan nyonya Sanjaya dengan raut wajah seperti marah membuat Dara semakin kebinggungan.
"Apa maksudnya ini?" tanya Tuan sanjaya nampak melemparkan sebuah amplop coklat dan membuat Dara terkejut setengah mati karena amplop itu adalah amplop miliknya surat keterangan hamil dari klinik dokter Indah tempat ia periksa tadi pagi.
Dara hanya menunduk takut tak menjawab apalagi memandang wajah kedua tuan nya itu.
"Apakah benar ini milikmu Dara?" tanya nyonya Sanjaya sedikit lembut.
"Benar Tuan dan Nyonya, maafkan saya." Kata Dara dengan berbata dan kemudian ia meneteskan air matanya menangis .
"Astaga Dara, kau ini benar benar! siapa laki laki itu?apa dia kekasih mu atau kamu memang sengaja mencari uang tambahan dengan menjual dirimu? apa kurang gaji yang selama ini kuberikan padamu!" kata Tuan Sanjaya dengan nada marah.
"Maafkan saya Tuan." kata Dara menangis tersedu.
"Apa jadinya jika orang orang tau jika salah satu pembantuku ada yang hamil diluar nikah." balas Tuan Sanjaya frustasi.
"Sudahlah pah, lebih baik kita tanyakan siapa pria itu dan minta pertanggung jawaban sebelum perut Dara semakin membesar." sahut Nyonya Sanjaya nampak mengelus bahu suaminya itu.
"Maafkan saya tuan, maafkan saya." Dara hanya menangis.
Sekarang Dara mengerti mengapa sedari dari teman temanya nampak sinis dengan nya dan juga mengapa semua teman nya membicarakan dirinya, ternyata Amplop yang berisi surat keterangan dirinya hamil sudah tersebar dan entah siapa pelakunya.
Dara yakin dan sangat yakin pelakunya adalah Siti karena dialah satu satunya orang yang tak menyukai dirinya disini.
Rupanya Siti masih memiliki dendam pada Dara padahal dulu ia dengan Siti adalah sahabat sejak dikampung dan Dara berangkat kekota untuk merantau pun juga bersama sama dengan Siti namun ia tak menyangka Siti masih memiliki dendam dengan dirinya hanya karena kesalahpahaman yang terjadi waktu itu.
Setelah keduanya bekerja di tempat Tuan Sanjaya selama sebulan, Siti memiliki kekasih dan kekasihnya itu adalah salah satu sopir tuan Sanjaya bernama Deny.
Siti sangat sangat mencintai Deny hingga ia rela menukarkan kehormatan nya sebagai bentuk rasa cinta nya untuk Deny.
__ADS_1
Namun sayang semua itu hanya sementara karena Deny ternyata adalah seorang playboy yang memiliki banyak kekasih salah satunya Siti.
Awalnya Deny memang menyukai Dara dan ingin mendekati Dara namun Dara menolaknya mentah mentah karena tahu sahabatnya sudah lebih dulu menyukai Deny dan karena Deny tak bisa merebut hati Dara akhirnya dengan terpaksa Deny menjadikan Siti kekasih hanya sebagai pelampiasan karena ditolak oleh Dara.
Tak cukup sampai disitu saja, Deny bahkan sempat menjebak Dara agar mereka terlihat berselingkuh didepan Siti, itulah yang membuat Siti geram dan memiliki dendam dengan Dara hingga sekarang karena Siti menganggap Dara lah penyebab Ia putus dengan Deny padahal Sebenarnya memang Deny lah yang brengsek dan hanya mempermainkan Siti. Sejak kejadian itu memang Deny mengundurkan diri menjadi Sopir Tuan Sanjaya dan entah sekarang keberadaanya dimana pun Dara tak tau.
Kilasan ingatan itu sedikit membuat Dara sadar jika sampai sekarang pun Siti masih membencinya, masih sangat sangat membencinya, hingga Siti membuatnya menjadi seperti ini, padahal Siti cukup tau jika Dara itu tulang punggung keluarganya mengapa Siti tega melakukan itu?! Dara menginggat itu sambil menangis hingga suara keras Tuan Sanjaya membuyarkan lamunannya.
"Jadi apa kamu masih tetap ingin diam seperti itu?" tanya Tuan Sanjaya sedikit membentak.
"Maafkan saya Tuan." kata Dara semakin menangis.
"Lebih baik mengaku lah Dara, agar kami bisa tau dan bisa membantumu." kata Nyonya Sanjaya lembut.
Bagaimana jika nyonya dan Tuan tau jika anak yang ku kandung adalah cucu mereka? apakah mereka akan percaya? mereka pasti tak akan percaya dan mereka akan menganggap aku menfitnah putra mereka yang kini tengah berbaring diatas ranjang rumah sakit dan tak bisa menjelaskan keadaan nya sekarang.
Padahal memang ini cucu mereka karena selama ini ia belum pernah disentuh oleh pria manapun selain tuan Rendi putra Tuan Sanjaya.
Dan jika Dara mengatakan jika ia diperkosa oleh tuan Rendi apakah Tuan dan Nyonya Sanjaya percaya? sepertinya tidak jadi lebih baik Ia tak mengatakan kebenaran karena akan lebih menyakitkan jika tuan dan nyonya Sanjaya tak menganggap anak yang dikandungnya itu adalah cucu nya, ya lebih baik ia tak akan mengakui sebelum tuan Rendi sadar.
"Maafkan saya tuan, sekali lagi maafkan saya." kata Dara masih menangis.
"Baiklah jika kamu tak mau mengaku siapa ayah dari anak yang kamu kandung, maafkan saya Dara sepertinya saya tak akan membiarkan kamu tetap bekerja disini." jelas Tuan Sanjaya yang lansung membuat Dara terkejut setengah mati.
Apa yang ia takutkan dan khawatirkan menjadi kenyataan.
"Tuan, saya mohon jangan pecat saya." kata Dara menangis histeris mendengar ucapan Tuan Sanjaya.
Tiba tiba pintu terbuka dan mengejutkan ketiga orang yang tengah berbicara serius itu.
"Aku yang akan tanggung jawab, karena bayi yang dikandung itu adalah anakku." kata seseorang yang membuat ketiga orang menoleh dan terkejut melihat siapa yang datang.
__ADS_1
.Bersambung...
Yukk komen dan like sama Vote nya biar semngat update tiap hariii.😘😘😘😍