My Maid My Wife

My Maid My Wife
57


__ADS_3

Pagi ini Dara semangat sekali menjajakan Donatnya lagi setelah selama tiga hari selalu habis dan tak tersisa.


Dara berjalan dikerumunan Ibu ibu yang sedang melakukan aktifitas ghibahnya, ini adalah tempat yang pas karena tentu saja para ibu ibu itu akan membeli donatnya seperti biasa.


"Ni bocahnya udah dateng"


"Iya ni.. nggak nyangka ihh"


Terdengar bisik bisik Dikerumunan itu membuat Dara merasakan perasaan nya tak enak.


"Bu .. mau beli donat nya ???' tawar Dara pada empat orang Ibu Ibu yang sedang berkerumun itu.


"Enggak ahh males beli donat ditempat kamu.."


"Kenapa Bu ??? donat saya nggak enak yaa ??? " tanya Dara binggung melihat sikap semua orang yang berbeda hari ini.


"Ehh Dara , kita mau tanya tapi jawab jujur yaa ??'


"Kamu beneran hamil yaa ?"


Deg.... Jantung Dara berdegup kencang mendengar salah satu ibu itu menanyakan itu, Dara harus menjawab apa ???


"Jawab dong ...beneran yaa kamu dikota kerja nggak bener trus sampai hamil ???'


"Ehh Dara nya cuma diem aja, jangan jangan bener bu ibu..." ucap Salah satu Ibu yang lain.


"Duh kok nggak nyangka yaa, muka kalem tapi kelakuan minus "


Sungguh Dara sudah tak bisa menahan lagi untuk tak menangis.


"Makanya Dara jangan jadi cewek gampangan, kalau udah kayak gini ,kasian orangtua kamu yang menanggung malu apalagi yang hamilin juga nggak tanggung jawab"


"Kata siapa nggak tanggung jawab ??? saya tanggung jawab kok, Bu tolong yaa kalau nggak tau apa apa itu jangan suka judge orang sembarangan" ucap Rendi yang entah sejak kapan berada disana membuat Dara terkejut melihat kedatangan Rendi.


"Kamu siapa ??? pacarnya ??" Para ibu ibu itu sedikit kagum melihat ketampanan Rendi apalagi melihat Rendi keluar dari mobil mewah pastilah dia itu bukan orang sembarangan .


"Saya calon suami Dara, jadi tolong ya Bu kalau emang nggak tau ceritanya kayak apa mendingan nggak usah ngatain orang sembarangan" ucap Rendi masih emosi.


Tanpa bicara lagi Para Ibu ibu itu langsung bubar meninggalkan Rendi dan Dara.


Rendi segera menghapuskan bekas air mata yang masih menempel dipipi.


"Kenapa Tuan kesini ??' tanya Dara lirih.


"Buat jemput kamu.." ucap Rendi Dan Dara langsung menatap Rendi tak percaya.


"Maaf pernah nyerah buat kita, aku janji aku akan berjuang lagi buat kamu, buat dapetin restu Ayah kamu " ucap Rendi menyakinkan.

__ADS_1


"Nanti kamu pergi lagi .." ucap Dara lirih.


"Enggak akan, aku bakalan berjuang mulai sekarang... maafin aku yaa sayang .." ucap Rendi dan seketika Dara menghambur ke pelukan Rendi.


Rendi membawa Dara pulang kerumahnya sementara itu Randi menunggu dimobilnya, ia ingin menjaga privasi antara Rendi dan Dara.


"Untuk apa kau datang kesini lagi ???!" tanya Tomo melihat Rendi datang.


"Maafkan saya pak, mau bapak usir saya berapa kalipun saya akan tetap datang untuk meminang Dara" ucap Rendi mantap.


"Setelah kemarin kau meninggalkan nya ???' ucap Tomo sinis.


"Tapi kali ini saya tidak akan meninggalkan Dara lagi pak " ucap Rendi penuh keseriusan.


"Maaf saya tidak bisa mempercayai itu"


"Saya akan terus berusaha untuk menyakinkan Bapak dan semua keluarga Dara kalau saya layak untuk Dara " Rendi terlihat kukuh meyakinkah keluarga Dara.


Senyum kecil terlihat diwajah Dara melihat bagaimana Rendi berusaha memperjuangkan nya. Leha dan Dhea yang ikut duduk mendengarkan percakapan mereka pun ikut tersenyum bahagia melihat keseriusan Rendi.


Tomo menghela nafas berat kemudian berkata "Saya akan lihat bagaiamana perjuangan kamu sama anak saya!!!" setelah mengatakan itu segera Tomo beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang tamu.


Leha tersenyum kearah Rendi yang kini mengenggam erat tangan Dara "makasih nak Rendi kamu masih mau berjuang, ibu yakin bapak pasti akan segera luluh" kata Leha dengan penuh keyakinan.


Dhea mengangguk "Lagian selama nggak ada Kak Rendi , Kak Dara galau terus" Dhea mengatakan itu sambil tersenyum tengil kearah Dara dan Spontan Dara mendelik tajam , mengapa Dhea harus sejujur itu.


"Iya aku udah maafin kok, tapi nggak tau sama yang didalam sini" Dara mengelus elus perutnya yang membuat Rendi paham maksud Dara.


"Maafin Papa ya sayang .. Papa udah nakal sama Mama sama kamu"


Dara tersenyum lega sedangkan Leha dan Dhea yang berada disana hanya tersenyum melihat keromantisan kedua pasangan didepanya itu.


"Buk.. pergi aja lah, biar nggak ganggu yang mau kangen kangenan" kata Dhea sambil menarik tangan Leha.


"Apa sih Dek." Dara tampak malu melihat keusilan Adiknya itu.


Dhea dan Leha meninggalkan Dara dan Rendi yang masih duduk diruang tamu.


"Kamu pasti capek yaa harus jualan donat kayak tadi ???" tanya Rendi dengan raut bersalah nya.


"Enggak kok, lagian aku udah biasa kan kerja gitu"


"Kamu nggak boleh jualan kayak tadi lagi, aku nggak mau kamu dan anak kita kenapa napa, bukannya aku dah bilang kalau semua kebutuhan kamu bakalan aku tanggung" Dara hanya tersenyum mendengar ucapan Rendi.


"Aku cuma nyari kegiatan aja, lagian selama aku baik baik aja , nggak apa apa kan ??? mau nyobain nggak donat bikinan aku???" tanya Dara langsung menyodorkan satu buah donat kepada Rendi.


Rendi menerima donat Dara kemudian mencicipi, "Ini enak banget sayang" Kata Rendi langsung menghabiskan donat nya.

__ADS_1


"Suka ????"


"Iya... aku nggak tau kalau kamu pinter bikin kue , " Kata Rendi dan Dara hanya tersenyum.


"Itu alasan aku kemarin pengen kursus, aku pengen ngembangin bakat aku biar nanti aku bisa punya toko kue " Kata Dara yang membuat Rendi tersenyum.


"Ya udah besok kalau kita udah nikah kamu masih boleh kok nglanjutin sekolahnya "


Seketika senyum Dara mengembang mendengar ucapan Rendi "Beneran ??? kamu nggak bohong kan ???!" Tanya Dara tampak antusias.


"Beneran sayang" Rendi mengelus rambut Dara penuh sayang.


"Makasih..."


"Hmm sekarang aku harus berjuang dulu buat ngeyakinkan Ayah kamu biar kita cepet nikahnya, kamu yang sabar dulu yaaa "


"Iya aku sabar kok"


Ingin Rasanya Rendi memeluk Dara namun apalah Daya nya saat berada dirumah Dara takut sang Ayah melihat dan marah.


Sabar Rendi... tahan .. tahann...


"Kesini sama siapa ??? aku nggak liat mobil kamu " tanya Dara.


"Dianter Randi"


"Tuan Randi udah sembuh ???' Dara tampak antusias.


"Hmmm... udah "


"Syukurlah..." terlihat kelegaan diwajah Dara.


"Nggak apa apa kan kalau aku pulang sekarang ???" tanya Rendi terlihat wajah Dara sedih.


Rendi tersenyum melihat wajah sedih Dara , ia tau jika Dara masih ingn Rendi menemaninya.


"Besok aku kesini lagi, janji" Kata Rendi menyakinkan Dara.


"Emang nggak capek bolak balik kesini ??'.


"Demi kamu aku nggak bakalan capek kalaupun harus bolak balij setiap hari "


"Gombal" terdengar kekehan Rendi.


BERSAMBUNG...


MAAF BEBERAPA HARI NGGAK UPDATE 😁

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen yaa biar semangat up nya...


__ADS_2