My Maid My Wife

My Maid My Wife
34


__ADS_3

"Jangan sembarangan nuduh kamu" ucap Rendi marah.


"Aku kan cuma ngira ngira aja soalnya tadi pagi sebelum pergi gelagatnya aneh banget" ucap Indah.


"Nggak mungkin Dara kayak gitu" ucap Rendi.


"Kamu kok ngebelain dia !!" ucap Indah kesal.


"Ya karena aku tau Asisten rumah tangga aku nggak mungkin nglakuin itu, gaji yang aku berikan itu besar jadi nggak mungkin dia ngambil dompet kamu" ucap Rendi dengan nada marah.


"Oke kalau gitu ayo kita periksa kamar nya biar kamu juga sadar kayak gimana kelakuan pembantu kamu itu " ucap Indah tak kalah marah.


Tanpa menunggu jawaban dari Rendi, segera Indah memasuki kamar Dara dan nampak ia mulai menggeledah setiap sudut kamar Dara dan yapp benar saja Indah menemukan dompetnya dibawah bantal milik Dara.


"Ini apa ????!! " ucap Indah marah sedangkan itu Rendi seperti tak percaya.


"Engga mungkinn, kamu pasti yang nglakuin ini semua kan, iya kan kamu sengaja njebak Dara kan ??!!" ucap Rendi marah.


"Apa kamu bilang ???! aku njebak Dara ??? kamu pikir aku sehina itu sampai meletakan dompetku di kamar Dara lalu aku menuduh Dara begitu maksudmu!!! benar benar diluar dugaan Randi... kamu memang berubah, apa mungkin kamu sudah mulai jatuh cinta dengan ****** pembantu itu hingga melakukan semua ini padaku ??!" ucap Indah marah sambil menangis.


Jujur Rendi sekarang bingung dan diposisi yang serba salah, jika ia membela Dara pasti Indah akan curiga jika tidak membela Dara, Rendi yakin bukan Dara pelakunya.


"shitt benar benar sial.." batin Rendi .


"Baiklah lebih baik kita tunggu Dara pulang dan meminta penjelasan " ucap Rendi mencari jalan tengah.


"Tidak !!! lebih baik aku pergi .. bukankah kamu lebih percaya dengan pembantu sialanmu itu dari pada aku ??!" ucap Indah masih menangis, dan hendak pergi namun ditahan oleh Rendi.


"Maafkan aku sayang ... tunggulah sebentar mungkin Dara akan kembali.. kita tunggu saja " ucap Rendi nampak menahan tangan Indah agar tak pergi.


Indah pun duduk disofa dan mennangis sendu, sedangkan itu Rendi ke dapur untuk mengambilkan minum, saat Rendi tak ada nampak Indah mengirimkan pesan pada seseorang kemudian tersenyum licik.


...


Dara dan Siti berjalan memasuki sebuah gerbang.


"Tempatnya bagus yaaa " ucap Dara matanya tak berhenti menatap sekeliling sekolah kursus mereka yang akan mereka daftar i itu.


"Iya ... tapi kok sepi banget yaa " ucap Siti dan benar tempat itu memang terlihat sepi.

__ADS_1


"Maaf mbak mau apa yaa ???" tanya seorang satpam yang berjaga disana.


"Mau daftar kursus kue pak, tempatnya disebelah mana yaa ??" tanya Siti .


"Maaf mbak hari ini sekolah libur, mungkin bisa datang besok" ucap Satpam itu yang mendapatkan raut kecewa dari wajah mereka.


"Ya udah pak kalau gitu ,makasih" ucap Siti kemudian Siti dan Dara berjalan keluar.


"Maaf ya aku nggak tau kalau hari ini libur padahal aku udah ngajakin kamu pagi pagi" ucap Siti dengan raut kecewa.


"Nggak apa apa , kan bisa besok lagi hmm" ucap Dara mencoba memberikan pengertian pada Siti.


"Ya udahlah aku anterin kamu pulang lagi aja gimana, nanti kalau ada Tuan Randi biar aku yang bilang kalau habis ngajakin kamu " ucap Siti yang mendapatkan gelengan dari Dara.


"Nggak perlu nganterin aku , gimana kalau kita mampir ke toko kue itu kayaknya enak enak " ajak Dara pada Siti yang melihat memang ada toko kue dan dessert didepan mereka.


"Nggak ahh, disitu kayaknya mahal mahal deh, uang aku mana cukup buat jajan disitu" keluh Siti pada Dara.


"Nanti biar aku yang bayarin lagi pula jarang jarang kan aku ntraktir kamu kayak gini" ucap Dara pada Siti yang lansgung membuat siti sumringah.


"Beneran ???!'" tanya Siti sumringah.


"Iya yukk... " Dara nampak menggandeng tangan Siti memasuki toko kue dan dessert itu.


Membuat perut mereka langsung keroncongan.


Dara dan Siti pun mulai memilih milih kue dan Dessert dan keduanya pun menikmati disanaa sambil berbincang bincang.


Selesai berbincang bincang Dara nampak memesankan beberapa kue dan deseert untuk teman teman meereka yang berada di rumah Tuan Sanjaya .


"Apa ini tidak berlebihan Dara ???" tanya Siti yang kini menenteng dua paper bag berisi kue dan dessert yang lumayan mahal itu.


"Tentu saja tidak!!! aku sebenarnya juga merindukan teman teman kita" ucap Dara .


"Kapan kapan kau harus main kesana, mentang mentang sekarang udah jadi Nyonya Besar sudah tak mau berteman dengan kita lagi " ucap Siti dengan nada menyindir.


" Jangan mengatakan seperti itu, aku tentu tak akan melupakan kalian " ucap Dara yang hanya diangguki oleh Siti.


Keduanya pun pulang dengan paksaan Siti akhirnya Dara mau diantar oleh Siti walaupun Dara yakin mungkin Tuan Rendi sudah berangkat bekerja.

__ADS_1


....


Rendi kini sibuk dengan laptopnya , ya ia terpaksa harus membatalkan semua agenda nya dan menemani Indah menunggu Dara pulang untuk meminta penjelasan.


Meski tak jadi pergi kekantor, Rendi menyibukan diri bekerja dirumah yang disambungkan melalui laptopnya .


Sedangkan Indah yang disampingnya nampak kesal karena ia merasa Randi mengacuhkan nya dan malah sibuk dengan laptopnya.


"Apa kau begitu sibuknya hingga mengacuhkan ku ???" protes Indah pada Randi.


"Aku membatalkan semua jadwalku hari ini demi menemanimu... jadi aku harap mengertilah .." ucap Rendi tanpa menatap Indah membuat Indah semakin sebal.


"Baiklah baiklah..." ucap Indah pasrah.


"Randi...apa kau sudah memikirkan hukuman apa yang pantas untuk Dara ??" Tanya Indah sambil bergelayut manja pada Rendi.


Rendi kesal sungguh sangat kesal dengan ucapan Indah yang seoalh olah ingin menjebak Indah saja karena Rendi cukup tau bagaimana sifat Indah dan Dara selama ini.


"Aku tidak akan menghukumnya " jawab Rendi malas.


"Appa ???? apa itu tidak membuatnya melakukan hal seperti itu lagi jika kamu tidak menghukumnya ???!" ucap Indah dengan nada marah.


"Lagi pula belum tentu dia melakukan itu " ucap Rendi yang kini mulai benar benar kesal.


"Lalu siapa ??? apa dompet itu berjalan sendiri kekamarnya ???!" ucap Indah sedikit berteriak.


"Mungkin saja ..." ucap Rendi santai menanggapi ucapan Indah karena dia sudah benar benar malas mendengar semua oceham Indah.


"Kau ini membela nya terus menerus apa karena memang benar kamu mulai menyukainya???" tuduh Indah.


"Sudahlah... aku benar benar lelah mendengar ocehammu... lebih baik kita menunggu Dara dan jika memang benar kita bisa memberikan hukuman yang pantas jadi lebih baik diamlah .. aku harus bekerja " ucap Rendi.


Dan benar ucapan Indah itu bisa membuat Indah bungkam sejenak.


Hingga keduanya dikejutkan oleh suara pintu terbuka dari pintu depan.


Rendi dan Indah terkejut karena Dara datang dengan Siti dan membawa banyak paparbag.


sedangkan itu Dara sendiri juga terkejut melihat Indah dan Rendi yang masih duduk disofa sambil menatap kearahnya tajam.

__ADS_1


Bersambung. ...


jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2