
Rendi berlari mengejar Kinan yang meninggalkanya.
"Tungguin gue!!!" Rendi menarik tangan Kinan agar Kinan berhenti.
Kinan terlihat memberontak "Lepasin tangan Gue!!! nggak usah ganggu gue lagi, pergi Lo!!! gue nggak butuh belas kasihan dari Lo!!!" Sentak Kinan membuat Rendi frustasi.
"Dengerin gue... Gue bakalan bantuin Elo dapet kerjaan lagi, serius kalau elo mau!!!" kata Rendi yang langsung membuat Kinan berhenti.
Rendi mendekat "Gue serius, gue nggak bohong, gue bakalan bantuin elo dapet kerjaan lagi" kata Rendi menyakinkan.
Kinan akhirnya luluh dan mau mengikuti Rendi balik ke mobilnya, kini keduanya sudah berada dimobil Rendi, dengan nafas Kinan yang masih memburu akibat menangis sedangkan Rendi masih diam.
"Kerja apa ??? gue nggak punya ijazah apalagi pengalaman, makanya itu gue cuma bisa bertahan ditoko itu buat hidup gue sama Ibu!!!" ungkap Kinan.
Rendi hanya mengangguk paham "Kalau Elo mau, elo bisa kerja ditempat saudara kembar gue buat ngerawat dia, kebetulan dia lagi nyari orang buat kerja dirumahnya, kalau Elo mau bisa berangkat bareng gue nanti sore!!!" jelas Rendi.
Bukanya tersenyum Kinan malah kembali marah "Lo gila yaa ???!! kalau gue ikut Elo dikota trus gimana sama nyokap Gue???!! nyokap Gue lagi sakit, nggak mungkin gue tinggal sendiri !!!" Kata Kinan dengan kilatan amarah.
"Elo bisa ajak nyokap Lo... please nggak usah pake emosi!!! saudara gue tinggal diapartemen sendiri jadi nggak masalah juga kalau Elo mau ngajak nyokap Elo!!!" kata Rendi menahan sabar.
"Sory gue bener bener binggung, nanti gue pikirin lagi masalah tawaran Elo?!!" Kata Kinan merasa bersalah telah membentak Rendi.
"Gue anterin Elo pulang, abis ini Gue pergi karena ada urusan!!! ntar sore gue jemput Lo kalau elo mau ikut gue kekota!!!" kata Rendi yang hanya diangguki Kinaan.
Selesai mengantarkan Kinan kerumahnya, Rendi melajukan mobilnya menuju rumah Dara. Ya dia tidak ingin Dara menunggunya lagi seperti kemarin.
Mobil Rendi memasuki pekarangan Dara, dan melihat Dara sedang menyapu pekarangan rumahnya.
Dara terlihat tersenyum merekah kala melihat mobil Rendi datang "Kok pagi banget ????' tanya Dara saat Rendi keluar mobil.
"Kenapa emang kalau pagi, kamu nggak seneng ketemu aku lagi ?" goda Rendi yang membuat Dara memukul lengan Rendi.
"Ih enggak gitu, kan kamu harusnya kerja" gerutu Dara.
"Kerjaan udah dihandel sama Randi, jadi aku sekarang bisa nganterin istri aku ke klinik deh!!!" kata Rendi dengan raut senang membuat Dara tersenyum.
Dara meletakan sapunya dipinggir rumah "Ya udah aku siap siap dulu, kamu masuk dulu biar aku buatin minum??!" kata Dara.
Rendi memasuki rumah Dara yang terlihat sepi "Kamu dirumah sendiri ???" tanya Rendi.
"Iya , udah pada pergi kerja, "
"Nanti kita nyusul kesawah yaa???!" ajak Rendi.
"Lhoo kenapa ????" Dara terlihat binggung.
"Yaa mau pamitan sama Ayah Ibu, aku nggak mau dimarahin lagi kayak semalem, kesan nya juga nggak baik trus nanti kelamaaan dapet restu dari Ayah kamu" kata Rendi.
Dara meletakan secangkir kopi dimeja "Maaf yaa kalau Ayah kayak gitu".
""Nggak perlu minta maaf, aku yang salah," akui Rendi. "Udah sana buruan siap siapnya, kalau berduaan sama kamu dirumah sendiri gini nanti bisa bisa Khilaf?!!" Geli Rendi Dan Dara pun hanya terkekeh saja.
"Siapa yang semalem ngajakin dipinggir jalan" sindir Dara membuat Rendi terkekeh.
...
Tak berapa lama Dara sudah selesai bersiap, dengan Dress selutut serta flatshoes membuat Dara terlihat Imut dan manis.
"Cantik banget sih, rasanya pengen gigit aja" Goda Rendi yang membuat Dara terkekeh.
"Katanya nggak mau khilaf ???!"
"Ehh iya, lupa??!" cengir Rendi.
Selesai mengunci pintu rumahnya, Rendi dan Dara pun segera memasuki mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.
"Beneran ini mau ke sawah dulu ???" Tanya Dara memastikan takutnya jika Rendi hanya bercanda saja.
"Ya beneran dong sayang, kapan aku boong??!''.
"Iya , aku percaya kok kamu emang nggak pernah bohongin aku??!!''.
Deggggg... perkataan Dara baru saja membuat Rendi merasa bersalah, mengingat semalam ia membohongi Dara, namun Rendi juga memiliki alasan mengapa ia harus melakukan itu semua, Rendi hanya tak ingin Dara banyak pikiran hingga menyebabkan kandungan Dara bermasalah nantinya.
"Disini sawahnya ????"Tanya Rendi menghentikan mobilnya sesuai dengan arahan Dara.
__ADS_1
"Iyaa.. itu Ayah sama Ibu.." Tunjuk Dara dari dalam mobil.
Keduanya pun keluar dari mobilnya, yang langsung dilihat Tomo dan Leha yang kemudian mendekat kearah Dara dan Rendi.
"Kalian ngapain kesini ???' Tanya Tomo datar.
"Pak saya mau minta ijin mau nganterin Dara periksa kandungan nya??!!" ujar Rendi.
"Ya sudah sana, segera pulang jika sudah selesai??!!!" kata Tomo tegas.
"Iya ayah,".
"Baiklah pak".
Tak peduli dengan tangan Ayah dan Ibu yang kotor penuh lumpur, Dara dan Rendi pun mencium tangan Tomo dan Leha.
Usai berpamitan, keduanya pun memasuki mobil lagi dan melajukan mobil meninggalkan sawah.
"Wah beruntung banget yaa Dara dapet orang kota, kaya lagi" Sentil salah satu tetangga yang sedang disawah juga.
Tomo tak mengubris malah kembali melanjutkan pekerjaanya, Leha hanya menghela nafas lelah melihat suaminya yang masih keras kepala tak memberikan restu itu.
Siang hari saat Leha dan Tomo sedang istirahat digubuk, Leha memberanikan diri bertanya pada Tomo suaminya "Pak apa sampai sekarang masih belum bisa menerima nak Rendi ????" Tanya Leha pelan, takut Tomo marah.
Tomo melirik tajam kearah Leha, tak menjawab apapun.
"Bukankah Nak Rendi sudah membuktikan pada kita kalau memang ia serius dengan Dara ??!!" tanya Leha lagi yang masih mendapat bisuan dari Tomo.
"Trus mau sampai kapan Pak ??? sampai perut Dara besar trus jadi olok olok para tetangga ??!!" Kini amarah Leha tersulut, kekecewaan yang ia pendam selama ini karena sikap keras kepala suaminya itu.
"Apa salahnya jika aku inginkan yang terbaik buat putri kita Leha ????!" Tanya Tomo penuh penekanan.
"Aku tau bapak ingin yang terbaik buat putri kita, tapi bapak juga harus sadar kalau keadaanya sudah berbeda dan Dara sama Rendi juga sudah menyesali semuanya, apa salahnya sih pak kita kasih mereka kesempatan???!" Kata Leha lagi yang membuat Tomo merenung.
"Apa bapak seneng ngeliat anak kita diolok olok sama para tetangga, ???? ibu udah pernah liat Pak ,Dara dihina sama tentangga kita gara gara tau kalau Dara hamil duluan, jujur ibu udah nggak sanggup liatnya pak, Ibu nggak mau anak kita jadi bahan omongan para tetangga" Ungkap Leha yang entah sejak kapan sudah mulai menangis.
"Sekarang semua terserah Bapak, kalau memang bapak seneng liat anak kita susah, terusin aja sikap keras kepala Bapak" Kata Leha sebelum pergi meninggalkan Tomo.
Tomo hanya bisa diam merenung mendengar ucapan Leha yang memang banyak benarnya itu.
...
Rendi dan Dara sudah memasuki klinik dan mendaftar antrian, kini hanya tinggal menunggu panggilan untuk pemeriksaan rutin.
"Ibu Dara ???!" panggil seorang Suster yang artinya Sekarang waktunya Dara untuk pemeriksaan.
Dara dan Rendi bergegas memasuki ruangan periksa yang sudah ada dokter disana.
Cukup lama pemeriksaan nya, "Ibu Dan Bapak harus menjaga kandungan ini sebaik mungkin karena kandungan Ibu Dara ini sedikit lemah" Kata Dokter yang membuat Dara dan Rendi terkejut.
"Tapi Dok, saya sudah makan makanan yang dianjurkan dan tidak terlalu bekerja berat, kenapa bisa seperti ini ???' tanya Dara yang merasa sebenarnya ia baik baik saja.
"Iya memanf tapi tak cukup itu saja Ibu, Ibu juga tidak boleh banyak pikiran, tapi kelihatanya akhir akhir ini Ibu terlalu banyak pikiran hingga stress , itu yang membuat kandungann nya tak baik baik saja" Jelas Dokter yang kali ini membuat Rendi terkejut dan merasa sangat bersalah karena mungkin dialah penyebab utama Dara stress.
"Ini sudah saya resepkan obat yang harus ditebus, dan diminum secara rutin yaa Bu??!" kata Dokter itu memberikan secarik kertas yang berisi resep obat.
Setelah selesai pemeriksaan, keduanya pun keluar dari ruangan dan segera pergi untuk menebus obat, hingga akhirnya kini keduanya sudah memasuki mobil.
Tanpa mengatakan apapun Rendi segera merengkuh tubuh Dara dan membawanya kepelukannya.
"Sayang ... maaafin aku yaaa" itulah yang Dara dengar dari mulut Rendi saat setelah memeluknya.
"Kamu kenapa sih ??? kamu nggak salah apa apa, kenapa minta maaf ????" Tanya Dara binggung.
"Aku tau kamu pasti stress gara gara mikirin hubungan kita yang nggak segera dapet restu, maafin aku yang nggak becus buat minta restu sama Ayah Ibu kamu" Kata Rendi penuh penyesalan.
"Enggak, kamu ngomong apa sih, aku beneran udah nggak apa apa!!!" Kata Dara menyakinkan Rendi.
"Selama kamu masih mau memperjuangin kita, kamu masih tetep disini sama aku dan anak kita, udah cukup buat aku!!!" Kata Dara lagi menyakinkan Rendi.
"Aku nggak bakalan tinggalin kamu sayang, aku janji !!! sampai kita dapat restu dari orangtua kamu, aku bakalan tetep buat kamu??!" Kata Rendi yang kembali memeluk Dara.
Cukup lama Rendi memeluk Dara , "Hari ini aku bakalan ngajakin kamu jalan jalan sama kulineran, kamu mau kan ???' tanya Rendi.
"Mau dong, udah banyak banget makanan yang aku pengen!!!!" ungkap Dara yang membuat Rendi tersenyum, selama Dara hamil memang porsi makan Dara bertambah banyak namun Rendi tak peduli itu selama Janin yang dikandung Dara sehat dan baik baik saja.
__ADS_1
Rendi dan Dara menghabiskan waktu seharian dengan berjalan jalan dan kulineran, terlihat Raut bahagia terpancar diwajah Dara membuat Rendi sedikit lega, setidaknya ini bisa membuat Dara nya bahagia.
"Kamu mau pulang setelah ini ???" tanya Dara yang sudah didalam mobil bersama Rendi.
"Kamu masih kangen ???" Rendi malah balik bertanya.
"Engg-enggak aku kan cuma tanya??!" Dara terdengar gugup.
"Ya udah aku temenin sampai jam 7 yaa ????".
"Yeayyyy... kita ditemenin Papah seharian Nak" seru Dara sambil mengelus perutnya membuat Rendi terkekeh.
Rendi menepati ucapanya untuk menemani Dara, nyatanya sesampai dirumah Dara, Rendi masih mengikuti Dara masuk rumah.
Rendi dan Dara memasuki rumah dan terkejut kala melihat Tomo dan Leha sudah duduk dikursi sepertinya sedang menunggu mereka.
"Antrian nya banyak sekali yaa ??? sampai periksa aja harus seharian ???" Sindir Tomo langsung saja mendapatkan tatapan tajam Leha.
"Maafkan saya Pak, tadi kita mampir jalan jalan dulu" kata Rendi meluruskan.
"Udah udah nggak usah dengerin ayah, kalian duduk dulu biar ibu buatkan minuman!!!" Kata Leha yang menghilangkan kecemasan diantara Rendi dan Dara.
"Duduk ,!!!! ada yang mau Ayah bicarakan sama kalian ??!" kata Ayah.
Rendi dan Dara pun duduk dikursi yang berhadapan dengan Tomo, tak berapa lama Leha keluar dengan tiga gelas teh hangat.
"Minumlah dulu, masih hangat".
"Terimakasih bu, maaf merepotkan" kata Rendi yang hanya dibalas senyuman oleh Leha.
"Ay-Ayah mau bicara apa ???" tanya Dara.
"Ayah sudah putuskan,!!!! Ayah bakalan merestui hubungan kalian ???!" kata Ayah yang menerbitkan senyuman dibibir Dara dan Rendi.
"Saya harap kamu bisa menjaga Dara dan melidungi Dara dalam keadaan apapun , dan yang lebih penting jangan tinggalkan Dara dalam keadaan apapun!!!" jelas Tomo menekankan kata jangan tinggalkan.
"Baik pak, saya akan selalu.mengingat itu semua , terimakasih telah mempercayai saya, terimakasih telah memberikan saya kesempatan untuk membahagiakan Dara" Kata Rendi penuh syukur mengingat selama ini perjalanan cinta Rendi Dan Dara tidaklah mulus.
"Lebih baik kalian segera menikah!!'' kata Leha yang kini ikut bahagia.
"Tentu saja Bu , besok saya akan bawa kedua orangtua saya kesini untuk melamar Dara secara resmi serta menentukan tanggal pernikahan" Kata Rendi mantap.
"Ya saya tunggu besok!!' kata Tomo setelahnya Tomo bangkit dan pergi meninggalkan Dara, Rendi dan Leha.
"Bu , kok ayah berubah pikiran nya cepet banget ???" tanya Dara masih tak percaya.
"Mungkin ayah udah percaya sama kalian, kalian harus tetap bersama dalam kondisi suka ataupun duka, jangan sampai mengecewakan kami yaa ?????" kata Leha menasehati.
"Ibu tenang saja, setelah semua yang kita lalui , Rendi akan berusaha untuk menjaga dan membahagiakan Dara!!!"
"Terimakasih nak Rendi!!!".
Cukup lama mereka berbincang hingga hari semakin malam, Akhirnya Rendi pamit pulang .
Didalam mobil Rendi tampak bersiul bahagia, setelah sekian lama akhirnya sebentar lagi ia akan bersatu dengan Dara dalam status suami istri.
Setelah semua yang sudah terlewati, banyak hal yang menganggu hubungan Dara dan Rendi, awal dulu karena Indah , lalu setelahnya Ayah Dara. namun sekarang semua itu sudah terlewati, kini Dara dan Rendi sudah mengantongi restu dari Ayah Dara dan tinggal menunggu hari lagi mereka bersama selamanya.
Rendi terlallu bahagia hari ini hingga ia melupakan Kinan, ya wanita yang ia tabrak kemarin. segera Rendi melajukan mobilnya menuju rumah Kinan. Rendi berharap Kinan mau bekerja denga Randi, Rendi juga berharap kinan adalah jodohnya Randi karena Rendi ingin Randi segera move on dari Indah wanita yang hampir membunuh Randi itu.
Mobil Rendi memasuki pekarangan rumah Kinan dan binggung kala melihat banyak tenda dan kursi namun tak ada siapapun disana, "Ada apa ini ???" batin Rendi yang segera saja keluar dari mobil dan memasuki rumah Kinan.
Rendi memasuki rumah Kinan yang terbuka dan melihat Kinan duduk dilantai sambil memeluk kedua kakinya hingga wajahnya tertutup.
."Hey Kinan ada apa ini ???" tanya Rendi yang berjalan mendekati Kinan.
Kinan menaika wajahnya saat mendengar suara seseorang hingga membuat Rendi terkejut melihat Kinan menangis.
"Hey apa yang terjadi ???' tanya Rendi.
Kinan segera memeluk Rendi yang sontak membuat Rendi terkejut.
"Ibuku.... ibuku meninggal tadi pagi ??!!" tangis Kinan dipelukan Rendi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENNN....