My Maid My Wife

My Maid My Wife
43


__ADS_3

Dara sudah lelah menangis, ya menangisi Rendi yang telah menghamili wanita lain , wanita yang tak lain adalah kekasih adiknya yang sekarang masih koma itu.


Entah apa yang harus Dara lakukan sekarang , mungkin kah Ia harus lebih bisa mengikhlaskan Rendi bertanggung jawab pada Indah, menikahi Indah secara sah sedangkam ia yang istri pertama hanya terikat pernikahan Siri saja.


Hanya membayangkan saja sudah membuat Dara Gila apalagi jika benar semua itu terjadi , namun Dara harus lebih sadar dirri sekarang , dirinya hanyalah pembantu sedangkan Indah seorang dokter yang mungkin tak akan membuat malu keluarga besar Sanjaya .


Lagi pula sejak tadi siang Rendi juga belum menemui nya untuk memberikan penjelasan padanya, hingga malam kini belum ada tanda tanda Rendi sudah pulang. yahh mungkin sekarang Rendi sedang menikmati kebahagiaan nya dengan Dokter Indah.


Dara bangun dan berjalan ke dapur ingin mengambil air minum. menangis membuat tenggorokan nya terasa kering.


Saat membuka kamar nya dan berjalan keluar ia merasakan jika lantai nya licin padahal seingatnya pagi tadi sebelum berangkat kursus ia sudah membersihkan lantainya namun mengapa lantai nya selicin ini batin Dara.


Dara hendak mengambil kain pel untuk menghilangkan licin dilantai namun baru satu langkah Dara melangkah ia malah tergelincir dan jatuh .


Dara merasakan pinggangnya sakit, saat Dara mencoba bangun dan ingin meminta tolong seseorang melalui ponselnya ia malah kembali jatuh dan sekarang lebih keras dari tadi membuat Dara menjerit , Dara merasakan Darah segar mengalir dari rahim nya.


Entah mengaapa Dara merasakan pusing menyerangnya hingga ia sudah tak sadarkan diri , samar samar Dara masih mendengar suara pria "Nona apa yang terjadi" namun sebelum Dara menjawab ia sudah pingsan lebih dulu.


..


Rendi berlari melewati koridor rumah sakit yang baru saja dikirimkan orang suruhan nya.


Hingga ia melihat keempat pengawal yang berdiri didepan IGD dengan raut wajah khawatir.


Tak menunggu lama, Segera Rendi memukul salah satu pengawal itu hingga jatuh kelantai.


"Bisa bisa nya kalian lalai ??!, aku membayar kalian bukan untuk membuat istriku celaka!!' ucap Rendi marah.


"Maafkan kami Tuan.. tapi kami datang dan Nona masih dikamarnya kamii tak berani masuk kekamarnya dan hanya berjaga didepan pintu namun Nona sudah berteriak dan pingsan , " jelas Salah satu pengawal itu membuat alis Rendi berkerut.


"Jadi tak ada yang masuk selain kalian??' tanya Rendi.


"Benar Tuan... Nona Dara memang jatuh sendiri tidak ada unsur kejahatan atau seseorang yang masuk untuk mencelakai nona Dara , kami benar benar berjaga didepan pintu Tuan" ucap pengawal itu membela diri.


"Baiklah... aku pegang ucapan kalian tapi jika semua ini ada unsur sengaja , aku yang akan membunuh kalian lebih dlu" ucap Rendi membuat keempat pengawal itu pucat seketika.

__ADS_1


Rendi menunggu Dokter yang sedang memeriksa Dara hingga beberapa menit Dokter itu keluar .


"Bagaimana keadaan Istri dan Anak saya ??" tanya Rendi tak sabar.


"Hanya pendarahan kecil masih bisa diselamatkan, namun jangan membuat istri Anda banyak pikiran sebab akan membahayakan janin yang istri anda kandung" jelas dokter itu.


"Setelah ini pasien akan di pindahkan di ruang rawat , dan akan segera siuman" ucap Dokter itu lagi kemudian pergi meninggalkan Rendi.


Rendi cukup bersyukur karena Anak dan Istrinya masih selamat, Segera ia memasuki ruang Inap Dara dan melihat tubuh wanita itu pucat dan masih terpejam.


Rendi mengecup sebentar dahi istrinya kemudian duduk dikursi samping ranjang Dara.


"Maafin aku sayang... aku janji semua ini akan segera berakhir dan kita akan hidup bahagia." ucap Rendi mencium tangan Dara.


Rendi mengambil benda pipih yang ada disaku kemeja nya untuk menghubungi seseorang yang tak lain adalah pengacaranya .


Rendi harus segera menjebloskan Indah ke penjara sebelum ia semakin brutal. Meskipun malam ini musibah yang menimpa Dara tidak ada sangkut pautnya dengan Indah namun Rendi masih tetap mencurigai Indah karena Dara bukanlah tipe orang ceroboh yang bisa jatuh dimana saja.


"Aku mempunyai pekerjaan untukmu... akan kukirimkaan buktinya dan segera jebloskan ke penjara " ucap Rendi tanpa basa basi kemudian menutup panggilan nya.


"Sudah saatnya wanita ular itu menerima balasan nya " ucap Rendi tertawa puas.


Indah sedari tadi terlihat gelisah , namun setelah ia mendapat pesan dari seseorang jika telah berhasil membuat Dara pendarahan ia tersenyum puas.


"Sebentar lagi Rendi akan jadi miliku " ucap Indah tersenyum puas.


FLASHBACK ON....


Indah keluar dari ruangan Randi yang masih dijaga ketat oleh para pengawal . Hingga ia melirik pada salah satu pengawal yang menurut Indah terlihat tampan dan masih muda.


Ia tersenyum pada pengawal itu dan memberikan secarik kertas pada pengawal itu tanpa sepengetahuan pengawal lainya.


Pengawal itu terlihat membuka kertas "Hubungi aku honey. . " isi dari secarik kertas itu serta tak lupa memberikan nomer ponselnya.


Awalnya Riki nama pengawal itu sedikit Ragu untuk menghubungi Wanita yang menurut dia cantik itu tapi akhirnya Riki menghubungi Indah .

__ADS_1


Riki berjalan ke apartemen Indah karena Indah ingin bertemu dengan Riki di apartemen, sejujurnya ini sangat mengoda Riki karena Riki pria normal dan ia melihat Indah sangat cantik .


"Kau sudah datang" ucap Indah membukakan pintu apartemen nya. " masuklah " .


Riki memasuki apartemen wanita yang hanya mengenakan dress satin tipis yang memperlihatkan lekukan tubuhnya itu.


"Kau mau minum apa ??' tawar Indah.


"Tak perlu repot... aku hanya penasaran untuk apa kau memanggiku kesini ??" tanya Riki.


"Tentu untuk bersenang senang dengan mu" ucap Indah menatap mata Riki nakal.


"Sepertinya ide bagus .." ucap Riki menatap Indah nakal.


"Aku akan memberikan kesenangan padamu malam ini, asalkan kamu bisa membantuku .." ucap Indah.


"Apapun untukmu sayang.." ucap Riki mulai menerkam Indah dengan ganasnya.


...


Riki dan ketiga teman nya ditugaskan untuk ke apartemen Dara , untuk menjaga Dara dan kini mereka sudah berada didepan apartemen.


"Biar Gue aja yang masuk liat keadaan Nona Dara" ucap Riki menawarkan diri.


"Ya udah sono... jangan di godain ntar lo dibunuh sama Boss " goda salah satu teman nya dan Riki hanya tertawa.


Didalam Riki mulai melakukan aksinya , menumpahkan minyak ke lantai agar lantai licin dan benar saja setelah itu Riki mendengar teriakan Dara yang membuat ketiga teman nya panik dan membawa kerumah sakit sedangkan Riki segera melapor pada Indah wanita yang semalam telah memberikan dirinya kepuasan.


"Sukses..." itulah pesan yang diterima Indah yang membuat Indah tertawa puas dan bisa tidur nyenyak malam ini.


FLASHBACK OFFF..


Indah terbangun ditengah malam karena ia mendengar seseorang mengedor pintu apartemen nya dengan sangat keras.


Dengan hanya memakai piyaama Indah keluar dan terkejut melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komenn. ...


__ADS_2