
Mobil Randi sudah memasuki sebuah perkampungan yang terlihat ramai disore hari , banyak anak anak bermain dan berlari membuat Randi harus exstra hatti hati saat mengemudi disana.
Dan di sinilah ia berada didepan sebuah rumah sederhana bercat orange.
"Apakah benar ini rumahnya ?" tanya Randi hendak membangunkan Dara yang masih terlelap namun ia malah asik memandangi wajah Dara yang terlihat tenang membuat Randi nyaman walau hanya memandang wajah Dara.
Ada beberap bulir keringat yang terlihat didahi Dara membuat Randi bingung padahal kan Ac mobilnya sudah sangat dingin mengapa Dara bisa berkeringat seperti ini batin Randi hendak menyentuh Dahi Dara namun ia dikejutkan oleh seseorang yang sedang mengetuk kaca mobilnya.
Dan tak hanya ia yang terkejut namun Dara juga mendadak bangun dan kejut pula saat mengetahui dirinya sudah berada didepan pekarangan rumahnya dan sang Ayah yang sedang mengetuk kaca mobil sebelah kiri.
"Tuan kita sudah sampai ..." ucap Dara yang masih terlihat terkejut sedangakn Randi hanya memandang dingin dan kemudian keluar tanpa kata karena seseorang terus saja mengentuk kaca mobilnya.
"Apa yang kau lakukan pada putriku ?" Tanya pria paruh baya kala Randi keluar dari mobilnya karena Tomo ayah Dara sempat melihat Randi.mendekatkan wajahnya pada Dara yang tengah terllelap.
"Maaf Anda siapa ???" tanya Randi dengan wajah dingin.
"Ayah...." teriak Dara yang baru saja keluar kemudian berlari memeluk ayahnya.
Ahh jadi ini ayah nya.. batin Randi.
"Kamu pulang kok nggak ngabarin ayah sih nak .. " ucap Tomo ayah Dara mengelus rambut Dara penuh sayang.
"Kan Dara mau sureprizein ayah sama orang rumah .." ucap Dara senang.
"Siapa dia Dara ???" tanya Tomo menujuk kearah Randi yang masih berdiri disamping mereka.
"Ini Tuan Randi yah, majikan Dara dikota, Tuan Randi ini baik yah mau nganter Dara sampai rumah.." ucap Dara memperkenalkan Randi.
"Tapi dia tak ada niat buruk padamu Dara ???" tanya Tomo sambil melirik kearah Randi.
"Maafkan saya atas kesalahpahamn ini pak , tadi saya hanya ingin membangunkan Dara tak ingin melakukan apapun" ucap Randi dengan wajah dingin membuat Dara bingung dengan maksud Ayah dan Randi itu.
"Jadi seperti itu, harusnya saya yang minta maaf karena telah salah paham... ya sudah ayo mari silahkan masukk" ucap Tomo yang kini ramah dengan Randi.
Tomo memasuki rumah sederhana nya dan diikuti oleh Dara dan Randi.
"Silahkan duduk Tuan , maaf jika tempatnya kotor karena memang seperti ini adanya " ucap Dara sedikit merasa tak enak , takut Jika Randi tak nyaman dengan tempat tinggalnya.
"Tidak masalah..." ucap Randi dingin.
Tomo keluar dari Dapur dan membawa dua orang wanita, satu wanita paruh baaya yang mungkin itu Ibu nya Dara dan satu lagi Gadis cantik yang kemungkinan itu adalah adik dari Dara.
__ADS_1
Kedua Wanita itu langsung memeluk Dara tanda jika Rindu.
"Ibu kangen sayang..." ucap Wanita paruh baya itu.
"Iya kak Dara kok nggak telpon kan bisa aku jemput di stasiun." ucap Dhea adik Dara yang wajahnya pun juga sama cantiknya dengan Dara.
"Emm , soalnya kakak diantar..." ucap Dara kemudian keduanya wanita itu melihat ke arah Randi.
"Saya majikan Dara di kota, kebetulan saya libur makanya saya mengantar Dara sekalian jalan jalan" ucap Randi dengan nada sopan.
"Makasih banyak den sudah mengantar putri saya " ucap Leha istri Tomo.
"Ganteng banget kak.." bisik Dhea ditelingga Dara dan Dara hanya mendelik pada Dhea.
"Maafkan atas kesalahpahaman tadi nak.." ucap Tomo.
"Iya pak Tak apa..." ucap Randi yang kini kembali menghangat.
"Ya sudah lebih baik kalian segera membersihkan diri dan kita makan malam bersama, Nak Randi menginap disini kan ??" tanya Tomo.
"Ayah tuan Randi tidak..."
"Ya saya akan menginap disini jika diperbolehkan" ucap Randi memotong ucapan Dara membuat Dara melotot tak percaya.
"Dara , ajak Tuan mu itu kekamarmu dan sementara kamu tidur dengan adikmu.." ucap Tomo yang langsung diangguki oleh Dara.
Randi mengikuti langkah Dara memasuki sebuah kamar sederhana bercat pink dan disana tertempel banyak foto yang Randi yakini jika itu foto Dara.
"Maaf tuan jika tempatnya sangat sederhana" ucap Dara.
"Kamu itu dari tadi minta maaf trus padahal saya tidak mempermasalahkan" ucap Randi .
"Saya hanya merasa tak enak Tuan, biasanya Tuan berada ditempat yang bagus dan ber Ac namun sekarang harus menempati kamar kecil yang sederhana." ucap Dara.
"Tak masalah, dimana kamar mandinya ??? aku ingin mandi.." tanya Randi.
"Tapi Tuan kan tidak membawa baaju ganti ???" tanya Dara binggung saat ingin mengantar Randi ke kamar mandi.
"Apa di sekitar sini tak ada mall atau toko baju ???" tanya Randi mengaruk kepala nya yang tak gatal.
"Tak Ada Tuan.... disini kan perkampungan, mana ada tempat seperti itu" ucap Dara sedikit kesal.
__ADS_1
"Biarkan dia memakai baju Ayah Dara..." ucap Tomo yang datang sejak kapan.
"Ide yang bagus..." ucap Randi .
"Tapi Tuan..." ucap Dara yang sebenarnya tak mengijinkan Randi tinggal dirumahnya.
"Sudahlah Dara ambilkan saja" ucap sang Ayah yang langsung diangguki pasrah oleh Dara.
.
Randi telah selesai mandi dan kini mengenakan kaos milik ayah Dara serta celana training panjang, sederhana namun tak mengurangi kadar ketampanan Randi.
Sedangkan Dara yang selesai mandi hanya mengenakan Daster ala emak emak pedesaan yang membuat Randi sedikit mupeng saat melihat Dara, terlihat sangat natural dan cantik serta Seksi menurur Randi , sayang sekali Dara tidak pernah menggunakan Daster seperti itu saat dikota batin Randi.
Makan malam keluarga Dara pun dimulai dan menu nya sangat sederhana.
Hanya ada sayur bayam , tempe goreng serta sambal yang membuat Randi sedikit binggung karena jujur ia belum pernah memakan makanan seperti ini.
Ya karena sejak dulu Randi tak menyukai sayur jadi ya memang belum pernah memaka sayur bayam.
"Jika Tuan tak suka dengan menunya saya bisa mengantar Tuan di ddepan kampung banyak penjual makanan " bisik Dara pelan takut keluarganya mendengar.
"Tak apa, aku akan mencoba nya .." ucap Randi yang diangguki ragu oleh Dara.
"Maaf ya nak jika menu nya sangat sederhana...' ucap Leha ibu Dara.
"Tak apa Bu... " jawab Randi.
Dara tampak mengambilkan Nasi lengkap dengan sayur bayam dan tempe goreng.
Randi nampak mencoba sesuap, "tidak terlalu buruk" batin Randi kembali menyuapkan makanannya hingga habis.
"Tuan mau nambah ????" tanya Dhea yang duduk didepan Randi.
"Bolehkah????" tanya Randi ragu namun jujur Randi memang merasakan nikmatnya makanan sederhana ini.
Semua mata pun tertuju pada Randi, masih tak percaya Randi meminta tambah apalagi Dara yang tepat disamping Randi.
"Tentu saja boleh, makanlah lagi. " ucap Tomo ayah Dara yang diangguki oleh Randi dan langsung Randi mengambil nasi serta lauk sendiri, disampingnya Dara masih tak percaya jika Tuan mudanya menenggelamkan gengsinya dan menuruti nikmatnya..
Bersambung....
__ADS_1
jangan lupa.like vote dan komen....