My Maid My Wife

My Maid My Wife
18


__ADS_3

"Jika aku menikahimu karena hal lain ?????" tanya Randi yang membuat jantung Dara berdegup kencang .


"maksud Tuan ???? " tanya Dara binggung.


"Ahh sudah lupakan ... yukk masuk aku sudah kedinginna" ucap Randi kini sudah berdiiri dan berjalan masuk keapartemen nya.


"Baik Tuan..." ucap Dara binggung sendiri.


Keduanya pun berjalan memsuki apartemen dan tanpa disadari keduanya ada sepasang mata yang melihat kearah mereka, melihat keakraban mereka.


Indah... kekasih Randi yang sengaja kembali ke apartemen Randi untuk mengambil barang barang nya yang tertinggal disana namun cukup terkejut kala melewati Taman dan melihat keakraban antara Randi dan Dara pembantunya.


Sepertinya ada yang tidak beres batin Indah.


...


Dara dan Randi memasuki Apartemen,


"Istirahatlah, jangan lupa minum susumu " ucap Randi pada Dara yang sedang asik mengelus elus perutnya.


"Apa terjadi sesuatu ???" tanya Randi yang melihat Dara mengelus perutnya.


"Tidak Tuan, Hanya merasa didalam sini sedang bergerak" ucap Dara senang.


"Apakah aku boleh memegangnya ??" tanya Randi membuat Dara terkejut namun Dara langsung mengangguk mengiyakan.


Randi hendak menghampiri Dara namun ia mendengar bel berbunyi.


"Siapa yang datang malam malam begini" gerutu Randi kesal karena menganggu Randi yang ingin memegang perut Dara.


"Saya buka kan pintu dulu Tuan..." ucap Dara hendak berbalik namun tanganya ditahan oleh Randi.


"Tak perlu... biar aku saja...lebih baik kamu masuk kamarmu" ucap Randi.


"Tapi tuan..." sela Dara.


"Tidak ada bantahan Dara" ucap Randi penuh penekanan.


"Baik Tuan " ucap Dara pasrah dan akhirnya memasuki kamarnya padahal Dara penasaran dengan siapa yang datang malam malam begini.


Randi berjalan menuju pintu dan membukakan pintu , seperti yang sudah ia duga jika Indahlah yang datang ke apartemennya malam malam.


"Aku hanya ingin mengambil barang barang yang tertinggal ..." ucap Indah kemudian masuk tanpa dipersilahkan oleh Randi.


"Aku akan mengantar nya besok pagi, tak perlu sampai malam malam kesini" ucap Randi dingin.


"Apa aku menganggu ???" tanya Indah dengan nada kesal.

__ADS_1


"Tidak..." ucap Randi dan Indah pun memasuki kamar Randi dan langsung membereskan barang barangnya.


"Mau kubuatkan teh hangat ???" tawar Randi.


"Mengapa tak menyuruh pembantumu saja ??" tanya Indah.


"Dia sudah tidur..." ucap Indah.


"Wah pasti sangat melelahkan yaaa berjalan jalan hingga jam segini sudah tidur padahal majikan nya belum tidur " sindir Indah.


"Kau melihatnya ???" tanya Randi yang mengetahui maksud pembicaraan Indah.


"Menurutmu ???" ucap Indah sinis.


"Kami hanya berjalan jalan saja ditaman karena ingin mencari udara segar... apa ada masalah ???" tanya Randi yang membuat Indah terkejut sekaligus kesal.


"Tidakk ...!!! tentu saja Tidak !??? hanya saja cukup aneh melihat majikan sedekat itu dengan pembantu nya " ucap Indah dengan nada kesal.


Mengerti dengan arah pembicaraan indah, Randi hanya diam tanpa menjawab.


"Mengapa tak menjawab ??? apa terjadi sesuatu diantara kalian ???" tanya Indah curiga karena ya Dara memang cukup cantik dikalangan pembantu mungkin Dara lah yang tercantik.


"Kamu mencurigaiku ???" tanya Randi santai.


"Bagaimana aku tidak curiga jika aku melihat kalian sedekat itu!!!" ucap Indah marah.


" mengapa tidak dijawab ??? apakah dugaanku benar jika telah terjadi sesuatu diantara kalian ???" tanya Indah lagi.


"Tidak ?!!! mana mungkin aku mengkhianatimu..." ucap Randi yang kini sudah memeluk Indah.


"Apakah benar kamu tak melakukanya ???" tanya Indah yang mulai mereda karena pelukan Randi.


"Tentu saja sayang..." ucap Randi kemudian mengecup kening Indah.


Sebenarnya Randi malas melakukan ini namun tak ada cara lain lagi untuk menghentikan amarah dari Indah. Ia hanya takut jika Dara mendengar pertengkaran mereka dan malah membuat Dara merasa tak nyaman .


"Ya sudah aku antarkan kebawah ..." ucap Randi.


"Aku ingin menginap " ucap Indah membuat Randi terkejut.


"Aku harus bekerja mengecek laporan dan jika kamu disini aku takut tak bisa menemanimu...." ucap randi mencari alasan.


"Apa kau tak menginginkan ku ???" tanya Indah dengan gaya mengoda Randi.


"Tidak sekarang.. mungkin besok" ucap Randi berharap Indah mengerti dirinya.


"Ya sudah..." ucap Indah kecewa merasa ditolak oleh kekasihnya padahal niatnya ingin menyenangkan kekasihnya itu.

__ADS_1


Keduanya pun berjalan keluar dari apartemen dengan bergandengan tangan.


Sedangakan itu Dara masih belum bisa memejamkan matanya, ia sempat mendengar pertengkaran Tuan Randi dengan dokter Indah kekasihnya.


Jujur Indah takut sekaligus merasa bersalah ,karena dirinya Tuan Randi harus bertengkar dengan kekasihnya.


Ia takut jika nanti Dokter Indah mengetahui pernikahanya dengan Tuan Randi, Dara masih tak bisa membayangkan betapa kecewanya Dokter Indah padanya.


Dara berharap dan sangat berharap agar rahasia pernikahan ini cukuplah Randi dan keluarganya saja yang tau, jangan sampai Dokter Indah tau.


"Maaafkan aku dokter..." lirih dara dan terlihat buliran air mata berjatuhan dari matanya.


....


Siang ini panas sangat terik, Dara berjalan menyusuri lorong lorong klinik yang cukup besar.


Ya hari ini adalah jadwal kontrol kandunganya dan dia memutuskan untuk kembali memeriksa kan kandungan nya pada dokter Indah .


Sebenarnya Randi sudah merekomendasikan beberapa dokter OBGYN untuk Dara namun entahlah Dara merasa sudah sangat cocok dengan dokter Indah.


Dara mengambil nomor Antrian dan ia mendapatkan nomor 5, cukup lumayan jika menunggu disana akhirnya Dara memutuskan untuk pergi kekantin Klinik untuk membeli camilan dan minuman sambil menunggu giliran nya dipanggil.


Siomay Bandung dan es jeruk, pilihanya kali inni dikantin Klinik, entahlah melihat saos kacang diwadah yang terlihat membuat Dara ngiler ingin menikmati siomay dengan saus kacang itu


Dara mencari tempat duduk dan menunggu pesanan nya, tak berapa lama pesanan Dara datang dan memang hanya melihat saya sudah membuat Dara tak sabar ingin menikmati, tak menunggu lama akhirnya Dara langsung menyantap siomay dipiring itu.


"Enak...." ucap Dara senang, tentu saja senang karena kali ini tak ada yang memakan makanan nya lagi.


Ia ingat kemarin saat Dara sangat ingin makan bakso dan malah dimakan oleh Tuan nya membuat Dara tak ingin lagi tapi kali ini apa yang diinginkan sudah ia makan tanpa ada ganguan dari siapapun.


15 menit Dara selesai menikmati sepiring siomay dan segelas es jeruk.


Dara pun bergegas kembali ke antrian kliniknya dan sangat terkejut karena disana terlihat sepi tak ada yang menunggu padahal saat ia tinggal tadi masih ada 3 orang yang mengantri, Dara heran padahal ia pergi hanya 15 menit saja mengapa orang orang sudah tidak ada.


Akhirnya Dara mendekati petugas dan menanyakan .


"Maaf sus.. apakah sudah selesai jadwal periksa dengan Dokter Indah ???" tanya Dara.


"Maaf mbak mendadak Dokter indah ada panggilan orang melahirkan jadi ia tak bisa melanjutkan pemeriksaan hari ini karena dokter gantinya pun sedang ijin hari ini, " jelas petugas klinik itu.


"Jadi hari ini sudah tutup ya sus pemeriksaanya ??" tanya Dara lagi.


" sudah mbak... mungkin bisa datang lagi besok" ucap Petugas itu.


"Baik... terimakasih sus .." ucap Dara dengan nada kecewa.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaaa ....


__ADS_2