
Dara berjalan memasuki apartemen dengan perasaan senang , bagaimana tidak senang ia kini sekarang bisa menjalin pertemanan lagi dengan Siti sahabatnya dulu.
Dara keluar Dari Lift dan segera menekan tombol password memasuki apartemen.
Dan betapa terkejutnya Dara melihat apa yang ada didepan matanya kini yang membuat Dada nya sesak seketika.
"Daraa...." ucap rendi yang kini menatap sayu mata Dara yang seperti akan menangis.
"Maafkan saya Tuan..." ucap Dara cepat cepat kedapur untuk meletakan makanan yang ia bawa dan lansgung ia memasuki kamarnya karena tak ingin menganggu romantisme pasangan itu.
Sedangkan itu Rendi yang melihat itu semua hanya diam membisu , karena binggung apa yang harus ia lakukan melihat Dara yang sedang salah paham namun ia juga masih belum bisa menjelaskan karena wanita yang di sampingnya ini tak mau pergi .
"Aku ingin tidur..." ucap Rendi hendak pergi namun tangan nya ditahan oleh Indah.
"Makan malam dulu syaang..., aku sudah membelikan mu makan malam" ucap Indah.
"dasar...padahl dia menyuruh Dara bisa bisanya dia mengatakan sudah membeliikan " batin Rendi kesal.
"Aku sudah makan, dan aku lelah ingin tidur, lebih baik kamu pulang.." ucap Rendi malas kemudian melangkah pergi memasuki kamar.
Indah bukanya pergi malah mengikuti Rendi menambahkan kekesalan Rendi.
"Aku ingin tidur disini.." ucap Indah yang membuat Rendi semakin marah.
"Aku lelah dan ingin istirahat jadi berhentilah mengangguku dan pulanglah ??!" ucap Rendi sedikit marah.
"Tidak.. aku akan tetap disini..." ucap Indah kekeh.
"PULANGGGGG !!!!" bentak Rendi tak tahan lagi hingga membuat Indah terkejut dan menangis
"Kamu jahat Randi ... kamu Jahat...kamu berubah...!!!!" ucap Indah memukul dada bidang Rendi membuat Rendi sadar seharusnya ia tak sekasar itu.
"Maa..maafkan aku..." ucap Rendi merasa bersalah telah membentak Indah.
"Kamu berubah Randi... bahkan kamu membentak ku ???!, apa salahku.. apa aku salah jika merindukanmu ??!'" ucap Indah kembali menangis sendu.
"Maaf ... maafkan aku sayang.." ucap Rendi yang kini memeluk tubuh Indah.
"Sial ... benar benar sial..." batin Rendi.
karena Renggekan Indah akhirnya Rendi mengijinkan Indah menginap diapartemennya .
__ADS_1
Rendi harus menahan diri walaupun sedari tadi Indah mencoba menggodanya namun ia sama sekali tak tertarik malah risih dengan keberadaan Indah.
Kini Rendi harus berpikir keras bagaimana ia bisa menjelaskan semuanya pada Dara besok.
Ya Rendi yakin pasti Dara sedang marah padanya saat ini . benar benar membuat kesal harus berada diposisi seperti ini.
Seharusnya tadi ia pulang kerja bisa melepas rindu dengan Dara malah sebaliknya ia semakin membuat Dara marah.
Sial... tau begini lebih baik tadi ia tak pulang saja batin Rendi kesal.
Sedangkan itu dikamarnya Dara terisak menangis, ia tak percaya Rendi membohonginya, Yang katanya Rendi menginginkanya nyatanya semua itu palsu.
Rendi hanya memanfaatkan tubuhnya selama ini tidak lebih dan untuk janin yang ia kandung Rendi mungkin hanya kasian melihatnya. ya mungkin memang seperti itu.
Jika sudah seperti ini lebih baik Dara sadar diri dan akan bersikap biasa saja dengan Rendi.
Dari pada ia harus terus terusan sakit hati melihat kemesraan Rendi dan Dokter Indah lebih baik begini, Dara mulai mengikhlaskan Rendi.
Selama Rendi masih mau bertanggung jawab dan mengakui janin ini sudah cukup untuk Dara.
Dara melirik jam dan sudah pukul 10 malam, perutnya keroncongan dan ia merasa lapar akhirnya Dara memutuskan untuk mengambil makanan yang ia beli tadi.
Pasti mereka sedang mendesah dikamar batin Dara kesal sambil melirik pintu kamar Rendi.
Dara memutuskan mengambil makanann dan dibawanya dikamarnya, ia tak mau saat tengah makan nanti melihat pasangan itu bermesraan didepanya dan membuat Dara tidak nafsu makan lagi.
Selesai makan dan perutnya sudah kenyang, kantukpun menyerang Dara hingga ia terlelap tanpa menyingkirkan bungkus makanan yang baru saja ia habiskan.
...
Tengah malam Rendi terbangun, tepatnya ia tidak bisa tidur gara gara memikirkan Dara. Melihat Indah yang sudah terlelap disampinganya Rendi memutuskan untuk bangum dan menemui Dara.
Semoga tidak dikunci batin Rendi dan benar benar keberuntungan Rendi karena pintu kamar Dara tidak dikunci membuat Rendi bisa memasuki kamar Dara.
Rendi memasuki kamar Dara dengan hati hati dan melihat wajah cantik wainita yang sangat ia rindukan itu.
Tak tahan hanya memandangi wajah Dara, akhirnnya Rendi merengkuh Tubuh mungil Dara dengan perut yang sudah membuncit.
"Eughhhh..." Dara bergerak dan mencoba membuka matanya.
"Sayang. ..aku kangen..." bisik Rendi ditelingga Dara membuat Dara terkejut dan bangun.
__ADS_1
"Tuann.. ngapain Tuan kesini???" tanya Dara kaget dan beranjak dari ranjangnya menjauhi Rendi.
"Kok Tuan... ??? trus ngapain pake ngehindar gitu .." tanya Rendi binggung.
"Tuan lebih baik Tuan kembali kekamar , saya takut kalau Dokter indah tau." ucap Dara yang sebenarnya juga merindukan Tuan nya itu dan sebenarnya senang melihat Tuan nya memasuki kamarnya.
"Aku merindukan mu Dara, kemarilah..." ucap Rendi frustasi melihat wanita kesayangannya menjauh darinya.
"Bukan saya yang tapi tubuh saya .." ucap Dara menangis membuat Rendi semakin frustasi.
"Tidak Dara ...kamu tak mengerti, aku .."
"Sudahlah Tuan, lebih baik Tuan pergi sebelum dokter Indah bangun.." ucap Dara memalingkan wajahnya.
"Apa kau marah denganku Dara ??" tanya Rendi.
"Tidak... " ucap Dara sebal melihat Rendi yang sebenarnya tau jika ia marah lalu untuk apa menanyakan lagi.
"Apa kau sudah tak memprcayai aku lagi Dara ?? apa kau lupa dengan tujuanku .." ucap Rendi mencoba memberi pengertian Dara.
"Saya percaya dan lebih baik Tuan pergi sebelum dokter Indah kemari" ucap Dara yang jujur saja takut jika tiba tiba Indah kesini.
Rendi tak mengubris ucapan Dara dan malah merengkuh paksa tubuh gadis itu.
"Tuan.. lepas..." ucap Dara memberontak.
"Hanya 10 menit Dara.. diamlah" ucap Rendi masih memeluk Dara dan akhirnya ia mendapatkan kerinduan yang sejak kemarin ia rasakkan.
Dara pun juga begitu hanya diam menurut menikmati pelukan hangat dari Rendi , Tuan nya yang amat ia rindukan itu.
Sedangkan itu Indah yang terbangun terkejut melihat Randi tak ada disampingnya.
Ia akhirnya bangun dan mencari Randi, awalnya ia mencari di kamar mandi tak ada , didapur juga tak ada dan ia melihat kamar Dara yang terbuka akhirnya ia mencoba ingin masuk namun ia urungkan kala melihat Randi yang tengah memeluk Dara begitu erat dan penuh Cinta.
Tak terasa Tangan Indah menggepal dan matanya sudah memerah .
Segera ia kembali kekamarnya dan mengirimkan pesan pada seseorang, kemudian tersenyum licik.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen yaaa...
__ADS_1