My Maid My Wife

My Maid My Wife
16


__ADS_3

"Udah ayooo jangan bantah... aku anterin kamu beli lagi" ajak Randi sambil menyeret tangan Dara.


"Serius Tuan, saya sudah tak ingin, tiba tiba saya sudah tak ingin lagi... saya beneran Tuan ..." ucap Dara menolak sambil mencoba melepaskan gengaman tangan Randi.


Ya setelah mengetahui jika bakso yang ia makan adalah milik Dara , Randi pun merasa tak enak dan akhirnya mengajak Dara untuk membeli bakso yang sama namun Dara menolak keras dengan alasan sudah tak ingin.


"Pada ngapain sih ???" tanya Indah yang baru keluar kamar, sedikit mengerutkan alisnya melihat Randi yang memengang tangan Dara.


Seketika Randi lanngsung melepaskan tangan milik Dara.


"Aku tu nggak sengaja makan bakso yang dibeli sama Dara, makanya mau aku ajak beli bakso buat gantiin baksonya Dara" ucap Randi malas.


"Wah... aku juga mau dong sayang, aku ikut yaa " ucap Indah nampak semngat kemudian mendekati Randi dan bergelayut manja disana.


"Maaf Tuan , maaf Dokter Indah, saya benar benar sudaj tak ingin bakso nya , jadi silahkan jika ingin membeli baksonya tapi saya tak ikut" ucap Dara


"Saya permisi dulu" ucap Dara lagi dan langsung memasuki kamarnya membuat Randi kesal.


"Ya sudah ayo kita berdua saja " ucap Indah, dan dengan langkah malas Randi pun mengantar Indah membeli bakso.


..


"Sayang...kamu udah ngerasa enakan ??' tanya Indah sambil memandangi Randi yang kini fokus menyetir.


"Hmmm... " balas Randi malas.


"Kamu kok akhir akhir ini aneh sihh??" tanya Indah terlihat kesal.


"Aneh gimana??" tanya Randi binggung.


"Ya aneh aja... udah beda nggak kayak dulu, sekarang cuek banget sama aku" ucap Indah sambil memanyunkan bibirnya.


"Enggak mungkinn lah sayang, hanya perasaanmu saja " ucap Randi nampak mengelus rambut Indah.


"Enggak kok, aku emang ngerasain gitu... jangan jangan kamu udah punya wanita lain selain aku yaa ???" tanya Indah khawatir.


"Kamu ngomong apa sih sayang....enggak mungkinnlah..." ucap Randi mengelak.


"Kok kamu jawabnya gugup gitu ???" tanya Indah sedikit panik.


"Udah deh sayang nggak usah mikir yang aneh aneh kalau ntar ujung ujungnya bikin kita marahan" ucap Randi memgingatkan.


"Abis gelagat kamu aneh sih" ucap Indah.


"Aku akhir akhir ini emang sibuk banget sama kerjaan kantor dan mungkin itu yang ngebuat jarang perhatian sama kamu sampai kamu mikirnya aku udah nggak sayang lagi" ucap Randi mencoba memberi pengertian pada kekasihnya itu.

__ADS_1


"Bener cuma masalah kerjaan, bukan karena cewek lain ???"Tanya Indah sekali lagi.


"Iya sayang... udah ahh nggak usah mikir macem macem..." ucap Randi.


"Iya deh iya ... maaf" ucap Indah.


"Tuh penjual baksonya udah keliatan" ucap Randi sambil menunjuk penjual bakso abang abang gerobak dipinggir jalan.


"Ya ampun sayang... kenapa nggak nyari direstoran aja yang tempatnya bersih dan higienis... masa iya kita mau makan dipinggir jalan gitu" ucap Indah dengan nada tak suka.


"Emang bener kok bakso itu yang dibeli Dara tadi, nihh maps yang dikirim Dara aja emang daerah sini dan gerobaknya warna biru, berarty emang bakso itu tadi yang dibeli Dara" ucap Randi sambil mengutak atik ponselnya untuk memastikan memang itu penjual bakso yang tadi Dara beli.


"Ya ampun... Dara itu lagi hamil juga beli makanan dipinggir jalan gini, jadi bakso yang kamu makan tadi beli disitu ???' tanya Indah masih tak percaya.


"Kenapa sih.??? enak kok, ya udah kalau kamu nggak mau aku beli sendiri aja, sekalian mau bungkusin Dara soalnya baksonya Dara tadi aku yang makan" ucap Randi cuek dan nampak keluar Dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya.


"Sayang kamu ihh....!!! nyebelinn!!!" ucap Indah ngambek karena Randi meninggalkanya.


Randi cuek dan terus saja berjalan mendekati abang abang penjual bakso.


"Bang... baksonya 3 porsi yaa" ucap Randi .


"Mau bungkus apa makan sini ???" tanya abang penjual bakso.


"Bungkus aja bang" ucap Randi.


Belum sempat Randi duduk, Indah sudah menghampiri dan mengomel padanya hingga membuat pembeli yang makan ditempat tampak memperhatikan kedua orang yang baru datang ini.


"Kamu ngeselin deh yank...masa aku ditinggal" ucap Indah dengan nada kesal.


"Ya kalau nggak mau ditinggal ikut aja, apa susahnya sihh ???" ucap Randi cuek.


"Ya tapi kan aku nggak mau makan disini" ucap Indah masih merenggek.


"Ya udah nanti aku anterin kamu mau makan dimana" ucap Randi .


"Aku maunya sekarang?!?!!" Ucap Indah dengan nada keras.


"Ya udah berangkat sendiri aja kalau kamu nggak sabar " jawab Randi santai.


"Ngeseliinn !!!" ucap Indah sambil menghentak hentakan kaki nya kemudian pergi memasuki mobil lagi.


Randi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Indah yang kekanakan itu.


Ia masih tak menyangka Indah yang sudah berprofesi seorang dokter nyatanya masih belum membuatnya sifatnya dewasa.

__ADS_1


Sedangkan para pembeli yang tadinya melihat kearah Indah Dan Randi kini nampak melanjutkan makan nya sambil sesekali berbisik namun Randi tak terlalu mengubrisnya.


"Berapa bang ???" tanya Randi saat abang penjual bakso memberikan sebuah plastik hitam yang berisi bakso itu.


"45.000 den..." ucap abang penjual bakso.


Randi nampak mengeluarkan uang seratus ribuan pada penjual bakso itu.


"Kembalian nya buat abang aja ... makasih bang udah bikin bakso seenak ini" ucap Randi tersenyum tulus.


"Aduhh den... makasih banget... besok datang lagi yaa " ucap Abang penjual bakso nampak senang menerima uang yang diberikan Randi.


"Semoga laris terus ya bang..." ucap Randi.


"Ammiinnn... makasih banyak den..." ucap Abang penual bakso dan Randi pun hanya tersenyum kemudian ia berjalan menuju mobilnya.


Randi memasuki mobilnya dan masih melihat Indah cemberut padanya.


"Marah hmmm ???" tanya Randi pada Indah sedangkan Indah hanya diam pura pura memperhatikan luar mobil.


"Jadi makan nggak sayang???" tanya Randi lembut berharap kekasihnya itu mau mengatakan sesuatu.


"Aku mau ke klinik aja ..." ucap Indah ketus.


"Nggak mau makan dulu ???' tanya Randi .


"Enggak...!!" ucap Indah masih ketus.


"Oke..." ucap Randi kemudian menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.


Indah sangat tak percaya Randi benar benar mengantarkan ke kliniknya, padahal Indah berharap Randi meminta maaf dan membujuknya agar mau makan bersamanya namun nyatanya Randi malah mengantarkannya keklinik.


Randi menghentikan mobilnya tepat didepan klinik dan Indah kini menatap Randi tajam .


"Dasar nggak Peka??!!!" ucap Indah kesal kemudian keluar dari mobil Randi.


Randi hanya menatap jengah Kekasihnya yang kini sudah memasuki klinik.


"Dasar cewek.... ditanya baik baik nggak bilang maunya apa sekali diturutin malah marah marah.. " ucap Randi kesal sendiri.


Randi menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju Apartemen, ia sedikit kesal gara gara indah bakso yang baru saja ia beli sudah dingin.


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komen yaaa...

__ADS_1


hay hay... aku mau rekom cerita bagus nih...


judulnya my selfiness karya carolline carllote ... jangn lupa mampir guys


__ADS_2