
"Apa kau sebegitu menginginkan ku mati ???' ucap Randi begitu tenang.
"Tentu saja jika kau mati, tak ada pilihan lagi pasti saudara mu itu masih akan terus berpura pura membodohi ku dengan menjadi dirimu" ucap Wanita itu terkekeh.
"Dasar wanita sialan ...pergi kau dari sini.." ucap Randi emosi.
"Kenapa kau mengusirku ???? apa kau tak merinduka kekasih cantik mu ini ???" tanya wanita itu yang tak lain adalah Indah.
Ya Indah lah dalang dari semua ini, Indah lah yang menyebabkan kecelakaan Randi hingga koma serta Indah lah yang membuat Randi hampir meninggal saat koma.
Semua itu Indah lakukan karena dirinya sangat menginginkann Rendi. Sejak dulu memang Indah sangat mencintai Rendi namun sayang Rendi telah memiliki kekasih dan saat Rendi sudah tak bersama kekasihnya Indah merencanakan semua ini.
Dia dengan santainya mengatakan pada Randi yang masih kekasihnya jika ia menginginkan Rendi, dan ia menginginkan Randi berkorban agar Indah bisa bersama Rendi.
Bodohnya Randi yang waktu itu sangat mencintai Indah, sangat menurut saja dan mengalah demi kebahagiaan Indah. Namun Randi masih tak menyangka jika Indah sampai tega mencelakai nya padahal jika saja Indah bisa lebih bersabar ia akan bicara pelan pelan pada Rendi agar bisa menerima Indah namun siapa sangka Indah malah mencelakainya seperti ini.
Indah sendiri pun kesal, disaat ia sudah bisa memiliki Rendi nyatanya Rendi malah sudah menikah dengan pembantu sialan nya itu.
Rasanya ia ingin membunuh pembantu nya itu namun belum sempat Rencana nya dilakukan Randi malah sudah bangun dari koma nya, memang benar benar sial untuk Indah.
"Lebih baik pergilah ??! bukankah kau sempat menikmati menjadi kekasih Rendi ??? ya walaupun hanya sementara ..sayang sekali ya Rendi memilih Dara dari pada memilihmu" ucap Randi dengan nada sialan.
"Lebih baik kau tutup mulutmu sebelum aku membuatmu menutup matamu ??!!" ucap Indah geram.
"Lakukan itu sayang ??!, kau lihat para pengawal diluar itu bisa saja menyeret mu ke penjara " ucap Randi dengan nada meremehkan lagi.
"Dan kau tak akan bisa melakukan itu padaku sayang .." ucap Indah dengan senyum serigaian nya.
Dan yahhh memang Randi tak akan bisa melakukan itu , dia tak akan bisa melihat Indah menderita apalagi hingga Indah masuk penjara ia tak bisa membayangkan itu meskipun semua ini memang kesalaahan Indah namun ia mencoba memaklumi Indah.
Semua itu karena cinta nya pada Indah selama ini namun sayang Indah tak pernah mencintainya karena selama ini yang dicintai Indah hanya Rendi bukan dirinya.
Randi tau akan fakta itu sejak awal namun ia berpura pura tak tau hingga Indah yang jujur padanya dan meminta nya berkorban namun siapa sangka korban yang ia maksud adalah dengan membunuh dirinya.
Mobil yang disabotase hingga menyebabkan ia kecelakaan dan koma selama hampir 3 bulan lamanya , yahh semua itu karena kebodohan Randi mencintai Indah.
__ADS_1
"Pergilah...aku ingin istirahat " ucap Randi.
"Tentu saja aku akan pergi, aku juga sudah muak disini" ucap Indah yang hanya mendapat senyuman dari Randi.
Randi melihat kepergian Indah dan Randi sudah memantapkan hatinya untuk melindungi siapapun yang akan menjadi sasaran jiwa Phsyco Indah. ya Indah memang wanita Psyhco. ia akan melakukan apapun demi mencapai tujuan nya dan Randi juga akan melindungi siapapun demi menjaga orang orang termasuk Dara yang mungkin akan menjadi sasaran Indah selanjutnya karena Dara orang yang kini dicintai oleh Rendi.
....
Dara keluar dari tempat ia kursus dan sudah memesan ojek lewat aplikasi online namun siapa sangka jika mobil Rendi sudah terparkir didepan tempat ia kursus.
"Aku tak tau jika akan dijemput" ucap Dara kala sudah memasuki mobil suaminya itu.
"Apa kau tak senang jika ku jemput ???" tanya Rendi.
"Tidak, tapi aku sudah terlanjur memesan ojek online" ucap Dara nampak sibuk dnegan ponselnya.
"Batalkan saja " ucap Rendi santai.
"Ya tapi aku akan tetap membayar " ucap Dara yang hanya diangguki oleh Rendi. Rendi cukup tau jiwa sosial sang istri.
"Aku ingin mengajakmu makan siang dan mengantar pulang " ucap Rendi.
"Sedkit tapi tidak masalah, aku nanti malam mungkin pulang larut jadi tak usah menunggu dan membuat makan malam!!' ucap Rendi.
"Ada apa memang ??apa terjadi sesuatu ???" tanya Dara.
"Ya ada sesuatu yang harus kuurus tapi aku akan segera pulang jika sudah selesai " ucap Rendi mengelus rambut Dara penuh sayang.
"Ya sudah" ucap Dara yang sebenarnya kecewa karena Rendi lebih mementingkan pekerjaan nya disaat ia sangat butuh kasih sayang lebih namun mau bagaimana lagi ia juga tak bisa memaksa Rendi untuk selalu menemani nya.
"Kamu mau makan apa sayang ???" tanya Rendi.
"apa ya ??? aku ngikut aja lah .." ucap Dara.
"Aku pengen bakso.. kamu mau nggak ??" tanya Rendi yang langsung diangguki oleh Dara.
__ADS_1
Keduanya berhenti disebuah taman dimana ada penjual bakso pinggir jalan yang selalu dibeli oleh Dara.
'Kamu yakin mau makan disana ???"Tanya Dara yang hanya dijawab anggukan oleh Rendi.
Saat keluar dari mobil keduanya pun jadi bahan tontonan orang orang yang disana , ya bagaimana tidak jika ada mobil mewah berhenti disebuah taman kecil yang biasanya hanya disinggahi oleh orang orang biasa saja.
Setelah menikmati bakso dan selesai, Rendi mengantar Dara menuju apartemen.
"Kok ikut keluar ???" tanya Dara sesampainya diapartemen dan melihat Rendi ikut keluar dari mobilnya.
"Ya aku akan mengantarmu sampai atas " ucap Rendi.
"Tak perlu.. nanti kau bisa terlambat.." ucap Dara dengan nada khawatir.
"Apa kau lupa jika suamimu ini pemilik perusahaan ?? sekalipun aku tak kembali juga tak masalah" ucap Rendi yang langsung menggandeng tangan Dara memasuki Lift.
"Ya ya .." jawab Dara jengah mendengar kesombongan suaminya itu dan Rendi pun hanya tertawa.
Keduanya keluar dari lift dan sekarang keduanya sudah sampai didepan apartemen.
"Udah kan ??? sana berangkat lagi" ucap Dara.
"Kata siapa aku nggak ikut masuk " ucap Rendi menatap Dara dengan nakal dan Dara tau apa maksud Rendi itu.
"Sudahlah sana , bukan nya kau bilang akan meeeting " ucap Dara dengan nada mengusir.
"Masih 1jam lagi, bisalah jika main 1 ronde dulu" ucap Rendi yang kini sudah memeluk Dara dan mengecupi leher Dara menimbulkan rasa geli.
"Masih siang gini udah minta aja " protes Dara.
"Nanti malem nggak akan tega bangunin lagian aku udah kangen banget." ucap Rendi membisikan ditelingga Dara.
Dara hanya pasrah dan menurut saja hingga sebuah suara bel pintu menghentikan aktifitas keduanya.
"Sialan??!! siapa sih yang datang " ucap Rendi kesal dan Dara hanya menggendikan bahu nya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komenn...