
Pagi ini Dara mengemasi pakaaianya dan terlihat sesekali melamun memikirkan ucapan Rendi semalam padanya.
"Jadi Rendi mengakui janin ini, bahkan ia bilang jika menyayanggi janin ini lalu untuk apa ia harus membuat permainan yang membinggungkan seperti ini??? bahkan ia sampai berpura pura menjadi Randi saudara kembarnya!!"batin Dara menjadi kesal sendiri jika mengingat Rendi yang sudah membohonginya.
Namun Dara harus sabar dan mengikuti segala permainan Rendi agar ia paham seperti apa posisinya dihati Rendi.
Selesai mengemas, Dara mengenakan Dress motif bunga yang membuatnya terlihat cantik serta rambut yang dibiarkan digerai.
Dara keluar dari kamarnya dan menyeret kopernya.
"Memang kamu sudah tak akan kembali lagi kesini???" sebuah suara nampak mengitrupsi Dara.
"Maksud Tuan ????" tanya Dara binggung.
"Ya kamu cuma mau pulang kampung seminggu aja barang bawaannya sekoper gitu" protes Randi.
"Soalnya saya mau ngasih baju saya yang jarang dipake sama adik saya Tuan.." jelas Dara yang membuat Randi manggut manggut.
"Tuan...sarapan nya sudah saya siapkan..." ucap Dara yang memang sengaja bangun pagi sekali untuk menyiapkan sarapan serta mengemas bajunya.
"Ya ... kamu tidak sarapan dulu ???" tanya Randi.
"Saya sudah Tuan...Tuan nggak kekantor ???" tanya Dara melihat Randi masih memakai baju santai bukannya setelan kantornya.
"Tidak...kamu berangkat naik apa ??" tanya Randi.
"Mungkin kereta Tuan..." ucap Dara.
"Biar aku antar saja" ucap Randi yang membuat Dara terkjut.
"Apa??? tidak usah Tuan nanti malah merepotkan " Tolak Dara .
"Tidak ada penolakan.!!!' ucap Randi yang membuat Dara menghela nafas.
"Saya hanya merasa tak enak , nanti merepotkan Tuan..." ucap Dara lemas.
"Dan aku tak merasa direpotkan, Sudahlah temani aku sarapan dulu setelah itu kita berangkat memakai mobilku saja " ucap Randi yang kemudian diangguki pasrah oleh Dara.
Selesai menemani Randi sarapan, Dara dan Randi pun berjalan keluar apartemen dan memasuki mobil yang terparkir dibasement apartemen.
Mobil Randi mulai melaju meninggalkan hirruk pikkuk dunia perkotaan dan memasuki area pedesaan.
.....
Indah nampak memasuki sebuah lift apartemen dan memecet tombol lantai atas dimana disana kekasihnya tinggal.
__ADS_1
Ya Indah sedikit kesal dengan Randi yang tak menghubunginya dari kemarin, padahal biasanya jika ia ngambek, Randi akan berusaha untuk menemuinya dan meminta maaf tapi kali ini .. Randi benar benar sudah berubah.
Ia takut jika tak segera memperbaiki hubungan dengan Randi yang mungkin sudah bosan denganya, Indah takut Randi akan berpaling dan memilih wanita lain maka dari itu Indah bergegas ingin memperbaiki sebelum semuanya terlambat.
Indah telah sampai didepan pintu apartemen, ia mencoba memencet bel apartemen berkali kali namun tak ada respon.
Apakah tak ada orang???? batin Indah.
Dan akhirnya Indah memutuskan memencet sandi pintu apartemen untuk masuk kesana. sebenarnya ia tau sandi apartemen Randi namun selama ini ia berusaha untuk tidak langsung masuk karena mau bagaimana pun Randi memiliki privasi sendiri.
Indah memasuki apartemen yang sepi dan gelap.
Kemana Randi dan Dara ???" batin Indah yang tak menemukan siapapun disana.
Hanya meja makan yang sedikit berantakan, mungkin mereka pergi sehabis sarapan, Indah mencoba menerka nerka sendiri.
"Apakah Randi kekantor ??? mana mungkin ini kan Weekend.." ucap Indah lirih.
Akhirnya Indah memutuskan untuk menghubungi Randi lewat ponselnya.
Sekali Dua kali telepon sama sekali tak mendapat jawaban dan karena kesal akhirnya Indah memutuskan pulang dari apartemen Randi.
"Kemana sih mereka ...!!!" ucap Indah nampak membanting pintu mobilnya karena kesal.
Indah mencoba menghubungi Randi lagi dan memberikan beberapa pesan namun masih saja cheklist dua dan belum dibaca sedangakan panggilan nya juga tak diangkat.
Dan tibalah pada sebuah gang yang sepi dan Indah masih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tiba tiba ada seseorang yang menyebrang jalan hingga membuat Indah mengerem mobilnya secara mendadak.
"Aku nggak nabrak kann???" ucap Indah sendiri dan terlihat panik.
Indah pun keluar dari mobil dan bersyukur karena penyebrang jalan tadi tidak sampai ia tabrak.
"Maafin saaya mbak, mbak nggak apa apa ??" tanya Indah pada wanita muda yangs sedang membawa keranjang berisi sayuran itu dan terlihat sayuranya berjatuhan diaspal.
"Mentang mentang pake mobil ya mbak seenaknya sendiri, ini jalan umum mbak bukan jalan mbak sendiri!!" ucap wanita itu kesal sedangkan Indah memandangi wajah wanita itu yang terlihat tak asing untuk Indah.
"Sekali lagi saya minta maaf mbak, saya benar benar lepas kontrol, mbak ada yang lecet biar saya obati atau perlu ke klinik ??? tawar Indah.
"Nggak perlu ... saya nggak apa apa, tapi belanjaan saya jadi jatuh semua .. " ucap wanita itu judes dan memungguti beberapa sayuran yang jatuh dan ia masukan kedalam keranjang lagi.
"Biar saya ganti mbak sayuranya, apa kita belanja lagi nanti saya yang bayar..." ucap Indah.
"Nggak perlu, ini masih bisa dipake, lagian saya juga buru buru harus segera dimasak untuk makan malam nanti" ucap wanita itu.
__ADS_1
"Ya sudah saya antar saja kerumah mbak yaa sebagai permintaan maaf dari saya " ajak Indah.
"Ya sudah boleh..." ucap Wanita itu nampak senang.
Kapan lagi bisa naik mobil mewah seperti ini batin wanita itu yang langsung memasuki mobil mewah Indah.
Indah kembali melajukan mobilnya namun dengan kecepatan Rendah, hampir saja ia menabrak seseorang karena kecerobohanya.
"Nama mbak siapa ??" tanya Indah mencoba bersikap ramah pada wanita yang hampir ia tabrak.
"Siti..." ucap nya singkat.
"Saya Indah, kok saya nggak asing ya sama wajah mbak ???" tanya Indah karena memang ia seperti pernah bertemu dengan Siti namun entah dimana Indah lupa.
"Mungkin hanya perasaan mbak saja" ucap Siti santai.
"Iya mungkin mbak..." ucap Indah kembali fokus menyetir.
"Belok ke perumahan itu..." ucap Siti yang membuat Indah terkejut karena itu adalah salah satu perumahan milik keluarga Randi.
"Mbak rumah nya disitu ??? nomer berapa ???" tanya Indah semakin penasaran.
"Bukan rumah saya...saya bekerja disalah satu perumahan itu...nomer 304." ucap Siti membuat Indah tambah terkejut.
"Mbak bekerja di rumah pak Sanjaya ???" tanya Indah.
"Kok mbak Indah tau ???" tanya siti yang nampak binggung.
"Pak sanjaya yang memiliki putra kembar itu kan ?" tanya Indah lagi semakin bersemangat untuk bertanya.
"Iya .. tuan Randi dan Tuan Rendi..." jawab siti.
"Mbak lupa ??? saya dulu pernah kesana , pantes aja muka mbak kayak nggak asing gitu..." ucap Indah.
"Lhooo... iya mungkin mbak , saya juga lupa ..." jawab Siti.
"Dulu saya kesana karena diajak Randi..." ucap Indah.
"Mbak Indah temen nya Tuan Randi ???" Tanya Siti semakin kepo.
"Saya kekasih Randi mbak ..." ucap Indah dengan bangga.
"Hah.... ???" Siti hanya melonggo mendengar jawaban Indah membuat Indah penasaran seperti ada sesuatu yang aneh.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen....