My Maid My Wife

My Maid My Wife
55


__ADS_3

"Dhea seneng deh kakak jualan nya habis " Dhea yang baru saja pulang dan mendengarkan cerita Dara jika ia telah habis menjual semua Donatnya hari ini.


"Kakak juga seneng banget dek, semoga aja pada suka dan bisa jadi langganan" kata Dara penuh harap.


"Aammiiin kak, pasti Ayah sama Ibu seneng kalau denger " kata Dhea dan Dara hanya mengangguk.


"Seneng apa Dhea ???" tanya Ayah yang baru saja memasuki rumah disusul oleh Leha ibu mereka.


"Ini jualan Kak Dara laku Pak, Bu... sampe habis " Adu Dhea dengan raut wajah yang senang.


"Syukur lah sayang... itu rejeki kamu dan anak kamu, jangan lupa sisihkan uang buat tabungan nanti kalau mau melahirkan" ucap Leha sang ibu .


"Iya Ibu... " Dara hanya mengangguk senang kemudian sang Ayah mendekati Dara dan mengelus rambut Dara penuh sayang.


"Ayah yakin kamu pasti bisa sukses nak " doa Sang Ayah yang diamini oleh semua orang disana.


..


"Lhoo ibu ibu pada makan apa sih kok kayaknya asik bener ??" Tanya Parmi pada Ibu -ibu yang tengah bersantai disalah satu rumah.


"Ini lho bu Parmi, kita lagi makan donat buatan Dara, si Dara udah nggak kerja dikota kalau Siti masih betah kerja disana kah Buk ??' tanya Salah satu Ibu pada Parmi ibu Siti.


"Owalah jadi Dara udah pulang yaa pantes lah kalau dia pulang, kan dia udah dipecat gara gara hamil duluan " Ucapan Bu Parmi seketika membuat semua orang terkejut.


"Bu hati hati kalau ngomong nanti kalau nggak bener bisa jadi fitnah ." salah satu tetangga yang menginggatkan Parmi.


"Eee saya nggak fitnah bu, orang saya aja yang ngasih tau juga Siti lagian Siti kan kerja sama Dara barengan dan ditempat yang sama mana mungkin bisa salah " kata Parmi menegaskan.


"Ya Ampun nggak nyangka yaa si Dara gitu, kayaknya Anaknya diem gitu"


"Iya kalem kalem kok gitu yaa "


"Jangan jangan disana dia kerja yang nggak bener lagi"


"Ehh ibu jangan nuduh dulu, kita lihat dulu besok, kalau perutnya besar berarty ya bener"


"Iya jangan diomongin dulu lah "


Gerutuan para tetangga membuat Parmi tersenyum karena sejak awal Parmi memang tak menyukai Dara, ya selama ini Siti anaknya selalu dibandingkan dengan Dara , dan Selalu Dara yang dianggap baik, kini saatnya Parmi membuka mata semua tetangganya agar lebih berpihak pada Siti putrinya.

__ADS_1


"Enak lhoo bu donatnya , yakin nggak mau nyicip ???' tanya salah satu tetangga.


"Enggak Ahh , Siti juga bisa bikin kalau cuma donat aja " ucap Parmi sinis kemudian meninggalkan kerumunan para tentangganya.


"Bener nggak sih Bu omongan Bu Parmi itu ???'


"Enggak tau juga lah Bu."


"Yang penting jangan pada heboh dulu lah, kasian Dara nya kalau ternyata cuma hoak gimaana "


"Iya Bu... eh itu kan Leha "


"Bu lehaa..." panggil salah satu tentangga pada Bu Leha ibu Dara yang baru lewat.


"Habis Dari mana???" tanya salah satu tentangga.


"Ini dari warung Bu"


"Donatnya Dara enak banget lho Bu...besok kalau ada arisan saya pesen sama Dara aja "


"Makasih Bu... Dara emang udah nggak kerja dikota dan sekarang mau usaha dikampung katanya " kata Leha pada para tentangganya.


"Malah bagus Bu... lagian kalau dikota nggak ada pengawasan dari orang tua bisa gawat kalau sampai nakal kan bisa membuat malu keluarga" kata salah satu tetangga yang membuat Leha sedikit tersinggung.


"Ya sudah sana Bu..."


Leha buru buru kembali kerumah karena ingin menghindari pertanyaaan para tetangga .


"Ibu habis dari mana ???' tanya Dhea yang melihat Leha berjalan sedikit buru buru.


"Habis dari warung belanja sayur, Dimana kakak kamu ??' tanya Leha.


"Kakak istirahat, Ayah juga istirahat dikamarnya" jelas Dhea.


"Ya sudah Ibu mau masak dulu " ucap Leha yang diangguki oleh Dhea.


..


"Apa yang kau lakukan padaku ??!' tanya Rendi dingin pada wanita yang kini sudah berpakaian dan sedang berdiri didepan nya itu.

__ADS_1


"Apa kau tak mengingat apapun semalam ??" tanya Silla nama wanita itu sambil tersenyum pada Rendi.


"Apa maksud mu ???!!!'tanya Rendi tak mengerti maksud Silla.


" Ya tentu saja kau semalam mabuk berat merancau tak jelas dan aku mengenalmu jadi aku membawamu kesini, kau lupa ini apartemenku "


"Ya ampun , aku tak menyangka kau begitu cepat melupakan ku " ucap Silla patah hati.


"Apa yang kita lakukan semalam ???" tanya Rendi masih dingin , sungguh saat ini Rendi takut jika melakukan sesuatu dengan perempuan lain sedangkan urusan nya dengan Dara saja masih belum jelas.


"Apa kau berharap kita melakukan sesuatu" tanya Silla nakal.


" Tidak !!! " jawab Rendi muak.


"Yahh kita memang tak melakukan apa apa semalam, jadi jangan kecewa yaa ???!" ucap Silla membuat Rendi bertambah muak.


"Lalu kemana pakaian ku ??!"


"Kau tau.. semalam kau benar benar merepotkan ku ??!, kau muntah dan mengotori pakaian mu sendiri jadi aku lepaskan saja semua bajumu , jika kau mau kau bisa memakai baju yang ada dilemari itu, semua baju yang kau tinggal dulu masih disana " Silla menujuk sebuah lemari yang tak jauh dari ranjang.


"Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, kau terlihat kacau sekali , apa kau dicampakan kekasihmu lagi ???' ejek Silla.


"Sialan kau" desis Rendi.


"Hahahaha... sudah ya , aku harus menemui kekasihku, bye.. " ucap Silla melambaikan tangan tangan pada Rendi.


"Sialan... kenapa aku harus bertemu dengan gadis itu" batin Rendi kesal.


Silla lah penyebab semua ini, ya Silla lah yang membuat Rendi mabuk malam itu hingga memperkosa Dara.


Dimana malam itu Rendi pergi ke club untuk menemui Silla yang saat itu menjadi kekasihnya . namun Sialnya Rendi malah melihat Silla berciuman dengan Pria lain yang membuat Rendi marah dan menghajar Pria itu dan yang lebih menyakitkan adaalah kala Silla lebih memilih pria itu dari pada dirinya.


Saat itu Rendi merasakan sakit hati karena Ia sudah mulai mencintai Silla walaupun sikapnya yang selalu dingin dengan Silla hingga membuat Silla berselingkuh padanya , Rendi mabuk berat dan siapa sangka saat pulang kerumah orangtuanya Dara lah orang pertama yang ia lihat.


Dan entah setan dari mana yang merasukinya hingga tega memperkosa Dara yang masih perawan. Setelah kejadian itu Rendi merasa Dara menjadi candu untuknya, dia tidak hanya melakukan sekali pada Dara namun berulang kali hingga Dara hamil.


Mengingat Dara membuat Rendi merasa sakit kepala dan kesal.


Segera Rendi bangkit menuju kamar mandi dan akan pergi dari tempat sialan ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENN


__ADS_2