
Kinan memberesi barang barang nya yang akan ia bawa, Kinan sudah memutuskan akan ikut dengan Rendi dan menerima tawaran kerja dari Rendi.
Kemarin ia tak ingin pergi karena Ia tak ingin meninggalkan ibunya seorang diri dirumah namun sekarang setelah kepergian Ibunya Kinan memutuskan untuk pergi dari sini, toh Kinan juga sudah tak memiliki siapapun sekarang jadi tak ada alasan Kinan untuk tetap tinggal.
Semalam saat Rendi menemuinya ia sudah mengatakan jika ia akan ikut Rendi kekota. Rendi terlihat senang saat mengetahui ia ikut kekota, entahlah sejak pertemuan dengan Rendi pertama kali ia sudah merasakan ada yang aneh dengan dirinya namun segera ia tepis karena ia tak ingin kecewa lagi, Kinan cukup sadar diri siapa dirinya dan tak ingin berharap lebih pada orang kaya seperti Rendi.
....
"Ngapain sih malam malam kesini , ganggu orang tidur aja!!!' kesal Randi saat tengah malam Rendi ke apartemen nya dan membangunkannya.
"Gue mau minta tolong sama Lo ???!'
"Minta tolong apa lagi sih ??? gue udah pusing seharian gantiin elo dikantor trus sekarang apa lagi ???!" kesal Randi dengan mata yang masih mengantuk.
"Gue punya kenalan trus dia lagi nyari kerja, kayanya dia mau kerja sama Lo bantu ngerawat apartemen, lagian Elo juga belum punya Asisten rumah tangga kann??? ya Lo mau kann???" mohon Rendi dan Randi hanya melonggo menghadapi saudara kembarnya itu. Tengah malam dia kesini dan menganggunya tidur hanya karena asisten rumah tangga ??? sungguh benar benar tak bisa dipercaya.
"Jadi Elo kesini malem malem cuma buat ngomong ini ????" melonggo Randi.
"Ya iya, gue nggak ada waktu lagi ... besok gue harus ngajak bokap nyokap buat nglamar Dara trus sorenya gue bawa orang itu sama Lo!!!'' kata Rendi.
"Ya udah y udah , oke gue mau... dah minggir sana gue mau tidur, baru sejam gue tidur udah elo ganggu aja ??!!' kesal Randi dan Rendi hanya meringgis lega, setidaknya saudaranya itu mau menerima Kinan bekerja jadi ia tak binggung lagi.
Sebenarnya Rendi bisa saja memperkerjakan Kinan diapartemen nya namun ia tak ingin nantinya menjadi kesalahpahaman antara Rendi dan Dara jadi lebih baik dia berikan saja pada Randi, toh Randi juga lebih membutuhkan asisten rumah tangga dari pada dirinya.
"Emangnya bokap Dara udah bisa nerima Lo ???" tanya Randi yang kini tak bisa kembali memejamkan matanya lagi.
"Udahlah... maka itu gue cepet cepet mau nglamar dia, gue takutnya kalau nggak cepet cepet bokapnya berubah pikiran lagi!!????" Kata Rendi yang hanya membuat Randi manggut manggut.
....
Siangnya Rendi dan orangtuanya datang kerumah Dara untuk melamar Dara secara resmi.
Meskipun Sanjaya sibuk namun demi putra dan cucunya ia meninggalkan semua pekerjaanya agar bisa menikahkan Rendi secara resmi karena Sanjaya juga tau mereka baru menikah secara siri itupun tak sah karena tanpa sepengetahuan orangtua Dara.
Acara lamaran berjalan cukup baik karena keluarga Dara menerima keluarga Rendi dengan baik, tidak ada perkataan tajam yang biasanya Tomo ucapkan karena ia juga menyadari sudah ada etikad baik dari keluarga Rendi.
Hingga acara selesai akhirnya kedua keluarga memutuskan akan menggelar resepsi pernikahan minggu depan, meskipun sedikit terburu buru namun memang lebih cepat lebih baik mengingat kini Dara sudah berbadan dua tak ada alasan untuk menunda lagi.
Terlihat raut wajah Rendi dan Dara sangat bahagia, akhirnya setelah sekian lama banyak sekali yang menganggu hubungan mereka kini mereka akan segera disatukan dalam ikatan pernikahan.
"Kamu langsung pulang ???" tanya Mama Rendi.
"Iya Ma...aku ada urusan habis ini!??" kata Rendi.
"Ya udah, mama sama papa duluan yaa ???' Ujar Mama Rendi yang sudah memasuki mobil bersama Sanjaya suaminya. Sejak berangkat memang Rendi dan kedua orangtuanya memutuskan untuk membawa mobil sendiri karena setelah dari rumah Dara Rendi sudah berencana menjemput Kinan.
Mobil kedua orangtua Rendi sudah berjalan meninggalkan pekarangan rumah Dara.
Dara menghampiri Rendi yang masih berdiri didepan mobilnya "Kamu yakin mau langsung pulang ???" tanya Dara sedikit cemberut membuat Rendi terkekeh karena tau jika Dara masih menginginkan Rendi menemaninya.
"Aku masih banyak kerjaan sayang, lagian seminggu lagi kita nikah, abis itu bisa bareng bareng lagi kayak dulu, yaaa ????".
"Iya udah, kamu hati hati ya pulang nya ????!!" Kata Dara dengan sedikit tak ikhlas.
"Aku pengen meluk kamu tapi didepan pintu ada ayah yang masih ngawasin kita" bisik Rendi membuat Dara terkekeh dan menenggok kebelakang, memang sang Ayah tengah menatap dirinya dan Rendi.
"Aku balik dulu yaaa ???!" kata Rendi yang langsung diangguki Dara, segera Rendi memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Dara.
Mobil Rendi melaju dan berhenti disebuah rumah sederhana yang terlihat sepi, namun sekarang sudah tak ada tenda dan kursi lagi, mungkin sudah tak ada pelayat yang datang. Lagipula rumah Kinan sangat jauh dari pemukiman warga jadi ya memang sepi.
"Kau sudah datang????" tanya Kinan yang membuka pintu saat mendengar suara mobil.
"Iya... jadi apakah kau sudah siap berangkat ???"Tanya Rendi yang diangguki oleh Kinan.
Rendi memasuki rumah Kinan dan sudah melihat dua koper besar yang akan dibawa Kinan, dan kini Kinan tengah bersiap siap.
"Aku pikir kamu nggak jadi datang ???!" Kata Kinan yang kini sudah rapi dengan celana jeans dan kemeja kotak kotak tak lupa sepatu sneakers warna putih membuat tampilanya sedikit berbeda, pasalnya saat pertama melihat Kinan hanya mengenakan sandal jepit.
"Kenapa sih ??? ada yang aneh yaaa ???" tanya Kinan melihat kembali penampilanya.
__ADS_1
"Enggak kok, Lo keren ???!" puji Rendi yang membuat Kinan tersipu.
"Enggak apa apa kan kalau Elo kerja jadi asisten rumah tangga ???" tanya Rendi sekali lagi.
"Enggak masalah sih, gue juga bisa bersih bersih rumah, masak juga" kata Kinan mantap.
"Nanti Lo kerja sama adik kembar gue ??!" .
"Haaa ???!" Kinan sedikit terkejut "Gue pikir bakaal kerja sama Elo??!!' batin Kinan.
"Iya... adik gue lagi nyari soalnya, nggak apa apa kan ???" tanya Rendi melihat wajah terkejut Kinan.
"Eng-enggak apa apa lah, Adik Lo bukan orang jahat kan ???"
"Tenang aja, dia baik kok, aku yakin Lo pasti betah" ujar Rendi.
"Padahal Gue ngarepnya kerja smaa Lo" batin Kinan sedikit kecewa.
"Malah melamun??!! Ayoo berangkat sekarang, udah siap kann????" Tanya Rendi.
"Ehh Iy-iya udah siap kok" Entah mengapa dengan Rendi Kinan merasa sangat gugup.
"Ya udah yukkkk sekarang aja ??!" ajak Rendi yang kini sudah membantu Kinan menyeret salah satu koper Kinan.
Setelah memasukan koper Kinan dibagasi mobil ,keduanya segera masuk mobil dan melajukan mobil meninggalkan rumah Kinan.
"Kaki Lo udah sembuh ????" tanya Rendi saat mereka dalam perjalanan.
"Udah kok, luka nya juga udah kering?!!'' jelas Kinan.
"Bagus deh kalau gitu???!" Rendi terlihat lega.
"Emm kamu yang naruh uang dimeja kamar aku kemarin yaaa ???" tanya Kinan, kemarin saat Kinan pulang dari toko dan diantar oleh Rendi , Kinan terkejut karena dimeja kamarnya ada tumpukan uang yang sangat banyak, awalnya Kinan berniat mengembalikan uang Rendi namun tiba tiba ibunya pingsan membuat Kinan terpaksa menggunakan uang itu untuk membawanya keklinik namun sayangnya nyawa Ibunya sudah tak bisa diselamatkan lagi.
"Lo nggak marah kan???? Gue nggak berani ngasih langsung karena takut Lo tersinggung" Ungkap Rendi merasa tak enak.
Kinan tersenyum "Gue malah makasih banyak sama Lo, karena seengaknya dengan uang itu Gue bisa bawa ibu gue kerumah sakit untuk yang terakhir kalinya" ungkap Kinan sedih.
"Thanks yaaa ???!" Kinan tersenyum menatap Rendi yang fokus menyetir.
"Baiknya Lo tidur dulu, masih jauh banget soalnya , nanti kalau udah sampai gue bangunin" Kata Rendi yang langsung mendapatkan gelengan dari Kinan.
"Enggak lah, gue nggak enak sama Lo, masa Elo nyetir gue nya tidur??!!'' ujar Kinan.
"Trus Lo mau gantiin gue nyetir ???'' tanya Rendi.
"Gue nggak bisa ????'' cengir Kinan.
"Makanya Elo tidur aja, gue tau pasti semalem Elo nggak tidur ???!"
"Keliatan yaaa kantong mata gUe" Kata Kinan yang buru buru mengambil cermin dan memang benar kantong mata yang menghitam terlihat jelas sekali.
Rendi cukup paham situasi Kinan yang pastinya susah tidur karena baru saja kehilangan ibunya maka dari itu Rendi menyuruh Kinan tidur. Awalnya Kinan menolak namun kelamaan Kinan tertidur dengan sendiri nya membuat Rendi terkekeh.
Cukup lama perjalanan mereka hingga kini mobil Rendi sudah berada dibasement apartemen Randi. Rendi menatap kesamping dan melihat Kinan masih tertidur membuat Rendi kembali terkekeh "Dasar keboo.. tadi aja gaya banget nggak mau tidur eee sekali tidur kayak orang pingsan!!?" gerutu Rendi sambil terkekeh.
Rendi menunggu Kinan beberapa menit hingga akhirnya ia terpaksa membangunkan Kinan karena Kinan tak kunjung bangun.
"Nan... Kinan... bangunnn ???!!".
"Euhggghhh...." Kinan melenguh dan mengucek matanya, "Udah sampai yaa ???" tanya Kinan saat menyadari mobil Rendi berhenti dan Rendi menatapnya geli.
"Tuh ilernya diusap dulu ??!' goda Rendi yang sontak membuat Kinan terkejut.
"Hah ???! nggak ada yaaa ????" protes Kinan yang lansung membuat Rendi terbahak.
"Lo ngerjain Gue ???!" kesal Kinan.
"Sory sory, abis Lo lucu banget kalau habis bangun tidur gitu??!!" tawa Rendi masih terdengar membuat Kinan sebal.
__ADS_1
"Ya udah yukk masukk???!!"
Kini Kinan dan Rendi sudah keluar dari mobil dan berjalan memasuki gedung apartemen dengan menyeret koper masing masing.
"Galak nggak sih adik Lo ???" tanya Kinan saat keduanya tengah di lift.
"Galakan gue kali ???! udah santai aja ???!" kata Rendi menenangkan.
"Nanti kalau Gue nggak betah gimana ????"
"Ya nanti gue cariiin kerjaan lagi kalau Lo nggak betah tapi gue jamin Lo bakalan betah kerja sama Adek Gue ???!" Kata Rendi lagi.
Entah mengapa jantung Kinan berdegup kencang dan ia sedikit gugup karena ini pertama kalinya ia bekerja dikota.
Kinan baru pertama kali bekerja dan itu ditoko tempat kemarin Ia bekerja dan sekarang ia bekerja sebagai asisten rumah tangga dikota , rasanya benar benar menegangkann.
"Ini apartemen adik gue ??!!" kata Rendi saat keduanya sudah berada didepan pintu apartemen Randi. Rendi memencet tombol password masuk apartemen dan ting pintu terbuka.
"Ayo.. masuklah ???!!" ajak Rendi melihat Kinan sedikit sungkan.
Kinan memasuki apartemen dan cukup tercenggang melihat apartemen yang sangat mewah, ada kursi eempuk disana , tv flat besar dan pasti dapur rumah ini juga sangat besar batin Kinan terkagum kagum.
"Ayo masuklah, kenapa malah melamun ???" tanya Rendi yang membuyarkan lamunan nya.
Rendi mengajak Kinan untuk melihat lihat apartemen dan Kinan cukup senang melihat dapur Randi yang terlihat mewah apalagi ada kulkas dua pintu yang sangat besar disana.
Kinan sudah membayangkan ia bisa membuat apapun yang ia inginkan, rumah ini memang kecil namun terlihat mewah dan perabotnya sangat lengkap.
"Dan ini kamarmu... masukan baju bajumu dilemari itu ?!!!" Rendi membuka pintu kamar yang dulunya ditempati oleh Dara saat keduanya tinggal diapartemen ini.
"Beneran ini kamarnya ??? kok bagus banget ???? kata Kinan yang membuat Rendi binggung, kamar pembantu saja Kinan puji bagus bagaiamna jika Kinan lihat kamar Randi atau kamar Orangtuanya yang bak istana itu ??? Rendi geleng geleng kepala tak percaya.
"Gue harap Lo betah ??!!" Kinan tak memperdulikan ucapan Rendi dan malah langsung mencoba ranjang dikamar ini yang sangat empuk berbeda dengan ranjang dikamarnya.
"Lo mendingan mandi dulu soalnya abis ini Randi bakalan pulang" Kata Rendi yang diangguki oleh Kinan.
Kinan menyadari jika dirinya memang orang miskin dan orang kampung jadi ketika ia melihat mewahnya apartemen Randi sangat terkagum kagum apalagi saat Kinan memasuki kamar mandi, ia cukup senang melihat ada shower disana.
"Wah bisa bikin hujan ini ???!!" Kinan girang menyalakan lalu mematikan Shower, matanya berpindah ke wc duduk yang ada didekat shower, "Ya ampun... gue nggak usah capek capek jongkok lagi sekarang??!" kata Kinan memperaktekan saat ia duduk.
"Ternyata enak juga yaa jadi orang kaya ??!' batin Kinan.
Kinan menghabiskan waktu dikamar mandi hampir satu jam karena terlalu asik menganggumi keindahan kamar mandi apartemen ini.
Setelah nya ia keluar dan mengenakan dress rumahan yang selalu ia pakai saat dirumah. Kinan menyisir rambutnya kemudian keluar saat ia rasa keadanyaa cukup baik dan bersih.
Kinan membuka pintu dan terkejut kala kedua orang yang berwajah sama tengah duduk disofa. "Ahh jadi dia kembaran Rendi??!" batin Kinan.
"Kemarilah Kinan akan kuperkenalkan kau pada majikanmu ??!!" ajak Rendi dan Kinan hanya menurut duduk didepan Randi dan Rendi.
"Ini Randi saudara kembarku, aku harap kau bisa mengurusnya dengan baik???" kata Rendi . Kinan dan Randi pun bersalaman.
"Apa kau bisa masak ???" tanya Randi pada Kinan.
"Ya tentu saja ..."
"Baguslah, kau bisa memasak mulai besok dan aku tak menyukai udang, aku alergi udang jangan pernah memasak udang??!' Jelas Randi.
"Baiklah, aku mengerti ???!"
"bersihkan semua ruangan setiap hari dan ganti seprai dikamarku dua hari sekali!!????" kata Randi lagi.
"Baiklah aku mengerti" jawab Kinan "Mengapa pekerjaannya semudah ini??!" batin Kinan girang.
"ya sudah jika semuanya sudah jelas, aku akan pulang sekarang ???!!" kata Rendi yang sekarang sudah berdiri dari duduknya.
"Kau tidak tinggal disini ???" tanya Kinan sontak membuat kedua pria didepan Kinan menatap heran.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...