My Maid My Wife

My Maid My Wife
47


__ADS_3

Rendi berjalan memasuki Apartemen nya dan segera memasuki kamar nya dimana sudah ada Dara yang tidur meringkuk diranjang milik nya.


Rendi tersenyum melihat Dara sebentar kemudian ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ikut tidur disamping Dara.


Selesai mandi segera Rendi memeluk erat tubuh Dara, membuat Dara terusik karena bau harum khas milik Rendi.


"Kau baru pulang ???" Tanya Dara melirik jam dinding sudah pukul 3 pagi.


"Hmmm..."


"Apa yang kau lakukan hingga pulang sepagi ini ???" tanya Dara.


"Hanya pekerjaan kecil " ucap Rendi terlihat memejamkan mata.


Terdengar suara Dara mendesah pelan membuat Rendi hanya tersenyum kecil, Rendi tau pasti istrinya ini sangat penasaran sekali dengan apa yang baru sajaa kulakukan dan juga pasti Dara tidak puas dengan jawaban Rendi. Karena Rendi tak mungkin mengatakan dengan jujur pada Dara jika dia habis menghajar salah satu pengawal nya yang berusaha mencelakai Dara kan ??? bisa bisa Dara marah padanya.


..


Pagi nya Dara sudah berpakaian rapi dan tengah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya.


Selesai dengan urusan dapur, Dara memasuki kamarnya dan berniat membangunkan Rendi namun dilihat Rendi sudah tidak ada di ranjangnya , mungkin Rendi sedang mandi karena terdengar gemericik Air dikamar Mandi, Dara pun kembali ke meja makan sambil menunggu Rendi.


"Mau pergi kemana ? ?? kenapa rapi sekali ??? tanya Rendi yang sudah tapi dengan setelan kantornya.


"Aku akan berangkat kursus hari ini " ucap Dara nampak sumringah.


"Tidak !!! tidak boleh.. apa kau lupa jika baru saja pulang dari rumah sakit ??!! bisa bisanya kau ingin berangkat kursus" ucap Rendi sedikit galak.


'Aku sudah sembuh.. aku sudah baik baik saja.. jadi apa masalahnya ??" Tanya Dara kesal.


'Sekali Tidak ya Tidak!!! menurutlah " ucap Rendi dengan nada Galak dan Rendi pun hanya mengangguk pasrah.


Dara mulai menyuapkan Nasi goreng ke mulutnya hingga matanya terkejut menyadari tangan Rendi yang dibalut kain kasa.


"Apa yang terjadi dengan tangan mu ???" tanya Dara panik.


"Ahh ini hanya luka kecil..." ucap Rendi santai.


"Luka kecil kau bilang... sebenarnya apa yang kau lakukan semalam hingga membuat tangan mu terluka seperti ini ???" tanya Dara Geram.


"Aku nggak nyangka kamu bisa segalak ini, " ucap Rendi malah terkekeh.

__ADS_1


"Aku nggak bercanda !!!" ucap Dara marah .


"Iya iya sayang... udah dong masih pagi jangan marah marah kasian dedeknya ntar" ucap Rendi .


"Ya udah terserah kamu aja ..." ucap Dara bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan memasuki kamar.


"Duh sayang kok malah ngambek sih .." ucap Rendi masih terkekeh. ya Rendi terkekeh melihat Dara yang terlihat menggemaskan saat marah seperti itu.


Dara yang jengkel memasuki kamar nya bukan kamar Rendi lalu berbaring diranjang nya.


Tak berapa lama Rendi memasuki kamar Dara , namun Dara pura pura terpejam.


"Sayang... jangan lupa habisin makan nya yaa.. trus piring kotornya nggak aku cuci soalnya tangan ku masih perih kalau kena air , dan ngambek nya jangan lama lama yaa.. aku berangkat dulu sayang ' ucap Rendi dengan nada bercanda, mengelus rambut Dara sebentar kemudian bergegas menuju kekantor.


Sementara itu Dara terlihat kesal karena Rendi yang tak mengijinkan dirinya berangkat kursus padahal Dara sudah baik baik saja serta Rendi yang tak jujur padanya tentang apa yang ia alami hingga membuat tangan nya terluka.


....


Herman memasuki ruangan Rendi dan melihat Rendi nampak sibuk berkutat dengan berkas berkasnya.


"Kau sudah datang ???" tanya Rendi yang kini mulai mengalihkan pandangan pada Herman.


Kedua nya pun duduk disofa,


"Nona Indah sudah menjadi tahanan Tuan, dan sekarang sudah mendekam dipenjara" ucap Herman menjelaskan.


"Baguslah jika seperti itu, kau memang tak pernah mengecewakan " puji Rendi pada Herman.


"Awal nya saya pikir kasus ini sangat sulit karena dibelakang Nona Indah ada banyak orang orang berpengaruh dikota ini, Indah ternyata putri dari Bapak Harry salah satu dokter yang cukup disegani di kota ini" ucap Herman.


"Waow... sungguh mengejutkan, Bukankah dokter itu yang selalu menjadi donatur tetap di berbagai rumah sakit gratis dikota ini???" tanya Rendi.


"Ya Dokter Harry adalah pemilik sekaligus donatur di rumah sakit gratis yang ia bangun" jelas Herman dan Rendi hanya manggut manggut.


"Saya pikir Dokter Harry akan menyogok kasus ini dan menutup kasus ini karena dia juga memiliki pengacara sekelas Samuel, namun saya salah justru terlihat Dokter Harry seprti sudah pasrah saat Nona Indah dimasukan ke penjara." ucap Herman.


"Tentu saja , mungkin karena bukti yang kita bawa cukup kuat" ucap Rendi.


"Ya sepertinya bukan itu masalahnya Tuan ???' ucap Herman.


"Lalu apa ???".

__ADS_1


"Saya mencari tau , ternyata dikantor polisi sudah banyak data riwayat kejahatan Nona Indah sejak dulu dan semua kasusnya ditutup tanpa ada kelanjutann" ucap Herman dan Rendi hanya tersenyum sinis.


"Ya... tentu saja... karena lawan nya lemah jadi ia bisa menutup kasus itu dengan mudah lalu jika ia akan menutup kasus ini mungkin Dia takut jika kroni nya Sanjaya akan membuat kariernya hancur" ucap Rendi.


"Ya mungkin memang seperti ittu Tuan" balas Herman.


....


"Sebenarnya apa yang kau lakukan hingga membuat Tuan muda menghajarmu seperti ini ??!!" Tanya Heru salah satu pengawal Rendi yang dulu membawa nya pada Rendi.


Riki hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Heru . Setelah ia dihajar hingga pingsan oleh Rendi , Rendi memang menyuruh para pengawalnya untuk membawa Riki kerumah sakit.


"Ya sudah jika kau tak mau menjawab , aku akan menghubungi Adikmu untuk merawat mu disini" ucap Heru.


"Jangan...., biarkan aku sendiri saja " ucap Riki susah payah menjawab Heru karena bibirnya yang lebam.


"Kenapa ????" tanya Heru.


"Aku hanya tak ingin Ibuku mengkhawatirkan ku" ucap Riki lirih .


"Apa kau yakin tak apa jika disini sendiri ??" tanya Heru dan Riki pun mengangguk.


"Maafkan aku Heru..."


Heru terlihat mendesah pelan,


"Maaf untuk apa ?" tanya Heru tak paham dengan maksud Riki.


"Maaf telah mengecewakan mu yang sudah membantuku mendapatkan pekerjaan " ucap Riki lirih.


"Hmm tak masalaah , aku hanya penasaran saja apa masalahmu dengan Tuan Rendi hingga membuat Tuan Rendi semarah itu padamu padahal biasa nya ia memperlakukan mu dengan baik hingga membuat teman teman iri.." ucap Heru mengatakan kebenaran jika selama ini para pengawal Tuan Rendi memang iri dengan Riki yang mendapatkan perlakuan berbeda.


"Tuan Rendi memang benar .. aku telah mengkhianatinya " ucap Riki.


"Apa ??? apa yang kau lakukan memangnya ?tanya Heru sedikit panik.


"Aku.. Aku yang menyiramkan minyak dilantai dan membuat Nona Dara pendarahan .." akui Riki.


"Hah ???! apa kau sudah Gilaaa ??!!" Bentak Heru marah .


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen ...


__ADS_2