My Maid My Wife

My Maid My Wife
83


__ADS_3

Setelah kepergian Laras, Dara terlihat murung dikamar, memang Dara sudah tak menangis lagi namun hatinya sangat sakit mendengar semua perkataan yang diucapkan oleh Laras.


"Apa benar dirinya itu pelakor? apa benar Rendi sejahat itu?" batin Dara disela sela isak tangisnya. Sepertinya Dara harus menanyakan ini semua pada Rendi, dia tak ingin salah paham, jika memang benar perkataan wanita tadi Dara akan siap jika memang harus melepas Rendi karena mau bagaimanapun Rendi dan Laras pasti saling mencintai sedangkan Dirinya hanya menjadi benalu karena kehamilannya itu.


Rendi pulang dari kantor dan melihat wajah Dara yang sebab seperti habis menangis.


"Apa terjadi sesuatu sayang?" tanya Rendi penuh kekhwatiran saat sudah berada dikamar.


"Tidak, mandilah akan kusiapkan baju ganti." kata Dara memaksakan tersenyum.


"Hmm apa kau yakin baik baik saja? ceritakan padaku ap yang terjadi?" tanya Rendi.


"Aku akan menceritakan setelah kau selesai mandi, jadi mandilah lebih dulu." balas Dara.


"Ya sudah," Rendi pasrah namun pikiran nya tak bisa tenang setelah melihat raut wajah Dara.


Rendi mempercepat durasi mandinya, karena Ia ingin segera tau apa yang terjadi.


Dara melihat Rendi sudah keluar dari kamar mandi dan mengenakan handuk setengah badan, Segera Dara mengelap tubuh Rendi yang masih basah dengan handuk kering lalu membantu Rendi mengenakan bajunya.


"Apa yang terjadi?" tanya Rendi saat Ia telah selesai mandi dan berpakaian.


"Kau tidak ingin minum teh hangat dulu? minumlah sudah kubuatkan." kata Dara memberikan satu cangkir teh hangat pada Rendi.


Rendi menerima dan meminum teh hangat buatan Dara, "Sebenarnya ada apa?" tanya Rendi yang sudah tak sabar.


"Apa kau mengenal Laras?" tanya Dara yang membuat Rendi menegang.


"Aku mengenalnya?" tanya Dara lagi melihat Rendi hanya diam saja.


"Aku tau pasti kau mengenalnya, kau hanya diam." kata Dara lagi, melihat kebisuan Rendi membuat Dara takut jika apa yang dikatakan Laras tadi benar.


"Ya, kenapa tiba tiba menanyakan itu?"


"Tadi dia datang kesini menemuiku." kata Dara yang langsung membuat Rendi menggepalkan tangan nya.


"Apa yang dia katakan?" tanya Rendi.


"Apa yang dia katakan sayang?" tanya Rendi lagi melihat Dara yang diam.


Dara langsung menceritakan semua yang dikatakan Laras dan tanpa disadari Ia menangis.


"Apa kau percaya padanya?" tanya Rendi terlihat geram mengetahui kebohongan yang Laras buat untuk menyakiti Dara.

__ADS_1


"Apa semua itu benar?" tanya Dara.


"Jika kau ingin tau kebenarannya lebih baik kau ikut aku sekarang." ajak Rendi.


"Kemana?"


"Bersiaplah, aku tunggu dimobil." kata Rendi yang langsung keluar tanpa menunggu Dara.


Sepertinya Rendi kesal batin Dara.


Setelah bersiap, Dara menyusul Rendi memasuki mobilnya. dan mobil Rendi langsung melaju meninggalkan mansion.


Hening tak ada yang berbicara, Rendi diam karena kesal sedangkan Dara diam karena Ia takut jika semua yang Laras katakan benar.


Mobil berhenti didepan sebuah apartemen elite.


Rendi mengandeng tangan Dara dan mengajak memasuki apartemen.


Hingga keduanya berhenti didepan pintu apartemen, Rendi memencet tombol bel berkali kali hingga pintu terbuka.


"Cari siapa?" tanya Seorang pria yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelajang dada, membuka kan pintu apartemen.


"Kekasihmu." balas Rendi dengan nada kesal membuat Pria itu mengerutkan alisnya binggung dengan Rendi dan Dara yang tengah hamil besar.


Wanita yang tak lain adalah Laras terlihat hanya mengenakan dress satin tipis yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Laras terlihat terkejut dengan keberadaan Dara dan Rendi.


"Apa dia yang mengatai mu wanita murahan?" tanya Rendi pada Dara menunjuk kearah Laras. Dara hanya mengangguk.


"Dan kau tau sayang alasanku memutuskan hubungan dengan wanita ini?" tanya Rendi dan Dara menggeleng.


"Karena dia sangat murahan dan mau tidur dengan pria lain itulah sebabnya aku memutuskan nya dan memilih bersamamu." jelas Alex, Dara hanya membegap mulutnya tak percaya jika Laras wanita yang tadi siang menghujatnya nyatanya malah dia sendiri yang seperti itu.


"Sialan kau Alex," umpat Laras setengah malu karena dipermalukan didepan Dara dan kekasihnya.


"Dan inikah yang kau sebut masih perawan? kau tak bisa membodohiku jalang." kata Rendi tersenyum sinis.


"Jangan pernah ganggu rumah tanggaku lagi atau kau akan tau akibatnya." ancam Rendi lalu mengandeng tangan Dara dan pergi dari sana.


Laras terlihat menghentakan kakinya kesal dan mengumpat Rendi yang mempermalukan nya.


Kini Dara dan Rendi sudah berada dimobil lagi dan Rendi mulai melajukan mobilnya.


"Maafkan aku Mas karena tak mempercayaimu." kata Dara sedikit menuduk.

__ADS_1


"Apa sekarang masih tak mempercayaiku?" tanya Rendi sambil mengelus rambut Dara lembut.


"Mulai sekarang aku akan sangat mempercayaimu, maafkan aku." kata Dara lagi.


"Sudahlah, aku tadi hanya sedang emosi dan aku juga senang kamu mau mengatakan padaku jika tidak pasti akan terjadi kesalahpahaman diantara kita kan." kata Rendi yang hanya diangguki Dara.


Dara bersyukur sekali apa yang dikatakan oleh Laras tidak benar. Ya Rendi tidak sejahat itu dan dia juga tidak pernah merebut Rendi dari Laras.


...


Setelah 9bulan lebih 10 hari sudah dilewati Dara kini tibalah waktunya Dara untuk melahirkan disebuah rumah sakit.


Diluar ruangan terlihat ada Tuan dan Nyonya Sanjaya, Randi ,serta keluarga Dara yang pergi kekota untuk menanti kelahiran cucu pertama mereka. Tampak kekhawatiran diraut dua keluarga itu sedangkan Rendi tengah menemani Dara yang sedang mengejan karena memang Dara melahirkan secara normal.


6 jam berlalu akhirnya dua baby mungil Rendi dan Dara telah lahir, Ya baby Dara ternyata kembar laki laki dan perempuan.


Kebahagiaan terpancar diraut Dara dan Rendi yang sudah sah menjadi orangtua dan juga keluarga mereka yang sedari tadi menunggu diluar.


ASHILLA DARREN SANJAYA


ABHIMANA DARREN SANJAYA


Nama untuk kedua putra dan putri mereka.


"Terimakasih sayang, terimakasih telah melahirkan anak anak ku, aku menyanyanggimu dan anak anak kita." kata Rendi mengecup kening Dara membuat Dara bahagia.


Dara bersyukur Tuhan memberikan kebahagiaan untuknya setelah selama ini banyak sekali cobaan dan rintangan dihubungan Dara dan Rendi.


Apalagi dulu Dara mengalami pemerkosaan yang tersangkanya adalah Rendi sendiri namun siapa sangka justru dari situ Dara bisa mendapatkan kebahagiaan yang berlipat.


Dara bersyukur... benar benar bersyukur.


TAMAT.


Alhamdulilah satu novel ku lagi udah tamat... terimakasih buat kalian yang selalu setia nungguin cerita ini...


Ohh yaa jangan lupa mampir kecerita baru aku yaa yang judulnya


Istri Kedua Tuan Alex


Suamiku suami Kakak Ku


kutunggu komen kalian disana.. makasih banyak yaaaa semuanyaa... love you all😘😍

__ADS_1


__ADS_2