
"Berhentilah membual dan berhentilah bermimpi." kekeh Rendi "lebih baik sekarang keluarlah, atau aku yang akan menyuruh satpam untuk menyeretmu keluar." kata Rendi mengusir.
"Jika kau berani mengusirku, aku akan mengadu pada Papi untuk membatalkan kerjasama dengan mu." Ancam Laras.
"Katakan saja, aku bahkan tak peduli." balas Rendi santai.
"Kau tidak takut? kau pikir perusahaan mu akan baik baik saja jika aku mengatakan pada Papi?" tanya Laras terdengar meremehkan.
"Kau pikir perusahaanku hanya satu saja? jika satu perusahaanku bangkrut aku masih memiliki 5 perusahaan." jawab Rendi "Jadi lebih baik kau pergi sebelum ada satpam yang menyeretmu keluar, itu pasti akan memalukan untukmu." kata Rendi dengan nada santai.
Sedangkan Laras benar benar tak percaya jika Rendi bisa sesantai itu, Laras pikir Rendi akan takut bahkan memohon padanya namun nyatanya malah sebaliknya.
Laras menghentakan kakinya kesal lalu meninggalkan ruangan Rendi sebelum Rendi memanggil satpam untuk menyeretnya.
Sementara itu Rendi hanya tertawa sinis melihat Laras yang sudah keluar dari ruangan nya. beberapa hari ini Rendi sudah menahan untuk tidak muak dengan kelakuan Laras yang datang setiap hati kekantornya, awalnya Rendi hanya sayang saja jika harus membiarkan satu perusahaan nya bangkrut namun kali ini Rendi benar benar tak peduli jika harus kehilangan satu perusahaan dari pada harus berhubungan lagi dengan Laras yang Rendi yakini akan membawa dampak buruk pada hubungan nya dan Dara yang baru saja merasakan bahagia.
...
Setelah jam pulang kantor, Siti mengikuti Fandi asisten Rendi yang akan mencarikan Siti tempat tinggal.
"Disini tempatnya, bagaimana menurutmu?" tanya Fandi pada Siti yang terlihat asik melihat lihat ruangan minimalis namun lengkap fasilitasnya.
"Bagus, tapi apa biaya sewa disini mahal?" tanya Siti.
"Hmm tidak juga, aku mencarikan tempat yang standar untukmu." jelas Fandi.
"Baiklah, terimakasih banyak." kata Siti.
Setelah menghubungi pemilik sewa kos, dan menjalin kesepakatan akhirnya Siti tinggal disana.
Sedikit lega untuk Siti karena sekarang Ia sudah memiliki pekerjaan serta tempat tinggal. Semua karena Dara, ya hanya Dara yang membantunya disaat Ia sedang kesusahan. Jika saja Tidak ada Dara mungkin Ia kini sudah menjadi pelacur bersama Fitri.
Sepertinya mulai sekarang, Siti harus bersikap baik dengan Dara.
...
Laras yang kesal dengan perlakukan Rendi langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju mansion Rendi. Laras mengetahui mansion Rendi dari mata mata yang sengaja Ia bayar untuk membuntuti Rendi pulang.
Ia ingin menemui Dara, Laras hanya ingin tau seberapa cantik istri Rendi hingga mampu membuat Rendi melupakannya begitu cepat.
Setelah memarkirkan mobilnya, didepan mansion seorang satpam mendatangai Laras yang kini sudah turun.
"Nona cari siapa?" tanya Satpam itu.
__ADS_1
"Aku teman nya Rendi, aku hanya ingin mampir." jawab Laras.
"Tapi Nona, Tuan Rendi sedang tidak ada dirumah." kata Satpam itu lagi.
"Apakah Istrinya ada?" tanya Laras.
"Ada Nona, kalau begitu silahkan masuk." kata Satpam itu yang hanya diangguki acuh oleh Laras.
Satpam itu melihat kepergian Laras segera Dia menghubungi Tuan Rendi untuk mengatakan jika ada yang datang, namun sayangnya nomer ponsel Rendi tidak aktif.
"Sudahlah, nanti saja kalau Tuan sudah pulang, lagipula teman nya wanita ini." batin Satpam itu pergi kembali kepos satpam depan.
Semenjak tinggal di mansion ini memang Rendi memberikan pengamanan extra ketat untuk Dara, bukan masalah apa apaa, karena dia bekerja didunia bisnis dan dia tak ingin ada saingan bisnis yang tak menyukainya lalu mencelakai keluarganya.
Laras hendak memasuki mansion namun kini dicegat oleh Bik Surti, "Nona cari siapa ya?" tanya Bik Surti yang baru pertama kali melihat Laras.
"Aku teman nya Rendi, dan ingin bertemu dengan istri Rendi." kata Laras.
"Ya sudah Nona tunggu disini dulu, biar saya panggilkan Nyonya." kata bik Surti langsung berjalan masuk.
Laras duduk disebuah sofa sambil terus menganggumi kemewahan mansion Rendi.
"Harusnya aku yang jadi Nyonya disini, bukan pembantu itu." batin Laras yang mengetahui jika istri Rendi adalah mantan maid dimansion Sanjaya.
"Nyonya, ada yang tamu." kata Bik Surti.
"Siapa Bi?" tanya Dara yang sepertinya tak memiliki janji dengan orang.
"Saya juga nggak tau Nyonya." jawab Bik Surti.
"Oke Bi," kata Dara yang akan bergegas menemui tamunya itu.
Bik Surti kembali kedapur dengan perasaan cemas, entah mengapa ada yang tidak beres dengan tamu wanitanya itu.
Dara turun dari tangga lalu keruang tamu menemui Wanita cantik yang duduk disofa ruang tamunya.
"Kamu mencariku?" tanya Dara yang tak mengenal siapa wanita Itu.
Wanita itu hanya mengangguk lalu memandangi Dara dari atas sampai bawah. Ia cukup kecewa melihat Dara tidak sesuai expetasinya.
Laras pikir Dara adalah wanita dekil dan jelek namun nyatanya Dara terlihat sangat cantik dan anggun bahkan meskipun sedang hamil besar tak mengurangi kadar kecantikan Dara.
"Apa kau mengenalku?" tanya Dara melihat tamunya hanya diam tak menjawab.
__ADS_1
"Ya, aku Laras." jawab Laras memperkenalkan diri "Teman dekat Rendi." kata Laras lagi membuat Dara sedikit terkejut.
"Ohh, kau mencari Rendi? sekarang dia ada dikantor." kata Dara mencoba bersikap biasa.
"Tidak, aku ingin mencarimu?" kata Laras.
"Ohh ada apa?" tanya Dara, yang sebenarnya sedikit takut karena jika dilihat Laras bukanlah wanita baik baik.
"Kau sedang hamil?" tanya Laras.
"Ya, sebentar lagi akan melahirkan." jawab Dara sambil terus mengelusi perutnya yang membesar.
Laras terlihat diam sambil menghitung tanggal putus dengan Rendi lalu Ia menyerigai.
"Kau hamil duluan ya?" tanya Laras membuat Dara terkejut.
"Apa maksudmu?" Dara terlihat binggung.
.
"Rendi memutuskan hubungan kami 8 bulan yang lalu dan aku tak menyangka ternyata kamulah penyebab kami putus, dasar wanita murahan." kata Laras penuh kebencian.
"Apa maksudmu? aku benar benar tak mengerti." Dara semakin binggung bahkan Ia hampir menangis kala Laras menyebutnya pelakor.
"Jangan pura pura bodoh, aku tau aku menjadi kekasih Rendi selama 2 tahun dan 8 bulan yang lalu dia memutuskanku, aku bahkan sempat frustasi dan pergi keluar negeri tapi kenyataannya Rendi sudah menikah lagi dengan wanita yang tidak selevel dengan nya." jelas Laras dengan mata penuh amarah membuat Dara tak percaya.
"Tidak, Rendi bukan pria seperti itu." elak Dara tak percaya.
"Dia memang pria baik sebelum mengenalmu, tapi kamu benar benar penghancur segalanya, kamu merubah Rendi jadi pria jahat." kata Laras dengan kata kata kasar.
Dara yang sudah tak tahan dengan semau hinaan Laras hanya bisa menangis sambil mengelusi perutnya berharap Anaknya tidak mendengarkan hinaan Laras.
"Kau memang cantik, tapi kau muarahan, pelakor dan pembunuh, kau sudah membunuh janin yang kukandung dengan Rendi, semua gara gara kamu!" marah Laras sebelum Ia bangkit dan pergi meninggalkan Dara yang menangis.
Bersambung....
Hay semua pembaca setia my maid my wife... akan ada konflik sebelum ending hehehe... karena memang sebentar lagi novel ini akan ending...
ohh yaa jangan lupa baca cerita aku yang baru yaaa...
SUAMIKU SUAMI KAKAK KU
ISTRI KEDUA TUAN ALEX
__ADS_1
ditunggu dinovel baruku gaysss....