My Maid My Wife

My Maid My Wife
51


__ADS_3

Dara terlelap dalam mobil setelah puas mengemil , menggerutu dan menuduh Rendi yang tidak tidak . Ya mungkin dia lelah menggerutu hingga Rendi yang berusaha sabar mendengarkan segala gerutuan Dara kini sudah tak terdengar lagi.


Awalnya Rendi cukup kesal, baru separuh perjalaan saja sudah membuatnya terrasa lelah karena omelan Dara dan permintaan yang aneh aneh , namun nyatanya Rendi merasakan bahagia. Biasanya jika butuh apapun Rendi hanya tinggal menyuruh semua Anak buahnya tapi dengan Dara justru Ia yang disuruh suruh oleh Dara. namun entah mengapa menuruti semua keinginan Dara menimbulkan rasa bahagia sendiri dihati Rendi.


Tiga jam perjalanan dan Dara masih setia terlelap, hingga Rendi mulai memasuki kampung halaman Dara pun , wanita itu masih terlelap.


"Capek banget yaa hmmm" ucap Rendi sambil mengelusi rambut Dara yang halus.


Tak terasa kini mobil Rendi sudah sampai diteras rumah Dara.


Terlihat didepan pintu Dhea Adik perempuan Dara terkejut melihat mobil mewah Rendi yang terparkir didepan rumah dan segera berlari kedalam rumah untuk memanggil kedua orang tuanya yang sedang istirahat karena lelah habis bekerja diladang.


"Ayah... Ibu... Kak Dara pulang lagi..." ucap Dhea sedikit teriak saking senang nya.


"Beneran ??? kayaknya baru kemarin Dara pulang kok sekarang udah pulang lagi ??' tanya Leha Ibu Dara .


"Jangan jangan Dara dapet masalah di kota " ucap Tomo , Ayah Dara khawatir.


"Udah pak, nggak usah berpikiran buruk dulu lebih baik kita kedepan menemuin Dara " ucap Leha .


Ayah, Ibu, dan Dhea keluar rumah dan benar saja melihat mobil Rendi terparkir disana dan Rendi yang sudah keluar menghampiri kedua orang tua Dara dan mencium telapak tangan kedua orang tua Dara membuat , Tomo dan Leha sedikit kikuk, pasalnya awal Rendi kesini Ia tak mencium telapak tangan orangtua Dara , hanya menyalami saja.


"Ini Tuan Randi kan ???' tanya Tomo .


"Bukan pak... saya Rendi" ucap Rendi sopan


"Lhoo yang kemarin kesini nganter Dara bukan nya Tuan Randi yaa ???' tanya Tomo binggung sambil mengingat jika dulu pria ini memperkenalkan Dirinya sebagai Randi dan sekarang Rendi, apakah ia merubah nama atau bagaimana batin Tomo binggung.


"Oohh.. Randi itu saudara kembar saya pak, dan Saya Rendi .." ucap Rendi.


"Jadi Tuan ini kembar ???" tanya Dhea terkejut dan Rendi hanya manggut manggut.


"Aku juga mau dong sama kembaran nya Tuan Rendi." batin Dhea senang.


Tomo dan Leha melihat Dara yang masih pulas tidur di mobil Rendi dan Rendi yang mengetahui itu langsung paham.


"Biar saya Gendong Dara sampai dikamarnya pak, mungkin Dara kelelahan selama perjalanan makanya ia tertidur " ucap Rendi.


"Tak perlu nak Rendi... biar kita bangunkan saja " ucap Tomo sungkan.

__ADS_1


"Tidak apa apa pak ,saya kuat kok menggendong Dara" ucap Rendi lagi.


"Bukan masalah kuat atau tidaknya, tapi Nak Rendi dan Dara itu bukan mukhrim jadi tidak sepantasnya bersentuhan, biarkan kita bangunkan saja " ucap Tomo yang membuat Rendi sedikit terjengit memikirkan jika selama ini Rendi telah lancang menodai Dara sebelum pernikahan . Bahkan pernikahan yang dijalani Dara dan Rendi juga masih belum tau sah atau tidaknya karena bukan Tomo Ayah Dara yang menjadi wali justru orang lain.


"Baiklah Pak...." ucap Rendi pasrah.


Tomo dan Leha segera membuka pintu mobil dan membangunkan Dara pelan .


Dara mengucek matanya dan melihat senyum kedua orang tuanya yang kini sudah berada didepan nya .


"Ayah ... Ibu..." ucap Dara tersenyum bahagia. segera Dara keluar dari mobil dan memeluk kedua orangtua nya secara bergantian.


Kedua orangtua Dara yang memeluk putrinya itu merasa ada yang janggal dengan tubuh Dara yang terasa berbeda dan merasakan tubuh Dara semakin gemuk.


"Apakah Dara merasa bahagia disana ???" batin kedua orangtua Dara secara bersamaan.


"Kok nggak ngabarin Ibu kalau mau pulang, kan Ibu bisa masakin masakan kesukaan kamu kalau tau kamu pulang" ucap Leha pada putrinya itu.


"Dara suka kok dimasakin Ibu , apa aja " ucap Dara.


"Kakak, aku dibawain baju baju lagi kan ???" Tanya Dhea antusias.


"Yeyyy... Kak Dara emamg ter the best pokok nya " ucap Dhea sambil mengacungkan jempolnya membuat Dara terkekeh.


Rendi cukup bahagia melihat keakraban dikeluarga Dara, mereka saling menyanyanggi satu sama lain, sangat berbeda dengan kedua orangtuanya yang dulunya sibuk dengan karirnya masing masing , ya meskipun Rendi cukup sadar orangtua Rendi bekerja keras dan memberikan kehidupan yang layak untuk Rendi dan Randi.


"Yukm masuk dulu... Nak Rendi nginep sini kan ???' tanya Tomo.


"Ya kalau dibolehin, saya mau nginep sini pak " ucap Rendi .


"Tentu boleh, nanti biar Bapak bilang sama pak Rt kalau Nak Rendi nginep sini " ucap Tomo ramah .


"Terimakasih banyak Pak" ucap Rendi.


"Justru saya yang terimakasih sama Nak Rendi karena Nak Rendi yang sibuk ini mau nganter Dara jauh jauh kesini" ucap Tomo.


" Nggak masalah Pak..." ucap Rendi. karena ada maksud lain yang membuat saya harus kesini lagi, untuk masa depan dirinya dan Dara batin Rendi.


Semuanya pun masuk kerumah Dara, terlihat Rendi tanpa protes membawakan dua koper barang barang milik Dara .

__ADS_1


"Tuan... biar saya bawakan saja " ucap Dhea meminta satu koper pada Rendi yang sepertinya kesulitan membawakan dua koper milik Dara.


"Ya tentu " ucap Rendi memberikan satu koper miliknya untuk dibawa Dhea.


...


Makan malam pun tiba, Kali ini makan malamnya berbeda karena tadi Tomo sempat menyembelih ayam untuk makan malam spesial mereka.


"Wahhh.. opor Ayam...." ucap Dara yang memang menyukai opor ayam buatan Leha sang Ibu.


"Kakak pulang terus saja biar Dhea bisa makan enak terus , biasanya kalau nggak ada kak Dara, makan nya cuma sama tempe tahu, sayur bayam , sayur kangkung" ucap Dhea .


"Dhea... harusnya kamu nggak boleh ngomong gitu didepan makanan, kita tu harusnya bersyukur masih dikasih rejeki buat makan" ucap Ayah Tomo menasehati.


"Iya Ayah..."


"Tuan ... makanya seadanya lagi" ucap Leha .


"Nggak apa apa Bu... mau makan kayak gimana pun kalau makan nya bareng bareng gini pasti rasanya nikmat" ucap Rendi membuat Dara cukup lega karena ia tak harus membelikan lauk Rendi keluar.


"Ya sudah ayoo kita mulai makan" ucap Tomo dan semuanya pun memulai makan .


Satu suapan Dara masih biasa saja menikmati opor ayam kesukaan nya.


Namun disuapan kedua, Dara merasakan perutnya mual tak tertahan hingga ia berlari kekamar mandi karena ingin memuntahkan makanan yang baru saja ia makan.


Hoekkkk... Hoekkkk...


Semua orang dimeja makan cukup terkejut melihat Dara yang berlari dan muntah dikamar mandi.


Raut wajah khawatir Rendi pun jelas terliha, membuat kedua orangtua Dara yakin jika ada yang tidak beres.


"Coba kamu cek perut Dara..." ucap Tomo pada Leha dan Hanya diangguki oleh Leha.


Leha menghampiri Dara dan memegang perut Dara kemudian ia menggelengkan kepaalanya tak percaya.


"Kamu hamil nak ???" .


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN....


__ADS_2