My Maid My Wife

My Maid My Wife
13


__ADS_3

Randi keluar dari rumah sakit dengan perasaan marah, ia benar benar kesal dan tanpa ia sadari, ia memasuki mobilnya dan membanting pintu mobilnya sangat keras.


"Brengsekkkk!" teriak Randi memukul setir nya.


*Tuan Sanjaya dan Nyonya Sanjaya telah selesai dengan makan malam nya dan kini keduanya kembali keruangan Rendi dimana masih ada Randi disana.


"Papah sama Mamah udah selesai?" tanya Randi pada orangtuanya.


"Iya ... kamu cepetan pulang kasian pasti Dara udah nungguin kamu." kata Mamah yang kemudian diangguki oleh Randi.


Randi berdiri dan berjalan kearah mamanya untuk berpamitan dan mencium tangan mama nya namun saat Randi ingin mencium tangan Papahnya segera sang Papah menepis tanganya.


"Jadi kapan kamu akan menikahi Dara secara resmi?" tanya Tuan Sanjaya dingin.


"Tidak sekarang Pah, Randi masih belum siap." kata Randi tak kalah dingin juga.


"Kenapa tidak kamu pikirkan sebelum kamu berbuat sampai sejauh ini, Papah membesarkan kamu bukan untuk menjadi pria brengsek!" kata Tuan Sanjaya tegas.


"Pah... udahh.." Nyonya Sanjaya nampak melerai ucapan keduaya.


"Randi pasti bakalan nikahin Dara secara resmi tapi tidak sekarang pah." kata Randi kesal.


"Papa nggak mau tau, kamu harus segera memutuskan kekasihmu dan segera nikahi Dara secara resmi, sebelum itu semua terjadi jangan berharap kamu bisa memperbaiki hubungan dengan Papah, Papah nggak mau punya anak brengsek!" ucap Sanjaya sebelum Randi keluar tanpa sepatah jawaban* .


Kesal... itulah yang Randi rasakan kali ini, sepertinya ia harus pergi ke club untuk mencari hiburan, setidaknya bisa membuang kesal dan penatnya.


...


Sementara itu Dara berulang kali melirik kearah jam dinding, sudah pukul 11 malam namun Randi belum pulang juga.


Makan malam yang ia siapkan dengan buru buru pun sudah mulai dingin, Dara memang menyiapkan makan malam sedikit buru buru karena sejak siang sepulang jalan jalan ia tertidur hingga membuatnya malas bangun.


"Hmm apa mungkin Tuan tidak pulang?" Batin Dara .


Tetapi Dara akan tetap menunggu karena ia juga belum mengantuk, setelah seharian ia tertidur membuat malam nya ia tak mengantuk.


...


Randi duduk disebuah bangku bar sambil menikmati alunan musik Dj dan lampu yang kerlap kerlip.


Segelas minuman ia teguk dan tentu saja tidak membuatnya mabuk.


"Tumben kesini? nggak nymperin cewek elo?" tanya salah satu teman Randi yang menemani di bar.


"Lagi pengen aja." jawab Randi malas.


"Kayak bukan elo aja, biasanya juga ga bakalan kesini, lagi ada masalah?" tanya Sendy teman Randi.


"Hmmm.... Gue balik dulu brooo." balas Randi nampak berdiri meninggalkan Sendy.

__ADS_1


"Yaelah dasar temen kampret, di temenin malah gua yang ditinggalin." kata Sendy kesal namun tak mendapatkan respon dari Randi dan malah Randi berjalan keluar meninggalkan club.


Randi berjalan dan tak sengaja menabrak seorang gadis yang membawa segelas minuman hingga membuat minuman itu tumpah di kemeja Randi.


"Sialll.." kata Randi kesal.


"Duh kalau jalan liat liat dong.." kata gadis itu tak kalah kesal.


"Heh, bukanya kamu yang nabrak." kesal Randi dengan nada kesal.


"Apa apaan, jelas jelas kamu yang nabrak, gue gak mau tau elo harus ganti rugi kalau nggak mau hmmm kencan semalem juga boleh." Goda Gadis itu dengan nada sensual menggoda.


"Dasar *****.." desis Randi kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang lalu diberikan pada Gadis itu dan berjalan meninggalkan Gadis itu.


"Sering sering aja nabrak gue yaa." teriak gadis itu tak tak malu sambil mengibas ngibaskan uang yang diberikan Randi.


Randi memasuki mobilnya kesal, Ia berharap diclub bisa membuat pikiranya sedikit lega namun malah tambah kesal.


Dan melihat bajunya yang basah dengan bau minuman keras yang menyengat membuat Randi tambah kesal.


"Argghhhh..." kesal Randi membanting setir mobilnya lagi.


Randi melajukan mobilnya menuju apartemen, dan sesampainya diapartmen ia masuk dan mendapati Dara belum tertidur masih duduk disofa sambil menonton acara Televisi, Mungkin Dara menunggunya batin Randi .


"Tuannn.." sapa Dara yang terlihat senang melihat Randi kembali.


"Saya masih belum bisa tidur tuan, apakah Tuan sudah makan malam, jika belum saya panaskan dulu makan malamnya." kata Dara pada Randi.


"Apa kau memasak?" tanya Randi yang merasakan perutnya lapar padahal ia tadi tak merasakan lapar, apakah efek kesal membuatnya tidak bisa merasakan jika ia lapar.


"Saya sudah memasak kan makan malam untuk tuan." jawab Dara.


"Ya sudah, hangatkan dulu, aku mau mandi sebentar." kata Randi memasuki kamarnya sedangkan Dara langsung bergegas menuju dapur untuk menghangatkan makan malamnya.


Randi sudah selesai mandi dan kini sudah berada di meja makan, yang sudah tersedia makan malam disana.


"Apa kamu tidak ikut makan?" tanya Randi pada Dara.


"Tidak Tuan, saya sudah makan dari tadi." kata Dara kikkuk.


"Ya sudah, istirahatlah jika kamu lelah, biar aku yang membersihkan meja makan nanti jika sudah selesai." kata Randi.


"Tidak apa apa Tuan, saya masih belum mengantuk" ucap Dara .


"Hmmm" Randi bergumam dan mulai menikmati makan malamnya.


"Saya permisi Tuan." kata Dara meninggalkan Randi karena tak enak melihat Tuan nya yang sedang makan.


Dara asik melanjutkan menonton televisi hingga tak sadar jika Randi sudah disampingnya.

__ADS_1


"Tuan sudah selesai, biar saya bersihkan dulu ." kata Dara hendak berdiri namun tangan nya ditahan oleh Randi.


"Tak perlu, aku sudah membersihkan meja makan, duduklah sini temani aku menonton televisi." kata Randi.


"Ba..baik tuan.." Dara nampak kikkuk kemudian duduk disamping Randi.


"Apa yang kamu lakukan seharian?" tanya Randi memulai obrolan.


"Emmm saya cuma membersihkan seluruh ruangan dan pergi berjalan jalan Tuan." kata Dara merasa tak enak.


"Jalan jalan kemana ???" tanya Randi pada Dara namun tak melihat wajah Dara, mata Randi masih menatap layar televisi.


"Anu Tuan...cuma di taman kota." jawab Dara.


"Apakah membosankan dirumah sendirian?" tanya Randi.


"Hmmm sedikit Tuan, mungkin karena dulu saya terbiasa dirumah yang ramai banyak teman dan sekarang harus sendiri , mungkin belum terbiasa saja Tuan." jawab Dara.


"Apakah kamu ingin melakukan suatu kesibukan diluar?" tanya Randi.


"maksud Tuan?" tanya Dara binggung.


"Ya kamu ingin sekolah lagi, kuliah misalnya." kata Randi.


"Saya hanya lulusan smp Tuan, bagaimana bisa melanjutkan kuliah." balas Dara tersenyum masam.


"Bisa jika kamu ingin aku bisa membantumu, selama itu tidak menganggu kesehatanmu dan bayimu tak masalah untuk ku." kata Randi tulus.


"Tak perlu Tuan, jika pun saya ingin belajar lagi saya hanya ingin belajar membuat kue." kata Dara.


"Ya sudah kamu ikut kursus membuat kue saja." tawar Randi dan seketika membuat Dara tersenyum lebar merasa senang.


"Apakah tidak apa apa Tuan?'' tanya Dara dengan nada senang.


"Tentu saja tak apa apa, asal tidak menganggu kesehatan janinmu." ucap Randi.


"Tidak Tuan, sama sekali tidak menganggu, mungkin malah ia merasa senang karena ibunya jg senang." kata Dara sumringah.


"Ya sudah, besok akan kucarikan tempat kursus membuat kue untukmu." kata Randi yang diangguki bahagia oleh Dara.


"Terimakasih Tuan.." ucap Dara bahagia.


"Ya... hmmm ada yng ingin kutanyakan padamu." kata Randi.


"Apakah kamu mencintai Rendi?'' tanya Randi.


Degggg.... jantung Dara tiba tiba berdetak mendegar pertanyaan yang dilontarkan Randi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2