My Maid My Wife

My Maid My Wife
37


__ADS_3

Pagi ini selesai memasak sarapan untuk Rendi, Dara nampak sibuk berada dikamar Rendi.


Menyiapkan segala keperluan yang akan dikenakan Rendi kekantor, dan pertama kalinya juga untuk Dara benar benar melakoni peran nya sebagai istri.


Selesai mandi dan memakai baju yang telah disiapkan Dara, kini Dara tengah memakaikan Dasi untuk Rendi, terlihat Dara sangat telaten membuat Rendi gemas dan mengecupi pipi Dara.


"Apakah semalam masih kurang???" tanya Dara sebal pasalnya Rendi tak membiarkan nya tidur semalam. Mereka bercinta habis habisan hingga subuh saling menautkan rindu satu sama lain.


"Tentu saja masih ... rasanya hari ini aku malas untuk pergi bekerja , ingin dirumah saja menemani istriku dan bercinta seharian" ucap Rendi yang sontak mendapat pukulan dilengannya dan Rendi hanya terkekeh.


"Hari ini aku mungkin akan pulang malam " ucap Rendi .


"Kenapa ???" tanya Dara penasaran kemana Rendi akan pergi.


"Aku harus menyelesaikan pekerjaan dobel hari ini karena kemarin aku tak berangkat jadi hari ini aku lembur, jangan menungguku tidurlah lebih dulu " ucap Rendi yang mendapat anggukan Dara. Sejujurnya Dara ingin menanyakam kemana Rendi pergi selama dua hari kemarin apakah ia benar menginap diapartemen Indah atau tidak namun Dara tak cukup punya nyali untuk menanyakan pada Rendi, takut jika Rendi marah .


Rendi dan Dara kini sudah dimeja makan dan Dara nampak sibuk mengambilkan nasi goreng ke piring Rendi.


"Apa kau benar benar ingin ikut kursus kue ??" tanya Rendi mengingat kemarin Dara pergi bersamaa siti hanya untuk mendaftar kursus kue.


"Ya tentu saja... apakah boleh ???" tanya Dara nampak senang.


"Tentu saja tidak boleh, kau kan sedang hamil aku tak ingin kau sampai kelelahan dan membuat janin kita kenapa napa" ucap Rendi membuat Dara cemberut.


"aku bisa menjaga nya dengan baik dan aku pastikan tidak akan kelelahan" bujuk Dara memohon.


"Tidak !!!?" ucap Rendi yang kini sudah mengenakan sepatunya dan mencium kening Dara dan meninggalkan Dara.


Dara yang mendengar larangan Rendi hanya bisa pasrah dan memupus semua cita cita nya untuk membuat toko kue.


...


"Baiklah..segera urus saja aku mau nanti sore sudah jadi" ucap Rendi nampak menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Ya " ucap Rendi dingin kemudian memutus panggilan telepon nya.


Tak berapa lama ponselnya kembali berdering, segera ia mengangkat telepon yang tak lain adalah penjaga Randi dirumah sakit.


"Ada apa ?" tanya Rendi.


"Benarkah ???? aku akan kesana sekarang" ucap Rendi tak menunggu lama langsung menyambar kunci mobilnya dan beranjak menuju rumah sakit.


Rendi memarkirkan mobilnya setelah itu ia buru buru memasuki rumah sakit.

__ADS_1


Dan terlihat sang Mama sudah tersenyum ceria melihat Randi yang sudah sadar dan kini tengah disuapi makan siang oleh mama nya.


"Ma... Pa..." Sapa Rendi yang memasuki kamar ruangan Randi, terlihat Randi tersenyum pada Rendi.


"Randi udah sadar , makanya Mama langsung nyuruh kamu sama papa kesini" ucap Nnyonya Sanjaya yang terpancar raut bahagianya.


"Syukur deh... Lo nggak Amnesia kan ??" tanya Rendi .


"Elo siapa ???" tanya Randi terlihat mengingat ingat membuat Rendi panik.


"Randi kamu jangan begitu, kasian kakak kamu yang udah gantiin peran kamu selama kamu koma" ucap Mama dan barulah sadar jika Randi mengerjai Rendi .


"Sialan luu .." ucap Rendi kesal dan Randi hanya terkekeh.


Nyonya dan Tuan Sanjaya memang sudah meengetahi jika keduanya bertukar peran, karena permintaan Rendi setelah ia menikahi Dara dulu jika sebenarnya ia ini Rendi dan bukan Randi.


Awalnya Tuan Sanjaya tak setuju namun akhirnya mengerti juga saat Rendi mengatakan jika sebelum koma Randi yang meminta itu semua.


Dan jadilah nyonya Sanjaya juga ikut berpura pura saat didepan Dara. tapi toh akhirnya Dara yang tau sendiri.


"Jadi elo udah nikah sama Dara bang ??? tanya Randi saat kedua orangtuanya telah keluar dan hanya tinggal mereka berdua dan mengenai hubungan Rendi dengan Dara memang Randi tau karena pernah memergoki Rendi keluar dari kamar Dara.


" Masih siri... dan sekarang elo udah sadar mau cepet cepet gue resmiin" ucap Rendi mantap.


"Udah yakin banget kayakny sama Dara ?? cibir Rendi.


"Dara Lo hamilin ???" tanya Randi nampak terkejut.


"2hari setelah Lo koma, Gue baru tau kalau dia hamil makanya gue nikahin dia siri dulu sampe Lo sadar gue baru mau nikahin resmi.. " jelas Rendi dan Randi hanya manggut manggut.


"Cewek Gue nggak lo apa apain kan bang ???" tanya Randi dan Rendi hanya meringgis.


"Sialan Lu bang..!!" ucap Randi kesal.


"Gue kadang binggung aja sama Elo, cewek kayak Indah masih aja dpertahanin , dia itu jelas bukan cewek baik baik, sampulnya aja kalem dalemnya halah..." cibir Rendi dan Randi hanya Diam.


"Yahh. .. namanya juga Cinta yaa..' ucap Rendi .


Setelah mengobrol lama akhirnya Rendi memutuskan untuk pulang.


Hari ini dia akan memberikan banyak kejutan untuk Dara.


...

__ADS_1


"Sayang....." peluk Rendi dari belakang saat tau Dara sedang sibuk mencuci alat masak setelah memasak.


"Kok mas udah pulang.. ini kan masih sore ??" tanya Dara namun dengan suara dingin.


"Emang nggak bolh kalau aku pulang nya cepeet ??' protes Rendi.


"Hmmm.."


"Marah nih sama akuu" ucap Rendi yang tau jika istrinya ini merajuk karena dirinya tak memperbolehkan Dara ikut kursus membuat kue.


"Engga... ya udah sana mandi dulu biar aku siapin makanan "ucap Dara dan Rendi pun menurut.


Selesai Mandi Rendi nampak memeluk i istrinya yang tengah mengambilkan baju untuknya.


"Nii pake bajunya " ucap Dara memberikan baju ganti pada Rendi.


"Pakein ..." ucap rendi manja membuat Dara sedikit jengah.


Dara fokus memakaikan baju Rendi namun Rendi justru menciumi wajah Dara membuat Dara tambah sebal, ya hormon orang hamil memang seperti itu saat apa yang diinginkan tidak dipenuhi.


Dara melirik tajam Rendi membuat Rendi terkekeh.


"Kamu itu malah aneh tau kalau galak gitu, orang covernya aja kalem gini" ucap Rendi kali ini mencubit gemas pipi Dara.


"Udah ah janga marah marah lagi" ucap Rendi menarik Dara ke pangkuan nya.


"Lepas ahhhh. .. aku belum selesai masak " ucap Dara namun bukanya Dilepas malahan Rendi menciumi bibir Dara.


"lepas..nanti masakan aku gosong" ucap Dara lagi.


"Biarin .. aku mau meluk istriku yang lagi ngambek ini" ucap Rendi dan Dara hanya mencebik.


"Aku nggak ngambek" ucap Dara dingin.


"Sayang ambilin amplop yang dimeja itu deh" suruh Rendi dan Dara hanya menurut.


"Bukain coba.." ucap Rendi dan Dara hanya menurut.


"Apa sih emangnya " gerutu Dara dan terkejut sekaligus senang saat mengetahui isi amplop itu.


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen ... dan jangan lupa mampir ke cerita aku yang lain ..

__ADS_1


Sekertaris Culun milik Ceo tampan..


ditunggu y readers...


__ADS_2