My Maid My Wife

My Maid My Wife
39


__ADS_3

"Apa jadi dia sudah sadar ???!" tanya Seorang wanita yang tangah duduk dan menerima telepon dari seseorang.


Karena kesal, Wanita itu nampak mematikan panggilan nya dan membanting ponselnya.


"Sialan..." geram Wanita itu.


....


"Apa kau masih belum menemukan pelakunya ?" tanya Rendi pada para detektifnya.


"Maafkan kami Tuan, pelakunya sangat cerdas hingga tak meninggalkan jejak apapun" ucap salah satu detektif sewaan Rendi.


"Ya sudan terus kawal dan pantau ruangan Randi dari jauh dan jika terlihat ada yang mencurigakam segera hubungi aku" ucap Rendi.


"Baik Tuan..." Ucap ketiga detektif itu kemudian pergi meninggalkan ruangan Rendi. terlihat Rendi memijat pelipisnya.


Rendi mendial nomer Dara karena hari ini Dara sudah mulai berangkat kursus membuat kue, hanya ingin tau saja aktifitas Dara disana. Tak butuh waktu lama teleponya tersambung.


"Haloo.." ucap Dara lewat teleponya dan terdengar disana sangat berisik sekali.


"Sayang kok kayak nya rame gitu ??" tanya Rendi.


"Iya soalnya aku masih dikelas, kamu ada apa telepon ???" tanya Dara.


"Kangen aja sama istriku... kenapa nggak boleh ??? " Tanya Rendi ketus.


"Ya boleh... tapi aku masih dikelas " ucap Dara yang terdengar sedikit terkekeh.


"Ya udah kalau gitu, kamu jaga hati jaga mata jangan main mata sama cowok " ucap Rendi yang kembali mendengar Kekehan Dara.


"Iya sayang" ucap Dara yang kemudian Rendi menyudahi telepon nya.


Terlihat Rendi menghela nafas , ia geli sendiri dengan dirinya yang akhir akhir ini merasa sangat posesif dengan Dara.


Tentu saja Rendi harus, ia tak ingin kehilangan istrinya yang kini tengah mengandung itu.


Dan sebentar lagi waktunya tiba, waktu untuk Rendi meresmikan pernikahannya didepan publik, ya Karena Randi sudah sadar sekarang waktunya semuanya harus terungkap.


...


Dara tengah asik menikmati kelasnya, seusai ia menerima telepon dari Rendi kini dirinya kembali ke kelas dan menunggu guru nya tiba. Tempat kursus yang diberikam Rendi memang sangat mewah dan seprrtinya mahal. Disana Dara juga mendapatkan teman teman yang asik dan baik.

__ADS_1


Sedikit geli karena Rendi cemburu jika ia berdekatan dengan Pria padahal disana hanya ada wanita saja yang belajar kursus lagipula mana ada pria belajar kursus kue, mungkin memang ada namun kan jarang sekali.


"Ehh katanya guru yang bentar lagi masuk cowok loo " ucap Seli salah satu teman kenalan Dara yang juga mengikuti kursus.


"Masa sih ???" tanya Dara terheran heran.


" Iyaa... trus katanya ganteng banget parah. !!" ucap Seli yag usianya lebih muda dari Dara.


"Halah.. kamu kata siapa ???" tanya Dara tak mengubris.


"Yahhh tadi aku liat ada cowok cakep trus penasaran aja makanya nanya sama satpam ee katanya salah satu guru yang akan ngajar dikelas kita" ucap Seli terlihat senang dan Dara hanya menggelengkan kepala nya.


Sesuai dengan ucapan Seli, seorang pria bertubuh tegap , tinggi dan sedikit kekar memasuki kelas dan yang membuat kelas hening , para siswa sibuk menatap pria itu yang memiliki wajah sangat sangat rupawan, bahkan Dara yang tadinya tak peduli kini sedikit kagum dengan ketampanan yang dimiliki Pria itu.


"Selamat siang semuanya..." ucap Pria itu dengan cool nya.


"Siang pak..." serentak satu kelas membalas sapaan pria yang kini menjadi gurunya itu namun matanya tak lepas memandang pria itu.


"Perkenalkan saya Devan salah satu guru disini, semoga semuanya bisa menerima apa yang akan saya ajarkan, dan selamat bergabung semuanya " ucap Devan ramah.


"Pak sudah punya istri belum??" celoteh salah satu siswa disana dan Devan hanya tersenyum manis, manis sekali.


"Gimana pak, kami nungguin jawaban pak Devan ??" tanya seseorang lagi.


"Aku akan menjadi calon pak Devan..."


"Yaa.. aku akan menunggunya.."


terdengar suara murid murid yang membuat Devan kembali terkekeh.


"Jadi bisakah kita mulai kelasnya ??" tanya Devan .


"Ya pak... tentu.." ucap seisi kelas serentak.


Kelas pun dimulai dan Dara begitu fokus mengikuti, baginya ini yang ia inginkan selama ini.


Belajar didalam kelas bersama teman teman nya, sudah lama sekali. terakhir Dara merasakan ini hampir 7 tahun yang lalu karena pendidikan terakhir Dara hanya smp tidak bisa melanjutkan sekolah karena biaya . dan sejak itu Dara mulai bekerja untuk membantu sang ayah mencari nafkah. Dara tak mempermasalahkan itu semua karena sekarang kehidupan Dara berubah total, ya semenjak ia bekerja disini dan bertemu Rendi mengubah hidup Dara.


Kini kelas sudah usai dan Dara keluar kelas, saat Dara hendak mengambil ponselnya di tas namun Dara tak menemukan nya ,Dara lupa jika ponselnya ia letakan dilaci kelasnya.


Buru buru Dara berlari menuju kelas dan beruntung kelas belum terkunci , Dara memasuki dan mengambil ponselnya yang nyatanya memang masih di laci meja nya.

__ADS_1


Segera Dara menyambar ponselnya dan kembali keluar namun ia hentikan langkahnya saat sebuah suara mengintrupsi Dara.


"Hey kau... bisakah menolongku ???" tanya seoarng pria yang tak lain adalah gurunya Devan. sedikit terkejut karena ternyata Devan masih dikelas dan Dara sama sekali tak memperhatikanya tadi.


"Bisa pak..apa yang bisa saya bantu ??" tanya Dara sedikit gugup.


"Hanya bawakan beberapa buku ini saja , " ucap Devan yang diangguki Dara , segera Dara meyambar tumpukan buku itu.


"Bawa keruangan saya' ucap Devan yang tangan nya sudah penuh dengan beberapa buku yang dibawa juga.


Dara hanya mengangguk dan mengikuti Devan dari belakang, hingga tibalah keduanya disebuah ruangan, Dara ikut memasuki ruangan yang Dara yakini itu ruangan Devan.


"Letakan dimeja situ" ucap Devan , Dara hanya mengangguk kemudian mletakan buku di sana.


" Terimakasih telah membantuku.." ucap Devan yang menggeluarkan senyum manis nya itu.


"Ya pak .. kalau begitu saya pamit permisi.." ucap Dara yang hanya diangguki oleh Devan.


"Tunggu siapa namamu ???" tanya Devan saat Dara hendak keluar dari ruagan nya.


"Saya Dara pak..." jawab Dara sopan.


"Nama yang cantik .. ,secantik orangnya " ucap Devan dengan senyuman yang sulit diartikan membuat Dara sedikit malu hingga terlihat pipinya merona.


"Saya permisi pak.." ucap Dara pada Devan yang hanya diangguki oleh Devan.


Diluar Dara sedikit gugup, ya tentu saja sangat gugup mendengar ia baru saja dipuji cantik oleh pria setampn Devan.


"Ohh ayolah Dara kau itu sudah bersuami" ucap Dara pada dirinya sendiri.


...


Seorang Wanita nampak ingin memasuki sebuah ruangan namun dihentikan oleh para penjaga yang menjaga didepan pintu.


"Aku ini teman nya, coba saja kalian lihat jika tak percaya" ucap Wanita itu nampak menunjukan sebuah foto kebersamaan dengan pria yang dimaksud.


Akhirnya kedua pengawal itu mengijinkan Wanita itu memasuki ruangan.


"Apa kau ingin membuat keributan lagi ???" tanya Randi yang masih terbaring lemah melihat wanita itu datang menghampiri nya.


"Apa kau sudah merasa lebih baik ??? sayang sekali kau harus bangun.. harusnya kau mati saja malam itu" ucap Wanita itu tersenyum sinis.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2