
Pagi ini Dara bangun lebih awal dan semangat, entahlah semenjak Rendi semalam menemuinya peraasaannya sedikit lega . Walaupun sebenarnya ia masih sangat kesal dengan Rendi namun Rendi sudah berusaha menenangkan nya dengan datang malam malam kekamar tanpa sepengetahuan Dokter Indah.
Selesai mandi dan menyiapkan sarapan, ia melirik jam dinding masih pukul 5 pagi, pantas saja Tuan nya belum bangun.
Dara mendengar suara bel berbunyi , sedikit heran karena tak biasanya ada tamu sepagi ini.
Dara membuka pintu dan terkejut dengan kedatangan Siti.
"Lho siti, kamu kok kesini pagi banget??" tanya Dara .
"Aku libur dan apa kamu sedikit luang ?" tanya Siti.
"Ehmm kenapa memang ???" tanya Dara.
"Aku ingin mengajakmu mendaftar kursus membuat kue.." ucap Siti.
"Ahh iya... bukankah itu rencana kita sejak dulu" ucap Dara senang. Dulu sewaktu Dara dan Siti masih bersaahabat kedua nya merantau ke kota untuk bekerja sekaligus ingin kursus membuat kue karena sewaktu didesa kedunya suka membuat kue bersama kemudian berencana untuk belajar dan mendirikan usaha bersama namun semua itu gagal karena kesalahpaman yang terjadi diantara mereka.
"Kau mau kan ???" tanya Siti.
"Tentu saja, tunggu sebentar aku akan mengambil tas didalam" ucap Dara memasuki kamarnya dan mengambil tas tak lupa ia mengambil ponsel yang sudah 3 hari tak ia aktifkan itu.
Dara sebenarnya ingin pamit pada Tuan nya dan Dokter Indah namun Dara tak mau menganggu tidur mereka akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa pamit.
Mungkin nanti lebih baik aku mengirim pesan pada Tuan Rendi batin Dara.
Keduanya kini berjalan keluar apartemen.
.
"Jadi apa kau sudah tau dimana tempatnya ??" tanya Dara.
"Tentu, aku sudah mencarinya sebelum mengajakmu" ucap Siti membuat Dara semakin senang.
"Kita naik apa ??" tanya Dara.
"Bus didepan apartemen" ucap Siti yang diangguki oleh Dara.
"Perutmu sudah semakin membuncit yaa " tanya Siti.
"Tentu... janin nya berkembang sangat baik.." ucap Dara.
"Ahh seperti itu... "Jawab Siti seadanya.
Keduanya kini memasuki sebuah bus , nampak Dara mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi Tuan Rendi jika ia sedang pergi keluar, hingga ia terkejut dengan banyak pesan yang masuk dan semuanya dari Tuan Rendi 3 hari yang lalu saat ia tak pulang.
Dara mengeryit heran saat satu pesan membuatnya binggung.
Aku tak pulang karena harus mengurusi Randi yang kini tengah kritis jadi jangan menungguku dan jaga kesehatan mu sayang...
__ADS_1
Pesan itu yang membuat Dara binggung, bukankah semalam Dokter Indah bilang jika Rendi bersamanya selama 2 hari namun mengapa Rendi mengatakan hal yang berbeda dari Dokter Indah.
Siapa yang membohonginya ??? Rendi atau Dokter Indah.
Mencoba mengabaikan pemikiranya, Dara segera mengetikan pesan pada Tuan Rendi namun saat pesan akan dikirim tiba tiba ada menyenggolnya hingga menyebabkan ponselnya jatuh dan mati seketika.
"Aduhh .. maaaf Dara aku nggak sengaja, tadi mau ambil ponsel di tas. " ucap Siti yang ternyata adalah Siti pelakunya.
"Yah... ponselnya mati.. " ucap Dara saat mengambil ponselnya yang jatuh kemudian mencoba menghidupkan ponsel jadul itu namun sayangnya sudah tak bisa.
"Aku akan menggantinya jika kau mau " ucap Siti ddengan nada bersalahnya.
"Tak perlu, lagi pula memang ponselnya harus sudah diganti sejak dulu" ucap Dara tersenyum dan memasukan ponselnya kedalam tas.
"Tapi aku yang membuatnya jatuh dan rusak , kalau kamu mau menghubungi seseorang pake saja ponselku " ucap Siti yang mendapatkan gelengan dari Dara.
"Tidak usah, lagi pula aku tak hafal nomernya ??!!" ucap Dara.
"Memang siapa yang ingin kau hubungi ???" tanya Siti.
"Ahh tidak .." ucap Dara yang hanya diangguki oleh Siti.
"Bagaimana ini , bagaimana jika Tuan Rendi mencarinya, bahkan ia saja tak meninggalkan pesan tadi huh..." batin Dara .
...
Rendi bangun dan Indah sudah tak ada di ranjangnya, mungkin ia sudah bangun atau sudah pulang batin Rendi.
Menghela nafas dan saat Rendi ingin bangun , pintu kamarnya terbuka dan masuklah Indah masih mengenakan piyama satin nya.
"Kau sudah bangun ? aku sudah membuatkan mu kopi dan sarapan " ucap Indah yang kini bergelayut manja didada bidang Rendi yang langsung malas.
"Mengapa kamu dan bukan Dara ?" tanya Rendi.
"Dara pembantu kamu itu tak ada dikamarnya sejak pagi tadi, aku bangun memasak bahkan dia pergi begitu saja tidak mau membantu " ucap Indah masih bergelayut manja.
"Pergi ??? pergi kemana ??" tanya Rendi berkerut alis.
"Entahlah dia bilang mau bertemu teman nya dan katanya sudah ijin dengan mu , memmangnya kapan dia ijin denganmu ??? apa semalam kamu sempat mengobrol dengam nya ???" tanya Indah menbuat Rendi sedikit gelagapan.
"Tidak.... bukan nya semalam aku disampingmu terus ???" ucap Rendi dan Indah hanya mengangguk.
"Sudahlah tak usah dibahas yang penting aku sudah membuatkan mu sarapan," ucap Indah.
"Kemana Dara pergi sepagi ini ??? Apa Dara kabur ??? Apa Dara masih marah ???"batin Rendi nampak melamun .
"Apa yang kau pikirkan sayang ???" tanya Indah melihat Rendi melamun.
"tidak ada...aku ingin mandi.." ucap Rendi.
__ADS_1
"Ayo mandi bersama..." ucap Indah membuat Rendi terkejut.
"Tidak...aku sedang tidak ingin " ucap Rendi dingin.
"Apa kau jijik denganku sekarang ??? kau akhir akhir ini bahkan sudah tak pernah menyentuhku " ucap Indah kesal.
"Aku ingin menahan nya sampai kita menikah " ucap Rendi.
"Kau ingin menikahi ku ???" tanya Indah dengan wajah penuh harap.
"Tentu saja... sudahlah aku ingin mandi " ucap Rendi yang diangguki oleh Indah , Rendi memasuki kamar mandi dan terlihat Indah tersenyum puas.
Selesai mandi Rendi melihat sudah tak ada Indah disana dan saat keluar ternyata Indah sudah duduk dimeja makan dan sudah mengenakan pakaianya lengkap.
"Kau tak mandi ?" tanya Rendi heran.
"Aku tadi sudah mandi" ucap Indah sibuk menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.
"Ahhh begitu, aku pikir kamu belum mandi " ucap Rendi.
"Segera habiskan sarapan mu " ucap Indah yang diangguki oleh Rendi.
Keduanya menikmati sarapan nasi goreng yang sudah tak hangat lagi.
"Apa ini benar kamu yang masak ???" tanya Rendi .
"Tentu saja..." ucap Indah cuek.
Tapi kenapa rasanya seperti masakan Dara batin Rendi terus menghabiskan makanannya.
Selesai makan Indah nampak sibuk menggeledah isi tasnya bahkan mengeluarkan semuanya dengan wajah panik membuat Rendi heran.
"Kenpaa sih ???" tanya Rendi penasaran.
"Dompet aku nggak ada... tadi malem masih disini.." ucap Indah panik.
"Coba di inget inget dulu sapa tau lupa atau ketinggalam di mobil " ucap Rendi yang kini mendekati Indah.
"Enggak mungkin, aku inget semalem ngasih uang Dara buat beli makan malam juga ambil di dompet" ucap Indah nampak panik.
"Ya coba dicari dulu " ucap Rendi.
"Jangan jangan pembantu kamu yang ambil soalnya tadi gelagatnya aneh banget " ucap Indah yang langsung membuat Rendi marah...
"Jangan sembarangan nuduh kamu !!!' marah Rendi.
Bersambung...
Jangan lupa.like vote dan komen...
__ADS_1
baca cerita aku yang lain yaa
Sekertaris culun milik ceo tampan