My Maid My Wife

My Maid My Wife
79


__ADS_3

Saat Dara sedang asyik menyirami tanaman ditaman belakang mansion, Ponsel Dara yang ada disaku celemeknya berbunyi membuat Dara menghentikan aktifitasnya.


Dara melihat layar ponsel menampilkan nomer baru yang masuk dan Ia tak tau nomer siapa itu.


Dari pada penasaran, Dara menggeser tombop hijau untuk menerima panggilan.


"Halo... ini siapa?" Tanya Dara.


"Ini.. Gue... Si-Siti." kata suara yang ada diseberang sana membuat Dara sedikit terkejut namun Ia juga senang karena mantan sahabatnya itu menghubunginya.


"Siti... ada apa? tumben kamu nelpon aku?" tanya Dara.


"Ada yang mau aku ceritain ke kamu, kita bisa nggak ketemu?" tanya Siti.


"Bisa sih, tapi masalah apa?" tanya Dara sedikit ragu.


"Kamu nggak perlu khawatir, aku nggak ada niat jahat kok sama kamu." kata Siti yang cukup mengerti keraguan Dara.


"Maaf aku nggak bermaksud gitu, ohh ya kita mau ketemu dimana?"


"Ditaman yaa, tapi mungkin agak sore soalnya aku baru mau perjalanan kekota." jelas Siti.


"Iya udah nggak apa apa, nanti kabarin aja."


"Iya." Siti mematikan panggilan nya.


Dara memeluk ponselnya, sejujurnya ada sedikit rasa khawatir bertemu dengan Siti, Ia takut jika Siti berniat tidak baik atau ingin mencelakainya lagi, namun entahlah rasa penasaran nya sangat besar tentang apa yang akan Siti katakan padanya.


Siti sedikit lega setelah Dara mau menemuinya, Siti yakin Dara pasti mau membantunya, Siti juga sudah sadar selama ini dirinya memang iri dengan Dara hingga Ia sering kali berbuat jahat pada Dara.


Namun setelah semua yang Ia alami kini mungkin ini teguran dari Tuhan agar Dia tak kembali berbuat jahat.


"Lo mau kemana?" tanya Fitri yang memasuki kamar Siti melihat Siti sudah bersiap akan pergi.


"Aku kayaknya nggak bisa kerja kayak kamu, maafin aku yaa." kata Siti takut Fitri marah.


"Santai aja kali, gue tau nggak semua orang suka sama kerjaan kayak Gue ini." jelas Fitri "Trus Lo dah tau mau kemana?" tanya Fitri.


"Mungkin Gue mau kerja dikota, kata temen Gue ada yang lagi nyari asisten.." jelas Siti.


"Ya udah gue anter."

__ADS_1


"Eh nggak usah, Lo kan harus istrirahat."


"Nggak apa apa, lagian gue juga sekalian dapet bokingan orang kota, ya udah kalau gitu gue siap siap dulu." kata Fitri yang beranjak dari kamar Siti.


Siti hanya bisa geleng geleng kepala, Heran melihat Fitri yang masih sanggup melayani pria hidung belang padahal semalaman dia sudah melayani dua pria sekaligus.


Setelah Fitri siap, kini Siti dan Fitri sudah berada didalam mobil dan akan berangkat kekota.


"Lo nggak capek emang nya?" tanya Siti melihat Fitri terlihat sudah segar padahal hanya beberapa jam tidur.


"Nggak sih, Gue udah biasa, sorry ya kalau semalem gue berisik, pasti ganggu tidur Lo ya." kata Fitri sambil terkekeh.


"Nggak kok, justru gue yang makasih, Lo udah mau ngasih tumpangan gue tidur." kata Siti dan Fitri hanya mengangguk.


"Lo nggak pengen berhenti dari kerja kayak gitu?" tanya Siti penasaran dan Fitri hanya terkekeh.


"Nggak lah, Gue seneng sama kerjaan gue, gue bisa dapet uang banyak sekaligus cari kepuasan." jawab Fitri yang hanya membuat Siti melonggo.


"Gue tu hypersex .. jadi nggak main sehari aja rasanya nggak betah, jadi lebih baik gini kan gue bisa dapet uang, gue juga bisa muasin diri gue." Jujur Fitri Membuat Siti kini mengerti.


"Sorry kalau gue tanya masalah kayak gini."


"Santai aja lagi, gue kemaren nggak bermaksud mau ngajak ke neraka bareng gue, cuma gue kasian aja ngeliat kondisi Lo dan Gue pikir ini bisa bantu Lo, tapi Lo malah nggak mau."


"Gue udah nggak percaya yang namanya cinta, bullshit banget apalagi sayang ke cowok." kata Fitri yang terlihat memiliki masa lalu kelam.


"Ya gue tau, nggak semua cewek memiliki perasaan yang sama." kata Siti.


Sepanjang perjalanan mereka membicarakan masalah apapun hingga tak terasa mereka sudah sampai ditaman tempat Siti akan bertemu dengan Dara.


"Yakin Lo mau ketemu sama temen Lo disini?" tanya Fitri saat menghentikan mobilnya didepan Taman.


"Iya gue janjian disini, makasih banyak ya, Lo dah mau nganter Gue." kata Siti


"Eh bentar, nih buat Lo." kata Fitri memberikan beberapa lembar uang ratusan pada Siti "Seegaknya ini bisa buat nyari tempat dan makan sampai Lo dapet kerjaan." jelas Fitri.


"Enggak usah, Lo udah bantuin gue kayak gini aja gue dah seneng." kata Siti merasa tak enak.


"Lo terima aja kalau Lo masih nganggep gue temen Lo, dan juga kalau Lo butuh bantuan apapun hubungin nomer gue." kata Fitri.


Siti akhirnya pasrah dan menerima uang Pemberian dari Fitri.

__ADS_1


"Makasih banyak, Lo dah baik sama gue." kata Siti terlihat ingin menangis.


"Apaan sih nggak usah ngedrama deh, Lo jaga diri baik baik ya." kata Fitri yang hanya diangguki oleh Siti.


Siti pun keluar dari mobil dan mobil Fitri melaju meninggalkan taman. Siti bersyukur sekali setidaknya masih ada orang baik yang membantunya disaat Ia sedang kesusahan seperti ini.


Segera Siti mengambil ponselnya untuk menghubungi Dara.


Dara yang baru keluar dari kamar mandi, mendengar ponselnya berbunyi, dilihatnya nomer Siti yang menghubunginya.


"Halo... gimana jadi ketemu?" tanya Dara.


"Jadi, gue udah ditaman deket mansion Tuan Sanjaya." kata Siti.


"Ohh oke habis ini gue kesana." kata Dara mematikan panggilan lalu bersiap.


Setelah selesai bersiap, Dara melihat sudah pukul 4 sore, 2 jam lagi Rendi pulang, sepertinya Dara harus menelepon Rendi agar Ia tak khawatir jika sewaktu waktu pulang lebih awal.


"Pak, anterin ke taman deket mansion Papa ya." kata Dara pada supir yang memang Rendi sediakan untuk Dara jika ingin keluar.


"Baik Non."


Dara pun sudah memasuki mobil dan mobil segera dilajukan menuju taman yang letaknya tak jauh dari mansion nya.


Berkali kali Dara menghubungi Rendi namun nomer Rendi selalu saja sibuk, karena tak bisa menghubungi Rendi akhirnya Dara hanya mengirim pesan pada Rendi.


...Aku keluar sebentar ketemu temen, dianter sama sopir. ...


Setelah mengirimkan pada Rendi, Dara memasukan ponselnya ke dalam tas.


"Disini aja pak, itu temen saya didepan." kata Dara melihat Siti berdiri didepan taman dan terdapat koper disampingnya.


"Saya tunggu disini ya Non." kata Sopir Dara.


"Ya udah pak, saya bentar kok nggak lama." Jelas Dara keluar dari mobil dan langsung menemui Siti.


"Siti..." sapa Dara yang langsung mendapatkan senyuman dari Siti.


"Sorry ya Gue lama." kata Dara.


"Engg-emggak apa apa kok." Siti terlihat Kikuk menanggapi Dara yang masih terlihat baik padahal Ia selama ini sudah jahat pada Dara.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN ...


__ADS_2