My Maid My Wife

My Maid My Wife
19


__ADS_3

Dara menyusuri lorong klinik dengan nada kecewa, tentu saja kecewa karena hari ini obatnya sudah habis namun masih belum bisa memeriksakan kandungan.


"Padahal Mama ingin liat keadaan kamu nak" ucap Dara kecewa.


Sedangkan itu didalam Ruanganya Dokter indah nampak melamun, ya ia memang sengaja membatalkan jadwal prakteknya hari ini setelah mengetahui ada nama Dara disalah satu berkas pasien yang harus diperiksa.


Indah tak peduli jika ia dianggap tak profesional karena memang ia masih belum bisa untuk bertemu dengan Dara.


Ya ia masih sangat sangat marah dengan Dara karena jika ia rasakan lagi Randi kekasihnya berubah setelah Dara menjadi pembantu Randi.


Indah akan mencari tau segalanya sendiri, setidaknya ia bisa tau apa yang terjadi diantara Randi dan Dara yang tidak ia ketahui.


....


Dara berjalan disebuah taman kota , seusai dari klinik Dara memang ingin mampir jalan jalan dulu sebelum pulang.


Tak sengaja ia melihat penjual es cendol yang nampak menyegarkan disiang yang terik ini.


Segera Dara menghampiri penjual es Cendol yang menarik perhatianya itu kemudian memesan satu gelas.


"Bang es cendolnya satu" ucap Dara dan diangguki oleh abang abang penjual es cendol.


Setelah pesanan Dara datang tanpa menunggu waktu lama ia langsung menghabiskan es cendol itu.


"Lagi ngidam ya neng ???" tanya Abang es cendol.


"kok abang tau ??" tanya Dara saat membayar es cendolnya.


"Abis minumnya semangat banget neng trus pake ngelus ngelus perutnya" ucap Abang penjual bakso yang langsung disenyumin oleh Dara.


Selesai membayar Dara pun segera memesan ojek online lewat ponselnya namun tanpa sengaja ia menabrak seseorang.


"Duh ada Nyonya Randi ternyyata..." ucap Siti , yang ternyata tak sengaja ditabrak oleh Dara kala Dara sibuk melihat ponselnya.


"Siti... kamu apa kabar ???" tanya Dara tampak sumringah melihat teman yang dulu pernah dekat dengan nya itu.


"Nggak usah sok akrab deh lo.." ucap Siti judes.


"Hmm ya sudah..." ucap Dara tak ingin memusingkan ucapan Siti dan langsung ingin pergi.


"Istri orang kaya kok kemana mana jalan kaki... kasian banget. .." ucap Siti mulai julid.

__ADS_1


Dara pun tak mengubris ucapan Siti dan malah pergi meninggalkan siti membuat siti kesal karena Dara tak terpancing oleh ucapanya.


....


Sesampainya diapartemen Dara segera merebahkan tubuh lelahnya di ranjang . Saat hendak memejamkan mata terdengar bunyi ponsel yang ia geletakan dimeja.


Segera ia melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata adalah nomer baru , Dara penasaran siapa yang meneleponya padahal ia tak tahu nomer siapa itu.


"Haloo .." ucap Dara menjawab nomer yang belum ia kebal itu.


"Bagaimana perkembangan janin nya ??? " tanya seseorang ditelepon membuat Dara terkejut mendengar suara yang meneleponya itu.


"Tuan Randi ????" tanya Dara nampak ragu mnamun Dara yakinn itu suara Tuan Randi.


"Ya ... ini aku ... jadi bagaimana ???" tanya Randi .


"Maaf tuan saya belum jadi memeriksakan kandungan saya " ucap Dara lirih.


"Kenapa ??? apa terjadi sesuatu ..." tanya Randi dengan nada khawatir.


"tidak Tuan , saya baik baik saja , hanya saja Dokter Indah tiba tiba ada pasien dan harus segera ditanggani jadi membatalkan jadwal pemeriksaan ..." ucap Dara.


"Ohh... jadi seperti itu, bukankah aku sudah merekomendasikan dokter terbaik untukmu, kamu malah kekeh memeriksakan pada Indah" ucap Randi jengah.


"Ya sudah, nanti malam jangan menungguku pulang, tidurlah lebih awal" ucap Randi.


"Baiklah Tuan" jawab Dara ragu, sebenarnya Dara ingin menanyakan mengapa namun ia urungkan.


"Nanti malam aku tak pulang ..." ucap Randi.


"Kenapa Tuan ??? " akhirnya Dara menanyakan karena penasaran.


"Aku akan ke luar kota selama 2 hari jadi jaga dirimu baik baik yaa " ucap Randi


"Baiklah Tuan, apa perlu saya antarkan barang barang yang akan dibawa Tuan ???..." tanya Dara, entah mengapa rasanya sedikit kecewa melihat Randi tak pulang.


"Tidak perlu... Ya sudah aku tutup teleponya " ucap Randi kemudian sambungan telepon terputus.


Dara pun menghela nafas kemudian sebuah ide muncul diotaknya.


"Mumpung Tuan Randi pergi apa lebih baik aku ke rumah sakit merawat Tuan Rendi ???" batin Dara.

__ADS_1


....


Dara berjalan menyusuri rumah sakit, ya setelah tadi siang dia memikirkan matang matang akhirnya ia memutuskan untuk kerumah sakit tanpa sepengetahuan dari Randi, sebenarnya jika Tuan Randi tau pun mungkin akan mengijinkan namun ia hanya merasa tak enak saja.


"Lohh... Dara kamu ngapain kesini ???" Tanya Nyonya sanjaya sesaat setelah Dara memasuki ruang inap Rendi.


"Anu Nyonya, saya merasa sepi diapartemen karena Mas Randi keluar kota selama 2 hari makanya saya memutuskan untuk menemani nyonya menjaga Tuan Rendi.." ucap Dara.


"Ya ampun... pantesan aja kamu kesini sendiri, padahal mama enggak apa apa lho sendiri, kamu kan juga lagi hamil sayang, mama nggak mau kamu kecapekan" ucap Nyonya Sanjaya yang menyebut dirinya mama pada Dara.


"Nggak apa apa kok ma..." ucap Dara kikuk.


"Nah gitu dong manggilnya mamah, jangan nYonya lagi..." ucap Nyonya Sanjaya sambil tersenyum.


Akhirnya pun keduanya duduk disofa yang disediakan dikamar inap itu.


"Mama cari makan malam dulu nggak apa apa, biar aku yang nemenin Rendi..." ucap Dara yang kini sudah terbiasa setelah mengobrol panjang lebar dengan Mamah Sanjaya.


"Mama belum laper lagian bentar lagi paling juga dianterin makan malam sama siti.." ucap Mamah sanjaya.


Wajah ceria Dara berubah menjadi malas mendengar nama Siti, ya tentu saja wanita itu akan sewot jika melihat Dara disini bersama mamah Sanjaya.


Dering ponsel milik Mamah Sanjaya berbunyi dan terlihat wanita berumur itu melihat ponselnya kemudian berdiri.


"Bentar mama angkat telepon dulu..."Ucap Mamah Sanjaya berjalan keluar ruangan.


Kini hanya ada Dara dan Rendi yang masih terbaring memejamkan mata.


Dara memberanikan diri mendekati Rendi karena Nyonya Sanjaya diluar.


Meskipun dalam keadaan koma , wajah Rendi nampak bersih dan terawat, Tentu saja karena ada nyonya Sanjaya disana yang menjaga sekaligus merawat Rendi setiap harinya.


Meskipun berkali kali Tuan Sanjaya menyuruh untuk mencari perawat yang akan merawat Tuan Rendi namun Nyonya sanjaya tidak setuju dan tetap ingin merawat sendiri.


Dara memandangi Rendi tak henti henti sambil.mengelus perutnya.


Dara melihat posisi tidur Rendi seperti tidak nyaman agak miring sebelah akhirnya Dara memutuskan membenarkan posisi tidur Rendi dan betapa terkejutnya Dara kala melihat bagian belakang leher Rendi ia tak menemukan tanda lahir yang dipunyai Rendi, Tanda lahir yang membuatnya Tau mana Rendi mana Randi.


Bukankah Tuan Rendi memiliki Tanda lahir dibelakang lehernya ??? batin Dara dan sekali lagi untuk menyakinkan dirinya Dara mengecek lagi namun sebuah suara mengejutkanya.


"Apa yang kamu lakukan Dara ????" ...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2