
"Sayang apa yang terjadi?" seseorang masuk dan mengucapkan kata itu, Randi pikir itu Dara namun jelas jelas bukan suara Dara.
Randi sudah kesal dengan penyakit yang tiba tiba saja datang kini ia bertambah kesal dengan kedatangan seseorang yang tak diinginkan oleh Randi.
"Aku baik baik saja, hanya pusing." jawab Randi malas.
"Aku sangat khawatir ketika Dara menghubungi ku dan mengatakan jika kamu sedang sakit." kata Indah yang kini duduk diranjang milik Randi.
"Ohhh jadi gadis itu yang memanggil Indah, baiklah sepertinya aku harus memberikan hukuman untuknya nanti karena membuat kepala ku semakin sakit." batin Randi kesal.
"Aku tidak apa apa, hanya sakit kepala biasa jadi kamu tak perlu sekhawatir itu." kata Randi.
"Tidak apa apa bagaimana, badan kamu demam sekali, apa yang kamu lakukan semalam hingga bisa demam seperti ini, semalam kamu juga tak menghubungiku." kata Indah kesal.
"Aku hanya kerumah sakit untuk melihat keadaaan Rendi, sudahlah kembalilah ke klinik, aku tau kamu sibuk dan aku memang tidak apa apa." kata Randi malas.
"Aku hari ini mengambil cuti dan akan menemani mu." kata Indah yang membuat Randi semakin kesal.
Tentu saja kesal, ia ingin seharian dirumah dengan tenang namun jika ada Indah tentu saja semuanya tak akan menjadi tenang karena Indah pasti akan mengoceh menceritakan semua yang tak ia sukai.
"Terserah kau saja." kata Randi kesal kemudian memejamkam mata.
Indah hanya menghela nafas melihat sikap cuek Randi kepadanya, jujur Indah juga heran mengapa Randi akhir akhir ini berbeda sikapnya terasa Dingin jika Pada Indah, padahal dulu Randi sangat perhatian dan penyayang.
Pintu terketuk dan Indah segera membuka pintu sedangkan Randi sedikit melirik tau jika Dara yang sedang mengetuk pintu.
"Saya membuatkan bubur untuk Tuan muda nona." Dara nampak membawa nampan berisi bubur plus pelengkap nya itu.
"Ahh iya terimakasih, aku akan menyuapinya." kata Indah menerima nampan yang dibawa Dara.
"Ohh iya, bisakah ambilkan air minum untuk Randi agar dia bisa meminum obat setelah makan bubur ini." jelas Indah.
"Baik nona, akan saya ambilkan." kata Dara yang kemudian meninggalkan pintu kamar Randi.
Sejujurnya Dara sedikit tak nyaman, jika dirasakan dirinya istri Randi bukankah seharusnya dirinya yang merawat Randi namun mengapa harus wanita lain yang merawat Randi? kesal dengan dirinya sendiri Dara memukul kepalanya menyadarkan status dirinya memang istri Randi namun hanya sebatas status kenyataan nya pun Randi telah memiliki kekasih.
Dara membuang semua pikiranya mengenai Randi kemudian bergegas kedapur untuk mengambil segelas air pesanan Dokter Indah.
Sedangkan itu Indah nampak telaten menyuapi Randi, walaupun awalnya tadi Randi sempat ogah ogahan namun setelah dipaksa oleh Indah pun ia akhirnya menurut dari pada harus mendengar ocehan dari indah.
__ADS_1
"Aku sudah kenyang." Randi nampak memalingkan muka kala Indah menyodorkan sesedok bubur ke mulutnya.
"Sedikit lagi, baru juga dua sendok." paksa Indah namun tetap Saja Randi tak mau hingga pintu kamar Randi kembali terketuk.
"Itu pasti air minumnnya." Indah bergegas membuka pintu untuk Dara.
"Ini nona." Dara nampak memberikan segelas Air putih untuk Indah.
"Terimakasih, istirahatlah jangan terlalu dipaksa untuk bekerja, kasihan janin kamu." tegas Indah pada Dara.
"Iya dokter, terimakasi." balas Dara dan Indah dan kemudian Dara kembali kedapur untuk membersihkan dapur yang baru saja ia gunakan untuk membuat bubur.
"Minumlah." kata Indah nampak menyodorkan beberapa pil untuk di minum Randi dan Randi hanya menurut saja.
Selesai meminum obatnya Randi kemudian berbaring kembali diranjangnya sedangkan Indah masih sibuk memasukan peralatan perikasa nya.
Selesai membenahi peralatan nya , Indah pun ikut berbarin disamping Randi, menatap wajah tampan Randi yang memejamkan matanya.
Tak terasa keduanya memejamkan mata bersamaan.
...
Sepertinya minum es air kepala akan menyegarkan tenggorokanya batin Dara, segera Dara meluncur untuk mencari penjual Es Air kelapa, dan Dara harus ijin dulu dengan Tuan nya agar nanti tak mencarinya.
Sedikit Ragu Dara mengetuk pintu kamar Randi cukup lama namun tak mendapat sahutan, karena tak ingin menganggu Akhirnya Dara pun keluar apartemen tanpa ijin.
..
Randi yang merasa sakit kepalanya sedikit berkurang akhirnya membuka matanya dan cukup terkejut melihat Indah berada disampingnya dan memejamkan mata.
Jadi Indah disini sejak tadi? batin Randi, namun Randi tak mengubris kekasihnya itu dan malah pergi keluar kamar.
Randi melihat kanan kiri area apartemen nya sangat sepi
"Apakah Dara tidur? batin Randi kemudian membuka kamar Dara namun sayangnya kamar kosong.
Randi pun keluar mengelilinggi apartemen nya namun kosong, kemana Dara? batin Randi.
Dan saat Randi berdiri didepan sofa sambil kebinggungan dimana Dara tak selang berapa lama ia mendengar suara pintu terbuka.
__ADS_1
Segera Randi menghampiri pintu yang ternyata memang Dara yang terlihat membawa bungkusan plastik entah apa isinya.
"Lho tuan kok disini?" tanya Dara yang terkejut melihat Randi berdiri didepan pintu.
"Dari mana kamu!" Tanya Randi dingin.
"Maaf Tuan saya habis beli es kelapa muda, tadi saya mau ijin tapi Tuan tak merespon ketukan pintu, saya pikir Tuan tidur jadi saya tidak pamit." kata Dara sedikit takut.
"Kenapa harus berangkat sendiri, kenapa tidak memesan lewat aplikasi saja?" tanya Randi lagi.
"Saya juga ingin keluar jalan jalan, sekali lagi maaf Tuan." Dara.
"Itu apa?" tanya Randi menunjuk plastik yang dibawa Dara.
"Bakso dan es kelapa muda Tuan." jawab Dara nampak memperlihatkan bungkusan plastik yang ia bawa.
"Buka, saya juga mau." kata Randi sambil berjalan menuju meja makan sedangkan Dara sedikit melonggo mendengar ucapan Randi, bagaimana Tidak jika ia hanya membeli seporsi untuk dirinya sendiri.
Dara tampak berjalan menghampiri Randi dimeja makan sambil mengelus perutnya.
Tanpa protes Dara menyajikan bakso dan Es Kelapa muda yang ia bawa kedalam mangkuk dan tanpa menunggu lama Randi langsung menyantap bakso dan Es kelapa muda, entah mengapa saat mendengar makanan yang dibawa oleh Dara, Randi seketika langsung menginginkanya.
Dara melihat Randi yang menyantap bakso begitu lahap serta menyeruput es kelapa muda yang terlihat menyegarkan seketika kesal sendiri.
Bagaimana tidak ia keluar panas panas untuk membeli makanan yang ia inginkan namun malah dimakan oleh Tuan nya namun mau bagaimana lagi ia juga tak berani membantah.
"Tau gitu tadi makan ditempat aja" batin Dara masih kesal.
"Sumpah ini enak banget" puji Randi dan Dara hanya memutar bola matanya malas.
"Makasih ya kamu baik banget deh pake bungkusin bakso buat aku, " ucap Randi dengan santainya.
"Sebenarnya itu bakso saya Tuan, saya nggak tau kalau Tuan juga suka , makanya saya cuma beli satu dan memang rencana mau makan diapartemen." kata Dara kesal membuat Randi terkejut setengah mati.
"Jadi ini bakso kamu?" tanya Randi merasa tak enak hati karena menghabiskan semamgkuk bakso milik Dara tanpa tersisa.
Bersambbung....
janga lupa like vote dan komen
__ADS_1