
Rendi meletakan ponselnya diatas nakas, setelah ia berhasil menghubungi seseorang.
Rendi harus melakukan sesuatu agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sebenarnya Rendi percaya jika bukan Dara yang melakkukan ini karena ia sangat yakin Dara bukanlah tipe wanita yang suka menghambur hamburkan uang dengan gila belanja namun Rendi juga Ragu jika Indah yang melakukan ini semua untuk apa ??? tidak ada untungnya juga buat Indah.
Hanya memikirkan masalah seperti ini saja sudah membuat Rendi melupakan pekerjaan pentingnya.
Sial... batin Rendi.
Rendi keluar kamar dan melihat apartemen nya sepi, kemana Dara ???" batin Rendi.
Rendi mencoba memasuki kamar Dara dan tak ada disana lalu mencari ke dapur dan segala ruangan diapartemen nya namun ia tak menemukan Dara.
"Kemana Dara ??? guman Rendi sedikit kesal, baru saja wanita itu pulang sudah pergi lagi dan tak ijin dengan nya , namun setelah dipikir pikir ini semua juga salah Rendi karena Rendi tak bisa membela Dara didepan Indah dan malah meninggalkan masuk dikamar.
Mungkin Dara pikir Rendi marah dengan nya padahal Rendi tak marah dengan Dara, justru ia percaya Dara tak mungkin melakukan hal kotor seperti itu.
Dia hanya harus mencari bukti alasan Indah melakukan itu semua apa.
Sementar itu Dara nampak duduk ditaman sebuah panti asuhan yang letaknya tak jauh dari apartemen Rendi.
Sebenarnya sudah lama Dara ingin kesini saat melewati depan panti asuhan itu namun baru hari ini ia baru bisa kesana dan membawa kue yang tadi ditinggal oleh Siti.
Karena cukup sayang jika kue sebanyak itu harus dibuang lebih baik ia berikan pada orang yang membutuhkan , contohnya anak anak panti yang terlihat lahap dan senanng sekali mendapatkan kue gratis ini.
Sesekali Dara mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit karena janin yang didalam sudah mulai bergerak. Mungkin dia ingin ikut main dengan anak anak itu batin Dara.
Cukup lama Dara dipanti asuhan dan udara sudah mulai panas , tentu saja panas karena ini sudah siang hari panasnya manjadi semakin terik.
Setelah Dara pamit dengan pemilik panti asuhan, Segera Dara berjalan pulang menuju apartemen walaupun sebenarnya Dara masih malas untuk pulang melihat Rendi yang mungkin saja mendiami nya .
Sesampainya diapartemen Dara dikejutkan oleh dua orang pria yang tengah bekerja memasang sesuatu dikamarnya , entah apa yang ia pasang Dara tak tau yang jelas disana juga ada Rendi yang yang memberi pengarahan pada dua pria itu.
"Kau sudah pulang ??? " tanya Rendi ramah membuat Dara terkejut karena ia pikir Rendi akan memarahinya atau mendiaminya.
"Ya...apa yang mereka lakukan dikamarku ??" tanya Dara penasaran.
__ADS_1
"Kau habis dari mana ??" tanya Rendi tak mengubris ucapan Dara.
"Aku dari Panti Asuhan belakang apartemen " ucap Dara.
"Untuk apa kesana ???" tanya Rendi lagi.
"Hanya memberi kue yang tadi tidak dibawa oleh Siti , banyak sekali dan sayang jika dibuang" ucap Dara.
"Ahhh jadi tadi itu hanya kue ???" ucap Rendi paham dan Dara hanya mengangguk.
"Apa yang mereka lakukan dikamarku ???" tanya Dara yang masih belum mendapat jawaban dari Rendi.
"Mereka memasang CCTV " ucap Rendi sedikit tak enak takut Dara berpikiran macam macam dan benar saja Dara memang terlihat terkejut.
Raut wajah yang tadinya terlihat biasa kini nampak shock mendengar ucapan Rendi.
"Apa Rendi tak mempercayai ku hingga harus memasang CCTV , jadi Rendi juga menganggapku pencuri" batin Dara ingin menanangis namun ia tahan.
"Hey apa ada yang sakit sayang ??? tiba tiba kau terlihat pucat " ucap Rendi yang kini memegang Dahi Dara untuk mengecek suhu tubuh Dara.
"Aku hanya sedikit pusing" ucap Dara padahal sebenarnya ia sedang menahan agar tak menangis.
"Apa tidak apa apa ???" tanya Dara.
"Tentu saja Tidak sayang.." ucap Rendi kembali mengatakan sayang.
"Ya baiklah... " ucp Dara.
"Aku akan menyusul setelah ini selesai" ucap Rendi yang hanya diangguki oleh Dara dan Dara segera menuju kamar Rendi. Entahlah Dara hanya merasa sedang malas menatap Rendi yang juga menganggapnya pencuri, Dara pikir Rendi aka lebih mempercayai nya dari siapapun nyatanya Rendi malah menganggapnya seperti itu.
Setelah dua orang suruhan nya itu selesai memasang Cctv , segera Rendi memasuki kamarnya, rasa nya tak sabar ingin memeluk Dara.
Rendi memasuki kamarnya, melihat Dara meringkuk dan menangis???.
Pasti Dara masih sedih, batin Rendi kemudian mendekati Dara dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Sudah sayang jangan menangis lagi... hmmm ... kamu sedang hamil, aku tak ingin jika melihatmu sampai sakit" ucap Rendi yang membuat Dara semakin terisak.
Rendi membalikan tubuh Dara hingga kini mereka bertatapan , dilihatnya wajah Dara yang sembab karena air mata dan dibawanya Dara ke pelukan Rendi.
"Maaf ...maafkan aku yang masih belum berbuat apa apa " ucap Rendi sedih melihat wanitanya menangis.
"Apa kau tak takut padaku, karena menyuruhmu kekamarmu, aku bisa saja mencuri barang barang mahal mu dan seharusnya kau tadi mengusirku saja dari sini" ucap Dara sambil terisak.
"Hey... jangan berbicara seperti itu, aku mempercayai mu lebih dari siapapun sayang" ucap Rendi lembut.
"Benarkah ???" tanya Dara.
"Tentu saja sayang, aku percaya kamu tak akan melakukan itu semua" ucap Rendu mengelus puncak kepala Dara dan mengecupnya memberikan rasa Tenang untuk Dara.
"Lalu untuk apa harus memasang cctv dikamarku ??? " protes Dara sambil cemberut membuat Rendi gemas dibuatnya.
"Karena aku nggak mau ini semua keulang lagi, aku tahu bukan kamu yang melakukan ini semua, aku tau Indah sedang menjebak kamu tapi aku nggak cukup bukti buat ngebelain kamu syaang, makanya aku pasang Cctv agar jika sampai Indah nglakuin kayak gini lagi aku udah punya bukti" jelas Rendi yang membuat Dara lega terynta Rendi mempercayainya.
"Mungkin dokter Indah cemburu dengan ku karena kamu jarang perhatian sama Dia" ucap Dara.
"Maybe... tapi aku juga nggak bisa kalau harus perhatian dengan dia karena dia bukan kekasihku dan aku nggak mau punya kekasih manja kayak dia " ucap Rendi dengan raut wajah malas.
"Ya aku tau.." jawab Dara yang kini sudah tak menangis lagi.
"Jadi barusan kamu nangis karena kamu ngira aku pasang CCtv karena nggak percaya sama kamu ??" tanya Rendi yang langsung diangguki oleh Dara.
"Karena kalau kita dituduh yang nggak kita lakuin itu sakit banget... aku dari kecil memang orang miskin dan hidupku susah tapi aku nggak pernah ngambil milik orang lain karena itu memang bukan hak ku" ucap Dara kembali sediih.
"Iya sayang.. aku percaya sama kamu.. maaf kamu harus ngalamin kejadian ini sampai harus ditampar, aku harap kamu bisa sabar ya sayang, " ucap Rendi yang mengelus pipi Dara bekas tamparan Indah.
"Sabar sampai Randi sadar dan aku akan membahagiakan kamu" ucap Rendi memeluk Dara posesif.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komenn yaaa..
__ADS_1
dan jangan lupa mampir ke cerita terbaru aku judulnya Sekertaris culun milik ceo tampan.
thankyou readersss...