My Maid My Wife

My Maid My Wife
31


__ADS_3

Malam ini akhirnya Rendi bisa pulang setelah hampir 2 hari lamanya ia tak pulang karena sibuk dengan pekerjaan kantor dan urusan Randi namun selama 2 hari pula Rendi tak bisa menghubungi Dara, entahlah Rendi juga binggung mengapa ponsel wanita nya itu susah sekali dihubungi.


Hari ini Rendi pulang , ia ingin melampiskan Rasa rindunya yang sempat tertunda selama 2 hari ini, malam ini ia tak akan membiarkan Dara tidur dengan nyenyak.


Rendi memasuki apartemen berniat ingin segera menemui Dara tapi ia malah dikejutkam oleh keberadaan Indah yang kini sudah duduk di sofa miliknya.


"Hai sayang??? baru pulang ???" tanya Indah yang kini sudah memeluk Rendi.


"Kamu kok bisa disini ???" Tnya Rendi yang tengah celinggukan mencari seseorang.


"Kenapa memang ?? Apa aku tak boleh kesini menemui kekasihku ???" tanya Indah menatap Rendi yang sepertinya gelisah, matanya terlihat mencari kesana kemari.


"Bukan begitu, ahh ya kenapa sepi sekali, " ucap Rendi.


"Kamu mencari Dara ??? aku sedang menyuruhnya membelikan makan malam" ucap Indah.


"Kenapa harus mencarinya ??? dia kan sedang hamil " ucap Rendi sedikit emosi.


"Kenapa marah ? bukankah tugas pembantu memang harus disuruh suruh??!" tanya Indah sedikit curiga.


"Sudahlah ..aku mau mandi dulu.." ucap Rendi meninggalkan Indah terlihat Indah tersenyum licik.


Flashback...


Indah berjalan lenggak lenggok keluar dari sebuah lift dan berhenti didepan pintu apartemen, ya apartemen Rendi.


Segera ia memasuki apartemen dengan sandi yang ia tau.


Indah masuk dan ada seorang wanita yang cukup terkejut dengan kedatangannnya.


Ya dia adalah Dara.


"Dokter Indah..." sapaa Dara dengan nada sedikit terkejut.


"Hay Dara bagaimana kabarmu ?" tanya Indah.


"Baik Dokter " ucap Dara sedikit kikuk.


"Maafkan aku kemarin belum sempat memeriksamu karena aku mendadak ada operasi" jelas Dokter Indah.


"Iya tak apa Dokter...Apa dokter kemari ingin bertemu dengan Tuan Randi ?" Tanya Dara.


"Tentu saja.. apa dia belum pulang ??" tanya Indah.

__ADS_1


"Sudah 2 hari Tuan tidak pulang Dokter " ucap Dara membuat Indah sedikit terkejut namun segera ia hilangkan.


"Ahhh iya selama 2 hari ini dia bersamaku" ucap Indah dengan nada pamer membuat Dara sangat terkejut dan sakit. Indah yang melihat perubahan Raut wajah Dara sedikit senang karena berhasil menipu Dara.


"Saya pikir Tuan sibuk, apa Dokter mau minum sesuatu ???' tanya Dara mengalihkan pembahasan tentang Rendi, sungguh Dara tak ingin mengetahui secara lebih karena ia tak ingin lebih sakit dari sekarang.


"Tak usah , tapi maukah kamu membelikan aku makan malam ?, aku lupa mampir tadi sebelum kesini " ucap Indah.


"Tentu saja Dokter..."


"Ini alamat dan uangnya.. kamu belilah 3 porsi untuk Randi, aku dan Kamu.." ucap Indah memberikan secarik kertas dan beberapa lembar uang.


"Baiklah dokter , aku akan pergi sekarang" ucap Dara menerima kertas dan uangnya.


Terlihat Indah tersenyum licik kala melihat kepergian Dara.


Indah duduk disofa dan kini menantikan kekasihnya pulang.


**flashback off....


Dara keluar dari sebuah restoran dan nampak membawa bungkusan plastik yang berisi makanan.


Dara kini tengah menunggu ojek online yang ia pesan.


"Dara ..." panggil seseorang dari belakang.


"Hay apa kabar ??" tanya Siti yang semakin membuat Dara binggung.


"Baik .. kamu kok???" tanya Dara sedikit tak enak menanyakan mengapa ia sekarang baik.


"Aku mau mintaa maaf kalau selama ini aku selalu jahatin kamu, aku nyeesel ternyata selama ini kamu yang benar" ucap Siti menunduk sedih.


Terlihat senyum sumringah Dara menyambut permintaan maaf dari Siti.


"Aku seneng akhirnya kamu sudah tau ... maafin aku juga yaa " ucap Dara dan kini keduanya berpelukan.


Tak berapa lama ojek online pesanan Dara pun datang.


"Maaf ya kita ketemu lagi kapan kapan aku buru buru soalnya " ucap Dara yang diangguki oleh Siti.


"Kapan kapan aku main ke apartemen mu yaa ?" tanya Siti membuat Dara yang hendak mengenakan helm sedikit terkejut namun setelahnya ia tersenyum.


"Iya aku tunggu ya " ucap Dara kemudian Siti melambaikkan tangan pada Dara yang kini tengah dibawa oleh ojek online pesanan nya.

__ADS_1


Setelah terlihat jauh Siti tersenyum licik.


Berbeda jauh dengan Rendi yang sebal melihat Indah yang sedari tadi membuntuti nya.


"Kok Dara lama banget sih ???" tanya Rendi.


"Iya soalnya aku nyuruh dia pesen makanan ditempat yang kemarin kita pernah kesana.." ucap Indah santai.


"Ya ampun Indah, disana kan jauh banget, kenapa sih nggak pesen lewat online aja " ucap Rendi geram.


"Ya nggak apa apa kan, emangnya aku nggak boleh ya nyuruh nyuruh pembantu kamu itu ??" Tanya Indah tak kalah kesal karena Randi terlalu mengkhawatirkan pembantu sialan itu.


"Bukan nya nggak boleh tapi kan kamu tau Dara itu sedang hamil aku nggak mau dia sampai kenapa napa" ucap Rendi.


"Kamu kok kayaknya khawatir banget sama dia, jangan jangan kamu punya hubungan ya sama dia???!" tanya Indah dengan raut kesalnya.


"Enggak bukanya gitu, aku cuma kasian lagian aku juga takut kalau samapi dia kenapa napa yang repot juga aku dia kan kerja disini" ucap Rendi.


"Dia itu nggak bakal kenapa napa toh aku yang lebih paham dan aku yang sering meriksa dia.." ucap Indah santai.


"Tapi kemarin kamu belum meriksa dia kan ???" protes Rendi.


"Dia ngadu sama kamu ?" tanya Indah tambah sebal dan matilah Rendi ia malah keceplosan seharusnya ia tak mengatakan itu.


"Ya ampunn ... enggak gitu... udahlah aku capek debat sama kamu" ucap Rendi yang kini duduk disofa sambil menyalakan tv.


"Kenapa karena kamu takut ketauan kalau punya hubungan sama pembantu sialan itu ???' tanya Indah marah dan membuat Rendi membanting remote tv mendengar Indah mengatakan pembantu sialan.


"Aku nggak ada apa apa sama dia jadi kamu nggak perlu nuduh aku sampai ngata ngatain kayak gitu" ucap Rendi marah membuat Indah semakin takut kemudian memeluk Rendi membuat Rendi semakin muak.


"Maaf jika aku udah keterlaluan, aku cuma takut kehilangan kamu sayang, akhir akhir ini kamu udah berubah banyak banget, udaah nggak perhatian lagi kayak dulu" ucap Indah masih memeluk Rendi membuat Rendi semakin kesal namun ia tahan.


"Kamu mau kan maafin aku ??" tanya Indah dan Rendi hanya mengangguk.


"Jangan marah lagi, jangan pernah tinggalin aku demi wanita lain, aku cuma takut, takut kamu sampai berpaling" ucap Indah.


"Nggak.. aku nggak bakal ngehianatin kamu" ucap Rendi.


Dasar pembohong jelas jelas kamu udah ngehianatin aku sama pembantu gatel itu" batin Indah kesal.


Mereka sedang asik berpelukan dan dikejutkan oleh seseorang yang baru saja memasuki apartemen dengan membawa bungkusan plastik yang juga sama terkejutnya saat melihat kedua sejoli didepannya sedang berpelukan.


"Dara ..."

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2