My Maid My Wife

My Maid My Wife
27


__ADS_3

Bukankah memang sudah kewajiban Anda bertanggung jawab karena memang ini benih ANDA TUAN RENDI YANG TERHORMAT??!!!!"


Kata yang sudah Dara tahan agar tak terucap akhirnya terucap juga...


Seketika Rendi hanya diam menatap Dara yang menahan untuk tidak menangis lagi ...


Jadi .. kamu Tau ???" tanya Rendi yang kini mulai gugup karena ucapan Dara.


"Apa karena aku hanya pembantu ? Apa karena aku bodoh jadi aku diperlakukan seperti ini ??? dan sekarang apa Anda mengatakan jika saya berselingkuh, memangnya selama ini Anda mengangap saya ada ? Menganggap janin ini ada dan menganggap pernikahan ini ada ??? jadi kenapa harus semarah ituu !!" ucap Dara yang membungkam Rendi.


"Dara...aku tak bermaksud... maafkan aku" ucap Rendi sedikit berbata.


Dara hendak pergi memasuki kamarnya namun ditahan oleh Rendi yang kini memeluknya.


Ya dia Rendi bukan Randi , akhirnya Dara bisa mengungkapkan kebenaran.


"Lepaskan saya Tuan , bukankah tak pantas Tuan memeluk ****** seperti saya ..." ucap Dara sedikit memberontak tapi bukanya dilepaskan malah pelukan Randi semakin erat.


"Maafkan aku sayang. " ucap Rendi yang menbuat Tangis Dara pecah, tangis yang sedari tadi ia tahan.


"Lepas..." ucap Dara.


"Tidak akan, sebelum kamu mendengarkan semuanya..." ucap Rendi masih memeluk Dara.


Randi mengajak Dara duduk disofa, ia nampak mengelap wajah Dara yang penuh dengan sisa tangis.


"Aku nggak bermaksud buat bohongin kamu selama ini ..." ucap Randi memberikan penjelasan pada Dara.


"Aku memang Rendi dan yang sekarang koma di rumah sakit adalah Randi." ucap Rendi dan Dara tak terkejut sama sekali, ia hanya diam mendengarkan.


"Aku berbohong sama kamu sama semua orang karena aku udah janji sama Randi, malam itu waktu Randi kecelakaan aku lansgung kerumah sakit dan disana Randi masih sadar , ia minta aku supaya menggantikan posisinya dan menjaga kekasihnya.." ucap Randi yang membuat Dara terkejut.


"Awalnya aku menolak tapi Randi memaksa dan ia pingsan setelah itu ia koma, aku benar benar terpaksa melakukan itu sayang, maafin aku" ucap Rendi yang tak henti hentinya menatap Dara yang kini sudah tak menangis.


"Dan waktu aku liat kamu ke klinik emang aku sempet curiga kamu hamil dan nyatanya benar, aku bahagia tapi aku juga sadar posisi aku seperti ini.."Ucap Rendi.


"Dara... bisakah kamu lebih bersabar dan menunggu sampai Randi sadar setelah itu aku akan menikahi kamu secara resmi.." ucap Rendi lembut membuat Dara tak percaya Rendi sekasar tadi bisa selembut ini.


"Tapi kamu pernah berhubungan dengan dokter indah malam itu. " ucap Dara mengingat malam pertama saat ia tinggal disini.


"Aku mabuk waktu itu dan aku khilaf, Randi pasti bisa memahami aku nanti dan aku harap juga kamu seperti itu.." ucap Rendi.


Dara hanya diam denga pengakuan Rendi.

__ADS_1


"Aku sayang kamu sama calon anak kita..." ucap Rendi.


"Tapi tadi kamu mengatakan aku ******" ucap Dara menunduk sedih..


"Maaf sayang...aku emosi ngeliat kamu dipeluk pria lain??!" ucap Rendi yang kini seebal mengingat kejadian siang tadi.


"Siapa pria lain??? jadi kamu tau aku bertemu dengan mas Topan Tadi siang ??? dan itu yang membuat kamu marah ???" tanya Dara.


"Tadinya aku cuma mau ngambil dompet aku yang ketinggalan di meja kamar kamu, trus aku liat kamu nggak ada aku pikir kamu nyusul kesawah, pas aku mau balik ga sengaja liat kamu duduk ditengah sawah trus malah liat kamu dipeluk sama cowok lain, ya aku cemburu lah " ucap Rendi dan tanpa Dara sadari ada lengkungan senyum dibibirnya.


"Dia itu mas Topan, temen aku sejak dulu, emang deket banget , aku emang pulang mau ketemu sama dia ..." ucap Dara.


"Apa ??!!!" Rendi sedikit emosi mendengar pengakuan Dara.


"Aku ketemu Mas Topan cuma mau bilang kalau aku nggak bisa nerima pinangan dia..." jelas Dara.


"Jadi...dia udah ngalamar kamu ????" tanya Rendi.


"Setengah tahun yang lalu dia nglamar aku, tapi aku masih belum ngasih jawaban dan baru tadi aku ngasih jawaban" ucap Dara membuat Rendi sedikit lega.


"Aku pikir... maafin aku sayang.." ucap Rendi menyesal.


"Baru tau gitu aja udah ngatain aku ******, gimana kalau ngeliat aku tidur sama pria lain kayak kamu tidur sama dokter indah.." ucap Dara.


"Ya sudah Tuan saya mau istirahat bukan nya Tuan harus segera menemui klien " ucap Dara.


"Sekarang manggilnya jangan Tuan lagi yaa... kan sekarang aku udah jadi suami kamu... " bujuk Rendi.


"Bukanya memang Tuan yang menyuruh sama memanggil seperti itu saat pertama memasuki apartemen ini" protes Dara.


"Iya sayang .. aku salah .. aku minta maaf... lupain yang udah terjadi kemarin ya sekarang kita mulai dari awal lagi" ucap Rendi nampak mengecup kening Dara.


"Aku manggilnya mas aja yaa.." tanya Dara dan Rendi mengangguk senang."


"Trus gimana sama dokter Indah ???" tanya Dara.


"Untuk sementara aku masih harus berpura pura jadi Randi dulu didepan dia, nggak apa apa kan sayang ???" tanya Rendi sedikit khawatir..


"Nggak apa apa kok lagian kan aku juga masih belum jadi istri yang resmi" sindir Dara.


"Sayang...." rajuk Rendi dan Dara pun hanya tersenyum.


"Kok sekarang berani ngeliatin aku, biasa nya aja nunduk terus.." ucap Rendi sambil terkekeh.

__ADS_1


"Biasanya kan cuma jadi pembantu kalau sekarang kan udah jadi istri" ucap Dara dan langsung Rendi memeluk Dara.


"Kayaknya udah lama yaa kita enggak..."


"Apa ????"Tanya Dara dengan suara sedikit galak.


"Pengen sayang..." ucap Rendi memelas.


"Katanya mau ketemu klien.." ucap Dara, dan Rendi melirik jam masih pukul 7 malam, dirinya membuat janji dengan klien nya pukul 9 malam.


"Masih 2 jam lagi bolehlah jenguk anak papah dulu baru pergi..." ucap Rendi dengan nada menggoda yang dipahami oleh Dara.


"Pelan pelan..." ucap Dara.


"Iya sayang " jawab Randi.


Randi pun memulai kegiatan menjenguk anak papah yang juga dinikmati oleh Dara.


Jika biasanya Randi melakukan dengan kasar kali ini sedikit berbeda karena Randi melakukan dengan lembut.


Baru ingin memulai tiba tiba suara bel berbunyi dan sedikit mengejutkan keduanya karena sekarang mereka sedang berada disofa ruang tamu.


"Siall.. Siapa sih yang gangguin malem malem" ucap Rendi kesal karena belum menuntaskan kerinduan yang ingin ia tuntaskan.


"Biar aku bukain" ucap Dara yang tengah membenarkan pakaianya yang sempat berantakan karena ulah Rendi.


Rendi hanya cemberut kesal,


"Dokter Indah. ." ucap Dara saat membuka pintu dan terkejut siapa yang datang.


"Hay .. Randi ada ?" tanya Indah .


"Ada kok, silahkan masuk.." ucap Dara .


Indah pun lansgung menghambur masuk dan melihat Randi duduk disofa depan.


"Sayang... " ucap Indah manja membuat Dara sedikit kesal mendengarnya.


Rendi hanya diam tak menjawab, jujur ia sedikit binggung karena ada Dara disini.


"Lhoo kalian habis dari mana kok ada koper disini ???'tanya Indah yang melihat koper disamping sofa yang belum sempat dimasukan kamar oleh Dara.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2