
"Apa yang kamu lakukan Dara ???" tanya Nyonya Sanjaya yang baru saja usai menelepon.
"Maaf Ma... Dara melihat posiisi tidur Rendi seperti tak nyaman makanya Dara mencoba membenarkan..." ucap Dara .
"Masa sih ??? soalnya tadi mama abis bersiin badan Rendi jadi ya maklum kalau posisi tidurnya jadi aneh " ucap Nyonya Sanjaya terkekeh.
Dara hanya Diam, ia masih memikirkan tanda lahir yang tak dipunyai oleh Rendi, Dara benar benar yakin jika Rendi memiliki Tanda lahir.
Pernah suatu malam saat mereka selesai berhubungan dan Dara tak sengaja memegang Tanda lahir yang berbentuk tompel karena penasaran Dara sempat menanyakan pada Rendi.
"*Ini tanda lahir yang membedakan aku dan Randi ..." ucap Rendi kala itu.
"Jadi tuan Randi tak memiliki tanda lahir seperti ini ??" tanya Dara.
"Tentu saja tidak, hanya aku yang memiliki" ucap Rendi kemudian kembali mencium Dara*.
Degg... seberkas ingatan malam itu membuat Dara yakin ada sesuatu yang aneh.
Jika yang terbaring koma ini adalah Tuan Randi maka yang menikahinya dan tinggal bersamanya adalah Rendi orang yang memperkosa dan menghamilinya.
namun mengapa Rendi tak mengakuinya sejak awal ??? apa dia malu harus menikahi Dara.
Tidak Dara tidak boleh berpikiran negatif sebelum benar benar menyakinkan bahwa yang saat ini bersamanya adalah Tuan Randi bukan Tuan Rendi.
Jika Tuan Rendi pastilah ia sudah diperkosa berkali kali karena bukankah sekarang lebih mudah karena mereka tinggal bersama dan hanya berdua, Itu pasti Tuan Randi batin Dara mencoba menenangkan Hatinya.
"Malah ngalamun, mikir apa sih ???..." tanya Mamah Sanjaya yang sedari tadi memperhatikan Dara.
"Enggak kok mah, Lhoh.. Mama nggak makan malam Dulu ???" tanya Dara.
"Iya nih , barusan Papah kamu telpon kalau masih sibuk dikantor jadi mamah juga udah telepon Siti buat nggak usah nganter makaan malam nya " ucap Nyonya Sanjaya terlihat jengkel.
"Ya udah, Mama mau Dara beliin makanan ???" Tanya Dara.
"Boleh deh, Mamah juga males keluar soalnya." ucap Dara.
"Oke deh biar Dara beliin dulu, Mama pengen makan apa ?" Tanya Dara yang kini sudah bersiap merapikan bajunya dan mengambil tas selempangnya.
"Kamu tau kan didepan rumah sakit ada penjual nasi goreng ???" tanya Nyonya Sanjaya.
"Iya mah, Dara tau ..." ucap Dara..
__ADS_1
"Beliin Mama pangsit kuah aja disana, jangan pedes pedes ya, " ucap Nyonya Sanjaya.
"Iya ma, Dara keluar dulu ya..." ucap Dara yang kini keluar dari ruangan Nyonya Sanjaya.
"Bang pangsit kuahnya satu sama nasi goremg satu yaa, pedesnya sedeng aja " ucap Dara memesan pada penjual nasi goreng itu.
"Iya neng, tunggu dulu yaa...." ucap abang penjual nasi goreng.
Dara pun duduk dikursi panjang yang disediakan disana.
"Kamu Dara kan ?????" ucap suara Pria yang mengejutkan Dara kala melihat siapa yang memanggilnya itu.
Deny .. ya pria itu yang kini tak sengaja Dara lihat, ia adalah mantan kekasih Siti yang dulu juga menyukainya dan membuat Siti membencinya hingga sekarang.
"Kamu apa kabar ???" tanya Deny yang terlihat sok ramah padahal Dara sudah mencoba tak mengubrisnya..
"Baik..." ucap Dara singkat namun Dara tak memperhatikan Deny malah memperhatikan tempat lain.
"Kamu tambah cantik aja ..." goda Deny sambil tersenyum namun senyumannya pudar kala ia melihat cincin yang melingkar dijari manis Dara.
"Kamu udah nikah ???!" tanya Deny terlihat memegang tangan Dara untuk menyakinkan namun seketika Dara menapis tangan Deny.
"Kamu nikah sama siapa dan kapan???" tanya Deny terlihat frustasi.
"Bukan urusan kamu..." ucap Dara nampak berdiri membayar pesanan dan meninggalkan Deny yang kini ternyata masih mengejarnya.
"Tunggu Dara jelasin ke aku. ." ucap Deny yang kembali menahan tangan Dara.
"Emang kamu siapa aku harus minta penjelasan ??!!! lepasin , aku nggak mau suamiku lihat dan salah paham!!!" ucap Dara dingin kemudian berjalan menjauhi Deny tak peduli dengan Deny yang terus memanggilnya frustasi.
Tiba tiba mood Dara berubah buruk kala ia bertemu dengan Deny, tentu saja karena Deny lah penyebab permusuhan antara Dirinya dan Siti. Memginggat Deny saja sudah membuatnya jengkel apalagi harus melihatnya sekarang.
"kok manyun gitu ??? nggak dimakan???" tanya Nyonya sanjaya yang kini sedang menikmati pangsit kuah hangat kesukaanya.
"nggak kok Ma , tiba tiba nafsu Dara ilang, males mau makan" ucap Dara yang hanya mengaduk aduk nasi gorengnya.
"Ya namanya orang hamil juga gitu, dulu Mama juga gitu, ya udah kalau males nggak usah dipaksain, simpen aja buat nanti kalau sewaktu waktu laper" ucap Nyonya sanjaya.
"Iya Ma...." jawab Dara yang kini tengah membungkus kembali nasi gorengnya.
"Kamu pulang aja nggak apa apa, Mama bener bener nggak mau kamu sampai kecapean trus sakit..." ucap Nyonya Sanjaya yang kini telah selesai menghabiskan makan malamnya.
__ADS_1
"Engak apa apa ma, Dara nemenin Mama..." ucap Dara.
"Ya udah deh, Mama juga lagi butuh temen cerita " ucap Nyonya Sanjaya tersenyum nyengir membuat Dara sedikit terkekeh.
Banyak hal yang dicerritakan keduanya hingga tak terasa malam semakin larut dan keduanya tertidur .
Pagi harinya selesai membbelikan Mama mertuanya sarapan, Dara bergegas pulang karena badan nya terasa lengket, Dara ingin mandi dan menganti bajunya diapartemen.
Setelah pamit segera Dara berjalan pulang menuju apartemen.
Saat tiba diapartemen betapa terkejutnya Dara melihat Randi nampak masih mengunakan baju yang kemarin ia pakai kekantor, duduk disofa sambil tangan nya bersedekap memandanggi Dara intens membuat Dara sedikit risih.
"Tuan kok sudah pulang ?" tanya Dara binggung padahal kemarin Randi bilang akan keluar kota selama dua hari..
"Habis dari mana kamu ???! bagus yaa saya nggak ada kamu keluyuran semalaman" ucap Randi dengan nada galak.
"Maaf tuan, saya semalam menemani Nyonya menunggu Tuan Rendi , sekali lagi maafkan saya Tuan..." ucap Dara sedikit takut melihat atmosfer marah Randi.
"Dan kamu tak ijin dulu??? malah mematikan ponsel ???' ucap Randi.
"Maaf Tuan, ponsel saya keburu mati sebelum saya menghubungi Tuan, jika Tuan tak percaya silahkan tanya nYonya..' ucap Dara sedikit panik.
Dara memang bohong tentang ia yang akan menghubungi Tuanya karena Dara pikir Randi keluar kota 2 hari, Dara tak ijin pun Randi tak akan tau tapi memang ponselnya mati semalaman, mungkin Randi menghubungi batin Dara.
"Ya sudah, buatkan saya saraapn" ucap Randi kemudian berjalan memasuki kamarnya.
Segera Dara menuju dapur untuk membuatkan sarapan sebelum Randi kembali marah kali ini.
Randi keluar dengan kaos lengan pendek dan celana chinos pendek.
Dara melihat lingkaran hitam dimata Randi membuat Dara berpikir apakah semalaman Randi menunggu nya pulang namun segera ia enyahkan pikiran itu.
mana mungkin batin Dara.
Saat Randi sedang menikamati sarapannya dan inilah kesempatan Dara untuk melihat belakang leher Randi karena kali ini Randi memakai kaos akan mempermudah nya untuk mencari tau.
Dara menuangkan air kedalam gelas Randi namun matanya melihat kebelakang leher Randi dan betapa terkejutnya Dara kala melihat apa yang akan menjadi kebenaran .
Bersambung....
jangan lupa like vote dan komen
__ADS_1