
Heru berjalan sempoyongan melewai koridor rumah sakit. Ia benar benar tak menyangka jika Riki yang selama ini terlihat pendiam dan penurut bisa melakukan itu semua entah siapa yang telah mempengaruhi Riki hingga membuatnya melupakan sumpah setia nya pada Tuan Rendi.
FLASHBACK ON...
"Kenapa kau murung ???" Tanya Heru saat Riki mendatangi rumahnya tepat Heru libur bertugas.
"Bisakah kau mencarikan ku pekerjaan yang bisa secepatnya mendapatkan uang 15 juta ??" Tanya Riki sontak membuat Heru terkejut , untuk apa uang sebanyak itu.
"Bukankah kau sudah bekerja ? Apa yang terjadi ??' tanya Heru.
"Aku butuh uang itu segera, Ibu ku masuk kerumah sakit dan harus segera dioperasi, aku benar benar butuh uang itu segera" ucap Riki tampak lesu ingin menyerah.
"Aku tak tau kau akan berminat atau tidak tapi jika kau mau , bekerjalah sepertiku jadi ssalah satu pengawal ditempatku bekerja, aku yakin jika kau bekerja dengan baik boss pasti akan memberikan uang padamu dengan sangat mudah" ucap Heru.
"Benarkah , tapi bisakah aku bekerja disana ??" tanya Riki.
"Besok ikutlah dengan ku dan bertemu dengan Tuanku" ucap Heru.
"Baiklah...besok pagi pagi aku akan kesini dan berangkat bersama mu " ucap Riki dan hanya diangguki oleh Heru.
FLASHBACK OFF...
mengingat awal dulu bagaimana Riki meminta bantuan padanya membuat Heru tqk mempercayai jika Riki bisa melakukan itu. Entah apa yang membuatnya berubah.
.....
Riki memandang langit langit kamar inap nya sambil membayangkan bagaimana ia dulu dan bagaimana susahnya hidupnya dulu, hanya mengontrak 2 petak kamar untuknya , ibunya dan adiknya . Ibunya yang juga sakit sakitan serta keadaan terparah nya saat Ibunya harus dilarikan kerumah sakit dan harus operasi . Sedangkan waktu itu ia hanya bekerja sebagai satpam disalah satu perusahaan swasta. Gajinya hanya cukup untuk makan serta membayar sewa rumahnya saja. sedangkan Adik perempuan Riki bisa sekolah saja karena beasiswa bukam dirinya yang membiayai.
Mengingat dulu dengan binggung nya ia mendatangi Heru, meminta bantuan pada Heru untuk mencarikan pekerjaan yang mungkin bisa membantunya saat itu, dimana ia butuh uang 15 juta untuk biaya operasi sang adik.
Beruntung waktu itu Heru mau membantu dan merekomendasikan nya pada Tuan Rendi yang membantunya keluar dari segala permasalahan ekonominya.
__ADS_1
Semenjak Ia bekerja sebagai pengawal Tuan Rendi, Riki bisa membiayai pengobatan ibunya hingga sembuh, bisa membelikan ibu dan adiknya rumah yang layak serta bisa memberikan segala keperluan adiknya.
Namun semua itu pula yang membuat Riki berubah menjadi nakal karena pergaulan dengan para pengawal lainya yang terlalu bebas. Riki sering keluar masuk club, Riki sering menyewa para pelancur untuk memenuhi kebutuhan seksual nya dan itu pula yang membuat Riki tergoda untuk mengkhianati Rendi Tuan nya hanya karena iming iming tubuh seksi Indah.
Sungguh Riki menyesali dengan semua yang terjadi, Ia sudah benar benar jadi pengkhianat, Harusnya Rendi membunuhnya saja, namun mengapa Rendi hanya memukulnya hingga pingsan bukan malah membunuhlah, Entahlan Riki tak tau itu.
...
"Sialan... brengsekk!!! keluarkan aku dari sini... aku bukan penjahat, aku ini Putri dari Tuan Harry yang memiliki jiwa dermawan yang tinggi dan juga disegani di kota ini.. keluarkan aku brengsek !!!" maki Indah didalam sel tahanan membuat teman teman sesama narapidana disana jengah dan marah.
"HEY WANITA SIALAN !!!! BISAKAH KAU DIAMM!!" ucap wanita bertubuh gemuk dan bertato dilengan nya.
"Apa ??? lebih baik kau yang diam??!!' ucap Indah melawan membuat Wanita gemuk itu geram.
PLAKKKK...wanita itu menampar Pipi Indah kemudian menjambaknya.
"Lebii baik kau diam atau aku akan membunuhmu sekarang" ucap Wanita itu tak melepaskan jambakan nya membuat Indah meringgis kesakitan.
"Sial...berani beraninya kau melakukan ini padaku " ucap Indah memberontak kesal .
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi " ucap Indah.
"Silahkan saja .. diluar kau bisa dihormati karena status sosialmu tapi disini kau itu hanyalah sampah !!! dan tak ada yang berani membela mu disini jika kau berurusan dengan ku " ucap Wanita itu menyerigai membuat Nyali Indah menciut.
"Sekarang lebih baik kau duduk disini, pijat kaki ku " ucap Wanita itu memerintah.
"Tidak ..!!! aku tidak mau" teriak Indah . Wanita itu geram akhirnya meminta dua orang wanita yang juga ada didalam sana untuk memeganggi tangan Indah membuat Indah hanya bisa meronta.
"Kau harus menurut jika tak ingin disiksa" ucap Wanita itu yang kini mulai menampar Indah , menjambak Indah serta memukuli Indah membuat Indah hanya menjerit kesakitan.
Benar yang dikatakan wanita itu , tidak ada yang berani membelanya bahkan mereka yang melihat saja tak berbuat apapun untuk menyelamatkan Indah. Sepertinya daerah ini sudah dikuasai oleh wanita gemuk bertato itu.
__ADS_1
Setelah puas menyiksa Indah , semua orang keluar untuk makan siang, berbeda dengan Indah yang hanya meringkuk dilantai karena menahan sakit .
Hingga sekembalinya teman teman nya juga Indah masih meringkuk dilantai hingga salah satu penjaga memanggil nama Indah.
"Kau mendapatkan kiriman makanan" ucap Penjaga itu memberikan bungkusan plastik pada Indah membuat Indah sediikit lega, disaat lapar seperti ini masih ada juga yang memperhatikannya.
Indah membuka bungkusan makanan dan ia tau pasti Papi nya yang mengirim makanan karena semua yang dikirim adalah makanan kesukaan nya .
"Siapa yang menyuruhmu makan ???!" tanya Lola wanita gendut yang tadi menyiksannya
"Saya laper kak" ucap Indah takut takut.
"Bawa makanan itu kesini " perintah Lola pada salah satu teman nya yang duduk disamping Lola.
"Kak saya laper... jangan ambil makanan saya " ucap Indah yang memang sejak semalam ia sama sekali belum makann.
"Gue nggak peduli!!! mau loo gue gebukin lagi kayak tadi ???!!!" tanya Lola membuat Indah hanya menggelengkan kepala nya takut. Akhirnya karena Indah tak mau berurusan dengan Lola , Indah menyerahkan makanan nya padahal perutnya sudah sangat lapar minta di isi.
"Wahhhh enak nih... kalian pada mau nggak ???' tanya Lola pada teman teman disampingnya.
"Mau bosss "
Mereka pun makan bersama ,makanan milik Indah dan Indah hanya bisa menatap makanan nya sebelum ia merasakan nya. Sungguh Indah sangat tersiksa sekali tinggal disini, Rasanya ia ingin mati saja dari pada harus menderita tinggal disini.
...
"Kau sudah memberi kan makanan itu ??"
"Makanan hanya bisa diterima melalui petugas saja Tuan tapi saya Yakin Nona Indah sudah menerimanya karena tadi saya berikan pada petugas langsung dibawa ke sel tahanan " ucap Sopir yang baru saja masuk kemobilnya.
''Baguslah... dia sangat menyukai makanan itu" ucap Pria yang tak lain adalah Randi yang sudah bisa keluar dari rumah sakit karena Ia sudah dinyatakan sembuh oleh Dokter.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN ...