My Maid My Wife

My Maid My Wife
56


__ADS_3

Rendi berjalan memasuki apartemen nya dan terkejut karena Randi disana.


"Apa yang kau lakukan disini ??" tanya Rendi kesal melihat wajah saudaranya yang mirip dengan nya itu.


"Apa kau Gila ??? ini apartemen ku... harusnya aku yang bertanya padamu, untuk apa lagi kau kesini ???' "tanya Randi santai.


"Sialan , kau mengusirku setelah aku membantumu ???!" ujar Rendi kesal.


"Hahaha.. bukankah kau memiliki apartemen yang lebih mewah dariku ???".


"Aku sudah terbiasa disini "


"Dimana istrimu ???" tanya Randi penasaran melihat Rendi yang datang sendiri.


"Dikampung..."


"Trus Lo tinggalin gitu aja ???! Gila apa Dara kan lagi hamil, nggak kasian" ucap Randi emosi.


"La gimana lagi, bokapnya nggak ngebolehin mau gue nikahin"


"Kok bisa gitu ??"


"Gara gara Dara udah Hamil, bokapnya kolot banget nggak ngebolehin gue nikahin Dara" ucap Rendi yang kini duduk disamping Randi sambil memeganggi kepalanya yang terasa pusing.


"Trus Elo mau nyerah gitu aja???'


"Pusing Gue... Dara juga lebih milih keluarganya dari pada Gue." ucap Rendi.


"Elo **** amat jadi cowok, Dara gitu karena pengen elo perjuangin, dia pengen tau seberapa serius Elo sama Dia .." ucap Randi menasehati.


"Elo tau sendiri kan perjuangan gue kayak gimana" keluh Rendi dan Randi hanya menggeleng.


"Otak sih encer, bikin perusahaan dimana mana bisa oke, lah masalah ginian aja mau nyerah sih , cowok bukan ???!' cibit Randi dan membuat Rendi menggerutu kesal.


"Kalau Gue bukan Cowok , Elo juga bukan Cowok"


''Nyesel Gue punya kembaran sebregsek Elo" ucap Randi yang kini sudah pulih .


"Nyesel juga gue crita sama Lo" ucap Rendi bangkit dari duduknya.


"Mau kemana ???"


"Pulang..."

__ADS_1


"Besok Gue anter ketemu Dara, jadi cowok jangan kayak banci!!' ucap Randi yang langsung diacungkan jari tengah Rendi dan Randi hanya tertawa.


...


Dara merasakan perutnya sedikit mulas, ia sudah bolak balik kekamar mandi namun tak mengurangi mulasnya.


"Sini coba ibu lihat" Leha yang kini berada disebelah Dara dan mencoba mengecek perut Dara.


"kamu tadi makan sambel kebanyakan ini sayang" ucap Leha tersenyum geli.


"Ehh iya bu... Dara lupa.." Dara tersenyum nyengir membuat Leha hanya menggelengkan kepalanya.


"Tuan Rendi belum ngehubungin kamu lagi ???" tanya Leha yang kini sedang berada di kamar Dara .


"Belum bu.." ucap Dara sedih.


"Nggak apa apq sayang, kita tunggu aja, mungkin Rendi masih binggung dan ingin memikirkan ini lagi" ucap Leha.


'Ibu nggak ngelarang, Dara sama Rendi ???'


"Nggak sayang, Ibu tau kamu mencintai Rendi dan iBu ingin kamu bahagia" ucap Leha membuat Dara sedikit lega karena sudah mengantongi restu dari Ibu nya.


"Tapi sekarang Dara udah nggak berharap lagi Bu... Dara takut sakit lagi" ucap Dara sedih.


"Kalau Nak Rendi sayang sama kamu , nanti juga balik lagi, apalagi sekarang udah ada ini" ucap Leha sambil memeganggi perut Dara.


'Kamu harus jadi wanita dan ibu yang kuat apapun yang terjadi nanti" ucap leha.


"Bu... Dara bisa nggak yaaa ngadepin ini sendiri ??" Dara terlihat lesu dan lirih mengatakan itu pada Leha.


"Bisa dong sayang, harus bisa yaa... ibu percaya Dara anak yang kuat " Leha segera memeluk putrinya itu.


"Maafin Dara ya bu udah ngecewain Ibu.."


"Kamu nggak perlu ngomong kayak gitu lagi sama Ibu, apapun yang terjadi sama Dara , Ibu bakalan selalu ada untuk Dara, ibu janji" ucap Leha.


"Makasih yaa Bu... ibu bener bener malaikat buat Dara " ucap Dara.


"Dan Dara juga harus jadi malaikat buat ini" ucap Leha kembali mengelus perut Dara membuat Dara mengangguk mengerti.


....


"Gue ada meeting penting dan sekarang elo mau ngajakin Gue kemana sih," gerutu Rendi kesal melihat Randi yang datang kekantornya pagi pagi dan entah ingin membawanya kemana padahal hari ini urusan kantornya banyak sekali mengingat ia sudah banyak mengambil libur.

__ADS_1


"Ntar Elo juga tau kita mau kemana" ucap Randi santai.


"Sini biar gue yang nyetir aja, sialan Gue takut kalau sampai kenapa napa" ucap Rendi.


"Santai saja, nyawa Lo aman sama Gue' ucap Randi sombong.


Randi melewati jalan yang dikenali oleh Rendi.


"Jangan bilang elo mau bawa gue kerumah Dara ???"


"Duh malah udah ketauan deh" ucap Randi.


"Gila Lo... mau ngapain sih.." ucap Rendi kesal


"Nanti juga tau sendiri, Emangnya enggak kangen ???" goda Randi membuat Rendi kesal saja.


"Nggak , udahlah balik aja " Rendi sudah benar benar kesal sekarang.


Sudah 3 hari ia tak bersama Dara dan 3 hari pula Rendi menghabiskan waktu untuk menyiksa dirinya sendiri dengan mabuk mabukan membuat Randi yang mengetahui ini sangat muak.


Randi memang sempat mengujungi tempat tinggal Dara , namun bukan untuk menemui Dara hanya ingin melihat keadaan Dara dari jauh dan benar saja melihat Dara yang sedang hamil muda harus menjajakan kue membuat Randi geram pada Rendi kembaran nya dan ingin Rendi mengetahui ini semua agar Rendi memperjuangkan Dara lagi.


"Gue yakin kalau elo tau apa yang Dara lakuin disana , elo pasti nyesel udah campakin Dara" ucap Randi.


"Enggaklah, ngapain,??? dia aja nggak milih gue" ucap Rendi santai.


"Karna Elo ngasih pilihan yang nggak bisa ia pilih , dia itu pengen elo perjuangin bukannya elo yang malah minta diperjuangin, laki bukan sih " kesal Randi pada kembaran nya itu.


"Lagian sadar nggak sih , Selama ada Dara elo kayaknya jadi cowok bener, sekarang nggak ada Dara elo balik keasal Lo dulu, mabuk mabukan ,berantakan banget hidup Lo bang."


Rendi hanya diam memikirkan semua ucapan Randi yang memang benar nyatanya. Memang Dara lah yang membuat hidupnya benar benar berubah lebih baik ya memang hanya Dara.


"Ya untung aja sekarang Elo udah nggak main cewek lagi" ucap Randi.


"Karna Gue nggak mau nyakitin Dara lebih dari ini, Gue sadar gue udah nyakitin dia, gue ninggalin dia saat lagi hamil anak Gue, tapi Gue juga emosi waktu bokap dia nolak gue, gue merasa harga diri gue udah di injek injek apalagi Dara juga ikut nolak Gue" ucap Rendi.


"Lah Elo juga sadar dong, Elo yang nginjek nginjek harga diri Dara lebih dulu, Elo yang memperkosa dia sampai hamil" ucap Randi yang benar benar membuka pikiran Rendi.


"Ya Elo bener .. gue emang pengecut, gue emang brengsek !!' ucap Rendi .


Perjalanan pun kini hanya hening tak ada percakapan atau gurauan, hanya desahan Rendi yang sesekali terdengar . Teringat saat kemarin pulang bersama Dara banyak makanan yang diinginkan oleh Dara.


Hingga mobil berhenti, membuat Rendi sadar kala melihat seorang wanita yang membawa keranjang sedang menjajakan kue pada ibu ibu yang tengah berkerumun.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...


__ADS_2