My Maid My Wife

My Maid My Wife
50


__ADS_3

"Kita cari jajanan yang lain aja gimana ??? kalau nggak kita mampir kerestoran dulu kalau kamu laper mau makan " bujuk Rendi yang hanya mendapatkan gelengan Dara.


"Tapi aku maunya itu" ucap Dara menujukan Stand makanan bertuliskan seblak.


"Aku nggak tau itu makanan apa , trus nanti kalau kamu nggak habis lagi , aku nggak mau nghabisin kayak tadi " ucap Rendi mencoba bersabar.


"Tapi aku mau nya itu , kamu kok gitu sih nggak mau nurutin kemauan aku " ucap Dara ingin menangis.


"Oke oke sayang , aku beliin yaa .. kamu tunggu disini" ucap Rendi keluar dari mobilnya dan mendekati Stand seblak yang penjualnya seorang wanita usia nya masih muda, terlihat sekali wanita itu sedikit centil saat melayani Rendi, tentu saja karena Rendi tampan .


Rendi terlihat sudah memesan 1 porsi makanan bernama Seblak itu dan segera dibuatkan oleh wanita muda itu sambil sesekali melirik ke arah Rendi yang tak menggubrisnya. 15 menit semangkuk Seblak panas sudah ditangan Rendi , Segera Rendi membayar seblaknya dan meninggalkan stand itu, jujur Rendi sedikit risih berada disana melihat kegenitan penjual seblak itu.


Segera Rendi memasuki mobilnya dengan perasaan senang karena berhasil menuruti ngidam istrinya lagi.


""Kok kamu malah beliin seblak sih ???" tanya Dara dengan raut cemberut.


"Lhoo... bukanya kamu maunya emang ini yank ??? kan tadi nunjuk stand makanan itu kan ??!" tanya Rendi binggung dan menujuk Stand makanan yang baru saja ia beli.


"Tadi sih pengen nya itu tapi trus aku tiba tiba pengen yang sebelahnya , gimana dong ????" ucap Dara dengan raut wajah memelas.


Sungguh jika bukan Dara yang meminta mungkin Rendi sudah membanting mangkuk berisi seblak itu namun karena ini permintaan Dara yang sedang hamil anaknya jadi Rendi harus sabar, yaa harus sabar.


"Ya udah aku beliin lagi yaa " ucap Rendi menahan amarahnya.


"Yeayyyy... kamu emang baik banget yank" ucap Dara tersenyum senang dan cukup menghilangkan kejengkelan Rendi.


Rendi kembali keluar dan mendekati abang abang penjual Cilok.


"Bang mau beli ciloknya 1 bang" ucap Rendi pada abang penjual Cilok yang mungkin seumuran dengan nya.


"Satu biji ???" tanya Abang penjual cilok tampak menusuk satu biji cilok dan memperlihatkan pada Rendi.


"Lhoo.. biasa kalau orang beli berapa bang ???' tanya Rendi binggung, karena Rendi juga tak tau makanan apa ini dan rasanya juga bagaimana.


"Biasa lima rebu, tergantung abang nya mau beli berapa ???" tanya Abang penjual cilok.


"Hah... ???" Rendi terkejut mendengar harganya yang terlampau murah , mana ada Rendi uang recehan seperti itu. Tadi saja Rendi beli seblak 25 ribu uang 50rb nggak ia ambil sekarang malah harganya lebih murah lagi.


"Berapa bang jadinya ???" tanya Penjual cilok.


"Ya udah 5 ribu 1 deh " ucap Rendi merogoh kantongnya dan mengambil uang 50ribuan.


"Kasi saos sama kecap nggak bang ???"

__ADS_1


"Biasanya gimaana??? ya udah deh kasih " ucap Rendi benar benar binggung .


"Nih bang " ucap Rendi menyodorkan uang 50ribuan.


"Yang kecil aja nggak ada ??? baru buka belum ada kembalian " ucap Penjual cilok itu.


"Ya udah buat abangnya aja " ucap Rendi meninggalkan penjual cilok dan segera memasuki mobilnya.


"Makasih bang ... besok besok lagi yaa" teriak abang penjual cilok tampak girang menerima uang dari Rendi.


Rendi hanya tersenyum kemudian memasuki mobilnya.


"Lama banget sih " ucap Dara .


"Sabar sayang... nihh.. dihabisin yaaa??" ucap Rendi mencoba sabar.


Segera Dara menikmati ciloknya dengan lahap membuat Rendi juga penasaran bagaimana rasanya .


"Enak banget ya yank ???" tanya Rendi penasaran .


"Hmmm... harusnya kamu tadi beli juga yank , ini enak banget " ucap Dara sampai mulutnya belepotan saus.


"Pelan pelan sayang " ucap Rendi mengelap Bibir Dara dengan tisu.


"Kamu makan seblak nya aja " ucap Dara .


"Kan sayang kalau dibuang " ucap Dara .


"Emmm ... aku punya ide ... mana seblaknya ??? " ucap Rendi dan segera Dara memberikan Seblak yang belum ia buka itu pada Rendi kemudian Rendi keluar dari mobilnya .


"Bang .. udah makan belum ???" tanya Rendi pada penjual cilok.


"Belum bang..."


"Nih saya kasih seblak.." ucap Rendi menyodorkan bungkusan seblak pada penjual cilok.


"Ya ampun bang.. baik banget .. makasih banyak ya bang " ucap penjual cilok itu dengan girang nya tak peduli sedari tadi jadi bahan tontonan penjual seblak yang ada disampingnya .


"Kamu kasih ke penjual cilok ???' tanya Dara yang sudah menghabiskan sebungkus ciloknya.


"Iya ... lagian aku masih kenyang" ucap Rendi dan Dara hanya manggut manggut.


"Udah yaa .. kita jalan lagi ??" ucap Rendi.

__ADS_1


"Tapi aku haus..." keluh Dara dan terlihat Rendi menghela nafas sabar.


"Ya udah aku beliin minum... " ucap Rendi.


"Aku ikut... "


"Enggak usah sayang, kamu di mobil aja hmmm" ucap Rendi.


''Kenapa aku nggak boleh ikut ??? kamu mau main mata sama penjual seblak itu ???' tanya Dara kesal membuat Rendi ingin menjambak rambutnya sendiri.


Rendi sadar jika penjual seblak itu sedikit genit dengan nya namun ia sendiri tak menggubrisnya , dan sekarang Dara malah menuduhnya seperti itu.


'Ya udah sayang...yukk mendingan kamu ikut dari pada aku salah lagi " ucap Rendi yang harus belajar sabar menghadapi orang hamil didepan nya ini.


"Nggak mau lah, udah terlanjur ngambek, sana beli aja sendiri , biar aja mau dilirik sama penjual seblak mau diambil sekalian nggak peduli' ucap Dara mengomel.


"Ya udah kalau nggak mau ikut, aku nggak jadi turun aja lah , takut aja nanti kalau diculik sama penjual seblaknya " ucap Rendi yang membuat Dara tersenyum.


"Ihh kok gitu sih.. ya udah ayoo aku ikut" ucap Dara dan Rendi pun tersenyum menang.


Keduanya turun, Dara mengandeng lengan Rendi posessif sambil melirik kearah penjual seblak itu, terlihat dari penjual seblak tadi sedikit kecewa melihat Rendi yang ternyata sudah beristri.


Dara mengambil beberapa jenis minuman dingin dan sekeranjang snack . setelahnya memberikan keranjang itu pada Rendi untuk dibayarkan dikasir , dan Dara peergi lebih dulu memasuki mobilnya membuat Rendi geleng geleng kepala heran melihat tingkah Dara itu.


"Lama banget.. " gerutu Dara lagi saat Rendi sudah memasuki mobil dan membawa satu plastik jajanan milik Dara.


"Ya ampun sayang... tadi kan tau sendiri kalau kasirnya antre..." ucap Rendi .


"Iya iya.. kok sekarang bawel banget sih..." ucap Dara yang membuat Rendi gemas ingin mencium dan mengigit bibir Dara yang munggil itu.


"Udah kan sayang, kita jalan lagi yaaa ?" ucap Rendi.


"Iyalah masa mau disini terus" ucap Dara dan Rendi pun tak menjawab , ia sudah lelah dan tak sanggup lagi berdebat dengan Dara.


Rendi melajukan mobilnya dan Dara sibuk dengan minuman dan cemilan nya.


Rendi tak menyangka , Hamil bisa membuat banyak perubahan sifat istrinya . yang dulunya pendiam sekarang bawel dan yang dulunya hanya menunduk takut sekarang bahkan berani menggerutu didepan nya , menginggat itu tak sadar Rendi tersenyum sendiri dibuatnya.


"Ngapain sih senyum senyum sendiri ??? keinget sama penjual seblaknya tadi ???!" ucap Dara kesal.


Rendi memudarkan senyuman nya ...


Salah lagi ...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA


__ADS_2