
Dara bangun dan sedikit terkejut, karena ia ingat jika semalam menunggu Rendi namun karena Rendi tak kunjung pulang akhirnya ia mengunci diri dikamarnya.
Apakah Rendi pulang semalam, batin Dara penasaran. Akhirnya Dara memutuskan untuk kekamar mandi mencuci muka dan menyikat giginya sebelum keluar untuk memastikan Rendi pulang atau tidak.
Selesai dari kamar mandi, Dara keluar dan melihat makanan dimeja makan yang ia siapkan semalam belum berkurang sama sekali dan masih utuh.
Membuat Mood Dara mendadak jadi sebal, apakah Rendi ingin mempermainkannya ??? padahal baru kemarin ia berkata kata manis namun sekarang malah seperti ini.
Tidak pulang, tidak mengabarinya sama sekali, mungkin sekarang Rendi sedang sibuk dengan kekasihnya batin Dara kesal sekali.
Dara pun mulai menyibukan diri dengan berbagai aktifitas untuk mengurangi rasa sebalnya akibat Rendi.
..
Siang ini Siti berjalan memasuki sebuah kafe yang terlihat mewah dan mahal. Tak henti hentinya Siti menganggumi interior Kafe yang terlihat bagus karena sebelumnya memang ia belum pernah memasuki kafe semewah ini.
Jika saja bukan Dokter Indah yang mengundang kesini mungkin ia tak akan pernah bisa merasakan memasuki kafe semewah ini.
Semalam Siti memang mendapatkan pesan dari Dokter Indah jika Dokter Indah ingin bertemu dengan Siti disebuah kafe yang alamatnya ia kirimkan lewat pesan, Siti tak menyangka jika Dokter Indah mengajaknya bertemu dikafe semewah ini.
Siti nampak celinggukan mencari dimana Dokter Indah duduk, dan ia melihat seorang wanita cantik dan anggun yang melambaikan tangan padanya.
Aaah itu dokter Indah batin Siti kemudian berjalan kearah Dokter Indah.
"Hay apa kabar ??? " Sapa Indah tersennyum ramah.
"Baik Nona... saya sedikit terkejut Nona mengajak bertemu dikafe semewah ini " ucap Siti dengan senang.
"Tak perlu sungkan... aku hanya ingin memberimu oleh oleh ." ucap Indah mengeluarkan paper bag dan memberikan pada Siti.
"Oleh oleh apa Nona???" tanya Siti binggung dan membuka paper bag yang baru saja diberikan Indah dan betapa terkejutnya melihat sebuah tas yang sangat cantik dan mungkin mahal.
"Aku kemarin pulang dari paris, melihat Tas itu aku menjadi ingat kamu, dan aku harap kamu suka" ucap Indah dan Indah bisa melihat binar mata siti yang teramat senang.
"Terimakasih Nona, saya suka sekali terimakasih..." ucap Siti tak menyangka kekasih Tuan nya itu akan memberikan barang semahal dan sebagus ini.
__ADS_1
ahh jika saja yang menikah dengan Tuan Randi adalah nona Indah mungkin ia akan sering mendapatkan hadiah seperti ini .. tidak seperti Dara yang sukanya pamer denganya batin Siti.
"Sampai lupa... kamu mau pesan apa ???" tanya Indah yang membuka buku daftar menu.
"Apapun Nona, saya suka" ucap Siti dan diangguki oleh Indah.
Indah memberikan pesanan kepada pelayan dan sambil menunggu pesanan datang Indah mulai mengajak ngobrol Siti yang sedari tadi seperti kesetanan melihat Tas mewah yang ia berikan.
"Apakah semalam Randi ppulang kerumah ???" Tanya Indah mulai memancing Siti.
"Tidak, sekarang Tuan Randi jarang pulang, sebab..." ucap Siti nampak menjeda.
"Sebab kenapa???" tanya Indah mulai penasaran.
"Saya beritahu Nona tapi jika nanti Nona Tau jangan sampai libatkan saya ya .???" tanya Siti terlihat takut takut.
"Tentu saja aku tak akan pernah melibatkan kamu..." ucap Indah.
"Jadi sebenarnya Tuan Randi itu sudah menikah, makanya saya sedikit binggung waktu Nona bilang Tuan Randi adalah kekasih Nona" ucap Siti.
"Nona, jangan keras keras..." ucap Siti merasa tak enak karena orang orang disekitar mereka seperti memperhatikan keduanya.
"Maafkan aku, aku hanya sedikit terkejut." ucap Dokter Indah.
"Dirumah Tuan Sanjaya ada penbantu yang usia nya sepantaran saya namanya Dara dan dia hamil tapi tak diketahui siapa ayah dari janin itu. dan tiba tiba saja ia menikah dengan Tuan Randi, saya berpikir mungkin Tuan Randi dijebak oleh Dara karena Dara itu memang orang licik dan menyebalkan , dia juga gila harta " ucap Siti dengan nada tak suka.
"Sudah kuduga, pantas saja dia sekarang ada diapartemen nya Randi padahal dulu Randi tak akan membiarkan siapapun tinggal disana sekalipun hanya asisten rumah tangga, aku tak menyangka Randi bisa mengkhianati ku" ucap Indah nampak menitikan air mata.
"Nona jangan sedih..." ucap Siti merasa tak enak karena membuat orang yang sudah memberikan nya tas mahal jadi menangis.
"Maafkan aku, aku hanya tak menyangka saja Randi tega melakukan itu, pantas saja akhir akhir ini dia jarang perhatian dengan ku" ucap Indah yang kini menyeka air matanya.
"Pasti itu gara gara Dara Nona, dia pasti sengaja menggoda Tuan agar mau tidur dengan nya dan bertanggung jawab, itu pasti hanya akal akalan Dara saja Nona" ucap Siti dengan nada membenci.
"Tapi jika dilihat Dara sepertinya wanita baik baik.." ucap Indah.
__ADS_1
"Wajah munafik, dia memang seperti itu Nona, bertingkah polos dan kalem padahal sebenarnya dia itu wanita yang jahat" ucap Siti.
"Apakah kau juga tak menyukainya ???" Tanya Indah .
"Tentu saja Nona karena dia dulu pernah merebut kekasihku" ucap Siti .
"Apa ???? jadi memang itu kebiasaan nya ??? aku masih tak menyangka saja wajah yang terlihat baik ternyata seperti itu" ucap Indah.
"Jangan tertipu dengan muka polosnya itu Nona, " ucap Siti kemudian menyedot buble tea yang baru saja diantarkan oleh pelayan.
Enak sekalii batin Siti girang karena ia belum pernah merasakan minuman seenak ini, dikampungnya tidak ada yang seperti ini .
"Apakah kau menyukai makanan dan minumanya ?" tanya Indah yang melihat Siti sepertinya sangat menyukai makanan dan minuman yang ia pesan.
"Tentu saja Nona, ini enak sekali, saya bahkan belum pernah mencoba nya" ucap Siti girang dan hanya diangguki oleh Indah.
"Habiskan saja, jika nanti kamu mau lagi biar kupesankan lagi ..." ucap Indah membuat mata Siti berbinar.
"Benarkah Nona???, tapi saya tidak enak malah merepotkan Nona" ucap Siti sedikit malu malu.
"Tak perlu sungkan, bukankah kamu sudah memberitahukan segalanya dengan ku, aku wajib berterimakasih kepadamu karena jika tidak ada kamu mungkin aku masih bodoh terjebak diantara Randi dan Dara.
"Tak perlu sungkan Nona, saya hanya ingin mengatakan kebenaran saja dan jika Nona sewaktu waktu butuh bantuan saya, saya siap membantu" ucap Siti .
"Benarkah kamu bersedia membantu ku ??? apapun yang kuinginkan ??? " tanya Indah dengan mata berbinar.
"Tentu saja Nona..." ucap Siti penuh semangat.
"Termasuk membantuku membalaskan dendam pada Randi dan Dara ???" tanya Indah dengan senyuman serigaian.
Siti yang tadinya sedang menikmati sepotong japannesee cake akhirnya mendongak menatap Indah.
"Tentu saja Nona..." ucap Siti tersenyum .
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaaa