My Maid My Wife

My Maid My Wife
28


__ADS_3

"Kamu ngapain jam segini kesiini ???" tanya Randi dingin tak menjawab pertanyaan Indah.


"Aku kangen sama kamu, kamu akhir akhir ini susah banget dihubungi, emang kamu habis dari mana ?" tanya Indah terlihat duduk disamping Rendi dan memeluk Rendi posesif, Dara yang melihat semua itu sedikit risih kemudian pergi masuk ke kamarnya tanpa sepatah kata pun.


Rendi yang melihat Dara memasuki kamar dengan Raut wajah yang sulit ditebak pun sedikit khawatir, khawatir jika Dara marah dengan nya .


"Aku sibuk..." ucap Rendi.


"Kemarin aku kesini kalian nggak ada, kalian kemana ?""' tabya Indah.


"Luar kota ... aku bentar lagi mau ketemu klien jadi kamu pulang aja.." ucap Rendi nampak melepaskan pelukan Indah.


"Malem malem gini???" tanya Indah.


"Iya ... ini klien dari singapura dan emang ngajaknya malem" ucap Rendi.


"Mr Smith ????" tanya Indah.


"Kamu tau ?" sedikit binggung kenapa Indah bisa tau klien nya.


"Bukanya biasanya kamu ngajak aku kalau ketemu Mr Smith kenapa sekarang engga ?" tanya Indah yang membuat Rendi sedikit gelagapan.


Mana Rendi tau jika Randi sering mengajak indah kepertemuan pentingnya batin Rendi kesal.


"Aku pikir kamu sibuk jadi nggak ngajakin " ucap Rendi mencari alasan.


"Dan aku udah disini... jadi aku akan ikut" ucap Indah senang membuat Rendi semakin malas.


Sialan... batin Rendi kesal.


Sedangkan Dara dikamarnya tampak menguping pembicaraan Rendi dengan Indah namun sialnya Dara tak bisa mendengar apapun, entah apa yang mereka bicarakan dan karena kesal Dara memutuskan untuk tidur lebih awal dari pada harus penasaran dan cemburu melihat keberadaan Rendi dan Indah diapartemen mereka.


terserah dengan apa yang mau mereka lakukan Dara tak ingin peduli batin Dara kesal.


Sementara Rendi sudah membujuk Indah agar tak ikut nyatanya Indah kekeh ingin ikut akhirnya Rendi pasrah terserah apa maunya Indah.


"Aku harus mandi dan ganti baju, lebih baik kamu pulang mandi dan ganti pakaian mu nanti aku akan menjemputmu" ucap Rendi.


"Benar yaa kamu menjemputku.." ucap Indah penuh harap.


"Iya... ya sudah sana nanti kita terlambat" ucap Rendi.


"Ya sudah aku pulang dulu sayang... bye " ucap Indah nampak mengecup pipi Rendi membuat Rendi tak suka.

__ADS_1


Unttung Dara tak disini, batin Rendi.


Setelah kepergian Indah , Rendi mencoba menghubungi sekertarisnya mencoba bernegoisasi agar pertemuannya diundur dan benar saja bukan pihak Rendi yang mengundur namun pihak Mr Smith yang mengundur lebih dahulu membuat Rendi senang setengah mati .


Senang karena malam ini ia bisa menghabiskan waktu dengan Dara, wanita yang sudah ia rindukan dan sudah lama tidak ia sentuh.


Rendi segera bergegas kekamarnya untuk mandi dan segera menemui Dara namun sebelum itu ia nanti harus mengirim pesan pada Indah agar tak menunggunya karena jadwal pertemunnya ditunda.


Dikamarnya Indah nampak senang dan semangat sekali.memilah milah baju yang terbaik yang akan dia gunakan diacara pertemuan Randi itu meskipun ia sudah terbiasa diajak kesana kemari oleh Randi namun ia harus tetap tampil maksimal dan sempurna.


Hingga sebuah pesan masuk diponselnya dan segera Indah menyambar ponsel iphone keluaran terbaru itu.


Randi ??? apa dia sudah sampai Batin Indah kemudian membuka pesan yang membuat nya menjadi sebal seketika.


Pertemuanya diundur besok pagi oleh Mr Smith, jadi kamu tak perlu bersiap siap, istirahatlah karena besok kamu harus bekerja.


Good night.


Mood Indah berubah menjadi kesal , bagaimana tidak ia sudah mendapatkan busana terbaik yang akan ia kenakan tapi nyatanya malah dibatalkan.


Kesal itulah yang dirasakan Indah saat ini, jika saja ia tau lebih awal mungkin Indah tak perlu pulang dan bisa menginap berduaan dengan Randi.


benar benar sial... batin Indah.


...


Apa Dara sudah tidur ??? batin Rendi kemudian berjalam mendekati Ranjang Dara dan duduk dipinggir ranjang.


"Sayang ... udah tidur????" tanya Rendi pelan sambil mengelus rambut halus Dara.


"Lhoo mas nggak jadi pertemuanya ?" tanya Dara lantas bangun dan melirik ke arah jam masih pukul 8 lebih 30 menit.


"Enggak, pertemuanya diundur besok pagi" ucap Rendi yang entah dari kapan sudah berbaring disamping Dara dan memeluk Dara dari belakang.


"Trus dokter Indah ..??? " tanya Dara dengan nada tak suka.


"Sudah kusuruh pergi... lagian malem malem ngangguin aja , orang mau berduaan sama istrinya gini" ucap Rendi yang mendapatkan lengkungan dibibir Dara.


Tentu saja Dara bahagia karena Rendi lebih memilihnya bukanya Dokter Indah, biarlah Dara dikatakan jahat ia juga ingin memperjuangkan ayah dari janin yang kini ia kandung.


"Kamu kok jahat sih, ngusir orang nggak dianter , mana cewek lagi..." ucap Dara tersenyum geli.


"Kalau aku anterin dia pulang paling yang senyum sekarang nggak bakal bisa senyum sampai besok dan pasti aku bakal dicuekin" gerutu Rendi.

__ADS_1


"Iya pastilah, enak banget maunya sana sini" ucap Dara .


"Tapi sekarang maunya sini aja, " goda Rendi yang membuat Dara sedikit mengggelitik.


"Aku mau nglanjutin yang tadi yang sempet ketunda." bisik Rendi ditelingga Dara.


Dara hanya tersenyum menandakan jika ia juga mau ...


Mereka pun memadu kasih membuat seisi kamar hanya terdengar suara desahan saja.


...


Paginya Rendi bangun namun tak menemukan Dara disampingnya, Rendi pun berdecak kesal karena Dara yang meninggalkan tanpa membangunkan lebih dulu.


Tak berapa lama ia melihat wanita yang ia cari keluar dari kamar mandi menggunakan dress satin tipis terlihat menerawang, rambut nya yang digulung dengan handuk karena basah membuat Rendi ingin menerkam wanita yang mengoda nya pagi ini.


"Mas udah bangun ya, padahal aku belum bikinin sarapan" ucap Dara sambil membuka lemari bajunya mencari baju yang akan ia pakai.


"Kalau sarapan nya kamu aja gimana ???" tanya Rendi yang kini mendekati Dara dan memeluk Dara dari belakang, mencium aroma rose yang menyeruak dari tubuh Dara yang menjadikan Dara khas dengan bau rose.


"Bukanya semalem udah dikasih sampe aku lemes.." ucap Dara yang membuat Rendi terkekeh mendengar ucapan Dara.


"Abis kamu pagi pagi udah godain aku .." ucap Rendi.


"Mana ada ... aku nggak godain kamu..." protes Dara.


"Kamu keluar dari kamar mandi pake baju tipis gini bikin aku pengen..." ucap Rendi jujur.


Dara hanya menyengir memperlihatkan dereretan gigi putihnya.


"Boleh nggak pagi pagi minta lagi " tanya Rendi manja.


"Engga sayang, nanti malem aja ya sekarang aku mau bikinin kamu sarapan biar nanti kamu juga engga telat" ucap Dara.


"Hmm ... liat aja nanti malem nggak bakal biarin kamu tidur..." ucap Rendi.


"Siapa takut..." tantang Dara terlihat menjulurkam lidahnya membuat Rendi gemas sekali ingin segera menerkam Dara lagi.


Sabar Rendi , tunggu nanti malam....


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen yaa...

__ADS_1


authornya lagi seneng updateee ,😁


__ADS_2