
Cladia membuka lemari pakaiannya, matanya langsung tertuju pada gaun bewarna putih yang tergantung disana, dielusnya dengan lembut tanpa bisa lagi menahan tangisnya sehingga semakin menjadi-jadi. Ingatan tentang dia yang sedang mengenakan gaun pesta bewarna putih dan berciuman dengan Ornado semakin jelas terbayang setelah dia melihat keberadaan gaun itu di lemari pakaiannya.
Cladia menutup lemari pakaiannya, lalu dengan cepat dia membalikkan tubuhnya, berjalan keluar dari kamar lalu menuruni tangga. Langkah kakinya masih baru saja mulai menuruni tangga ketika dilihatnya Ornado berlari ke arahnya, dan berhenti di tangga paling paling sambil wajahnya menengadah memandang ke arah Cladia. Cladia berjalan dengan perlahan menuruni tangga, sedang Ornado berjalan dengan pelan menaiki tangga sampai mereka bertemu di tengah-tengah, begitu tubuh mereka berdekatan, dengan cepat Cladia memeluk tubuh Ornado, menangis sejadi-jadinya di pelukan Ornado.
“Al, maafkan aku, maafkan aku…,” Ornado mengelus rambut di kepala Cladia dengan lembut.
“Al…, maaf…, aku selalu membuatmu menunggu, aku selalu membuatmu mengorbankan dirimu untukku, aku…,”
“Husttt…, jangan diteruskan Amore mio,” Ornado mengecup puncak kepala Cladia dengan lembut.
“Aku tidak pernah keberatan untuk menunggumu, walaupun itu harus berulang, asalkan itu adalah kamu, karena sudah menjadi takdirmu untuk selalu berada di sisiku. Apapun yang terjadi, kamu pasti kembali ke sisiku, menjadi milikku,” Ornado melepaskan pelukannya, dipandanginya wajah Cladia yang penuh dengan airmata. Dengan lembut di hapusnya airmata yang mengalir di pipinya dengan ujung jarinya.
“Jangan menangis lagi, mulai saat itu kamu hanya boleh tersenyum dan tertawa, kamu hanya boleh bahagia,” Tangan kanan Ornado menarik tengkuk Cladia dengan lembut, menengadahkan kepala Cladia untuk mendekat kepadanya, dan dengan lembut diciumnya bibir Cladia, membuat airmata Cladia kembali menetes, kali ini bukan karena sedih ataupun penyesalan, karena rasa bahagia yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata lagi, kedua lengannya bergerak memeluk leher Ornado dengan erat, membawa kepala Ornado semakin mendekat ke arahnya, membuat ciuman Ornado semakin dalam, menuntut, dan membangkitkan gairahnya, tidak lagi perduli dengan keberadaan beberapa orang pelayan yang melihat kejadian itu.
Setelah lewat beberapa saat mereka begitu menikmati ciuman mereka, dengan bibirnya masih mencium bibir Cladia, lengan kiri Ornado bergerak ke arah punggung Cladia, sedang lengan kanannya bergerak ke arah belakang lutut Cladia, kemudian dengan cepat diangkatnya tubuh Cladia, digendongnya dengan bridal style menaiki tangga rumahnya menuju ke dalam kamar mereka.
“Apa bayi kita baik-baik saja?” Ornado berkata sambil memeluk tubuh Cladia yang tertutup dengan selimut dengan erat.
“Kamu baru saja mengunjunginya, kenapa masih bertanya?” Cladia menjawab dengan wajah yang memerah, membuat Ornado tersenyum geli.
“Terimakasih karena kamu sudah kembali padaku Amore mio,” Ornado mengecup bibir Cladia sekilas. Tangan Cladia bergerak ke arah wajah Ornado, mengelusnya dengan lembut.
“Kamu tidak tahu betapa aku bersyukur karena kamu adalah laki-lakiku, betapa beruntungnya aku memilikimu sebagai pendamping hidupku, dan hampir saja aku kehilangan dirimu lagi, mengingat itu menjadi kenangan buruk bagiku,” Ornado mengelus lembut rambut Cladia yang tidur dalam pelukannya.
“Aku tidak pernah sedikitpun menjauh dari kehidupanmu, bahkan sejak aku meninggalkan kota ini 15 tahun yang lalu, aku selalu memikirkan dan mengingatmu. Walaupun kamu tidak mengingat tentang kita, aku akan selalu bisa membuatmu merasakan tentang cinta kita,” Cladia tersenyum mendengar kata-kata Ornado.
“Kadang aku tidak percaya kamu mengatakan belum pernah berpacaran ataupun jatuh cinta dengan seorang wanita, sedangkan apapun yang kau lakukan selalu romantis dan membuat hati wanita meleleh,” Ornado terkekeh mendengar perkataan Cladia.
“Aku tidak tahu darimana bakat itu timbul, mungkin karena wanita yang harus aku dapatkan hatinya benar-benar seorang wanita yang unik, sehingga aku harus belajar banyak dari orang-orang berpengalaman untuk meluluhkan hatinya,” Cladia tersenyum, dikecupnya bibir Ornado dengan mesra, lalu dibenamkannya kepalanya di dada bidang Ornado.
Sebentar kemudian terdengar suara handphone Ornado dan Cladia yang berbunyi bersamaan, tangan Ornado dengan cepat menghalangi Cladia untuk meraih handphonenya.
“Al?” Dengan penuh tanda tanya Cladia memanggil nama Ornado karena menghalanginya untuk menerima panggilan telepon.
“Siang ini kita bolos kerja, siapapun yang menelpon kita pasti akan bertanya kita ada dimana sekarang dan apa yang sedang kita lakukan, menurutmu? Kita harus menjawab apa? Apa perlu kita jelaskan secara detail kondisi kita saat ini?” Lagi-lagi Ornado tertawa geli melihat wajah Cladia yang memerah.
“Siang ini biarkan aku menikmati masa bulan maduku untuk kesekian kalinya, karena hari-hari ke depan, aku akan selalu membuat hari-harimu selalu indah dan penuh dengan kebahagiaan,” Ornado berkata sambil mempererat pelukannya.
Niela dan Jeremy tersenyum dengan wajah diliputi kebahagiaan. Dengan gaun pegantin yang dikenakannya, Niela terlihat begitu cantik dan elegan hari ini, sedang Jeremy dengan jas hitamnya tampak begitu tampan dan mempesona.
“Hati-hati Amore mio,” Ornado memegang lengan Cladia dengan erat, dielusnya sebentar perut Cladia yang sudah tampak membesar.
“Ah, Apa kabar Tuan Xanderson,” Seorang pria seumuran dengan Ornado mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ornado, tapi begitu tangannya terulur ke arah Cladia, dengan gerakan lambat Cladia berusaha menjauh dari uluran tangan tersebut, dengan mempereerat pelukannya ke lengan Ornado, sehingga Ornado harus mengambil sikap menggantikannya, menjabat tangan orang itu kembali.
“Maaf Al, aku sudah mencobanya, tapi aku tetap belum bisa dekat dengan pria lain, mungkin itu akan membuatmu menjadi gunjingan orang karena istrimu dianggap wanita sombong,” Setelah orang itu menjauh, Cladia berbisik pelan ke arah telinga Ornado yang langsung tersenyum.
“Aku tidak perduli Amore mio, berarti seumur hidupmu hanya aku pria yang bisa menyentuhmu, harusnya aku merasa bangga karena hanya aku yang memiliki kesempatan seistimewa itu,” Ornado membalas bisikan Cladia dengan berbisik juga di telinga Cladia dengan lembut, membuat Cladia tersenyum bahagia.
“Kami menunggu kalian menyumbangkan sebuah lagu untuk kami,” Niela yang berdiri di samping Jeremy tersenyum kepada Cladia yang langsung memandang ke arah Ornado yang ikut tersenyum dan menuntun Cladia ke atas panggung, membiarkan Cladia berdiri di sampingnya, bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu, sedang Ornado langsung mengambil posisi duduk di depan piano. Suara dentingan piano mengalun lembut mengiringi suara Cladia menyanyikan lagu From this moment dari Shania Twain.
From this moment life has begun
Mulai sekarang ini, kehidupan baru tlah dimulai
From this moment you are the one
Mulai sekarang ini, hanya engkaulah satu-satunya
Right beside you
__ADS_1
Tepat di sampingmu
is where I belong
adalah tempat semestinya aku berada
From this moment on
Mulai sekarang ini
From this moment I have been blessed
Mulai sekarang, aku tlah diberkati
I live only for your happiness
Aku hidup hanya untuk kebahagiaanmu
And for your love
Dan untuk cintamu
I’d give my last breath
Kan kuberikan nafas terakhirku
From this moment on
Mulai sekarang ini
I’d give my hand to you with all my heart
Kan kuberi tanganku dengan seluruh hatiku
Aku tak sabar untuk dapat segera hidup bersamamu, tak sabar untuk menunggu
You and I will never be apart
Kau dan aku takkan pernah terpisah
My dreams came true because of you
Karenamu mimpiku terwujud
From this moment
Mulai sekarang ini
as long as I live
sepanjang hidupku
I will love you, I promise you this
Ku kan mencintaimu, aku berjanji
There is nothing I wouldn’t give
Tak ada satupun yang takkan kuberikan
From this moment on
Mulai sekarang ini
__ADS_1
OH
You’re the reason I believe in love
Engkaulah alasan aku percaya cinta
And you’re the answer to my prayers from up above
Dan engkaulah jawaban atas doaku dari Tuhan
All we need is just the two of us
Yang kita butuhkan hanya kita berdua
My dreams came true because of you
Mimpiku terwujud karenamu
From this moment as long as I live
Mulai sekarang ini sepanjang hidupku
I will love you, I promise you this
Aku akan mencintaimu, aku berjanji
There is nothing I wouldn’t give
Tak ada yang takkan kuberikan
From this moment
Mulai sekarang ini
I will love you
Aku akan mencintaimu
As long as I live
Di sepanjang hidupku
From this moment on
Mulai sekarang ini
Setelah Ornado dan Cladia selesai menyumbangkan lagu untuk kedua pengantin, Ornado berjalan mendekat ke arah Cladia, sambil berbisik lembut.
“Lagu ini bukan hanya untuk Niela dan Jeremy. Lagu ini juga janjiku untukmu Amore mio,” Tanpa menunggu jawaban dari Cladia, Ornado langsung menarik tubuh Cladia dalam pelukannya dan menciumnya dengan mesra di depan semua tamu undangan, membuat Niela terbeliak kaget dan langsung menutup mulutnya yang melongo dengan telapak tangannya dan Jeremy tertawa karena melihat tindakan mesra Ornado kepada Cladia di pesta pernikahan mereka.
TAMAT
Akhirnya tamat juga, pengennya 3 episode terakhir up besok, tapi akhirnya up hari ini semua. Buat para pembaca setia, terimakasih buat supportnya selama ini. Semoga novel ini bisa menghibur dan memuaskan para pembacanya. Terimakasih untuk like, komen, vote, follow dan setiap pembaca yang sudah gabung di grup chat. I LOVE YOU ALL
Jangan lupa untuk mampir ke novelku lainnya:
My Wild Rose (Season 2)
CINTA KARNA CINTA
BUKAN CINDERELLA BIASA
BUKAN CINDERELLA BIASA (Season2)
__ADS_1
Be My SUPERHERO