My Wild Rose

My Wild Rose
ISTI (IKATAN SUAMI TERGILA-GILA ISTRI)


__ADS_3

Ketika James memasuki ruangan Ornado, dilihatnya pria itu sedang menerima telpon dari Amadea sambil berdiri di depan jendela ruang kerjanya, membelakangi pintu masuk ruangannya, sehingga tidak terlalu memperdulikan kedatangan James.


"Tidak apa-apa, kalau kamu memang memutuskan untuk pergi besok, nanti malam mampirlah ke rumah, kita adakan pesta barbeque sebelum kamu pergi," Di seberang sana Amadea tersenyum senang mendengar tawaran Ornado.


"Setelah pesta barbeque, bolehkan aku menginap di rumahmu malam ini, rasanya belum pernah sekalipun kamu mengundangku menginap disana, kamu pelit sekali Ad," Ornado tersenyumn geli, tidak ada salahnya membiarkan Amadea menginap, supaya dia dan Cladia bisa saling mengenal. Walaupun kemarin malam Ornado sudah menjelaskan siapa Amadea kepada Cladia, tidak ada salahnya mereka lebih saling mengenal satu sama lain sebagai saudara, karena dua wanita itu merupakan orang yang penting bagi Ornado, yang satu istri yang begitu dicintainya dan yang  satu lagi adik yang begitu disayanginya.


"Aku takut kamu merasa tidak nyaman karena rumahku tidak sebagus hotel berbintang yang biasa kamu tempati," Mata Amadea membeliak mendengar perkataan Ornado.


"Dasar! Jangan mencari alasan Ad! Bahkan hotel terbaik di negeri ini belum tentu bisa sebagus rumahmu. Bilang saja kamu tidak mau masa-masa bulan madumu terganggu olehku," Ornado tertawa mendengar protes dari Amadea.


"Ok, ok, kemas semua barangmu dan pindahkan ke rumahku, aku akan hubungi orang rumah untuk mengaturkan kamar untukmu. Ke depannya kalau kamu suka saat kamu berkunjung ke Indonesia, menginap saja di rumahku. Tapi, kamu harus berjanji, jangan sampai kamu mengganggu Nyonya Xanderson," Amadea terkikik mendengar ancaman dari Ornado, memang berapa waktu lalu Ornado sempat menegurnya karena cara dia memandang dan mengamati Cladia yang membuat Cladia terlihat tidak nyaman, di satu sisi Amadea melakukan itu karena dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran tentang siapa dan apa kehebatan Cladia sampai membuat sepupu kesayangannya bertekuk lutut, bahkan begitu melindunginya.


"Aku pernah mendengar istilah ISTI di Indonesia, sepertinya kamu termasuk salah satu anggota mereka," Ornado mengernyitkan keningnya, mencoba mengingat istilah ISTI.


"Apa itu ISTI?" Tawa Amadea langsung meledak mendengar pertanyaan polos dari Ornado.


"Ikatan Suami Takut Istri. Kamu lebih lama di Indonesia, harusnya lebih mengerti dari aku," Amadea berkata dengan suara yang terdengar jelas bahwa saat ini dia sedang menahan tawanya.


"O, ya? Aku tidak tergabung dalam Ikatan Suami Takut Istri, tapi Ikatan Suami Tegila-gila Istri," James yang mendengar pembicaraan mereka ikut tertawa geli.


"Ah, sudahlah, banyak hal yang harus aku selesaikan, kita lanjutkan obrolan kita nanti malam di rumahku, sampai nanti Amadea," Ornado menutup telponnya, setelah itu berjalan ke arah kursi di meja kerjanya, sekilas dilihatnya James yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.


"Kamu sudah disini James?" James mengangguk sambil tersenyum untuk menjawab pertanyaan Ornado.


"Tunggu sebentar, ada yang harus kuselesaikan dengan cepat," James kembali menganggukkan kepalanya.


"Fred, aturkan segera bersama orang rumah, hari ini Nona Amadea akan menginap di rumahku," Hanya sebaris kalimat yang diucapkan Ornado kepada Fred lewat handphonenya dan dia langsung memutuskan panggilan setelah Fred menjawab iya.

__ADS_1


"Fred bilang kamu sedang mencariku," James berkata sambil membenarkan letak papan nama Ornado di atas meja kerjanya sedang Ornado mengambil posisi duduk di kursi kerjanya.


"Aku mau kamu melakukan sesuatu untukku," James mengernyitkan keningnya, mencoba menebak-nebak apa yang diinginkan Ornado darinya.


"Tentang saudara kembar Edo," James menarik nafas panjang mendengar perkataan Ornado. Sejak perintah Ornado dikeluarkan untuk mencari info tentang orang yang mirip Edo di pesta pertunangan Reno dan Liana, anak dari Om Setiawan, James sudah berusaha mencari info tentang orang asing itu secara detail. Dan sungguh sebuat kejutan yang tidak menyenangkan, ternyata laki-laki yang bernama Edi itu adalah saudara kembar identik Edo, yang merupakan teman dari Liana, tunangan Reno.


James tidak terlalu tahu banyak tentang kejadian 5 tahun lalu yang menimpa Cladia, tapi tidak lama setelah Ornado memberikan perintah padanya untuk penyelidikan itu, mau tidak mau sedikit banyak akhirnya James mengerti tentang kejadian itu. Bahkan mau tidak mau walaupun Ornado tidak menjelaskannya, James yang cukup cerdas merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi Cladia sekarang, yang membuat Orando begitu menjaga dan melindungi Cladia agar kondisinya tidak bertambah parah.


James tahu Cladia merupakan sosok wanita cantik yang cerdas dan hebat, tapi di sisi lain James bisa merasakan kalau ada sesuatu yang membuat Cladia kadang terlihat sangat rapuh. James tidak mau mengambil sikap lancang untuk menanyakannya, selama Ornado tidak ingin menceritakannya. Bagi James, sebagai saudara sepupu sekaligus tangan kanan Ornado yang bisa dia lakukan hanya mengamati dan berusaha melindungi mereka berdua.


"Apa yang kamu inginkan untuk aku lakukan untukmu?" Wajah Ornado benar-benar berubah serius mendengar perkataan James.


"Aku merasa setelah mempelajari infomu tentang Edi, dia sengaja mendekati Reno karena tahu tentang hubungan Om Setiawan dan Bumi Asia, dan dia tahu tentang hubungan antara Bumi Asia dan Sanjaya, tahu hubunganku dengan Cladia," James mengangguk cepat, karena pemikiran Ornado sepertinya benar.


"Selama ini Edi adalah sosok tertutup seperti Edo, bahkan Om Setiawan sebenarnya belum pernah bertemu dengannya, tapi tiba-tiba saja dia muncul di sekitar Cladia, pasti ada seseorang yang membantunya untuk mendapatkan semua info tentang kami," James melipat kedua tangannya di depan perutnya dengan kening sedikit berkerut.


"Saat itu aku ikut berkontribusi atas kebangkrutan usaha mereka walaupun aku tidak 100% terlibat," James sedikit melotot mendengar pengakuan Ornado.


"Saat itu papa dalam kondisi kritis, aku tidak bisa meninggalkan Itali untuk melindungi Cladia, satu-satunya cara aku harus menghancurkan usaha keluarga Edo agar dia tidak bisa menyuap atau melakukan hal licik lainnya agar bebas dari hukumannya. Itupun bisa terlaksana karena memang aku bisa menemukan bukti kerja kotor perusahaan mereka yang berusaha menghindari pajak, memalsukan legalitas perusahaan mereka dan memperlakukan karyawannya dengan tidak manusiawi. Aku hanya berusaha mengumpulkan bukti dan saksi untuk menjerat mereka agar mempertanggungjawabkan tindakan mereka yang melawan hukum," James menarik nafas panjang, ternyata walaupun tidak ada di sisi Cladia tapi campur tangan Ornado dalam melindungi Cladia tidak bisa dianggap main-main.


"Kalau mendengar penjelasanmu, rasanya ada kemungkinan Edi ingin membalas dendam padamu," Ornado tersenyum sinis.


"Dia tidak akan memiliki kemampuan untuk menyentuhku, tapi yang aku khawatirkan adalah Cladia. Secara status dan kekuatan ekonomi mungkin dia tidak bisa menghancurkan Cladia, tapi kehadirannya bisa mempengaruhi mental Cladia. Kamu bisa bayangkan kejadian mengerikan yang dialami Cladia waktu itu. Tidak akan mudah melupakan kejadian menjijikkan dan mengerikan hari itu. Aku tidak mau karena kehadiran Edi, Cladia harus terus teringat tentang kejadian hari itu." Jeremy menganggukkan kepalanya, bisa mengerti maksud Ornado.


"Aku akan berusaha mencegah agar dia tidak bisa mendekati Cladia sedikitpun,"  Ornado sedikit menggigit bibirnya, andai saja ke depannya Edi berani menyentuh Cladia walaupun hanya seujung kukunya, dia bersumpah dia tidak akan segan-segan menghancurkan sampai dia tidak bisa bangkit lagi dan membalas dendam, seperti dia menghancurkan Edo.


"Aku juga tidak akan rela kalau ibu dari calon keponakan masa depanku mengalami hal buruk," Tatapan tajam Ornado berubah menjadi sedikit melembut mendengar candaan James. James tersenyum, karena begitu lama dia hidup bersama Ornado, dia mengenal betul sifat dan kelemahan Ornado. James benar-benar tahu hanya dengan menyebut nama Cladia saja bisa mengubah suasana hati Ornado secepat kilat.

__ADS_1


Aku benar-benar menantikan saat itu tiba, anak-anak hebat yang akan diberikan Cladia untukku, Ornado berbisik dalam hati dengan bibirnya yang tersenyum membayangkan Cladia dengan perutnya yang besar karena mengandung anak mereka. James tertawa pelan melihat Ornado yang sedikit melamun akibat perkataannya tentang calon keponakan.


"Ada hal lain yang mau kamu bicarakan denganku?" Ornado sedikit tersentak karena pertanyaan James, sadar dari lamunannya yang sudah kemana-mana.


"Oooo, iya, aku mau mengundangmu pesta barbeque malam ini di rumah," James langsung tertawa.


"Wahhh, sepertinya kejadian kemarin malam benar-benar hebat sampai kamu membuat pesta lagi malam ini," Ornado ikut tertawa pelan mendengar olok-olok dari James.


"Kamu tadi sudah dengar kan? Besok Amadea akan ke Bali, setelah itu dia akan langsung kembali ke Itali, sebagai saudara yang mendapatkan kunjungan harus bisa menservis tamu dengan sebaik-baiknya," Ornado mencoba berkelit dari olok-olok James, sambil tangannya bergerak membuka laci meja kerja di hadapannya, mengambil sebuah amplop coklat yang tersegel rapi.


"Untukmu," Ornado sedikit melemparkannya ke arah James dengan pelan.


"Apa ini?" James mengernyitkan alisnya sebelum tangannya meraih amplop di hadapannya.


"Walaupun kemarin ada sedikit insiden, aku harus mengakui pesta kejutan kemarin benar-benar hebat," Ornado menghentikan kata-katanya.


"Itu kunci Bugatti ku yang tidak sengaja terbawa saat aku kembali ke Indonesia, untuk surat-surat nya akan segera aku aturkan untuk secepatnya dikirimkan ke kamu." Mata James membeliak dengan bibir sedikit terbuka, tidak bisa menyembunyikan rasa kaget dan bahagianya. Ornado ikut tersenyum, dia tahu sekali saat pertama kali Bugattinya sampai di depan mansionnya, justru James yang lebih dahulu melihat dan mengamat-amatinya, mengelus-elus bodi Bugattinya dengan mata berbinar-binar.


"Lain kali aku akan benar-benar berusaha mengingat-ingat agar tidak bertaruh lagi denganmu," James tertawa mendengar Ornado yang berkata dengan senyuman tetap tersungging di bibirnya.


"Hebat, ini benar-benar hebat. Terimakasih banyak Ad," Ornado tersenyum simpul, tentu saja dia harus menepati janjinya kepada James karena pesta tadi malam. Sekilas ingatan tentang ciuman Cladia kembali mengusik pikiran Ornado, membuatnya tanpa sengaja membuat bibirnya menyunggingkan senyum nakal.


"Ehem...," Mendengar deheman dari Ornado, James mengalihkan pandangannya dari amplop di tangannya ke arah wajah Ornado yang sedikit terlihat malu-malu.


"Ada apa Ad? Rasanya sejak kemarin wajahmu tampak bahagia sekali,"


"Sudahlah, lanjutkan kerjamu," James tertawa senang sebelum akhirnya berjalan melangkah keluar dari kantor Ornado dengan mempermainkan amplop coklat di tangannya daripada mendapatkan tatapan tajam Ornado yang pasti akan membuatnya bergidik.

__ADS_1


__ADS_2