
Cladia dan Laurel sedang menikmati teh dan kue di dekat kolam renang ketika Dave dan Ornado berjalan mendekat ke arah mereka dengan masih mengenakan dobok taekwondo mereka. Laurel dan Cladia tersenyum melihat kedua laki-laki tampan yang berjalan ke arah mereka. Mereka semakin terlihat mengagumkan dengan dobok taekwondo dan tubuh mereka yang terlihat basah oleh keringat. Tetesan keringat masih terlihat jelas di wajah Ornado dan Dave ketika kedua laki-laki itu berdiri di hadapan Cladia dan Laurel.
"Bagaimana latihanmu hari ini Tuan Shaw? Apa akhirnya kamu menemukan lawan yang sebanding denganmu?" Dave tersenyum mendengar sindiran dari Laurel yang tahu benar bahwa selama ini Dave sering mengeluhkan tentang semua teman-teman seperguruan taekwondonya dulu sewaktu SMA sudah pergi keluar kota atau bahkan keluar negeri sehingga sampai saat ini dia belum bertemu dengan teman yang cocok yang bisa diajaknya berlatih taekwondo bersama.
"Sepertinya ke depannya aku harus banyak belajar dari Ad, teknik Dubal Dangsang Chagi (Tendangan dengan dua target sasaran) Ad benar-benar hebat, aku belum bisa menandinginya." Ornado tertawa mendengar pujian dari Dave.
"Jangan merendah, gerakan Sambion Jireugi ku (Pukulan Ke Bawah, Perut, dan Kepala) tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu," Dave menepuk bahu Ornado dan ikut tertawa mendengar pujian balik dari Ornado untuknya. Cladia dan Laurel saling berpandangan sambil tersenyum, merasa bahagia melihat keakraban kedua lelaki tampan tersebut, walaupun sebenarnya baik Cladia maupun Laurel tidak mengerti sama sekali dengan apa yang baru saja mereka bicarakan.
"Menyenangkan sekali bisa bertemu teman latihan sepertimu," Ornado membalas tepukan di bahu Dave, lalu kedua tangan Ornado dan Dave yang mengepal saling meninju dengan pelan sambil tawa senang menghiasi wajah kedua laki-laki itu. Setelah itu Ornado meraih botol air mineral di meja yang langsung diteguknya, kemudian berjalan mendekati Cladia, mengambil posisi duduk di sisinya.
"Kalau kalian terus membicarakan tentang taekwondo tidak akan ada habisnya, kami berdua hanya akan melongo dengan sukses," Laurel menepuk paha Dave yang sudah duduk di sampingnya sambil mengunyah sepotong kue di mulutnya. Dave langsung menyuapkan sepotong kue di mulut Laurel mendengar protes dari Laurel. Ornado dan Cladia hanya tersenyum melihat mereka berdua.
"Baru kali ini kita mendapatkan kesempatan untuk sedikit bersantai dan mengobrol," Laurel berkata sambil matanya melihat ke arah Cladia dan Ornado yang duduk bersebelahan di samping kirinya.
"Sebenarnya kita banyak kesempatan, tapi sayangnya Tuan dan Nyonya Shaw selalu sibuk sehingga sering menolak undangan kami, mungkin gubuk kami belum layak untuk dikunjungi oleh keluarga Shaw," Laurel tertawa renyah mendengar olok-olok dari Ornado.
"Kamu benar-benar mengejek kami Ad, kalau rumahmu kamu bilang gubuk, bisa jadi di penglihatanmu rumah kami hanya sekedar rumah kardus di bawah jembatan," Ornado tertawa menangggapi perkataan Laurel, mengingatkannya pada masa kecil mereka.
Sejak kecil Ornado dan Laurel seringkali berdebat, bahkan kadang berakhir dengan pertengkaran yang membuat Cladia kecil menangis karena ingin memisahkan mereka dari pertengkaran. Jika sudah melihat Cladia menangis tentu saja akhirnya Ornado yang mengalah, terpaksa menghentikan pertengkarannya dengan Laurel, bahkan bersedia meminta maaf lebih dahulu kepada Laurel, entah dia atau Laurel yang salah, demi membuat Cladia kecil menghentikan tangisannya.
"Kamu tidak ingin berenang?" Laurel menoleh mendengar pertanyaan Dave.
__ADS_1
"Harusnya kamu dan Ornado yang berenang, supaya bau keringat kalian tidak menyebar kemana-mana," Dave mencubit hidung Laurel pelan, lalu bangkit berdiri, melepas dobok taekwondonya, Laurel langsung meraih dobok taekwondo Dave, melipat dan meletakkannya di atas kursi santai yang ada di samping kursi santai yang digunakannya saat ini.
Setelah siap dengan pakaian renangnya, mata Dave melirik ke arah Ornado, kepalanya menggeleng, bergerak ke arah kolam renang, memberi kode kepada Ornado untuk ikut berenang bersamanya. Ornado melirik ke arah Cladia yang tampak menikmati potongan buah segar di piring kecil yang tertumpu pada kedua pahanya sambil memandang lurus ke arah kolam renang di depannya, mengamati patung malaikat kecil di samping kolam renang yang membawa guci di bahunya dan air terlihat keluar dari guci yang dipegangnya.
"Amore mio," Mendengar panggilan lembut dari Ornado, Cladia sedikit tersentak dan langsung menoleh, tanpa disangkanya dengan gerakan cepat, tepat setelah Cladia menoleh, bibir Ornado langsung bergerak untuk mencuri ciuman di bibir Cladia, bahkan mencuri sebutir buah anggur yang masih utuh, yang baru saja masuk ke dalam mulut Cladia, membuat Cladia terbeliak kaget. Belum sempat Cladia sadar dari kagetnya Orando menarik bibirnya, mengunyah anggur yang baru saja direbutnya dari mulut Cladia, dan mengarahkan bibirnya ke telinga Cladia sambil berbisik lembut.
"Manis..." Setelah berbisik pelan di telinga Cladia, Ornado langsung bergerak cepat, melepas dobok taekwondonya dengan tidak perduli dan melemparkannya ke lantai lalu sambil sedikit berlari menuju ke arah kolam renang dan langsung menceburkan diri ke dalam kolam renang, membuat tangan Cladia yang sudah bersiap memukulnya terhenti di udara.
Melihat tindakan Ornado kepada Cladia, Laurel langsung terkikik, sedang Dave yang tadinya berdiri di pinggiran kolam renang sambil menunggu Ornado hanya bisa tersenyum simpul dan bergegas menyusul Ornado untuk menceburkan diri ke dalam kolam renang, berenang dan menikmati segarnya air kolam sore itu.
"Dasar Ad, dia tidak berubah sama sekali, sejak kecil selalu menjadikanmu sebagai pusat perhatiannya, setiap ada kesempatan pasti selalu mencoba mendekati dan menggodamu. Dengan sifatnya, aku rasa ke depannya kamu harus tetap berhati-hati dengan pergaulanmu dengan lawan jenis. Ah beruntung sekali akhirnya dia berhasil menikahimu. Melihat begitu posesifnya dia padamu sejak kecil dulu, aku sempat tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi kalau sampai dia tidak bisa mendapatkanmu. Setiap ada kesempatan dia tidak akan membiarkanmu lepas dari pandangan matanya," Cladia tersenyum, walaupun Laurel mengatakan Ornado posesif terhadapnya, baginya Ornado hanya laki-laki yang ingin melindungi wanitanya, toh selama dia bersama Ornado belum pernah sekalipun Ornado bersikap kasar atau menyakitinya, yang ada justru Ornado rela melakukan apapun untuknya asal dia bahagia dan Ornado selalu melindunginya, selalu ada saat dia membutuhkannya.
Cladia menarik nafas panjang, kedua pria itu ternyata memang benar-benar sudah berniat berenang setelah mereka berlatih taekwondo, terlihat dari celana renang yang sudah mereka pakai di balik dobok taekwondo mereka. Sepertinya mereka sengaja memakainya setelah latihan taekwondo mereka selesai, dan sebelum mereka ke kolam renang. Laurel sedikit mengeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua laki-laki itu, sepertinya mereka memiliki banyak energi sisa, sampai-sampai setelah berlatih taekwondo pun masih bisa berenang dengan penuh semangat.
"Aku tidak terlalu ingat tentang masa kecil kami, mungkin karena trauma yang aku alami 5 tahun lalu, tapi James sudah menceritakan tentang bagaimana dia selalu menganggapku sebagai istri masa depannya," Cladia menanggapi perkataan Laurel.
"Saat itu aku pernah menggodanya, bagaimana kalau saat hari itu tiba kamu tidak mau menikah dengannya, atau bahkan mungkin kamu sudah menikah dengan orang lain," Mendengar perkataan Laurel, Cladia menoleh ke arah Laurel sambil sedikit menaikkan alisnya sedikit, ada rasa penasaran di hatinya mendengar kata-kata Laurel barusan.
"Waktu itu umurnya masih 12 tahun, dia menjawab bahwa selamanya dia tidak akan menikah kalau bukan denganmu, karena di matanya yang dia anggap perempuan di dunia ini hanya Cladia Sanjaya, kalau bukan dengan Cladia dia tidak akan pernah jatuh cinta dengan yang namanya perempuan. Dia memilih untuk tidak menikah jika dia tidak berhasil menikahimu. Mungkin sebagian orang menganggap jawaban yang diberikannya saat itu adalah jawaban asal-asalan, jawaban iseng dari mulut seorang anak kecil, tapi bagi aku yang mendengar dia mengatakan itu, aku tahu dia benar-benar serius dengan perkataannya. Dia benar-benar memujamu. Aku benar-benar salut dengan keteguhan hati Ad terhadapmu, bahkan jarak yang jauh dan waktu 15 tahun tidak mampu menggoyahkannya," Cladia tersenyum, dipandanginya Ornado yang masih asyik berenang dengan Dave. Ada rasa syukur yang menyembul di dada Cladia bahwa Ornado lah yang akhirnya menikahinya, menjadi suaminya, bukan pria lain.
"Dengan kondisiku aku sadar diri, bahkan awalnya aku berencana untuk tidak menikah sama sekali," Laurel menatap wajah Cladia dalam-dalam, bersyukur sudah banyak perkembangan yang terjadi pada Cladia, boleh dibilang proses kesembuhannya sudah mencapai 70%.
__ADS_1
"Melihat cara Ornado menciummu tadi, dan dari reaksimu sepertinya kondisimu sudah mengalami banyak kemajuan yang pesat. Sejak dulu Ad benar-benar seorang laki-laki yang tidak bisa menyembunyikan perasaan cintanya padamu,"
"Semuanya karena Al begitu baik padaku dan selalu mendukungku," Pipi Cladia menunjukkan semburat warna merah, membuat Laurel terkikik.
"Kamu sudah melakukan itu dengan Ad untuk kedua kalinya? Atau jangan-jangan sudah menjadi kesekian kalinya?" Cladia tersentak, kepalanya langsung menggeleng kuat-kuat.
"Belum...., tidak,...., maksudku, ah, kamu…., jangan menggodaku, jangan mengerjaiku Laurel," Kali ini wajah Cladia benar-benar memerah dan terlihat salah tingkah akibat pertanyaan Laurel barusan.
"Ok, ok, tenang saja, tidak perlu memaksakan dirimu, lagipula kehamilanmu baru saja menyelesaikan trisemester pertama, terlalu beresiko untuk bayi di perutmu jika kalian melakukan itu di trisemester pertama kehamilanmu. Menurut info dari Ad, minggu depan kamu akan berangkat ke Itali bersamanya untuk menghadiri event besar peluncuran produk kalian?" Cladia mengangguk mendengar pertanyaan Laurel.
"Sebenarnya Al tidak ingin aku ikut kesana, dia terlalu khawatir dengan kehamilanku, tapi bagiku ini event terbesarku sebelum meninggalkan Sanjaya dan bergabung dengan Bumi Asia. Tentu saja aku tidak mungkin melewatkannya." Laurel tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Dengan sifat over protektif Ornado terhadap Cladia yang selama ini dia tahu, pasti Ornado tidak akan dengan gampang memberi ijin Cladia untuk terbang ke Italia dengan kondisi hamil muda seperti saat ini.
"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya menarik sekali," Ornado dan Dave tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Laurel dan Cladia sambil mengeringkan rambut dan badan mereka dengan handuk. Mendengar pertanyaan Ornado, Laurel langsung tertawa ringan.
"Pembicaraan antar wanita Ad, kamu tidak perlu tahu," Ornado mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Laurel, ditatapnya Cladia dalam-dalam, berusaha menebak apa maksud perkataan Laurel, membuat Cladia sedikit salah tingkah dan berusaha menghindarai tatapan mata Ornado, karena Cladia kembali teringat pertanyaan Laurel tadi.
"O ya Laurel, minggu depan kami akan berangkat ke Italia. Bagaimana dengan kondisi kesehatan Cladia? Bagaimana dengan hasil pemeriksaan USG kehamilan Cladia kemarin? Apakah memungkinkan untuk Cladia melakukan perjalanan udara? Apakah akan baik-baik saja untuk dia dan bayi kami?" Laurel sedikit menaikkan bahunya mendengar pertanyaan Ornado. (USG kehamilan adalah sebuah tes yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan perkembangan janin dan juga organ reproduksi ibu hamil. Saat Anda melakukan USG, perut Anda akan dioleskan gel kemudian dokter akan menggerakkan transduser di atas perut ibu hamil. Gema gelombang suara kemudian diterjemahkan komputer menjadi gambar pada layar yang menunjukkan gambaran dan pergerakan janin).
"Ada baiknya jika perjalanannya ditunda 1-2 minggu lagi, tapi acara kalian tidak mungkin kan kalian tunda. Tenang saja Ad, dari hasil pemeriksaan Cladia kemarin dia dan bayi dalam kandungannya dalam kondisi sehat, menurutku tidak akan ada masalah jika dia melakukan perjalanan udara asal dia banyak beristirahat, lagipula kalian akan naik jet pribadi, bukan pesawat komersial, pasti keamanan dan kenyamanannya lebih terjamin. Belum lagi tipe pesawat pribadimu adalah Airbus A380 C. Cladia juga bukan orang hamil yang sering melakukan perjalanan udara kan, jadi kalau kali ini saja dia melakukannya aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan," (Airbus A380 merupakan pesawat pribadi termahal di dunia, Airbus A380 ini hanya bisa dimiliki oleh kalangan pengusaha sukses ternama. Pasalnya, harga dari pesawat ini sangat mahal. Airbus A380 senilai dengan 500 juta dolar atau sekitar 6,3 triliun jika dirupiahkan. Dan, Airbus A380 pun nampak dengan suasana emas. Di samping itu, Airbus A380 ini cocok untuk dibawa ke belahan dunia mana pun).
Mendengar penjelasan Laurel, Ornado tampak tersenyum lega, mengingat beberapa waktu lalu dia sempat sedikit berdebat dengan Cladia terkait keinginan Cladia menghadiri acara peluncuran produk baru kerjasama Bumi Asia dan Sanjaya, sedangkan bagi Ornado secara pribadi merasa lebih aman jika Cladia yang sedang hamil muda cukup berdiam diri di rumah, dia dan yang lainnya yang akan membereskan urusan event itu, tapi mengingat wajah Cladia yang begitu berharap bisa ikut ke Italia, tentu saja sulit bagi Ornado untuk menolak keinginan Cladia, untung saja semuanya baik-baik saja sehingga Cladia bisa ikut bersamanya ke Italia kali ini.
__ADS_1
"Anggap saja kepergian kalian kali ini sebagai bulan madu kalian," Mendengar perkataan Laurel, Cladia langsung mengarahkan pandangannya ke Laurel, mendekatkan badannya, bersiap untuk mencubit lengan Laurel, tapi Laurel bergerak lebih cepat untuk membisikkan sesuatu yang membuat mata Cladia benar-benar melotot, mukanya benar-benar berubah menjadi merah padam.
"Minggu depan masa trisemester pertamamu sudah akan lewat, tidak ada salahnya kamu mencoba melakukan itu bersama Ad di Itali. Kali ini nikmatilah dengan baik," Melihat tindakan istri mereka yang saling berbisik, Dave dan Ornado hanya bisa saling berpandangan dan mengangkat bahu mereka sambil saling melempar senyum.