
Cladia benar-benar berusaha untuk tetap tersenyum walaupun melihat pemandangan yang baginya cukup membuatnya tidak nyaman. Berusaha untuk fokus melihat pada Ornado, bukan wanita cantik yang berjalan di samping Ornado. Sejak berjalan ke arah Cladia, Ornado menatap Cladia dalam-dalam, mengamatinya dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Cladia benar-benar terlihat cantik dengan gaun warna merah muda yang sengaja 2 hari lalu Ornado aturkan orang untuk mengirimnya ke rumah karena saat itu dia belum kembali dari Itali, sehingga tidak bisa menyerahkannya sendiri kepada Cladia. Ornado benar-benar tidak menyangka Cladia akan mengenakan gaun itu malam ini.
"Aku serahkan kembali pangeran tampan ini kepadamu," Begitu sampai di hadapan Cladia, Amadea berkata sambil melepas pelukan tangannya dari lengan Ornado yang tampak tidak terlalu memperhatikan karena matanya masih tetap terpaku menatap sosok Cladia tanpa berkedip. Mendengar perkataan Amadea, Cladia hanya bisa mengangguk dan membalasnya dengan senyum.
Begitu Ornado sudah ada di hadapan Cladia, seorang pria yang menjadi pembawa acara dan membawa mic segera berjalan mendekati mereka dengan wajah dipenuhi dengan senyum, seolah-olah ikut merasakan kebahagiaan Ornado.
"Selamat datang kepada tamu kehormatan kita yang sedang berulang tahun hari ini, Tuan Ornado Xanderson! Berikan tepuk tangan yang meriah!" Suara tepuk tangan segera memenuhi main hall itu. Ornado menggerakkan kepalanya untuk memandangi para tamu undangan dari ujung ke ujung dan sebentar-sebentar menganggukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa terimakasihnya atas kedatangan mereka dan ucapan selamat ulang tahun yang dia terima.
"Al, ucapkan sepatah dua patah kata untuk membuka acara ulang tahunmu hari ini," Mendengar perkataan lirih Cladia, Ornado sedikit tersentak, dengan senyum di wajahnya dia segera membalikkan badannya kembali menghadap ke arah para tamu undangan, MC yang berdiri tak jauh dari mereka segera menyodorkan mic nya ke arah Ornado yang langsung meraihnya.
"Ah..., Selamat malam semuanya, selamat datang, selamat menikmati acara dan hidangan yang sudah disiapkan. Benar-benar sebuah kejutan yang tidak saya duga. Terimakasih untuk setiap dari anda yang sudah meluangkan waktu untuk dapat merayakan hari ulang tahun saya di tempat ini. Benar-benar sebuah kejutan yang indah di hari ulang tahun saya hari ini. Saya benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan ini. Saya harap setiap yang hadir dapat ikut merasakan kebahagiaan yang saya rasakan hari ini. Terimakasih terbesar saya ucapkan kepada wanita cantik di samping saya, istri tercinta saya, Cladia Xanderson...." Ornado mengarahkan kepalanya ke samping untuk memandangi Cladia yang hanya bisa tersenyum dengan wajah sedikit memerah.
"Terima kasih untuk kejutan hari ini, ti amo Amore mio," Mendengar penutupan dari kata-kata sambutan dari Ornado semua yang hadir langsung bertepuk tangan dan tersenyum lebar, menunjukkan mereka yang hadir ikut berbahagia untuk Ornado dan Cladia.
Dengan kata-kata sambutan Ornado barusan mereka yang hadir, terutama beberapa yang belum tahu tentang status hubungan Ornado dan Cladia selama ini saling berbisik dan mengangguk-anggukkan kepalanya karena dengan penyataan Ornado barusan sama saja dengan mereka berdua mengumumkan hubungan mereka berdua sebagai suami istri secara resmi di depan semua orang, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Bagi Jeremy dan Laurel yang mengetahui kondisi Cladia, itu berarti ke depannya Cladia memilih untuk terus bersama Ornado, dan dia pasti akan berusaha keras untuk itu.
__ADS_1
Wajah Jeremy dan Niela terlihat ikut bahagia mendengar kata sambutan dari Ornado, apalagi melihat wajah Cladia yang terlihat tenang dengan senyum di wajahnya, walaupun berdiri di samping Ornado. Terlihat bahwa penolakan Cladia terhadap Ornado tidak lagi sebesar dulu.
"Ok, kita sudah dengar sambutan dari yang berulang tahun hari ini, silahkan setiap dari kita mengambil gelas minuman kita, kita akan melakukan toast bersama untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Tuan Ornado Xanderson," Mendengar ucapan dari pembawa acara semua orang mengangkat dan mengarahkan gelas mereka ke depan, termasuk Ornado dan Cladia.
"Toast!!!!" Semua orang melakukan toast dengan gelas mereka di tangannya. Tanpa diduga oleh Ornado, Cladia maju ke arah Ornado, menyilangkan tangannya ke tangan Ornado yang memegang gelasnya, sehingga wajah mereka saling berdekatan, baru setelah itu Cladia meneguk minuman dari gelas di tangannya untuk melakukan toast. Ornado benar-benar terkejut melihat tindakan Cladia, tapi akal sehatnya buru-buru membuatnya sadar untuk melakukan hal yang sama seperti yang Cladia lakukan, meneguk pelan minuman yang ada di gelasnya, dengan posisi tangan mereka saling menyilang.
Ornado berdiri dengan tangan kanannya memegang gelas berisi minuman memandang ke arah para tamu undangan yang tampak menikmati hidangan. Cladia yang baru saja meletakkan kembali gelas di tangannya ke atas meja berjalan mendekati Ornado. Mata Ornado langsung melirik ke arah Cladia yang berjalan mendekat ke arahnya dengan anggun, senyum tipis tersungging di bibir Ornado. Hari ini benar-benar sebuah kejutan yang luar biasa baginya. Saat ini dadanya dipenuhi dengan rasa berdebar-debar yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata lagi karena rasa bahagianya.
Begitu Cladia sampai di depan Ornado tiba-tiba lampu ruangan pesta menjadi gelap, semua yang hadir langsung memandang ke atas mencoba melihat lampu-lampu yang tiba-tiba mati. Beberapa detik kemudian ada lampu sorot yang menyala langsung ke arah Ornado dan Cladia yang sedang berdiri dengan saling berhadapan.
Ornado sedikit membungkukkan badannya dengan tangan kiri di belakang punggungnya, tangan kanan dilipat di depan perutnya, selanjutnya tangan kanannya segera bergerak untuk meraih tangan kiri Cladia, sedang tangan kirinya bergerak memeluk pinggang Cladia dan membawanya ke arah tengah-tengah ruangan diikuti lampu sorot yang mengikuti kemanapun mereka bergerak. Begitu mereka sampai di tengah-tengah ruangan dan memulai dansa mereka, lampu ruangan kembali menyala, yang langsung disambut tepuk tangan riuh oleh seluruh tamu undangan.
Ternyata kemarin kamu sengaja mengajakku berdansa untuk menyiapkan acara malam ini. Andai saja aku bisa mengungkapkan rasa bahagia dan rasa cintakuku lebih dari sekedar kata-kata padamu amore mio, Ornado berbisik lirih dalam hati, hampir saja dia tidak bisa mengendalikan bibirnya untuk bergerak mencium bibir Cladia.
__ADS_1
"Benar-benar indah melihat cara mereka memulai dansa hari ini," Laurel melirik ke arah Dave suaminya yang matanya memandang lurus ke arah Ornado dan Cladia yang sedang berdansa. Beberapa detik kemudian Dave langsung mengarahkan tangan kanannya ke pinggang Laurel, membuat Laurel yang tidak menyangka gerakan tiba-tiba dari Dave ke tubuhnya sedikit tersentak.
"Biarkan mereka membuat momen romantis mereka, kita akan buat momen romantis kita dengan cara kita," Dave bergerak menuju tengah-tengah ruangan untuk menyusul Ornado dan Cladia dengan posisi tangan tetap memeluk lembut pinggang istrinya.
Begitu sampai di tengah-tengah ruangan tangan kiri Dave dengan lembut ikut menarik pinggang Laurel sehingga posisi mereka saling berhadap-hadapan. Dengan kedua tangan Dave berada di pinggang Laurel, kaki dan tubuh Dave mulai bergerak mengikuti alunan musik, diikuti oleh Laurel yang tersenyum dengan wajah bahagianya, dengan kedua tangan Laurel memeluk leher Dave.
“Aku jadi ingat pertama kali kamu mengajakku berdansa di pesta ulang tahunmu dan membuat semua dokter dan perawat yang menyukaimu memandangku dengan tatapan tajam karena cemburu dan iri,” Dave tertawa lirih mendengar perkataan Laurel.
“Apa hak mereka untuk menghalangiku mengajak berdansa istriku sendiri, walaupun saat itu mereka, bahkan kamu sendiri belum tahu tentang statusmu sebagai istriku,” Mendengar itu ganti Laurel yang tertawa, merasa ingat tentang kebodohannya di masa lalu sehingga sempat menyia-nyiakan cinta dan pengorbanan dari pria yang sekarang berdiri di depannya.
Waktu itu dia tanpa berpikir panjang melarikan diri ke Amerika di hari pernikahan mereka 7 tahun yang lalu, tanpa sempat mengetahui latar belakang, nama bahkan wajah dari pria yang menjadi suaminya, sedangkan saat ini dia benar-benar sangat mencintai Dave Alexander Shaw, satu-satunya pria yang membuatnya benar-benar tahu apa itu cinta sejati.
Melihat mata Laurel yang menerawang jauh, dan seolah-olah Dave bisa menebak bahwa saat ini Laurel sedang mengingat-ingat masa lalu mereka, bibir Dave tersenyum mesra melihat wajah Laurel.
"I love you, You're everything good in my life," (Aku mencintaimu, kau adalah hal terindah dalam hidupku). Dave menundukkan kepalanya untuk bisa berbisik lembut di telinga Laurel yang pipinya langsung memerah.
__ADS_1
"I love you too Mr Shaw. How I'm thankful for the life we've made," (Aku juga mencintaimu Tuan Shaw. Betapa bersyukurnya diriku atas hidup yang kita miliki). Laurel membalas dengan suara lembut pernyataan Dave Alexander Shaw yang langsung mempererat pelukan tangannya di tubuh Laurel, sehingga tubuh mereka saling berdekatan tanpa adanya jarak lagi. Laurel menempelkan kepalanya ke dada bidang Dave dengan wajah yang terlihat begitu bahagia.
Sudah dapat dipastikan sebentar lagi kamu harus rela berpisah dengan Bugatti LVN hitammu. Ucapkan selamat tinggal pada Bugatti mu Ad. Aku benar-benar tidak sabar menantikan Bugattimu terparkir di depan mansion keluargaku di Itali, aku harus benar-benar mengucapkan banyak terimakasih pada Cladia karena kesempatan emas yang dia buat untukku hari ini, James berkata dalam hati dengan senyuman bahagia di wajahnya sambil dengan santai dia meneguk minuman dari gelas yang ada di tangan kanannya.