My Wild Rose

My Wild Rose
MENANTIMU BANGUN KEMBALI


__ADS_3

Ornado duduk di kursi di sebelah kiri ranjang rumah sakit tempat Cladia terbaring. Wajahnya tampak kusut, kedua matanya tampak merah, dengan kedua tangannya dalam posisi siku tangan berada di atas ranjang sambil menggenggam erat tangan kiri Cladia terus memandang Cladia dengan tatapan sedih.


"Maafkan aku, maafkan aku Amore mio. Aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk selalu menjaga dan melindungimu," Ornado berkata sambil bibirnya terus menciumi tangan Cladia yang berada di dalam genggaman tangannya, dengan sesekali Ornado harus mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menahan airmatanya agar tidak terus jatuh lagi.


"Kumohon bangunlah Amore mio," Ornado terdiam sesaat, menahan nafasnya.


"Kamu bilang kamu ingin melahirkan anak laki-laki yang setampan dan sehebat aku. Aku menunggu kamu memenuhi janjimu untuk menjadi ibu dari anak-anak kita," Jeremy hanya bisa berdiri bersama Niela di bagian bawah ranjang Cladia tanpa bisa menahan airmatanya lagi, badannya sedikit membungkuk, dengan kedua telapak tangannya menggenggam erat dengan posisi meninju di kasur tempat Cladia terbaring.


Niela hanya bisa memeluk erat lengan Jeremy tanpa sanggup mengeluarkan kata-kata untuk menghiburnya. James berdiri di pojok ruangan dengan kedua tangan terlipat di depan, matanya terpejam rapat, berusaha menenangkan dirinya sendiri yang merasa begitu bersalah tidak bisa datang tepat pada waktunya untuk kedua kalinya saat dia dibutuhkan untuk menyelamatkan Ornado dan Cladia.


"Amore mio, dengarkan aku. Kamu harus bangun, supaya kita bisa bersama kembali menikmati liburan kita, kamu pernah bilang kamu ingin berkeliling dunia, kamu bilang kamu ingin mengunjungi semua tempat-tempat romantis di seluruh dunia bersamaku. Kamu bilagn sudah lama kamu terkurung dalam duniamu, dan kamu ingin menikmati duniamu sekarang bersamaku," Ornado mengucapkan kata-katanya dengan suara terdengar begitu memelas.


"Kamu berjanji untuk tidak pernah lagi berpikir untuk meninggalkanku, kamu berjanji untuk mencintaiku, kamu berjanji untuk membahagiakanku. Kalau kamu benar-benar menginginkan aku untuk bahagia, bangunlah dari tidurmu, biarkan aku menikmati senyum malu-malu di wajahmu seperti biasanya, senyum yang membuatmu semakin terlihat cantik," Kepala Ornado tertunduk dengan tangan Cladia yang digenggamnya dia tempelkan ke keningnya.

__ADS_1


Suara pintu yang terbuka membuat James membuka matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu, sedang Jeremy dan Ornado tetap pada posisinya semula, meratapi kondisi Cladia. Dave yang baru saja membuka pintu segera berjalan mendekat ke arah Ornado, dengan pelan disentuhnya bahu Ornado dan ditepuknya, membuat mau tidak mau Ornado mengangkat kepalanya dan bangkit berdiri karena Ornado tahu kedatangan Dave pasti untuk membicarakan kondisi Cladia dengannya.


Dave melirik ke arah tangan Ornado kiri Ornado yang tetap menggenggam erat tangan kiri Cladia. Dave menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai bicara.


"Bagaimana kondisi istriku Dave?" Dave membawa tablet di tangannya untuk menjelaskan kepada Ornado hasil pemeriksaaan MRI pada Cladia.


(Magnetic resonance imaging (MRI) merupakan pemeriksaan organ tubuh yang dilakukan dengan menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar organ, tulang, dan jaringan di dalam tubuh secara rinci dan mendalam. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai alat bantu diagnosis untuk dokter. MRI sering dilakukan dan berkaitan dengan pemeriksaan terhadap otak, saraf tulang belakang, jantung, pembuluh darah, tulang, sendri, jaringan lunak, dan organ-organ tubuh lainnya. Pemeriksaan MRI membutuhkan bantuan zat pewarna khusus yang disuntikkan melalui pembuluh darah, untuk membantu meningkatkan ketepatan gambar, sebagai hasil dari pemeriksaan.


Pemeriksaan organ tubuh melalui prosedur MRI sering dianggap sebagai cara yang lebih aman. Sebab, berbeda dengan foto rontgen atau CT scan, pemeriksaan dengan MRI tidak memancarkan radiasi sehingga cukup aman untuk dilakukan pada ibu hamil sekalipun).


(CT scan adalah pemeriksaan medis yang menggunakan teknologi sinar X dan komputer sekaligus. Pemeriksaan ini membuat tim medis dapat melihat apa yang terjadi di dalam tubuh pasien. Bisa dibilang CT scan adalah alat yang digunakan untuk membaca kondisi tubuh seseorang. Secara umum, CT scan merupakan pemeriksaan yang aman, cepat, dan tanpa rasa sakit. Namun, CT scan sebaiknya tidak dilakukan pada ibu hamil karena paparan sinar radiasi dapat menimbulkan bahaya terhadap janin)


"Dari hasil MRI ini terlihat bahwa kondisi kepala Cladia baik-baik saja, hanya luka luar sebenarnya, Cladia beruntung karena benturan yang dia alami kemungkinan paling buruk hanya mencederai dinding otak, tidak sampai merusak pembuluh darah di sekitar otak, tidak membuat cidera otak besar, kecil dan tengah ataupun mengalami cidera otak kecil karena terhimpit akibat tekanan saat terjadinya benturan. Tapi ada memar di bagian belakang kepala yang diakibatkan benturan dengan benda keras yang membuat dia belum sadar sampai sekarang, apalagi kondisi fisik Cladia saat kejadian tidak terlalu bagus, mungkin karena dia sedikit kelelahan karena berapa hari dia sendiri berada di rumah sakit dan juga menjagamu yang sedang terluka. Kemungkinan besar juga terjadi guncangan emosi pada Cladia sebelum terjadinya benturan menyebabkan di bawah sadarnya Cladia tidak ingin membuka matanya, sehingga otaknya memerintahkan matanya untuk tetap terpejam. Kepastian kondisi Cladia hanya bisa kita ketahui jika dia sudah sadar, setelah itu baru kita bisa memikirkan cara menanganinya dan mengobatinya," Ornado menarik nafas panjang, antara lega dan khawatir, lega karena luka yang dialami Cladia bukan luka yang parah, khawatir karena sebelum Cladia sadar Dave belum bisa melanjutkan analisanya, semuanya hanya berdasarkan perkiraan dari hasil tes yang ada.

__ADS_1


"Apa yang bisa kulakukan untuk membuat dia bisa cepat tersadar Dave?" Ornado bertanya dengan tangan kirinya masih menggenggam tangan Cladia, dan matanya memandang ke arah wajah Cladia yang masih terlihat tertidur dengan mata terpejam dengan rapat.


"Saat ini orang yang paling dekat dengannya adalah kamu Ad, apalagi kondisinya Cladia sedang mengandung anakmu, ada ikatan diantara kalian yang tidak dimiliki Cladia dengan orang lain, sering-seringlah membisikkan sesuatu di telinganya agar suaramu bisa sampai ke otaknya sehingga otaknya memberikan respon untuk membuatnya terbangun," Ornado merespon kata-kata Dave dengan menganggukkan kepalanya dengan pandangan matanya yang tetap tidak mau lepas dari wajah Cladia.


"Bagaimana kondisi bayi dalam kandungannya?" Mendengar pertanyaan Ornado, Dave menunjukkan hasil USG Cladia.


"Tenang saja Ad, untung saja posisi jatuh Cladia berada di atas sofa rumah kalian, jadi tidak menimbulkan guncangan keras pada kandungannya, hasil USG tadi menunjukkan bayi kalian dalam kondisi baik-baik saja. Hanya spertinya dia sedikit mengalami shock karena emosi yang dirasakan Cladia sebelum pingsan, membuat bayinya saat ini lebih banyak diam, tidak begitu merespon gerakan atau suara-suara dari luar," Ornado melirik ke arah perut Cladia seolah sedang memandang bayi yang ada di dalam sana.


"Untuk sementara hanya itu yang bisa aku sampaikan, kita semua perlu banyak berdoa agar semuanya baik-baik saja, semoga Cladia cepat terbangun dari tidurnya," Tangan kiri Dave bergerak ke arah infus Cladia, sedikit mengatur kembali kecepatan cairan infus yang masuk ke tubuh Cladia.


"Aku akan permisi dulu, kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa langsung menelponku Ad, jangan sungkan untuk menghubungiku jika kamu membutuhkan aku maupun Laurel, kami pasti dengan senang hati akan membantu," Ornado menoleh ke arah Dave, mencoba untuk tersenyum untuk menghormati apa yang baru saja dikatakan Dave padanya.


"Baiklah, aku pamit dulu," Dave berjalan melangkah keluar. Begitu Dave keluar dari kamar tempat Cladia dirawat, Jeremy langsung mendekat ke arah Cladia, dengan erat dipeluknya Cladia sambil menangis terguguk, tangan Ornado melepaskan genggaman tangannya, memberi kesempatan Jeremy untuk menumpahkan isi hatinya kepada Cladia dengan memeluknya erat.

__ADS_1


"Cla, ini kakak, apa kamu tidak ingin bangun melihat kakak? Sebentar lagi kakak dan Niela akan menikah. Apa kamu tidak ingin menghadiri pernikahan kami? Kamu berjanji akan menyanyikan sebuah lagu di pesta pernikahan kami." Niela berjalan mendekat ke arah Jeremy yang masih menangis terguguk, dan mengelus-elus pungung Jeremy dengan lembut. Jeremy sedikit menggerakkan tubuhnya, bibirnya bergerak mendekat ke arah telinga Cladia. Jeremy berusaha menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai berbisik di telinga Cladia.


"Cla, kamu tahu kamu satu-satunya saudara yang kakak miliki, sepanjang hidup kakak, kamu adalah adik kesayangan kakak, kamu tahu sejak kecil apapun yang kakak punya akan kakak berikan padamu kalau kamu memintanya, tapi kamu tidak pernah mau merebut apapun milik kakak, kamu adik yang begitu baik hati. Kalau kamu bangun, mintalah apa saja yang kamu inginkan yang kakak punya, kakak akan berikan padamu. Kakak janji Cla, jadi cepatlah bangun. Kakak sudah berjanji pada papa mama, akan selalu menjagamu, walaupun kamu sudah menikah, kakak tetap akan menjadi kakak yang selalu siap untuk menjaga dan melindungimu. Kalau kamu benar-benar menyayangi kakak, bangunlah, biar kita bisa bercanda lagi seperti biasanya." Setelah membisikkan kata-katanya Jeremy kembali menegakkan tubuhnya, melepaskan pelukannya pada Cladia, berdiri berhadap-hadapan dengan Ornado, sekilas dilihatnya wajah Ornado yang menatap lurus ke arah wajah Cladia. Tangan kanan Jeremy terarah ke bahu Ornado, menepuknya dengan pelan, tanpa ada kata-kata, seolah mereka berdua  sama-sama mengerti mereka sedang saling menguatkan satu sama lain.


__ADS_2