
Mata Cladia memandang sekeliling dengan sedikit cemas, bagaimanapun baginya terasa tidak begitu nyaman berada di tengah-tengah banyak orang yang belum dikenalnya dengan baik, walaupun sebagian besar dari mereka merupakan keluarga besar Ornado dan sikap mereka kepadanya telihat sangat baik dan bersahabat. Suara dentingan piano yang tiba-tiba terdengar mengalun lembut dan indah dari arah depan ruangan memecah suara keramaian di ruangan itu, membuat Cladia menoleh ke arah suara piano tersebut.
Cladia menggerakkan tubuhnya sedikit ke arah samping untuk bisa melihat siapa yang sedang memainkan piano dengan indahnya. Setelah intro dari lagu You Look So Beautiful In White milik Shane Filan mengalun, beberapa saat kemudian terdengar suara nyanyian dari seseorang yang suaranya begitu dikenal oleh Cladia. Mata Cladia sedikit terbeliak begitu melihat sosok Ornado yang memainkan piano sambil menyanyikan lagu You Look So Beautiful In White dengan penuh perasaan.
Not sure if you know this (Tidak yakin apakah kau tahu ini)
But when we fist met (Tapi saat pertama kita bertemu)
I got so nervous, I couldn’t speak (Aku sangat gugup, aku tidak bisa berkata-kata)
In that very moment (Pada saat itu juga)
I found the one and (Kutemukan seseorang dan)
My life had found its missing piece (Hidupku telah menemukan bagiannya yang hilang)
So as long as I live I’ll love you (Selama aku hidup aku akan mencintaimu)
Will have and hold you (Akan memiliki dan memelukmu)
You look so beautiful in white (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)
And from now till my very last breath (Dan mulai sekarang sampai akhir nafasku)
This day I’ll cherish (hari ini akan selalu kukenang)
You look so beautiful in white tonight (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)
What we have is timeless (yang kita miliki adalah abadi)
My love is endless (Cintaku tiada akhirnya)
__ADS_1
And with this ring I (Dan dengan cincin ini aku)
Say to the world (kukatakan pada dunia)
You’re my every reason (Kau adalah semua alasanku)
You’re all that I believe in (Kau adalah segala yang aku percayai)
With all my heart (Dengan sepenuh hatiku)
I mean every word (Kuucap setiap kata dengan sungguh-sungguh)
So as long as I live I’ll love you (Selama aku hidup aku akan mencintaimu)
Will have and hold you (Akan memiliki dan memelukmu)
You look so beautiful in white (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)
And from now till my very last breath (Dan mulai sekarang sampai akhir nafasku)
This day I’ll cherish (hari ini akan selalu kukenang)
You look so beautiful in white tonight (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)
Na na na na You look so beautiful in white tonight (Na na na na Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)
And if a daughter is what our future holds (Dan jika seorang anak perempuan hadir di masa depan kita nantinya)
I hope she has your eyes (Aku harap dia mewarisi matamu)
Finds love like you and I did (Menemukan cinta seperti kita)
__ADS_1
And when she falls in love, we’ll let her go (Dan saat dia jatuh cinta, kita akan membiarkannya pergi)
And I’ll walk her down the aisle (Dan akan kuiringi dia ke lorong)
She’ll look so beautiful in white (Dia akan terlihat cantik bergaun putih)
You look so beautiful in white (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)
So as long as I live I’ll love you (Selama aku hidup aku akan mencintaimu)
Will have and hold you (Akan memiliki dan memelukmu)
You look so beautiful in white (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)
And from now till my very last breath (Dan mulai sekarang sampai akhir nafasku)
This day I’ll cherish (hari ini akan selalu kukenang)
You look so beautiful in white tonight (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)
You look so beautiful in white tonight (Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)
Saat Ornado mulai menyanyikan lagu tersebut, tiba-tiba Jeremy berdiri di samping Cladia yang masih terlihat kaget dan langsung meraih tangan Cladia, mengajaknya berjalan ke arah Ornado yang sedang memainkan piano sambil bernyanyi. Ornado menyanyikan lagu itu sambil matanya memandang ke arah Cladia dalam-dalam tanpa berkedip, seolah menunjukkan pada Cladia bahwa dia sedang menunggu kehadiran Cladia di sampingnya. Begitu Cladia sudah berdiri di samping Ornado yang duduk sambil bermain piano, Jeremy kembali ke tempatnya semula, membiarkan Cladia dengan wajah terharunya memandang ke arah Ornado yang masih memainkan pianonya dan bernyanyi.
Tanpa terasa Cladia meneteskan airmatanya mendengar Ornado menyanyikan lagu yang artinya sangat dalam baginya. Sebuah lagu yang berisi pernyataan cinta Ornado yang begitu dalam pada Cladia.
Begitu Ornado selesai menyanyikan lagu itu, dia langsung bangkit berdiri, posisinya langsung digantikan oleh seorang pria lain yang kembali memainkan nada dari lagu tersebut, tapi tanpa ada lagi suara nyanyian, hanya musik yang yang berasal dari dentingan piano yang mengalun lembut, mengiringi gerakan tubuh Ornado yang sedang mendekat ke arah Cladia dengan senyuman mesra menghiasi wajah Ornado, seperti seorang pangeran tampan yang hari ini menemukan putri yang telah membuatnya jatuh cinta.
Begitu bangkit dari duduknya Ornado langsung melangkah ke arah Cladia yang berada tak jauh dari piano yang baru saja dimainkannya. Begitu kedua tubuh mereka sudah saling berdekatan, tangan kanan Ornado langsung menarik tubuh Cladia sehingga tubuh mereka saling bersentuhan. Lengan kanan Ornado langsung melingkar dan memeluk pinggang Cladia, sedang lengan kirinya melingkar di punggung Cladia, tanpa mengatakan apapun Ornado langsung mencium bibir Cladia dengan mesra di depan semua tamu undangan, seolah-olah mengumumkan dengan resmi kepada semua orang bahwa wanita yang saat ini berada dalam pelukannya dan diciumnya adalah wanita miliknya, istri yang sangat dicintainya. Tindakan Ornado langsung disambut oleh tepuk tangan semua yang hadir di sana.
Setelah mencium Cladia untuk waktu yang cukup lama, kedua tangan Ornado bergerak untuk melepaskan pelukannya dari tubuh Cladia, setelah itu Ornado melangkah mundur sebanyak 2 langkah, sedikit membungkukkan badannya dengan telapak tangan kanannya mengarah ke Cladia.
__ADS_1
“Berdansalah denganku Nyonya Xanderson,” Cladia langsung tersenyum mendengar permintaan Ornado, tanpa menunggu lebih lama lagi Cladia mengulurkan tangan kirinya untuk menyambut uluran tangan kanan Ornado. Begitu tangan kiri Cladia sudah berada dalam genggamannya, dengan gerakan lembut tangan kiri Ornado langsung meraih tubuh Cladia untuk mendekat dan memeluknya kembali.
Melihat Ornado dan Cladia sudah membuka dansa di acara pesta itu, untuk beberapa saat tamu undangan yang hadir menunggu dengan membiarkan Ornado dan Cladia berdansa untuk beberapa menit, setelah itu satu persatu para undangan menyusul kedua pasangan itu untuk ikut berdansa, diiringi dengan alunan musik yang terdengar lembut dan romantis.