My Wild Rose

My Wild Rose
VENESIA KOTA ROMANTIS


__ADS_3

Cladia tersenyum dengan wajah bahagia, akhirnya dia bisa menginjakkan kakinya di kota Vanice yang disebut juga Kota Venezia (Venesia). Sambil memeluk lengan tangan kanan Ornado, Cladia menarik nafas dalam-dalam, menikmati segarnya udara di sekitar  Piazza San Marco. (Piazza San Marco disebut juga St. Mark's Square adalah taman terkenal yang berada di Kota Venesia. Tempat ini dibangun pada abad ke-9. Ada sebuah kanal kecil di dekat tempat ini, namanya Rio Batario. Piazza San Marco dapar disebut sebagai tempat paling terkenal di Venesia. Tempat ini selalu dipadati oleh turis dan masyarakat setempat. Selain dipenuhi oleh manusia, tempat ini juga dipenuhi oleh burung merpati, membuat suasana taman itu terlihat begitu romantis).


"Kota ini benar-benar indah dan terkesan romantis seperti apa yang pernah dikatakan orang-orang," Ornado tersenyum mendengar pernyataaan Cladia, kepalanya langsung menunduk dan menghadap ke wajah Cladia.


"Romantis karena kata orang atau karena seseorang yang ada bersamamu menikmati keindahan kota ini?" Ornado bertanya kepada Cladia sambil mengedipkan sebelah matanya dengan wajah menggoda, sehingga membuat Cladia tertawa pelan.


"Kalau seseorang yang sekarang berdiri di sampingku tidak menemaniku ke kota ini, pasti aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di kota ini, jadi kesimpulanku mungkin salah, ternyata yang romantis adalah laki-laki yang sekarang berdiri di sampingku," Ornado langsung tertawa mendengar jawaban Cladia.


"Rasanya sekarang kata-katamu seringkali membuat aku tidak berkutik lagi. Aku curiga ke depannya dengan kemampuanmu cepat atau lambat kamu akan menggantikanku sebagai pemegang pucuk kepemimpinan tertinggi di Grup Xanderson," Dengan cepat telapak tangan kiri Ornado mengacak rambut di kepala Cladia. Mendengar itu Cladia langsung menoleh ke arah Ornado dengan wajah penuh dengan senyum geli. Bagaimana bisa dia bisa menggeser posisi Ornado, seorang laki-laki sehebat Ornado, bagaimana dia bisa menandinginya. Bahkan jika kemampuannya benar-benar dibandingkan dengan Ornado rasanya dia tidak memiliki kemampuan mendekati kemampuan Ornado, apalagi kemampuan untuk menggeser kedudukan laki-laki itu, rasanya sangat tidak mungkin sekali.


Walaupun sebelumnya Cladia tidak pernah mencari info detail tentang Ornado, tapi Cladia yang cukup mengikuti perkembangan dunia bisnis dan mode di dunia, terutama dari wilayah Eropa karena Jeremy yang sering berkunjung ke Italia untuk urusan kerjasama perusahaan mereka. Dan jika mengikuti perkembangan bisnis di Eropa dalam kurun waktu 5 tahun ini pasti dengan gampang siapapun akan menemukan berita tentang siapa Ornado Xanderson dan bagaimana sepak terjangnya dalam dunia bisnis. Bagaimana dia begitu hebat dalam mengambil keputusan dan menemukan celah untuk membuat perubahan dan membangun kerajaan bisnisnya sehingga kesuksesannya menjadi salah satu panutan bagi para pengusaha muda yang lain, menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam pergerakan ekonomi di dunia, terutama negara-negara Eropa.


"Aku tidak akan pernah mau, itu pasti hanya akal bulusmu supaya kamu bisa bersantai dan menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain," Ornado tergelak mendengar itu.

__ADS_1


“Jangan menganggap dirimu sendiri terlalu rendah Amore mio, tidak banyak wanita yang hebat dalam bisnis sepertimu, terbukti dengan acara peluncuran busana pesta dan perhiasan hasil kerjasama kita dua hari lalu berjalan dengan sangat sukses, menarik banyak respon positif.” Cladia tersenyum, teringat kembali tentang acara besar yang sudah lama dia siapkan, dan 2 hari lalu acara tersebut meraih sukses besar. Banyak dari penonton yang melakukan standing applaus (standing applaus dikenal juga dengan standing ovation adalah tepuk tangan yang diberikan untuk suatu pertunjukan yang sangat bagus, dimana penonton yang semula duduk kemudian berdiri sambil bertepuk tangan dalam waktu yang cukup lama, merupakan salah satu bentuk apresiasi spontan dari penonton tanpa unsur paksaan karena kagum atau melihat sesuatu yang luar biasa). Bahkan beberapa perwakilan perusahaan perhiasan besar yang sebagian besar berasal dari Eropa mencoba mendekati Jeremy untuk menyediakan waktu supaya ke depannya mereka bisa membahas kerjasama.


“Heiiii, jangan melamun Amore mio, siapa laki-laki yang sedang kamu pikirkan?” Cladia tersentak kaget mendengar teguran dari Ornado, matanya langsung memandang ke arah Ornado yang tersenyum.


“Apa yang kamu lamunkan? Acaramu sudah sukses besar kemarin, bahkan Amadea langsung merajuk, memohon agar dia boleh membeli satu set perhiasan yang dia kenakan dalam acara peragaan kemarin.” Cladia tersenyum mendengar perkataan Ornado tentang keinginan Amadea. Bintang besar seperti Amadea, ternyata begitu berminat dan menyukai design perhiasan yang dipamerkan oleh Sanjaya.


“Amore mio….Melamun lagi kan? Jangan bilang kamu benar-benar sedang melamunkan laki-laki lain,” Melihat Cladia tidak menjawab pertanyaannya, bahkan terlihat kembali melamun, tangan Orando bergerak untuk memencet hidung Cladia pelan, sedang Cladia begitu mendengar perkataan Ornado, Cladia langsung melingkarkan kedua lengannya di pinggang Ornado dari arah samping.


“Menurutmu siapa lagi laki-laki yang akan aku pikirkan? Seperti kamu tidak mengenal wanita lain, kamu tahu aku lebih tidak mengenal laki-laki lain selain dirimu,” Ornado tersenyum dengan wajah bahagia, dengan gerakan cepat diciumnya pipi Cladia yang langsung bergerak menjauh karena kaget.


“Maaf amore mio, seringkali aku lupa diri kalau sudah ada kamu di dekatku,” Cladia menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar perkataan Ornado.


“Untung kita ada di negara Eropa, kalau di negara Asia bisa-bisa kamu membuatku menjadi bahan tontonan banyak orang,” Ornado mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V, sebagai tanda peace (damai).

__ADS_1


“Aku janji tidak mungkin aku melakukan itu begitu kita kembali ke Indonesia, tapi jangan lupa, beda cerita kalau kita sudah kembali ke kamar kita,” Mendengar perkataan Ornado sontak membuat pipi Cladia memerah karena tahu dengan pasti arah pembicaraan Ornado. Cladia kembali teringat malam setelah pesta perkenalannya di mansion Ornado beberapa hari yang lalu, teringat dengan jelas apa telah mereka lakukan berdua malam itu. Dan mengingat itu dada Cladia masih saja berdetak dengan keras, membuat wajahnya bertambah memerah dengan sukses. Untuk menutupi kegugupannya Cladia segera melepaskan  tangannya yang melingkar di pinggang Ornado dan berjalan sedikit menjauh dari Ornado, berpura-pura mendekati burung-burung merpati yang tampak bertebaran di sekelilingnya. Ornado hanya tersenyum melihat tingkah Cladia, bukannya tidak tahu apa yang baru saja melintas dipikiran Cladia, karena terbaca jelas dari wajah memerah Cladia, tapi Ornado memilih untuk pura-pura tidak tahu, dan dengan santai dia kembali berjalan mendekati Cladia, memeluk bahunya dan membawa kepala Cladia agar bersandar di bahunya sambil menikmati pemandangan taman di depannya.





Cladia tersenyum melihat makanan yang tersaji di depannya, benar-benar seperti mimpi hari ini dia bisa menikmati makan siangnya di Kota Venice atau disebut juga Kota Venezia (Venesia).  Venesia adalah kota yang indah dan memiliki masakan yang unik. Di kota ini tidak pernah kekurangan tempat untuk makan, baik itu makan di restoran mewah maupun restoran kecil, dan semuanya memiliki masakan dengan rasa yang terbaik. Dengan mudah orang menemukan restoran kecil maupun restoran di hotel berbintang 5 yang sering dikunjungi oleh keluarga kerajaan dan para selebriti.


Ornado tersenyum melihat mata Cladia yang berbinar memandang pasta carbonara (pasta carbonara adalah masakan Italia yang berupa spaghetti yang dimasak dengan saus telur, keju dan daging. Carbonara diciptakan dari resep rakyat pedesaan Italia tengah yang berciri sederhana dan apa adanya. Setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam memasak carbonara namun prinsip utama adalah penggunaan bahan berkualitas terbaik. Ciri khas dari pasta carbonara adalah krim kentalnya yang membuat rasa pasta tersebut menjadi berbeda. Untuk penambahan pasta untuk carbonara banyak orang Italia masih memperdebatkan daging yang digunakan, apakah guanciale atau pancetta. Bahan utama memasak carbonara adalah pasta, telur, pecorino dan lada hitam) dan gelato di depannya. Untuk makan siang hari ini Cladia sengaja meminta kepada Ornado agar mereka hanya memakan makanan yang tidak terlalu berat dan terlalu aneh buat lidahnya, membuat Ornado dengan cepat memutuskan untuk memesan pasta carbonara dan gelato untuk Cladia.


"Al, kenapa kamu selalu tahu makanan apa yang aku sukai?" Ornado yang duduk di hadapan Cladia sambil duduk dengan santai sambil menyilangkan salah satu kakinya ke kaki yang lain tersenyum.


"Menurutmu apa yang aku tidak tahu tentang kamu? Jangankan masalah makanan, bahkan warna kesukaanmu adalah biru, ukuran sepatumu 40, makanan kesukaanmu adalah seafood, kamu biasa tidur antara jam 9 sampai jam 10 malam, bangun tepat pukul 5 pagi, seminggu 3 kali kamu berlatih balet, cemilan kesukaanmu adalah kentang goreng, buah kesukaanmu kelengkeng dan apel, selai kesukaanmu nanas, roti manis kesukaanmu isi keju. Apa aku perlu menyebutkan juga ukuran barang-barang pribadimu yang lain?" Cladia melotot mendengar pertanyaan di akhir kata-kata Ornado.


"Kamu benar-benar sudah seperti spionase (praktik pengintaian, memata-matai untuk mengumpulkan informasi mengenai sebuah organisasi atau lembaga yang dianggap rahasia tanpa mendapatkan izin dari pemilik yang sah dari informasi tersebut) international saja. Katakan padaku, dari siapa kamu mendapatkan semua informasi itu?" Ornado tersenyum lembut.

__ADS_1


"Tentu saja banyak orang yang menjadi sumber informasiku, tapi informan terbesarku adalah orang yang paling dekat denganmu, Jeremy Sanjaya," Walaupun Cladia sudah bisa menduga itu tapi tetap saja matanya sedikit membeliak mendengar Ornado menyebut Jeremy sebagai informannya. Memang Cladia tahu dari dari dulu bahwa Jeremy dan Ornado saling menjalin persahabatan bahkan jauh sebelum pembacaan surat wasiat dari mama mereka, dan sejak dulu Jeremy merupakan orang yang paling mendukung jika Cladia dan Ornado menjalin hubungan yang lebih dalam daripada sekedar kenal.


"Kalau aku beritahu hal ini mungkin kamu tidak akan percaya, tapi mungkin sampai sekarang kamu tidak pernah sadar, jika setiap ulang tahunmu Jeremy selalu memberimu dua buah hadiah, kamu pikir dari siapa hadiah yang satunya?" Kali ini mata Cladia benar-benar terbeliak, memang sejak 10 tahun belakangan ini setiap dia berulang tahun Jeremy memang selalu memberinya dua buah bungkus hadiah, jika Cladia menanyakan dari siapa Jeremy dengan sambil lalu dan cuek hanya akan menjawab dari salah satu sahabatnya yang menjadi penggemar berat Cladia, tapi selama ini Cladia tidak pernah tertarik untuk mengorek lebih dalam lagi info tentang siapa yang memberinya hadiah itu, apalagi sejak kejadian 5 tahun lalu, yang membuat Cladia menutup diri dari dunia luar dan benar-benar menjaga jarak dengan makhluk yang dinamakan laki-laki.


__ADS_2