My Wild Rose

My Wild Rose
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

"Al...," Cladia kembali memanggil nama Ornado begitu dilihatnya laki-laki itu terdiam lama.


"Kenapa gampang sekali dia menyatakan cinta, dan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal bagiku? Aku juga tidak mengerti kenapa Robi bertindak seperti itu, kenapa dia bisa nekat mengatakan itu," Cladia meneruskan bicaranya, Ornado menatap Cladia dalam-dalam.


Kamu benar-benar tidak menyadari kalau kamu benar-benar memiliki pesona yang luar biasa? Dengan pesonamu berapa banyak pria yang telah kamu buat patah hati? Dengan pengetahuanmu yang dangkal tentang pria, aku yakin selama ini kamu tidak menyadari sama sekali berapa banyak pria yang sudah kamu buat jatuh cinta padamu, berapa banyak pria yang sebenarnya ingin mendapatkanmu. Ornado berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang, menyadari istrinya benar-benar seorang wanita yang cerdas tapi tidak tahu apa-apa jika itu berkaitan tentang pria. Sebagai sesama pria dia yakin sejak pertama bertemu dengan Robi, sudah sejak lama pria itu memendam perasaan cintanya kepada Cladia, Ornado bisa melihatnya dengan jelas dari pandangan mata Robi ketika bertemu Cladia di acara wisudanya beberapa waktu lalu.


"Kita tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain, tapi ke depannya kalau ada apa-apa kamu harus ceritakan padaku. Ingatlah, tidak semua pria bisa mengendalikan tindakannya saat mereka jatuh cinta." Cladia memandang Ornado yang pandangan matanya sudah kembali tenang.


“Cla, terimakasih sudah menceritakan tentang Robi, terimakasih kamu sudah percaya padaku,” Ornado tersenyum dengan pandangan matanya yang lembut, baginya apa yang baru saja dilakukan Cladia benar-benar menunjukkan bahwa Cladia mulai percaya dan bergantung padanya.


Cladia mengangguk, lalu meletakkan handuk kecil yang dipegangnya ke atas meja di sampingnya, lalu menurunkan posisi kakinya dari posisi berselonjor.


"Aku mau mandi dan berganti pakaian dulu," Ornado menjawab perkataan Cladia dengan sebuah anggukan. Begitu Cladia sudah pergi meninggalkan kolam renang Ornado segera membuka layar hp nya.


"Hallo, ada apa Ad?" Suara James dari seberang sana langsung terdengar sebelum nada dering berbunyi lebih dari 2 kali.


"Aturkan orang untuk menyelidiki siapa Robi sebenarnya, selidiki latar belakang laki-laki itu dengan detail," Ornado segera menjawab pertanyaan James dengan mengeluarkan sebuah perintah yang tegas.


"Ok, aku akan segera info begitu ada kabar," James menutup telponnya, ternyata Ornado bergerak lebih cepat dari yang dia perkirakan. Kejadian tentang Robi menyatakan cintanya kepada Cladia kebetulan pagi tadi James sedang berada di sekitar lift, sehingga dia bisa mendengar semuanya. Dia cukup kaget dengan tindakan nekat Robi. Melihat Robi yang begitu berani menentang Ornado dengan memutuskan mengejar Cladia, dia pasti bukan orang sembarangan, atau setidaknya ada orang kuat di belakangnya.


James sudah berencana jika dalam waktu seminggu ini Cladia tidak menceritakan kepada Ornado tentang kejadian pagi ini, dia sendiri yang akan menemui Cladia untuk mempertanyakan hal itu. Dengan perintah Ornado barusan James bisa memastikan bahwa Cladia sudah menceritakan kejadian pagi tadi kepada Ornado.


James tersenyum lega, walaupun dia tahu dengan banyaknya kejadian dan sikap janggal Ornado dan Cladia setelah pernikahan mereka, James bisa menilai saat ini Ornado masih harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta dari Cladia, akan tetapi  paling tidak James tahu hubungan mereka saat ini masih tetap dalam kondisi terkendali. Tindakan Cladia yang mau terbuka kepada Ornado menunjukkan kalau Cladia benar-benar menghargai status Ornado sebagai suaminya.

__ADS_1





Sudah berapa kali Ornado melihat Cladia dalam balutan gaun pesta, tapi tetap saja setiap kali kesempatan itu datang lagi Ornado tetap saja terpukau dengan kecantikan istrinya, seolah-olah pesonanya tidak pernah hilang, selalu membuatnya berdebar-debar dan selalu membuatnya jatuh cinta lagi padanya, berkali-kali.


Gaun bewarna perak yang dikenakan Cladia kali ini benar-benar membuat mata yang memandang Cladia sulit untuk mengalihkan pandangan mata mereka dari sosok wanita cantik itu. Gaun bewarna perak itu dibagian dadanya berhiaskan berlian, sedangkan bagian pinggang ke bawah seluruh permukaan gaun dipenuhi batu kristal Swarovski. Ornado yang memakai setelan jas bewarna biru muda dan berjalan di sampingnya membuat mereka berdua terlihat sebagai pasangan paling sempurna malam itu.


Tidak lama berselang setelah mereka memasuki ruangan pesta, Jeremy dan Niela menyusul di belakang mereka. Niela dan Jeremy langsung menghampiri Ornado dan Cladia.


"Senang sekali bisa bertemu denganmu Cla, hari ini kamu terlihat cantik sekali," Niela langsung memeluk dan mencium pipi Cladia, disusul Jeremy, Ornado yang mendengar pujian Niela untuk Cladia tersenyum, diliriknya Cladia yang masih dalam pelukan Jeremy. Bahkan sesama wanita mengakui kecantikan Cladia, apalagi para pria yang sedari tadi sempat tertangkap basah oleh Ornado sedang mencuri lirikan ke arah Cladia, ada sedikit rasa kesal di hati Ornado, tapi bagaimanapun juga ada rasa bangga dalam hatinya, karena wanita mempesona di sampingnya saat ini adalah miliknya, istrinya yang sah.


Sebuah sentuhan tangan yang lembut dari arah belakang Cladia membuat Cladia sedikit tersentak dan langsung menoleh, begitu melihat sosok Laurel dan Dave yang baru saja datang senyum Cladia langsung mengembang.


"Kamu datang juga?" Cladia memeluk Laurel, sedang Ornado langsung mengulurkan tangannya untuk memberikan salam kepada Dave.


"Sebenarnya sebagai dokter kami tidak ada kepentingan untuk datang ke acara ini, hanya saja Dave harus hadir sebagai pimpinan dari perusahaan keluarganya, kalau boleh jujur, pesta-pesta seperti ini kurang cocok untuk orang awam seperti aku," Laurel berkata sambil melirik ke arah Dave yang langsung tertawa kecil.


"Yang penting tanda tangan di surat nikah kita sudah tidak bisa dibatalkan," Laurel tertawa kecil mendengar perkataan Dave, sedang mereka yang lain karena tidak mengerti hanya bisa tersenyum mendengar candaan kedua orang itu, yang jelas-jelas terlihat sedang dimabuk cinta satu dengan yang lain.


Sebentar kemudian Laurel memandang ke arah Jeremy yang hanya tersenyum  mendengar pembicaraan mereka berempat.


"Jeremy, apa kabar?" Tangan Laurel langsung terulur ke arah Jeremy yang langsung menyambutnya dengan hangat.


"Senang sekali akhirnya kita bisa reuni ya. Eh, ini siapa? Istrimu Jer?" Laurel langsung mendekati Niela dan menjabat tangannya.

__ADS_1


"Calon istri lebih tepatnya," Jeremy menjelaskan, mata Laurel sedikit membeliak mendengar penjelasan Jeremy, matanya langsung beralih ke Ornado dan Cladia.


"Berarti mereka mendahuluimu? Dasar kamu Ad. Tega sekali dengan Jeremy, apa sebegitu tidak tahannya kamu menikahi Cladia sampai kamu memaksa Jeremy untuk mengalah?" Jeremy dan Ornado langsung terkikik mendengar candaan Laurel yang bernada menuduh, wajah Cladia langsung memerah.


"Enak saja, dia yang memutuskan tidak mau menikah sebelum Cladia menikah, justru posisiku disini adalah korbannya," Mendengar perkataan Ornado, Jeremy semakin terkikik geli, lengannya langsung bergerak menyenggol lengan Ornado.


"Sudah-sudah, jangan bercanda terus, acara lelang segera dimulai. Ah Jer, aku belum mengenalkanmu dengan suamiku, ini Dave Alexander Shaw," Jeremy mendekat dan langsung menjabat tangan Dave, lalu tangannya memeluk bahu Niela.


"Kenalkan juga, ini Niela, pastikan kalian datang waktu pesta pernikahan kami nanti," Dave dan Laurel tersenyum sambil mengangguk, tanda mengiyakan perkataan Jeremy.


"Akan kupastikan aku datang dan membawakanmu buku-buku petunjuk yang bisa membantumu untuk tahu apa yang harus dilakukan setelah prosesi acara pernikahanmu," Jeremy langsung tertawa mendengar perkataan Laurel, sedang wajah Niela langsung merah padam.


"Sudahlah, jangan menggoda orang terus," Dave melingkarkan tangan kanannya ke pinggang ramping Laurel dan mendorongnya untuk berjalan ke tengah-tengah pesta.


Ketika keenam orang itu berjalan beriringan ke arah tengah-tengah ruangan untuk memilih tempat duduk untuk mereka tiba-tiba seorang laki-laki berjalan mendekat ke arah mereka dan langsung mendekat ke arah Ornado dan Cladia.


"Selamat malam Cladia, Pak Ornado," Wajah Cladia cukup kaget melihat Robi yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya, dengan penampilannya yang rapi, memakai setelan jas yang Cladia tahu dari hanya melihatnya sekilas pakaian yang dipakai Robi bukanlah pakaian yang murah harganya. Seorang pegawai perusahaan swasta dengan posisi jabatan seperti Robi tidak akan mungkin mampu menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli sebuah setelan jas, apalagi Ornado sudah menjelaskan bahwa undangan pesta kali ini hanya diperuntukkan untuk orang-orang kaya dan berpengaruh yang diharapkan mau merogoh koceknya dalam-dalam untuk acara amal.


Dengan percaya diri Robi mendekat dengan matanya yang memandang Cladia dengan penuh kekaguman dan terpesona. Cladia melirik wajah Ornado yang tampak tetap tenang tapi pandangan matanya berubah menjadi sangat tajam saat pandangan matanya mengarah ke Robi.


Kita bertemu lagi Cla, kali ini aku akan tunjukkan dengan statusku sekarang aku akan menunjukkan bahwa aku layak bersaing dengan Ornado. Walaupun perusahaan keluargaku tidak sebesar Grup Xanderson paling tidak sekarang kamu dapat mempertimbangan statusku untuk dapat menerima perasaanku, aku akan berusaha keras untuk mebahagiakanmu, Robi berkata dalam hati sambil matanya membalas tatapan tajam Ornado.


Akhirnya malam ini kamu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya, apa dengan status barumu kamu berharap bisa merebut Cladia? Jangan harap kamu punya kesempatan untuk itu! Ornado merutuk dalam hati. Dia ingat benar kemarin James sudah memberinya info detail tentang Robi yang ternyata adalah salah satu pewaris Grup Harta Lautan, salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan lepas pantai.

__ADS_1


"Malam, senang melihatmu disini, kami akan mencari tempat duduk dulu, acara akan segera dimulai," Ornado menjawab sapaan Robi mewakili Cladia.


"Kita cari tempat duduk," Ornado berbisik lembut di telinga Cladia yang disambut anggukan oleh Cladia yang segera mengikuti langkah-langkah Ornado berjalan menuju kursi yang sudah diatur rapi di kanan kiri bagian depan main hall acara pesta. Bagaimanapun Cladia merasa tidak nyaman berada dekat dengan Robi, apalagi kalau dia ingat tindakan Robi beberapa hari lalu di dekat lift yang baginya cukup membuatnya terintimidasi. Sedangkan Robi, dengan pandangan matanya terus mengikuti Cladia.


__ADS_2