
Ornado bisa melihat dengan jelas bahwa Cladia menyukai gelato dari mata Cladia yang berbinar saat melihat gelato sebagai hidangan penutup di hadapannya. (Gelato sudah dikenal di hampir seluruh dunia, merupakan es krim khas Italia yang memiliki tekstur yang lebih padat dan lebih lezat dibandingkan dengan es krim biasa. Proses pembuatan bebas lemak hewani dan tentunya memiliki rasa yang beragam yang sangat lezat. Hampir semua orang tentunya menyukai es krim maka dari itu orang juga pasti juga akan menyukai gelato ini).
Melihat senyum dan wajah ceria Cladia hari ini benar-benar membuat Ornado ikut bahagia, merasa tidak menyesal sama sekali sudah memberinya ijin untuk ikut bersamanya ke Italia saat ini, walaupun sempat sebelum keberangkatan mereka hati Ornado sedikit was-was apakah Cladia dan bayinya akan baik-baik saja menjalani penerbangan yang boleh dibilang tidak sebentar. Sempat terbersit di pikiran Ornado untuk membujuk Cladia kembali agar membatalkan rencanya untuk ikut ke Italia.
“Ehmmmm, enak sekali,” Cladia tersenyum sambil lidahnya menjilat Gelato di sendoknya. Ornado dan Jeremy hanya bisa tersenyum melihat Cladia dengan wajah bahagia yang begitu menikmati makan malamnya hari ini.
“Kalau saja kamu tidak sedang hamil, aku akan membiarkanmu menikmati Linguine Alle Vongole, kamu penyuka hidangan laut, pasti kamu akan sangat menyukai Linguine Alle Vongole,” (Linguine adalah sejenis pasta yang merupakan makanan italia yang juga sama terkenalnya dengan spaghetti. Masyarakat Italia memang sangat menikmati semua makanan yang terbuat dari pasta yang disantap bersamaan dengan saus dan krim. Linguine ini juga penampakannya hampir mirip dengan fettucini. Jenis linguine yang paling terkenal di kalangan pecinta makanan italia adalah Linguine Alle Vongole. Vongole sendiri adalah saus yang terbuat dari campuran kerang dan bahan lainnya yang membuat rasanya menjadi sangat khas dan lezat. Namun linguine belum menjadi makanan italia yang umum seperti halnya spaghetti fettucini).
Ornado benar-benar menjaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi Cladia begitu mengetahui Cladia sedang hamil, bahkan menu makanan sehari-hari sebelum dimasak pelayan harus melaporkannya terlebih dahulu kepada Tante Ema untuk dicek apakah menunya merupakan menu yang dikategorikan sehat untuk ibu hamil. Ma kerang saat hamil seringkali dikaitkan dengan resiko kecacatan dan autisme pada sang bayi. Karena kerang mengandung sejumlah zat logam dan merkuri yang berbahaya. Hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Penelitian tersebut mengaitkan kebiasaan konsumsi seafood terutama kerang dengan dengan risiko autisme pada anak yang dilahirkan. Karena itu Ornado benar-benar berusaha menghindarkan menu kerang dalam menu makanan Cladia.
“Lain kali kalau anak kita sudah lahir aku akan membiarkanmu memakan masakan seafood sepuasnya.” Cladia tersenyum mendengar janji Ornado.
“Saat waktunya tiba aku benar-benar akan menagih janjim….,”
“Tentu saja itu bisa terjadi kalau kamu tidak langsung hamil lagi anak keduamu,” Mendengar perkataan Jeremy yang memotong perkataannya, Cladia langsung memberikan kode keras kepada Jeremy dengan pelototan matanya, tapi Jeremy tetap saja tersenyum menggoda dengan wajah tidak perduli.
__ADS_1
Begitu limousine memasuki gerbang besar mansion keluarga Ornado, Cladia memandang keluar jendela. Langit sudah gelap saat mereka memasuki halaman mansion yang di samping kanan kirinya terlihat taman yang tersusun rapi dan terlihat cantik. Jarak antara gerbang depan dan bangunan tempat tinggal keluarga Ornado cukup jauh, tapi sepanjang jalanan lampu-lampu hias yang menerangi jalan terlihat berjajar rapi dan indah, sungguh sayang jika tidak dinikmati keindahannya. Tepat di depan pintu masuk mansion terlihat sebuah air mancur buatan yang cukup besar dan terlihat megah, dengan lampu-lampu hias yang menimbulkan kesan canti sekaligus mewah, memberikan pencahayaan yang sempurna untuk air terjun yang kadang telrihat naik turun ke atas, kadang meliuk-liuk seperti seseorang yang sedang menari dengan indahnya.
Begitu limousine berhenti di depan mansion, tangan Ornado langsung menyentuh tangan Cladia yang masih asyik sendiri menikmati pemandangan keindahan air mancur. Begitu tangan Ornado menyentuh tangannya, Cladia menoleh ke arah Orando dan langsung tersenyum.
“Ayo kita turun, waktunya kamu dan bayi kita beristirahat setelah perjalanan jauh.” Cladia mengangguk dan segera menggeser tubuhnya untuk keluar dari limousine dengan posisi tangan Ornado menggenggam tangannya dengan erat.
Begitu mereka memasuki pintu bagian depan bangunan yang tampah megah, tampak masing-masing sepuluh orang di sisi kanan dan kiri membungkukkan tubuh mereka menyambut kedatangan tuan mudanya. Sebentar kemudian tampak Alberto berjalan ke arah mereka dengan senyum memenuhi wajahnya.
“Selamat datang nak,” Alberto langsung memeluk tubuh Ornado dengan erat dan menepuk-nepuk pelan punggungnya. Setelah melepaskan pelukannya, yang pertama dilihat Alberto adalah Cladia.
“Baik-baik saja pa, aku juga senang Al memberiku ijin untuk berangkat kesini, kalau tidak pasti aku tidak ada disini hari ini,” Alberto tersenyum mendengar perkataan Cladia, sedang tangan kiri Ornado langsung melingkar di bahu Cladia yang berdiri di samping kirinya.
“Apa kalian sudah makan malam? Biar para pelayan menyiapkan makan malam untuk kalian. Apa yang ingin kamu makan Cla?”
“Tidak perlu pa, barusan kami sudah makan malam diluar, kalau nanti kami membutuhkan sesuatu biar kami memanggil pelayan.” Alberto mengangguk mendengar jawaban dari Ornado.
“Kalau begitu, bawa istrimu ke kamarmu Ad, biarkan dia beristirahat, apalagi besok masih ada acara disini untuk memperkenalkan Cladia kepada keluarga besar kita,” Alberto menggerakkan kepalanya ke samping, memberikan kode kepada pelayan untuk mengambil koper-koper Ornado dan Cladia, juga Jeremy untuk dibawa ke kamar mereka. Setelah itu Alberto langsung mendekati Jeremy dan memeluknya, dan langsung mengajaknya ke ruang keluarga untuk menemaninya mengobrol, sedang pelayan menaikkan koper Jeremy ke kamar di lantai dua, bersebelahan dengan kamar Ornado.
__ADS_1
Ornado yang berjalan sambil memeluk bahu Cladia terhenti sejenak begitu mereka sampai di depan tangga yang terlihat megah, dan cukup tinggi. Diliriknya wajah Cladia yang terlihat terkagum-kagum melihat kemewahan ruang main hall mansion Ornado.
“Kamarku ada di lantai dua,” Cladia memandang ke arah tangga ke lantai dua yang terlihat lebar, tapi juga tinggi. Tangga tersebut didominasi warna keemasan, tangga tersebut berbentuk setengah lingkaran sehingga baik dari sisi kanan ataupun kiri orang bisa berjalan menaiki tangga menuju lantai 2. pada pegangan tangga dihiasi ornamen berbentuk bunga mawar bewarna emas.
Cladia sedikit menahan nafasnya, melihat tangga tinggi yang harus dinaikinya, membuat dia sedikit ragu untuk melangkah. Malam ini tubuhnya terutama bagian pinggang terasa sedikit tidak nyaman, mungkin akibat dari penerbangannya yang boleh dibilang aman tapi lama. Sedikit banyak pasti tetap menimbulkan efek bagi tubuhnya yang saat ini sedang hamil.
Ornado memandangke arah Cladia sambil tersenyum, tanpa menunggu lama dan tanpa mengatakan apa-apa, lengan kiri Ornado yang melingkar dibahu Cladia bergerak turun ke arah punggung Cladia, sedang lengan kanannya bergerak dengan cepat ke arah kedua belakang lutut Cladia dan langsung menggendong Cladia dengan bridal style, berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Al.... " Ornado tersenyum sambil memandangi wajah Cladia yang tampak kaget dan menjadi salah tingkah karena tindakannya.
"Sttt.... Tenang saja, aku melakukan ini untuk anakku agar dia tidak perlu merasa tidak nyaman karena mamanya hari ini sudah terlalu lelah karena perjalanan jauh." Mendengar perkataan Ornado, Cladia hanya bisa diam tanpa bisa membantahnya lagi, karena pada kenyataannya hari ini dia memang sudah benar-benar merasa lelah.
Beberapa pelayan yang masih ada di ruangan itu dan melihat kejadian itu membuka mulutnya dan langsung menutupnya dengan telapak tangan karena kaget melihat tindakan tuan mudanya yang selama ini mereka kenal belum pernah dekat dengan wanita manapun apalagi membawanya pulang wanita ke mansionnya. Tapi beberapa dari mereka yang pernah bertugas merapikan dan membersihkan kamar Ornado langsung menyadari bahwa wanita yang saat ini berada dalam gendongan tuan mudanya adalah wanita yang sama dengan yang ada di foto-foto yang terpajang di dalam kamar tuan mudanya.
Mendapat perlakuan yang begitu mesra dari Ornado, Cladia hanya bisa terdiam seribu bahasa dengan wajah yang benar-benar memerah. Begitu sampai di depan pintu kamarnya, seorang pelayan pria segera membukakan pintu kamar. Ornado segera melangkah memasuki kamarnya dan menatap ke arah wajah Cladia yang terlihat begitu shock begitu memasuki kamar Ornado.
“Tolong….turunkan aku,” Ornado tersenyum mendengar permintaan Cladia yang terdengar gugup, dengan pelan dan lembut diturunkannya tubuh Cladia dari gendongannya. Mata Cladia memandangi sekeliling ruangan kamar Ornado dengan pandangan antara heran, takjub, bingung, haru, bahagia bercampur aduk menjadi satu. Di setiap sudut kamar, sejauh mata memandang, terdapat foto Cladia dengan berbagai ukuran dan pose, bahkan ada beberapa foto dari masa kecil, masa remaja, sampai masa gadis Cladia. Entah darimana Ornado mendapatkan foto-foto tersebut, Cladia tidak yakin kalau 100 persen foto-foto itu didapat Ornado dari Jeremy, apalagi ada beberapa foto yang Cladia tahu saat dia mengenakan pakaian itu dan lokasi dimana foto itu diambil dia yakin dia tidak sedang bersama Jeremy. Pikiran Cladia langsung tersadar membayangkan itu, sehingga saat ini hatinya benar-benar menjadi penasaran ingin menanyakan darimana Ornado mendapatkan foto-fotonya.
__ADS_1