My Wild Rose

My Wild Rose
MENIKMATI LANGIT ITALIA BERSAMAMU


__ADS_3

Hari ini langit di atas Bandara Udara Internasional Leonardo da Vinci terlihat cerah. (bahasa Italia: Aeroporto Leonardo da Vinci di Fiumicino atau dikenal juga sebagai Bandara Internasional Fiumicino. Bandara ini secara resmi bernama Bandara Internasional Leonardo da Vinci-Fiumicino, namun lebih dikenal dengan nama Bandara Rome Fiumicino. Bandara ini merupakan bandara terbesar di Italia dan melayani ibu kota Roma. Dengan lebih dari 40 juta penumpang per tahun, Rome Fiumicino merupakan salah satu bandara tersibuk di Eropa, rumah bagi maskapai penerbangan Italia yang bertanggung jawab atas sekitar 50% penerbangan).


Akhirnya Cladia bisa mendapatkan restu dari Ornado untuk ikut berangkat ke Italia walaupun Ornado sempat membuat heboh dengan mengajak sekaligus 5 dokter spesialis yang masing-masing merupakan spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis kandungan, spesialis anestesi dan spesialis bedah. Kalau saja Laurel tidak dalam kondisi hamil Cladia yakin pasti Ornado akan meminta Dave memberi ijin kepada Laurel untuk menemani Cladia selama di Italia. Tindakan Ornado itu juga sempat membuat Jeremy dan James geleng-geleng kepala.


Hari ini untuk petama kalinya Cladia menginjakkan kakinya di Italia, tempat selama 15 tahun ini Ornado menghabiskan masa kecilnya, pendidikannya, dan membangun kerajaan bisnisnya sebelum akhirnya Ornado terbang ke Indonesia untuk menikahi wanita impiannya. Sejak turun dari pesawat pribadi mereka, tidak sedetikpun Ornado melepaskan genggaman tangannya pada tangan Cladia yang berjalan di sebelah kirinya. Wajah Ornado benar-benar terlihat ceria, kembali ke tempat tinggalnya di Italia dengan membawa Cladia bersamanya, sesuatu yang sudah begitu lama begitu dia inginkan. Dia benar-benar ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kini Cladia, wanita impiannya sudah menjadi miliknya, menjadi istrinya yang sah.


Cladia melirik ke arah Ornado sekilas, dengan kacamata hitam dan kemeja berkerah lengan panjang bewarna biru navy. Laki-laki itu tampak begitu tampan dan menawan, tidak heran beberapa wanita dengan pandangan menggoda melirik ke arah Ornado, bahkan beberapa wanita terlihat saling berbisik dengan pandangan mata dan gerak tubuh mereka yang terlihat disengaja untuk menarik perhatian Ornado. Cladia menarik nafas panjang, ternyata bukan hanya di Indonesia, sosok Ornado di negaranya sendiripun terlihat sebagai sosok yang diidolakan bagi banyak wanita.


“Ternyata di negara manapun kamu berada banyak mata wanita yang menatapmu dengan pandangan berusaha menggodamu,” Cladia berbisik ke arah Ornado yang karena perbedaan tinggi badannya dengan Cladia, Ornado harus sedikit mengarahkan telinganya ke samping bawah agar bisa mendekat ke arah Cladia, mendengar suara bisikan Cladia, sedangkan Cladia harus sedikit berjinjit untuk bibirnya bisa mendekat ke arah telinga Ornado.


“Apa menurutmu hanya aku yang mengalami pandangan menggoda? Lihat di sekelilingmu baik-baik Amore mio, berapa banyak mata pria yang menatapmu dengan pandangan terpesona, bahkan ada yang penuh nafsu. Beberapa pria bahkan aku lihat menelan ludah mereka saat melihat pesonamu. Karena itu aku tidak akan pernah membiarkan tanganmu lepas dari genggamanku walaupun hanya sedetik saja, supaya mereka tidak dapat berharap memiliki kesempatan untuk menarik perhatianmu,” Cladia tersenyum geli mendengar perkataannya yang dia maksudkan untuk menggoda Ornado, justru dibalas dengan telak oleh Ornado.


Tidak begitu lama mereka berjalan, tampak sebuah limousin mewah berwarna hitam menghampiri mereka dan berhenti tepat di depan mereka, seorang pengawal bergegas membuka pintu limousin untuk Ornado dan Cladia.


Sebelum memasuki mobil, Cladia sempat menoleh ke belakang mereka. Terlihat beberapa wartawan yang sedari tadi berusaha mengambil foto mereka dan mengejar untuk meminta sedikit komentar dari Ornado, tentang kondisinya, tentang bisnisnya, terutama tentang wanita cantik yang saat ini terus digandengnya. Bukan rahasia lagi jika sosok Ornado selalu menarik bagi warga kota ini untuk diberitakan. Sosok pengusaha muda yang selain sangat tampan juga begitu sukses sehingga sempat menggemparkan negara-negara Uni Eropa.

__ADS_1


Apalagi sudah tersebar kabar tentang Ornado yang hari ini datang dari Indonesia bersama wanita cantik yang sudah dinikahinya secara resmi di Indonesia beberapa bulan lalu, benar-benar merupakan sasaran empuk bagi paparazi untuk dijadikan head line news mereka.


"Masuklah," Ornado melepaskan genggaman tangannya pada tangan Cladia dan membiarkan Cladia masuk ke dalam limousine terlebih dahulu sebelum akhirnya dia ikut menyusul untuk duduk disamping Cladia, diikuti oleh Jeremy. Cladia menarik nafas panjang, dari awal mereka melakukan penerbangan sampai mereka sampai di Itali, dengan banyaknya pengawal yang mengikuti mereka dan penyambutan yang dilakukan mereka ketika mereka baru tiba di bandara, Cladia bisa merasakan bahwa di negara ini Ornado benar-benar merupakan orang yang memiliki pengaruh besar dan menarik minat publik.





Cladia begitu menikmati perjalanannya, pandangan matanya yang terus menatap keluar jendela terlihat bersinar, menunjukkan dia begitu mengagumi pemandangan bangunan-bangunan yang dia lewati di sepanjang jalanan di Kota Roma. Ornado hanya bisa tersenyum melihat respon Cladia terhadap suasana di sekelilingnya, membiarkan Cladia menikmatinya. Roma adalah salah satu kota tertua dengan begitu banyak pesona dan bangunan dari masa lalu yang masih kokoh berdiri hingga kini. Kepopuleran kota gladiator ini pun kerap menjadikannya sebagai salah satu destinasi terfavorit dunia dan selalu ramai dikunjungi oleh turis mancanegara. Sudah sejak lama Cladia ingin mengunjungi kota ini, tapi kondisinya dulu tidak memungkinkan dia melakukan perjalanan jauh dan berinteraksi dengan orang asing.


“Tenang saja Amore mio, kamu akan punya banyak waktu untuk menikmati keindahan Kota Roma. Dengan senang hati aku akan mengajakmu berkeliling menjelajahi kota ini,” Cladia menoleh mendengar perkataan Ornado. Dengan senyum yang memenuhi wajahnya Cladia memegang lengan Ornado.


“Kamu sendiri yang berjanji, jangan mengingkarinya ya, aku mau mengunjungi Colosseum, St. Peter Basilica, Pantheon, Vatican Museum, Trevi Fountain, Spanish Steps, Roman forum, Castel San’t Angelo, Piazza Navona, Campo de’ Fiori, dan kalau masih ada waktu, bawa aku ke kota Venice,” Begitu menyebutkan kota Venice, wajah Cladia sedikit memerah, karena kota Venice yang terkenal sebagai kota kanal, merupakan sebuah kota yang dibangun di atas air yang daratannya dipisahkan oleh kanal-kanal dengan alat transportasi gondola, dan juga mendapat julukan “KOTA ROMANTIS”, karena tidak sedikit pasangan yang melakukan bulan madu di kota Venice. Disana terdapat jembatan "Bride of Sighs", yang dipercaya jika pasangan yang ingin cintanya kekal abadi akan berciuman di gondola persis di bawah jembatan ketika matahari akan terbenam.


“Apapun yang kamu inginkan Amore mio. Asal kondisimu sehat dan si kecil dalam perutmu tidak rewel, aku akan membawamu ke semua tempat yang kamu ingin kunjungi. Apa menurutmu aku pernah ingkar janji kepadamu?” Cladia menggelengkan kepalanya dengan wajah bahagianya, diraihnya tangan Ornado dan diciumnya punggung telapak tangan suaminya tersebut, membuat Jeremy langsung mengeluarkan deheman dari bibirnya.


“Astaga, kalian berdua ini benar-benar tidak sadar diri kalau ada seseorang yang masih bujangan disini,” Cladia hanya bisa tersenyum dengan wajah malu-malu, sedangkan Ornado langsung tertawa mendengar sindiran Jeremy.

__ADS_1


“Salah sendiri kamu tidak mengajak Niela bersamamu,” Jeremy tersenyum mendengar komentar Ornado.


“Tidaklah, dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya di Sanjaya. Lagipula, rasanya kurang tepat kalau pasangan yang belum menikah bepergian terlalu jauh hanya berduaan saja,” Ornado mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Jeremy.


“Hanya berduaan saja? Kamu anggap kami berdua apa? Obat nyamuk? Memangnya kami akan membiarkan kalian berlaku tidak senonoh sebelum menikah? Walaupun kalian sudah akan menikah beberapa bulan lagi, kalian harus tetap bisa menjaga diri kalian supaya tidak melewati batas,” Jeremy langsung tertawa tergelak mendengar perkataan Ornado.


“Kalian orang Eropa biasanya tidak terlalu perduli dengan masalah seperti itu, beda dengan kami orang-orang dari wilayah Asia,” Ornado membeliakkan matanya tanda tidak setuju dengan pernyataan Jeremy.


“Kamu salah besar, tidak semua orang Eropa mendukung tindakan free sex. Aku salah seorang yang menentang keras itu. Walaupun aku bukan murni berdarah Asia, dan dibesarkan dengan budaya Eropa, tapi aku memegang teguh prinsip-prinsip kesucian dalam pernikahan. Aku membenci free sex, perselingkuhan, atau apapun yang sejenis itu. Bagiku, sedapat mungkin keperjakaan atau keperawanan merupakan hal yang patut kita pertahankan sampai kita menikah. Menjadi hadiah terbaik bagi pasangan hidup kita,” Jeremy tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju mendengar penjelasan dari Ornado, rasanya beruntung sekali Cladia memiliki suami yang memiliki pandangan seperti Ornado. Walaupun berasal dari keluarga kaya dan modern, dia tetap memegang teguh prinsip-prinsip pernikahan yang suci.


“Sudahlah, apa yang kalian ributkan?” Cladia kembali meraih tangan Ornado, kali ini menepuk-nepuknya dengan lembut. Rasanya tidak nyaman melihat kedua lelaki yang disayanginya terus berdebat di depannya.


“Ah, sudahlah kak, kalau begitu sekarang kakak nikmati saja masa bujangan kakak, setelah menikah Kak Jeremy tidak akan bisa sebebas sekarang,” Mata Ornado langsung melirik ke arah Cladia begitu mendengar perkataannya barusan.


“Apa kamu menyesal telah meninggalkan masa bujanganmu Amore mio?” Cladia tersenyum geli melihat wajah serius Ornado yang bertanya padanya.

__ADS_1


“Jujur saja pernah, karena dulu aku sempat berencana tidak akan menikah seumur hidupku, dan sekarang…” Cladia menggantung perkataannya, Ornado dan Jeremy dengan serius memandang dalam-dalam ke arah Cladia, menunggu apa yang akan dikatakan Cladia selanjutnya.


“Aku menyesal kenapa aku sempat berpikir untuk tidak menikah, padahal sejak kecil aku sudah memiliki calon suami yang sangat sempurna dan baik sepertimu,” Ornado tersenyum, sekilas ingin diciumnya bibir Cladia, tapi dengan cepat jari telunjuk Cladia bergerak ke kanan dan kiri untuk menyatakan kepada Ornado agar tidak menciumnya sekarang, kemudian jari telunjuknya menunjuk ke arah Jeremy yang hanya bisa mencibirkan bibirnya kemudian mengalihkan pandangannya dari mereka melihat tindakan Cladia dan Ornado yang baginya sengaja memamerkan kemesraan mereka di hadapannya, membuat Ornado menutup bibirnya dengan tangan untuk menahan tawanya.


__ADS_2