
“Kamu juga di kamar ini Cla? Bukannya kamu datang bersama pasanganmu? Harusnya kamu mendapatkan kamar sendiri bersama pasanganmu, kamarmu tidak disini, sebentar, aku akan menanyakannya kepada ketua panitianya, kenapa ada miskom seperti ini,” Putri, teman reuni Cladia segera mengambil handphonenya dan melakukan panggilan kepada ketua panita yang bertanggungjawab terhadap pembagian kamar para tamu undangan reuni. Cladia dan Ornado hanya bisa saling memandang sambil menunggu Putri menanyakan perihal kamar hotel kepada ketua panitia.
“Maaf Andi, disini ada sedikit masalah, Cladia mendaptkan kartu kamar yang sama denganku, sedangkan dia datang bersama dengan pasangannya, mestinya dia mendapat kamar sendiri kan dengan pasangannya?” Untuk beberapa saat Ornado dan Cladia berdiri diam sambil menunggu penjelasan dari Putri yang sedang menghubungi Andi sebagai ketua panitia acara reuni hari itu.
Setelah menunggu kurang dari 5 menit, Putri menutup panggilan handphonenya, lalu berjalan mendekat ke arah Ornado dan Cladia.
“Maaf Cla, sepertinya ada kesalahan info dari awal. Tolong cek di handphonemu sekarang, barusan Andi mengirimkan screen shoot bahwa kamu mengkonfirmasi datang ke acara reuni ini sendirian tanpa pasangan, karena itu panitia menempatkan kamar yang sama untuk kita berdua yang sama-sama datang sendiri di acara ini,” Mendengar penjelasan dari Putri, Cladia segera mengambil handphone dari dalam tasnya, lalu membuka layarnya dan membaca pesan dari Andi yang ternyata benar memang dia salah melakukan info tentang konfirmasi keikutsertaannya dalam reuni ini.
“O, maaf, ternyata memang aku yang salah dari awal, kalau begitu biar kami langsung kembali ke rumah saja,” Cladia tersenyum, tangannya meraih lengan Ornado, bersiap mengajaknya keluar dari kamar itu.
“Cla, jangan begitu, aku jadi merasa tidak enak,” Mendengar kata-kata Cladia, tangan Putri meraih tangan Cladia, berusaha menahan kepergian Cladia.
“Aku tidak mau kita kembali malam ini, sudah terlalu malam. Aku tidak mau kamu terlalu lelah. Tenang saja, biar aku yang ke lobi hotel untuk memesan kamar lain yang tersedia di hotel ini,” Ornado langsung memberikan keputusannya melihat kondisi yang terjadi.
“Aku ikut denganmu,” Cladia membalikkan badannya untuk segera mengajak Ornado keluar dari kamar itu mencari kamar lainnya, tangan Putri yang masih memegang tangan Cladia kembali menarik Cladia ke arahnya, sehingga Cladia kembali membalikkan badannya menghadap ke arah Putri.
“Cla, lebih baik kamu tetap disini dulu sampai kalian mendapat kamar, istirahat saja disini bersamaku, biar suamimu yang mengurus kamar kalian,” Ornado tersenyum, dielusnya punggung Cladia dengan lembut.
“Ada benarnya kata temanmu, lebih baik aku yang mengurus kamar untuk kita malam ini. Kamu tunggu saja disini, setelah semua beres aku akan menjemputmu disini,” Cladia mengangguk pasrah mendengar apa yang dikatakan Ornado, karena dari tadi kakinya juga sudah merasa sedikit pegal.
“Ok, aku akan menunggu disini,” Ornado tersenyum, lalu mengecup pipi Cladia sekilas sebelum membalikkan tubuhnya untuk keluar dari kamar itu.
__ADS_1
“Ayolah Ad, angkat telponmu!” James berkata-kata sambil mondar-mandir kesana kemari di dalam kamar hotelnya. Beberapa detik yang lalu dia melakukan panggilan kepada Ornado, tapi handphone Ornado sepertinya dalam kondisi mati. Dengan wajah cemas tangan kiri James mengacak rambut di kepalanya.
“Ayolah Ad, kumohon! Angkat telponmu sekarang!” James menarik nafas panjang, menghentikan gerakan tubuhnya yang mondar-mandir sedari tadi, di angkatnya kepalanya memandang langt-langit kamar hotelnya tinggal. Dia teringat tentang pesan yang dikirim Ornado beberapa waktu lalu. Ornado meminta James menyelidiki tentang siapa pemilik Hotel XY dan apakah Robi memiliki hubungan dengan pemilik Hotel XY, dan dari hasil penyelidikan yang dengan cepat dilakukan oleh beberapa anak buah James, hasil yang didapatkan James sungguh tidak disangka-sangka, sangat mengejutkan.
Untuk beberapa waktu James tetap berusaha untuk menghubungi Ornado. Sesekali James menggigit bibirnya dan mendesis, menunjukkan saat ini dia benar-benar cemas.
“Hallo, ada apa James?”
“Ad! Akhirnya kamu mengangkat telponmu!” James langsung berteriak mendengar suara Ornado dari seberang sana.
“Aku baru saja keluar dari lift, tidak ada sinyal di lift. Memangnya ada apa James? Suaramu seperti orang panik?”
“Jelaskan padaku sekarang juga apa yang terjadi!”
“Ad, Hotel XY merupakan salah satu usaha dari Grup Harta Lautan, yang artinya Robi Adhitama merupakan salah satu pemegang saham disan…,” Dengan suara yang masih terdengar sedikit cemas, James berusaha mengatakan tentang hubungan antara Hotel XY dan Robi. Beberapa waktu lalu Ornado sempat menceritakan pada James tentang Robi yang berusaha mengganggu Cladia di kantor Sanjaya, karena itu Ornado dengan sengaja memindahkan kantor Cladia ke Bumi Asia. James menahan nafasnya sebentar, sepertinya Robi sampai detik ini tetap serius dan belum menyerah untuk mendapatkan Cladia.
“Sial! Dari awal aku merasa ada yang tidak beres dengan acara reuni ini! Apalagi terjadi perubahan tempat diadakannya acara di detik-detik terakhir,” Tanpa menunggu James menyelesaikan kata-katanya, Ornado langsung memotongnya. Suara Ornado terdengar penuh dengan emosi.
“James, aku akan ke kamar 1008, suruh pengawal yang mengikuti kami menyusulku kesana sekarang juga! Aku tutup telponnya sekarang!”
__ADS_1
“Ad, aku belum selesai bica…ra,” Tanpa menunggu James menyelesaikan kata-katanya Ornado langsung menutup handphone, berlari dengan cepat menaiki tangga untuk kembali ke kamar 1008, tempat dimana dia meninggalkan Cladia bersama Putri, membuat James hanya bisa membeliakkan matanya sambil menarik nafas panjang.
Begitu Ornado sampai di depan pintu kamar 1008, diketuknya pintu kamar itu, awalnya dengan ketukan pelan, lalu dia mengetuknya dengan keras begitu tidak ada respon dari dalam kamar. Beberapa saat setelah Ornado sampai di depan pintu kamar tampak 6 orang pengawalnya berlari dari arah lift mendekat ke arahnya.
Salah seorang dari pengawal itu langsung memberikan kartu kamar cadangan yang mereka dapatkan dengan paksa dari resepsionis untuk membuka kamar tersebut. Pintu berhasil dibuka, tapi ketika pengawal Ornado berniat membukanya, tampak kalau ada sesuatu yang menahan pintu kamar tersebut dari dalam sehingga tidak bisa dibuka.
“Dobrak pintu kamar ini sekarang juga!” Ornado langsung berteriak, tanpa menunggu diperintahkan dua kali, para pengawal tersebut langsung mendobrak pintu kamar itu.
Begitu pintu kamar terbuka, tampak Putri yang duduk di atas tempat tidur dengan wajah ketakutan. Dengan sedikit berlari Ornado memasuki kamar itu, matanya memandang sekeliling, tapi tidak ditemukannya sosok Cladia.
“Dimana Cladia?” Ornado bertanya dengan tatapan tajam dan dingin ke arah Putri.
“Aku tidak tahu, beberapa wanita membawanya dari sini tidak berapa lama setelah kamu pergi meninggalkan kamar ini,”
“Apa kamu yakin kamu tidak terlibat sedikitpun dengan apa yang terjadi pada Cladia?” Putri langsung menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Ornado, salah seorang pengawal Ornado langsung meraih lengannya, memaksanya untuk berdiri, berhadapan dengan Ornado.
“Tidak apa kalau kamu tidak mau mengatakannya sekarang, tapi kalau aku berhasil menemukan bukti keterlibatanmu walaupun hanya nol koma sekian persen! Jangan harap kamu dan seluruh keluargamu bisa hidup dengan tenang di masa depan!” Putri langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat mendengar ancaman dari Ornado.
“Aku hanya membantu Andi untuk menahan Cladia di kamar ini beberapa saat dan membuatmu meninggalkan kami disini, aku tidak tahu mereka memiliki rencana untuk mengambil Cladia dari kamar ini, toh aku tidak tahu ada dendam apa antara Cladia dengan orang-orang yang membawanya tadi, mungkin Cladia pernah menyinggung perasaan orang yang menyuruh mereka,”
“Kamu!” Ornado sudah bersiap mengarahkan tinjunya ke arah Putri yang langsung memejamkan matanya, tapi bayangan wajah Cladia langsung membuat Ornado menghentikan gerakan tangannya di udara. Ornado menarik nafas panjang, membayangkan wajah kecewa Cladia jika mengetahui dia memukul wanita.
__ADS_1
“Serahkan dia kepada pihak keamanan hotel, pastikan tidak ada seorangpun yang bisa melepaskannya sebelum pihak kepolisian menginterogasi tentang keterlibatannya dalam kasus penculikan nyonya!” Setelah mengeluarkan perintah Ornado langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar meninggalkan kamar tersebut.
Dua orang pengawal Ornado mengangguk, dan langsung menarik tangan Putri untuk membawanya ke lobi hotel. Sedang 4 orang pengawal yang lain berjalan mengikuti Ornado meninggalkan kamar hotel tersebut.