My Wild Rose

My Wild Rose
JAUH DARIMU


__ADS_3

"Kami minta maaf untuk ketidak nyamanan ini Tuan Xanderson, kami berjanji ke depannya tidak akan terulang lagi kejadian seperti ini," Ornado yang mendengarkan permintaan maaf dari pihak supplier yang sudah berani mengganti kualitas supply bahan tanpa adanya konfirmasi, melihat surat perjanjian yang sudah pernah mereka tandatangani, selanjutnya dia hanya memandang wajah mereka dengan tatapan tajam dan dingin.


"Kita tidak pernah bermain-main dengan kualitas bahan, saya mengerti ada masalah intern yang harus diselesaikan di perusahaan anda, tapi sesuai kontrak yang sudah ada, anda tidak bisa seenaknya mengganti kualitas supply bahan sesuai kesapakatan yang sudah kita buat tanpa adanya konfirmasi," Wajah pimpinan dari perusahaan yang men supply kebutuhan usaha properti Grup Xanderson terlihat sedikit salah tingkah, apalagi melihat tatapan tajam dari Ornado yang menanti penjelasan darinya tentang kecurangan yang terjadi. Sebenarnya dia sudah menyogok salah satu petinggi dari Grup Xanderson yang bertanggung jawab terhadap penerimaan barang darinya, tapi ternyata Afro Xanderson bergerak lebih cepat, sebelum barang-barang itu digunakan laporan tentang kecurangan supplier sudah diketahuinya.


"Perusahaan anda sudah melakukan akusisi terhadap perusahaan yang mensupply kami, walaupun dalam kontrak tertulis kerjasama kami ditandatangani oleh perusahaan lama, tapi sebagai pengambil alih perusahaan anda tidak bisa lepas dari tanggung jawab yang sudah ada. Apalagi di belakang kami anda berusaha menyembunyikan fakta tentang akusisi yang sudah dilakukan sejak 10 hari lalu," Keringat dingin mulai membasahi tangan perwakilan dari supplier, sekilas diliriknya wajah Ornado Xanderson yang terlihat tenang tapi tatapan matanya benar-benar membuat nyalinya menciut.


"Maaf Tuan Xanderson, bukannya kami berusaha menyembunyikannya, kami hanya menunggu waktu yang tepat, kami pasti akan melakukan pemberitahuan secara resmi kepada pihak anda," Tentu saja mereka sengaja menyembunyikan masalah akusisi selama mungkin dengan mengambil kesempatan mengirimkan barang dengan kualitas yang lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan lebih selama masalah akusisi belum diketahui pihak luar, sayangnya mereka lupa bahwa yang mereka hadapi adalah Grup Xanderson yang pastinya bukan perusahaan yang dipenuhi dengan orang-orang yang gampang dibodohi, apalagi dibawah kepemimpinan Ornado Xanderson.


"Untuk kasus ini saya minta Anda mengganti semua yang sudah terkirim dengan barang yang sesuai dengan kualitas seperti yang tertulis dalam kontrak, selain itu minta pembuatan perjanjian novasi atas pengalihan penanggung jawab atas kontrak sebelumnya. (Novasi adalah suatu perjanjian yang menyebabkan hapusnya suatu perikatan dan pada saat yang bersamaan timbul perikatan lainnya yang ditempatkan sebagai pengganti perikatan yang semula). Jika anda merasa keberatan atau dirugikan, kita akan lanjutkan masalah ini melalui jalur hukum," Pria itu sedikit menghempaskan badannya ke sandaran kursi di ruang meeting itu, dia bisa membayangkan berapa besar kerugian yang akan dialami perusahaannya jika memenuhi permintaan Ornado, tapi tampaknya tidak ada jalan lain lagi. Kalau dia memilih jalur hukum bisa dipastikan dia pasti akan kalah, apalagi jika yang dihadapinya Grup Xanderson, tidak akan ada kesempatan menang walaupun hanya 0,1% kemungkinan.


"Kalau anda minta waktu untuk memikirkannya silahkan anda ajukan berapa lama anda butuh waktu untuk memikirkan hal ini, sementara itu kita akan stop dulu kerjasama kita, kami akan supply kebutuhan kami dari pihak lain," Dengan kata-kata Orando barusan tidak ada pilihan lain untuk memutuskan saat ini juga, persyaratan dari Ornado harus dia penuhi kalau tidak ingin perusahaan lain merebut posisinya.


"Saya tidak akan meminta perpanjangan waktu, saya akan siapkan perjanjian novasi secepatnya, besok saya akan kirimkan via email kepada Tuan Afro sebelum proses penandatanganan," Afro tersenyum mendengar jawaban dari pihak lawan, benar-benar sesuai dengan perkiraannya, bahwa tidak ada orang yang bisa bertahan jika harus menghadapi Ornado Xanderson.


"Baik, kami tunggu pengajuan perjanjian novasi anda besok maksimal jam 9 pagi," Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya Ornado memberi tanda kepada sekretarisnya untuk mengantar tamunya keluar dari ruang meeting sedang dia sendiri langsungĀ  berjalan meninggalkan ruang meeting diikuti Afro di sampingnya menuju kantornya.


"Benar-benar cari mati!" Ornado menghempaskan tubuhnya di kursi meja kerjanya, Afro yang mengambil posisi duduk di depannya hanya tersenyum melihat wajah kesal Ornado.


"Dia pikir bisa membodohi kita. Lakukan persiapan untuk mengganti supplier ke depannya. Setelah semua barang yang kita terima dan perjanjian novasi ditandatangani atur supaya supply dia ke kita maksimal hanya 10% dari kebutuhan kita, tahun berikutnya turunkan jadi 5%," Afro mengangguk menyatakan persetujuannya.


"Aku sudah atur semuanya, bahkan pengkhianat yang bekerjasama dengannya sudah kita pecat, kita sudah keluarkan surat peringatan ke perusahaan-perusahaan besar lain agar tidak menerimanya bekerja di tempat mereka." Ornado menarik nafas panjang mendengar penjelasan Afro.

__ADS_1


"Demi mendapatkan sedikit keuntungan dia menjual harga dirinya, benar-benar memalukan. Dengan kinerjanya yang bagus selama 20 tahun hancur dalam hitungan hari karena keserakahannya, menginginkan sesuatu yang bukan haknya, benar-benar bodoh!" Ornado meraih handphonenya, menekan sebuah nama untuk melakukan panggilan, rasanya saat ini dia benar-benar butuh obat penenangnya untuk meredakan emosi dan rasa kecewanya karena pengkhianatan salah satu orang kepercayaannya.


"Hallo Al," Begitu mendengar suara sahutan dari seberang sana raut wajah Ornado langsung berubah, tatapan matanya berubah menjadi lembut. Afro hanya bisa tersenyum melihat perubahan itu, tanpa harus tahu siapa yang sedang dihubungi Ornado, Afro sudah dapat menebaknya dengan benar siapa yang dihubungi Ornado, Cladia....Cladia Xanderson. Obat penenang paling manjur bagi Ornado.


Benar-benar hanya Cladia Xanderson yang bisa menenangkan badai di hati Ornado. Entah kekuatan apa yang kamu miliki sehingga Ornado Xanderson bisa bertekuk lutut di hadapanmu, Afro berkata dalam hati, bangkit dari duduknya, rasanya dia harus segera meninggalkan ruangan Ornado untuk memberinya privasi. Afro memberi tanda kepada Ornado lewat gerakan tangannya bahwa dia akan keluar dari ruangannya, Ornado hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan, Afro hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bibir Ornado yang sudah menunjukkan senyuman begitu mendengar suara Cladia di handphone.


"Apa kabarmu hari ini amore mio? Jam berapa sekarang disana?" Cladia melirik jam di dinding ruang kerja Ornado di rumah.


"Disini hampir jam 7 malam, bagaimana meetingmu hari ini?" Cladia menjawab pertanyaaan Ornado dengan tangan kirinya bergerak menutup notebook di depannya. Ornado bangkit dari kursi kerjanya, berjalan ke arah ruangan kecil di dekat kantornya dan mengambil sebotol minuman botol air mineral dingin dari kulkas, membuka dan meminumnya sambil kembali berjalan ke arah meja kerjanya.


"Meetingku baru saja selesai, cukup melelahkan, tapi semua sudah dibereskan. Kamu sedang apa sekarang? Apa Niela ada disitu?" Ornado meletakkan botol minuman mineral dinginnya di atas meja dan duduk di atas meja kerjanya.


"Aku ada di ruang kerjamu di rumah, Niela belum datang, hari ini dia ada meeting mendadak dengan para designer perusahaan, mungkin sebentar lagi dia datang," Cladia berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Ornado.


"Aku baru saja keluar dari ruang kerjamu," Cladia menutup pintu ruang kerja Ornado sebelum berjalan menuju kamarnya.


Untung saja aku sudah menutup notebookku, Cladia berbisik dalam hati sambil menarik nafas lega dengan hati-hati supaya Ornado tidak mendengarnya.


"Ingat kata Laurel, kamu harus menjaga kesehatanmu, jaga jam istirahatmu," Ornado berkata pelan sambil mengingat-ingat teleponnya terakhir dengan Laurel tentang somnabulisme yang dialami Cladia. Laurel mengatakan beberapa cara untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi stress, melakukan aktifitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur, misalnya mandi air hangat atau membaca buku, jadwal tidur yang teratur, membuat kamar tidur menjadi senyaman mungkin, dan mendisiplinkan waktu tidur.


"Aku baik-baik saja sekarang, sehat, sangat sehat, kamu tidak perlu khawatir," Ornado tersenyum geli mendengar jawaban Cladia.

__ADS_1


"Besok aku kembali ke Indonesia, kalau aku menemukan berat badanmu berkurang aku akan memaksamu untuk mengambil libur dari kerjamu selama seminggu," Cladia melotot kaget dengan ancaman Ornado yang terdengar konyol.


"Katakan saja kalau kamu ingin berlibur bersamaku, tidak perlu mencari alasan untuk memaksaku mengambil cuti," Ganti Ornado yang terbeliak mendengar apa yang dikatakan Cladia barusan. Baru kali ini Cladia berani mengatakan kata-kata yang bernada menggodanya seperti itu. Cladia langsung menutup bibirnya dengan tangan kirinya begitu dia sadar dengan apa yang dikatakannya barusan.


"Apa artinya sekembalinya aku kesana kita bisa langsung aturkan liburan untuk kita? Adakah tempat yang ingin kamu kunjungi untuk berlibur?" Ornado bangkit dari duduknya di atas meja kerjanya, berjalan ke arah jendela besar di belakang meja kerjanya yang menampakkan sibuknya lalu lintas di jalan besar di bawah gedung bertingkat kantornya, mendengar perkataan Cladia barusan rasanya dia semakin ingin cepat-cepat kembali ke Indonesia dan menemui cintanya.


"Eh, aku hanya bercanda, mana mungkin aku mengambil cuti saat perusahaan sedang sibuk menyiapkan event besar." Ornado tertawa mendengar jawaban Cladia yang terdengar begitu gugup.


"Bagiku tidak ada bedanya, dimanapun kita berada asal kamu berada disisiku bagiku itu adalah tempat yang paling indah," Cladia merasakan ada sesuatu yang panas menjalar di pipinya mendengar perkataan Ornado barusan.


"Al...," Panggilan pelan Cladia menghentikan tawa Ornado.


"Kenapa amore mio? Kenapa tiba-tiba kamu berubah jadi serius begitu?" Cladia menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Ornado.


"Hari ini aku meeting dengan Lautan Gemilang untuk menggantikan Jeremy, dan hari ini Pak Agam Adhitama memberikan info bahwa ke depannya apapun yang berhubungan dengan Lautan Gemilang diserahkan kepada CEO baru mereka, Robi Adhitama," Ornado terdiam, dia sudah mendapatkan info detail tentang rencana Grup Harta Lautan mengangkat Robi Adhitama sebagai CEO, tapi dia tidak menyangka secepat ini, mengingat Robi sepertinya belum banyak memiliki pengalaman di bidang managemen dan kepemimpinan.


Ternyata Robi cukup hebat sehingga bisa meyakinkan orangtua dan kedua kakaknya untuk mengambil alih kepemimpinan Lautan Gemilang dengan waktu sesingkat ini, Ornado berkata dalam hati sambil sedikit mengepalkan tangan kirinya karena melihat bahwa Robi kelihatannya benar-benar serius untuk berusaha mengejar dan merebut Cladia darinya.


Dari info yang diberikan oleh James beberapa waktu lalu, sejak dulu Robi tidak pernah mau terlibat dengan bisnis keluarganya, dia ingin memulai bisnisnya sendiri dengan kekuatannya. Robi merupakan anak bungsu dari owner Grup Harta Lautan dari istri kedua papanya. Walaupun hubungannya dengan papanya baik-baik saja, bagaimanapun hubungannya dengan kedua kakak tirinya tidak terlalu bagus, karena itu dulu Robi ingin membuktikan bahwa dia bisa sukses tanpa bantuan kedua kakak tirinya, sehingga memilih untuk memulai karirnya dengan bekerja di Bumi Asia, tapi tampaknya keinginannya untuk mendapatkan Cladia membuatnya mengubah apa yang menjadi visi misi untuk masa depannya. Jika dia mau terlibat dengan bisnis keluarganya, itu akan menjadi jalan pintas untuk mendapatkan kesuksesan dan pengakuan terhadap statusnya. Itu merupakan cara yang paling cepat.


"Jeremy sudah memberitahuku tentang meeting kalian hari ini, cuma aku tidak menyangka kalau Robi yang akhirnya menjadi perwakilan dari pihak Lautan Gemilang untuk menemuimu hari ini," Ornado sedikit menahan nafasnya, kalau dia tahu Robi akan datang ke Perusahaan Sanjaya untuk mewakili Lautan Gemilang dia tidak akan membiarkan Cladia menggantikan Jeremy menghadiri meeting tersebut, karena dia tahu betul bagaimana tatapan mata Robi setiap memandang Cladia. Membayangkan hal itu benar-benar membuat Ornado merasa tidak tenang.

__ADS_1


"Minggu depan pihak Sanjaya dan Lautan Gemilang akan menanda tangani kontrak kerjasama, untung saja saat itu Kak Jeremy sudah ada disini, jadi tidak perlu lagi aku bertemu dengan pihak mereka," Bibir Ornado menyunggingkan sedikit senyuman, mendengar apa yang dikatakan Cladia barusan, dia bisa menangkap dengan jelas bahwa Cladia juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan Robi.


__ADS_2