
Beberapa waktu sebelum James mengirim pesan kepada Cladia, ketika Ornado terbangun dari tidurnya, hal pertama yang dicari Ornado adalah keberadaan Cladia, tapi dilihatnya tempat tidur disampingnya sudah kosong, tapi matanya segera menangkap ada secarik kertas di bantal yang ditinggalkan Cladia, tangan kanan Ornado segera meraihnya.
Pagi Al, aku pergi sarapan dengan yang lain, kalau kamu merasa jet lag mu belum membaik, lebih baik kamu hubungi room service untuk mengantarkan sarapanmu ke kamar. Kalau butuh obat, aku meninggalkan tasku di atas nakas, aku bawa beberapa obat yang mungkin kamu butuh, kamu bisa mengambilnya disana.
Sebenarnya tidak ada kata-kata romantis atau pun mengarah ke hal yang pribadi yang tertulis di kertas itu, tapi bagi Ornado, seolah-olah dia baru saja menerima surat cinta dari Cladia, membuatnya tersenyum dengan tersipu-sipu hanya dengan membaca pesan di secarik kertas itu.
Dengan cepat setelah membaca surat itu Ornado meraih hp di nakas sebelah kirinya, menekan nomer James.
“Hallo, kamu dimana? Sejak kemaren aku kesulitan menghubungimu, makanya aku memberimu info acara hari ini via email kemarin, ada masalah apa? Hari ini kamu kembali ke Indonesia kan?” Begitu melihat siapa yang menelponnya James langsung menerima panggilan itu dan langsung menghujani Ornado dengan banyak pertanyaan. Ornado tersenyum mendengar protes panjang dari James, andaikata James tahu dia sudah ada di Indonesia bahkan sejak tadi malam dia menginap di hotel yang sama dengan mereka pasti James akan lebih heboh lagi, tapi Ornado memutuskan untuk tidak memberitahukan hal itu kepada James.
“Acc dari Nyonya Xanderson sudah lebih dari cukup untuk mewakiliku kan,”
“Hahh, dasar kamu!” James mendesis, lalu tertawa, benar-benar sepupunya itu sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa diselamatkan dari genggaman Cladia.
“James, tolong aturkan booking untuk kolam renang private di lantai atas hotel untuk hari ini, setelah sarapan kalian bisa menghabiskan waktu disana, sampaikan pesanku pada Cladia, selamat bersenang-senang,” James yang berjalan kembali ke arah teamnya yang sudah menunggunya tersenyum sambil melihat ke arah Cladia.
"Ok, akan aku aturkan segera," James menutup panggilan di hp nya, buru-buru dia mengetikkan pesan untuk Cladia.
©©©©©©©
Cladia mendekati kursi santai di dekat kolam dengan pakaian santainya dengan paduan kain bewarna kuning terang dan merah bermotif bunga, wajahnya yang putih mulus terlihat semakin cantik dan bersinar, sedang yang lain sudah berganti dengan baju renang mereka, bahkan sebagian sudah berada di dalam kolam renang.
__ADS_1
"Ibu Cladia, tidak ikut berenang?" Amalia yang sudah berganti dengan pakaian renangnya mendekati Cladia.
"Tidak, kamu tahu sendiri aku tidak pernah berenang di tempat umum," Amalia tersenyum, sebenarnya kolam renang ini tidak bisa lagi dikatakan tempat umum karena sudah dibooking oleh Ornado, tapi Amalia hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan Cladia, bagaimanapun statusnya adalah asisten Cladia, tidak berhak untuk banyak bertanya.
"Saya akan kesana duluan, kalau nanti Ibu butuh bantuan bisa memanggil saya," Cladia tersenyum mendengar perkataan Amalia.
"Selamat bersenang-senang, hari ini jangan anggap aku sebagai bosmu, nikmati saja liburanmu, aku tidak akan mengganggumu," Amalia tersenyum sambil mengangguk sebelum berbalik badan berjalan menuju ke kolam renang meninggalkan Cladia.
"Cla," Robi yang sudah memakai celana renangnya mengambil posisi duduk di kursi di sebelah kanan Cladia. Cladia sempat menoleh sebentar, tapi dia langsung membuang mukanya dan sedikit menggeser posisi duduknya ke kiri begitu melihat Robi yang sudah bertelanjang dada, hanya memakai celana renangnya.
Seperti biasanya kamu selalu tampil cantik, tapi dengan baju santaimu hari ini kamu benar-benar terlihat berbeda, terlihat lebih cantik dan cerah dari biasanya, Robi berkata dalam hati.
"Suasana pagi ini rasanya enak sekali untuk berenang, kamu tidak tertarik untuk ikut berenang?" Robi bertanya dengan tatapan mata yang terus memandang ke arah Cladia, tanpa sadar dia sedikit menelan ludahnya.
"Sayang sekali, padahal dari awal kita semua tahu kolam renang di hotel ini terkenal bagus dan bersih, makanya semua orang membawa baju renang mereka, apalagi ternyata kita diberi fasilitas kolam renang private ini, sayang kalau tidak kita manfaatkan," Tanpa bosan-bosannya Robi masih memandangi wajah Cladia yang tetap memandang ke depan, seolah-olah sedang mengamati anggota team lain yang sudah mulai menikmati air kolam renang di depannya.
"Mungkin Ibu Cladia sedang tidak mood untuk berenang, jangan dipaksa," Mendengar suara yang begitu dia kenal Cladia langsung menoleh ke arah kiri, matanya sedikit terbeliak melihat siapa yang tiba-tiba sudah berdiri sekitar 2 meter di samping kirinya, memakai kacamata hitamnya sambil berkacak pinggang, dengan bertelanjang dada, hanya memakai celana renangnya, dadanya yang bidang dan bertotot, ciri khas pria yang rajin berolah raga membuat Cladia langsung mengalihkan kembali pandangannya ke depan, membuatnya sedikit menarik nafas panjang, mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba sedikit lebih cepat dari biasanya.
Ornado mendekati Cladia dan Robi, sekilas Robi terlihat sedikit gugup, tidak menyangka ternyata tiba-tiba sosok pria itu hadir di tempat itu, padahal berita terakhir yang dia dengar harusnya siang nanti big bossnya itu baru akan melakukan perjalanan kembali ke Indonesia.
"Daripada kamu mengajak Ibu Cladia berenang, bagaimana kalau kita berdua yang bertanding renang?" Cladia sedikit terbeliak, mau tidak mau matanya kembali memandang ke arah Ornado karena kaget dengan tantangan yang baru diberikan Ornado kepada Robi.
__ADS_1
"Ad, gila kamu! Sejak kapan kamu kembali dari Itali? Kok tiba-tiba kamu sudah ada disini?" Tangan kanan James langsung merangkul bahu Ornado, tangan kirinya memukul dada Ornado pelan, suara tawa James terdengar senang melihat kehadiran Ornado yang tiba-tiba.
"Kamu ini, benar-benar bikin surprise, baru datang juga sudah cari masalah," James melirik ke arah Robi dan Cladia, dia tidak begitu jelas dengan apa yang barusan terjadi, tapi melihat tatapan mata Ornado ke arah Robi yang tajam dengan sedikit aura membunuh di dalamnya pasti ada sesuatu yang terjadi antara Ornado dan Robi.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya iseng mengajak Robi untuk bertanding renang, aku lihat pagi ini dia begitu bersemangat untuk berenang, lagipula sudah berapa lama ini aku tidak pernah berenang, sepertinya butuh sesuatu yang beda supaya membuatku semangat lagi," James memandang ke arah Robi yang langsung bangkit dari duduknya.
"Dengan senang hati Pak Ornado, kehormatan bagi saya bisa bertanding renang dengan Bapak," James dan Cladia cukup kaget dengan jawaban Robi, Cladia memandang ke arah James, sedikit memberinya kode dengan matanya agar mencegah rencana Robi dan Ornado, tapi James hanya bisa mengangkat bahunya, karena dia tahu betul dari tatapan mata Ornado yang tajam ke arah Robi terlihat dia benar-benar serius dan tidak bisa dihalangi lagi. Cladia hanya bisa menarik nafas panjang melihat sikap Ornado dan Robi yang baginya seperti anak kecil. James segera melepaskan pelukannya dari bahu Ornado.
"Ok, ok, aku yang akan jadi jurinya," James menepuk kedua tangannya.
"Guys, semua tolong keluar dari kolam renang, pagi ini kita akan liat pertandingan renang antara Robi dan Pak Ornado," Semua yang mendengar teriakan James langsung saling memandang dengan wajah kaget, tanpa harus diperintah untuk kedua kalinya mereka buru-buru keluar dari kolam renang, mengambil posisi berdiri di samping kolam renang.
James berdiri di antara Ornado dan Robi, tangan kanannya memegang bahu Robi, sedang tangan kirinya memegang bahu Ornado.
"Renang dengan gaya bebas, 2 kali bolak balik siapa yang tercepat dia yang menang, gaya bebas, bagaimana? Setuju?" Baik Robi dan Ornado sama-sama mengangguk tanda setuju dengan aturan yang baru saja disampaikan James. Ornado melepas kacamata hitamnya dan menggantinya dengan kacamata renang. Cladia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, melihat panjang kolam renang di depannya kira-kira 25 m, kalau mereka harus bolak balik 2 kali berarti mereka harus berenang sebanyak 4 kali panjang kolam, total mereka harus berenang sejauh kira-kira 100 m, benar-benar seperti jarak tempuh salah satu nomer renang pada perlombaan olimpiade saja.
Hah, apa yang sedang kamu pikirkan Al, sampai kamu menantang Robi seperti itu, kalian ini seperti anak kecil saja, padahal kamu baru saja perjalanan jauh, tidak tahu jet lag mu sudah membaik apa belum, Cladia mendesis pelan.
"Ok, siap, 1...2...3... yak!" James berteriak keras, Robi dan Ornado segera memulai renang mereka, anggota team yang lain bertepuk tangan sambil meneriakkan kedua nama mereka untuk memberi semangat, sedang Cladia hanya mengawasi mereka dengan posisi tetap duduk di kursi santainya tanpa mendekati kolam renang. Walaupun Cladia merasa sedikit jengkel dengan tindakan kedua pria itu, tapi tanpa sadar dalam hati kecilnya Cladia tetap berharap Ornadolah yang akan memenangkan pertandingan renang itu.
"Yessss......Pak Ornado menang!" Para penonton berteriak histeris menyambut kemenangan Ornado. Ornado mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Robi, bagaimanapun walaupun dia menang tapi dia harus mengakui semangat pantang menyerah Robi cukup membuatnya harus bekerja keras, dia tahu betul selisih waktu mereka hanya 2-3 detik saja, dia lengah sedikit saja pasti Robi bisa menyusulnya. Dengan masih terengah-engah mata Ornado yang masih mengenakan kacamata renangnya melirik ke arah Cladia yang tanpa sadar menyunggingkan senyum di wajahnya melihat kemenangan Ornado, melihat itu Ornado langsung menarik nafas panjang, bibirnya menyunggingkan senyum bahagia.
__ADS_1
Ornado menggerakkan badannya naik ke bibir kolam renang, duduk disana dengan kakinya masih ada di dalam kolam renang. Posisi duduk Ornado yang membelakangi Cladia membuat Ornado bisa tersenyum puas dan bangga atas apa yang baru saja dilakukannya tanpa Cladia bisa melihatnya