
Setelah Ornado dan Robi selesai dengan pertandingan mereka, anggota team yang lainnya segera kembali berenang di kolam itu, termasuk Robi, dia segera kembali berenang lagi, tapi kali ini dengan santai, diiringi candaan bersama teman-temannya yang lain.
James langsung mendekati Ornado dan mengambil posisi mengikuti Ornado, duduk di samping Ornado, di bibir kolam renang dengan kaki berada di dalam kolam, membuat sebagian kakinya terendam air kolam.
"Kamu ini, benar-benar, pagi-pagi sudah cemburu buta seperti itu, sampai-sampai menantang anak buahmu sendiri bertanding renang hanya untuk menunjukkan kepemilikanmu atas Cladia kan?" James tidak tahu apa yang terjadi antara Ornado dan Robi, tapi tindakan Ornado barusan baginya jelas-jelas menunjukkan bahwa Ornado sedang cemburu.
Bahkan James ingat dengan jelas tentang kejadian di kantin antara Ornado dan Robi, karena setelah makan siang itu James sempat mendengar bisik-bisik diantara anggota team yang lain membahas kembali kejadian siang itu.
Bagaimanapun James bukan orang bodoh, selama berapa lama ini dia berada satu team dengan Robi dan Cladia dia bisa melihat kalau Robi benar-benar menyukai Cladia dan selalu berusaha mencari kesempatan untuk mendekatinya.
Kalau James saja bisa melihat dengan jelas perasaan Robi kepada Cladia apalagi Ornado yang benar-benar tidak pernah membiarkan Cladia lepas dari pengamatannya.
Ornado tidak menjawab pertanyaan James, justru dengan acuh tak acuh dia melepas kacamata renangnya dan mengacak-acak rambut di kepalanya agar air yang membasahi rambutnya bisa sedikit berkurang.
"Sebenarnya kapan kamu datang kesini?" James menyodorkan segelas minuman dingin ke arah Ornado, dan Ornado segera meraih gelas dari tangan James dan menghisap minuman di dalamnya sebelum menjawab pertanyaan James.
"Kemarin malam antara jam 7 jam 8 malam," James melotot mendengar jawaban Ornado.
"Sejak semalam? Kenapa tidak memberitahuku? Kamu tahu aku mencoba menghubungimu sepanjang hari kemarin, siapa menyangka kamu sedang dalam perjalanan kembali ke Indonesia? Padahal harusnya hari ini kamu baru kembali," Ornado hanya tersenyum dan kembali menghisap minuman dari gelas di tangannya mendengar protes dari James.
"Lalu kemana saja kamu semalam? Kamu tidur dimana semalam?" Ornado melirik James dengan wajah gemas mendengar pertanyaannya yang terus bertubi-tubi.
"Kenapa hari ini kamu cerewet sekali?" James terkikik mendengar Ornado membalasnya dengan pertanyaan lagi.
"Karena setahuku Ornado yang aku kenal adalah orang yang benar-benar hidupnya tertata rapi, apapun yang sudah dijadwalkan, kalau bukan untuk sesuatu yang benar-benar mendesak, kamu tidak akan dengan mudah mengubah jadwalmu, sebenarnya ada apa kemarin? Apa terjadi sesuatu?" Ornado meneguk habis minuman dalam gelas di tangannya, meletakkan gelas yang telah kosong di sampingnya, lalu matanya memandang ke arah James.
"Kemaren malam aku tidur di kamar 777," James terbeliak sebentar, jawaban singkat Ornado sudah dapat menjelaskan banyak hal, bahkan semua pertanyaannya sebelumnya. Tentu saja, kamar 777, presidential suite room yang ditempati Cladia.
Bibir James mengeluarkan suara suitan, sekilas matanya melirik ke arah Cladia yang sedang duduk santai bersandar pada sandaran kursi dengan kakinya berselonjor di kursi santai di tepi kolam, dia tampak sedang menikmati waktu santainya sambil membaca majalah dan di kedua telinganya terpasang earphone.
Tentu saja dengan satu kalimatmu barusan jawabanmu atas semua pertanyaanku sudah jelas sekali Ad:
1. Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang kepulanganmu? Karena orang pertama yang kamu inginkan untuk tahu kepulanganmu adalah Cladia
2. Kamu tidur dimana semalam? Kamar Cladia
3. Kenapa kamu memajukan jadwal kepulanganmu? Karena Cladia
4. Dengan siapa kamu semalam? Dengan Cladia
Wahhh, James berkata dlaam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan menggigit sedikit bibirnya, apapun pertanyaannya kepada Ornado rasanya berakhir dengan menyebutkan sebuah nama "Cladia".
Gila, Ornado yang terkenal tegas dan hebat dalam kepemimpinannya bener-benar bisa berubah menjadi orang lain, rela melanggar prinsip dan aturannya sendiri demi Cladia.
James kembali berkata dalam hati sambil melirik ke arah Ornado yang sedang memandangi orang-orang yang sedang menikmati kolam renang sambil bersendau gurau.
"Ad....," James menyebut nama Ornado dengan sedikit berbisik.
"Hm...," Ornado menoleh mendengar namanya dipanggil oleh James.
"Jujur saja, melihatmu yang seperti ini aku tidak menyangka kamu benar-benar dibuat buta oleh cintamu kepada Cladia," James tetap berbicara dengan suara sedikit berbisik seolah-olah takut suaranya bisa didengar oleh Cladia, sedangkan Ornado langsung tertawa pelan mendengar perkataan James, kepalanya sedikit mendongak ke atas.
"Kamu tidak berhak mengataiku seperti itu, sedangkan kamu sendiri belum pernah benar-benar jatuh cinta, banyak gadis kenalanmu, tapi kamu tidak pernah serius menjalin hubungan dengan salah satu dari mereka," James melotot, walaupun dia tahu apa yang dikatakan Ornado adalah benar tapi tetap saja dia tidak terima sudah diremehkan Ornado.
"Siapa bilang, Cathy..." Ornado tertawa mendengar James menyebut nama Cathy.
"Cathy cuma kamu anggap sebagai sahabat, teman curhatmu," Ornado langsung menyahut perkataan James yang belum selesai.
"Siapa bilang?" Ornado menaikkan salah satu alisnya dengan bibirnya yang tersenyum.
"Terakhir Cathy berlibur keluar negeri dengan teman-temannya, jelas-jelas dia mengajakmu, tapi kamu lebih memilih berlibur dengan Afro, selama kamu masih memiliki pilihan lain saat kamu harusnya bisa bersama dengan seorang gadis, itu artinya kamu belum benar-benar jatuh cinta padanya," James terdiam, kehabisan kata-kata untuk bisa menjawab Ornado, walaupun dia tidak mau mengiyakan perkataan Ornado tapi harus diakui apa yang dikatakan Ornado benar, belum pernah ada seorang gadispun yang bisa membuatnya mempunyai keinginan untuk ingin selalu dekat dengan gadis itu, bersamanya, menemaninya.
__ADS_1
"Kalau kamu sudah menemukan cinta sejatimu, kamu baru berhak memberikan komentar buat aku," Ornado menepuk-nepuk bahu James, kemudian dia bangkit dari duduknya, bibirnya sedikit tersenyum, andaikata James tahu bagaimana kondisi Cladia dan dia sebagai Ornado Xanderson tetap memutuskan untuk mempertahankan Cladia di sisinya pasti James akan benar-benar menganggapnya gila.
Tapi baginya, dalam hidupnya saat ini tidak ada yang lebih penting daripada keberadaan Cladia di sisinya, apapun kata orang, dia benar-benar tidak perduli. Ornado membalikkan tubuhnya, berjalan ke arah Cladia.
©©©©©©©
Cladia tidak begitu menyadari kehadiran Ornado di sebelahnya karena telinganya yang memakai earphone dan matanya yang sibuk mengamati majalah Vogue di pangkuannya, mengamati trend fashion yang sedang marak sekarang hari-hari ini.
Cladia sedikit tersentak kaget begitu Ornado menarik menarik salah satu earphone yang ada di telinga kanan Cladia. Cladia langsung menoleh, Ornado tersenyum sambil mengangkat earphone yang baru diambilnya dari telinga Cladia dan memasangkan ke telinga Ornado sendiri.
Cladia baru saja ingin memelototi Ornado, tapi begitu dilihatnya kondisi Ornado yang masih hanya memakai celana renangnya dan bertelanjang dada, buru-buru Cladia mengalihkan pandangan matanya dari tubuh Ornado yang sudah dalam posisi berbaring di kursi santai di sebelah kirinya dengan earphone di telinga kanannya.
Aplikasi musik yang dibuka oleh Cladia mengalunkan lagu-lagu milik Michael Learn To Rock. Animals, Evertyhing You Need, The Best of Me, I'm Gonna be Around. Cladia sebentar-sebentar menarik nafas panjang, karena selain lagu Animals, lirik lagu-lagu itu seolah-olah menyindirnya, menggambarkan isi hati Ornado kepadanya.
Ornado terlihat begitu menikmati musik romantis tapi bernada ceria yang sedang mengalun di earphonenya, terbukti dengan posisinya yang duduk berselonjor dengan memejamkan matanya dan sesekali kakinya bergerak-gerak, jari-jari tangannya mengetuk-ngetuk tempat duduk santainya.
Cladia melirik sekilas ke arah Ornado yang masih memejamkan matanya ketika lagu I'm Gonna be Around berhenti mengalun, tapi suara lagu selanjutnya yang tiba-tiba berubah bukan lagi lagu dari Michael Learn To Rock benar-benar membuat Cladia kaget dan membuatnya langsung berdebar-debar.
Musik dari lagu Yo Te Amo dari Chayanne mengalun lembut, walaupun Cladia tidak benar-benar fasih dengan bahasa Itali, bagaimanapun dia pernah belajar bahasa Itali, sedikit banyak dia mengerti tentang arti lagu itu.
Ornado yang mendengar intro lagu itu mengalun langsung membuka matanya, bangkit dari posisi tidurnya di kursi santai dan bergerak untuk duduk menghadap ke arah Cladia. Dengan lembut dan fasih Ornado ikut menyanyikan lirik lagu tersebut dengan pandangan matanya yang seolah-olah enggan lepas dari Cladia.
Tindakan Ornado tentu saja membuat Cladia menjadi salah tingkah, dia berusaha memberikan kode kepada Ornado bahwa apa yang sedang dia lakukan mengundang tanda tanya bagi anggota team yang lain yang tanpa sengaja melihat apa yang sedang terjadi diantara Ornado dan Cladia karena mereka sudah mulai keluar dari kolam renang dan berjalan ke arah kursi santai yang berjajar di dekat mereka, tapi tampak kalau Ornado tidak perduli lagi dengan kondisi sekelilingnya, dengan bibir yang terus menyanyikan lagu yo te amo pandangan matanya juga terus menatap ke arah Cladia tanpa henti.
James yang berdiri di samping kolam renang dengan posisi melipat tangannya ke depan memandang ke arah Ornado dan Cladia tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tidak perlu menunggu lama lagi bisa dipastikan semua orang di Bumi Asia akan tahu siapa wanita yang menjadi istri Ornado Xanderson. James berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang dan tersenyum.
En palabras simples y comunes yo te extraño
Dengan bahasa sederhana, aku merindukanmu
En lenguaje terrenal mi vida eres tu
En total simplicidad sería yo te amo
Dalam kalimat sederhana, aku mencintaimu
Y en un trozo de poesía tu serás mi luz, mi bien
Dan dalam kedamaian puisi, kau kan jadi cahaya
El espacio donde me alimento De tu piel que es bondad
Ruang dimana kuserap kebaikan dari kulitmu
La fuerza que mueve dentro para recomenzar
Kekuatan di dalam diri menggerakkanku untuk mulai lagi
Y en tu cuerpo encontrar la paz
Dan di dalam tubuhmu kutemukan kedamaian
Si la vida me permite al lado tuyo
Jika hidup mengijinkanku untuk berada di sisimu
Crecerán mis ilusiones no lo dudo
Aku tak ragu, mimpiku kan tumbuh
__ADS_1
Y si la vida la perdiera en un instante
Andai nyawaku harus hilang sebentar lagi
Que me llene de ti
Biarkan aku penuh olehmu
Para amar después de amarte, vida
Selalu mencintaimu
CHORUS
No tengas miedos ni dudas
Tak takut atau ragu
(Este amor es demasiado bueno)
cinta ini sangat indah
Que tu serás mi mujer
Kau kan jadi wanitaku
(Yo te pertenezco todo entero)
Aku milikmu seutuhnya
Mira mi pecho, lo dejo abierto
Lihatlah dadaku, kubiarkan terbuka
Para que vivas en él
Agar kau bisa tinggal di dalamnya
Para tu tranquilidad me tienes en tus manos
Untuk ketenangan pikiranmu, kau miliki aku seutuhnya
Para mi debilidad, la única eres tú
Karena kaulah kelemahanku
Al final tan solo se que siempre te he esperado
Hingga akhirnya, yang kutahu hanyalah aku selalu menantimu
Y que llegas a mi vida y tu me das la luz, el bien
Bahwa kau masuk ke dalam hidupku, dan memberiku cahaya serta kebaikanmu
Ese mundo donde tus palabras hacen su voluntad
Dunia di mana kata-katamu wujudkan keinginanmu
La magia de este sentimiento Que es tan fuerte y total
Keajaiban perasaan ini, yang begitu kuat dan sempurna
__ADS_1
Y tus ojos que son mi paz
Dan tatapan matamu adalah damaiku