My Wild Rose

My Wild Rose
MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT LAUREL


__ADS_3

"Pagi semua," Amadea berjalan dengan santai ke arah meja makan dimana semua orang sudah berkumpul, siap untuk memulai sarapan mereka. Ornado dan Cladia sudah berpakaian rapi siap berangkat ke kantor setelah sarapan, sedang Amadea yang masih mengenakan pakaian tidurnya langsung menarik kursi di sebelah Alberto, tepat di depan Cladia.


"Ayo, kita sarapan sama-sama. Aku pikir kamu masih tidur," Mendengar perkataan Ornado, Amadea tertawa kecil, karena tadi malam mereka selesai pesta barbeque lebih dari jam 1 dini hari, dan sebenarnya dia sendiri masih cukup mengantuk.


"Sebenarnya aku masih mengantuk, tapi aku tidak rela kalau harus melewatkan sarapan pertamaku bersama kakak ipar," Ornado tersenyum sambil melirik ke arah Cladia yang menanggapi ucapan Amadea dengan senyuman.


"Bagaimana aku harus memanggilmu? Kalau tidak keberatan, bolehkan aku memanggilmu dengan kakak ipar? Sudah lama sekali aku ingin memiliki kakak perempuan," Mendengar pertanyaan Amadea, Cladia melirik ke arah Ornado yang langsung mengangkat bahunya, menyerahkan kepada Cladia untuk menjawab pertanyaan Amadea.


"Apapun asal kamu merasa nyaman," Cladia menjawab sambil mengambil potongan buah segar dan meletakkannya di atas piring miliknya.


"Ck ck ck ck, kamu tetap saja bersikap manja dengan usiamu yang sudah cukup dewasa," Alberto berkata sambil memandang ke arah Amadea yang terkikik.


"Ayolah paman, selama ini hanya aku satu-satunya cucu perempuan keluarga De Luca, aku tidak memiliki saudara perempuan. Di keluarga Xanderson cuma Ad dan James yang cukup dekat denganku, karena papa tidak pernah membiarkanku bebas pergi kemana-mana kecuali ada Ad dan James," Alberto tertawa, karena memang karena dia anak satu-satunya dari salah satu adik perempuannya yang menikah dengan ayah Amadea, bahkan satu-satunya cucu perempuan dari keluarga De Luca, menjadikan adik perempuan Alberto dan suaminya benar-benar membatasi pergaulan Amadea. 


Untung saja Alberto merupakan sosok yang cukup disegani oleh adik-adiknya dan suami istri mereka, jadi ketika Amadea sering menghabiskan waktu bersama Ornado dan James di mansionnya sejak kecil, kedua orangtuanya tidak pernah meributkan soal itu. Karena itu, paling tidak saat Amadea membutuhkan bantuan apapun dia masih memiliki Ornado dan James yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri selalu siap membantunya kapanpun dibutuhkan.





"Tumben sekali kamu mengunjungiku di rumah sakit? Maaf ya kami tidak bisa hadir di pesta barbequemu karena tiba-tiba Dave ada jadwal operasi mendadak, karena salah satu pasien kami mengalami pendarahan otak parah," Ornado tersenyum mendengar pertanyaan dan permintaan maaf Laurel. Belum sempat Ornado menjawab pertanyaan Laurel terlihat pintu ruangan Laurel dibuka oleh seseorang, membuat Ornado dan Laurel menoleh ke arah pintu. Sosok Dave muncul dengan jubah dokternya terlipat rapi, tergantung di atas tangan kirinya yang terlipat ke depan.


"Upst... Apa aku mengganggu bisnis kalian?" Ornado dan Laurel sama-sama tersenyum mendengar pertanyaan Dave.

__ADS_1


"Aku juga baru akan bertanya kepada Ad kenapa tanpa memberi kabar tiba-tiba mengunjungiku di rumah sakit tanpa mengajak Cladia," Laurel menjawab pertanyaan Dave, Ornado sekilas melirik jam dinding di atas posisi duduk Laurel yang sedang berhadap-hadapan dengannya.


"Maaf, aku mengganggu jam istirahat kalian ya?" Ornado bangkit dari duduknya.


"Bagaimana kalau sekalian aku traktir kalian makan siang bersama?" Mendengar pertanyaan Ornado, Laurel dan Dave saling berpandang-pandangan.


"Apa yang mau kamu bicarakan denganku tidak masalah jika Dave mendengarnya?" Laurel melirik ke arah Dave yang hanya mengangkat bahu dan tersenyum, menyatakan dia tidak keberatan jika yang mereka bicarakan adalah sesuatu yang rahasia, dia tidak akan ikut dengan mereka. Sebagai dokter yang memegang profesionalisme tinggi Dave dan Laurel benar-benar memegang sumpah jabatan bahwa mereka tidak boleh membocorkan rahasia pasien tanpa persetujuan mereka.


"Aku rasa tidak masalah Dave ikut dengan kita, toh dia juga seorang dokter juga, pasti dia juga lebih mengerti dibanding aku," Dave tertawa kecil mendengar perkataan Ornado.


"Terserah, asal kalian tidak keberatan dengan kehadiranku," Tangan kanan Dave bergerak menunjuk ke arah pintu keluar mempersilahkan Ornado dan Laurel untuk keluar dari ruangan itu.


"Okelah, kalau mau kita berangkat sekarang," Ornado melangkah ke arah pintu keluar ruangan Laurel.





"Aku tidak tahu harus memulai darimana. Sebenarnya bukan sesuatu yang mengkhawatirkan, tapi aku benar-benar belum pernah memiliki pengalaman dalam hal ini," Laurel tersenyum mendengar perkataan Ornado.


"Apa ini tentang Cladia?" Ornado langsung tersenyum mendengar pertanyaan Laurel yang begitu tepat sasaran. Begitu melihat respon Ornado begitu dia menyebutkan nama Cladia, Laurel langsung tersenyum, benar-benar laki-laki di depannya ini tidak pandai menyembunyikan perasaannya terhadap Cladia, bahkan sejak mereka masih anak-anak dulu, berbeda dengan Dave yang dulu seringkali menyembunyikan perasaannya sehingga sempat membuatnya salah paham.


"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Cladia? Rasanya berapa lama ini dia tidak ada keluhan tentang kesehatannya. Kami sering saling mengirim pesan tapi hanya sekedar obrolan biasa," Ornado menarik nafas panjang sebelum berbicara.

__ADS_1


"Apa saat kamu memeriksa kesehatan Cladia beberapa waktu yang lalu ada yang aneh dengannya?" Laurel mengernyitkan alisnya, mencoba menebak apa yang hendak ditanyakan Ornado padanya.


Apa Ad sudah curiga Cladia hamil? Laurel berkata dalam hati, mencoba memikirkan apa yang harus dia jawab  jika Ornado benar-benar menanyakan tentang kehamilan Cladia.


"Apa sebenarnya yang ingin kamu ketahui Ad?" Ornado tersenyum tipis mendengar pertanyaan Laurel.


"Apakah Cladia...., hamil?" Walaupun sudah menyiapkan diri tapi Laurel tetap saja sedikit tersentak mendengar pertanyaan Ornado yang langsung to the point. Dave memandang wajah Ornado dan Laurel bergantian mendengar pertanyaan Ornado kepada Laurel yang baginya terasa aneh, kenapa pertanyaan seperti itu tidak Ornado tanyakan langsung kepada Cladia yang merupakan istrinya sendiri.


Laurel tidak langsung menjawab pertanyaan Ornado karena teringat akan janjinya pada Cladia, Dave yang melihat wajah istrinya tampak sedikit kebingungan sedikit menarik nafas panjang, tangan kirinya bergerah menyentuh tangan kiri Laurel dan menepuk-nepuknya lembut.


"Sebagai dokter pribadi keluarga Xanderson, kamu harus mengatakan apa yang menjadi hak Ornado untuk tahu, jika menurutmu itu tidak ada hubungannya dengan hak Ornado sebagai kepala keluarga Xanderson kamu tidak harus mengatakannya," Laurel menarik nafas panjang, kata-kata Dave sudah sangat jelas baginya. Seharusnya tidak ada yang boleh disembunyikan bila itu berhubungan dengan ikatan suami dan istri, seburuk atau sebaik apapun kondisinya, sepasang suami istri harus saling mengetahui dan menghadapinya bersama-sama. Akhirnya Laurel tersenyum, tidak ada lagi keraguan dalam hatinya untuk menyampaikan kabar gembira itu pada Ornado.


"Cladia memang sedang hamil, usia kandungannya saat ini sekitar 10 minggu," Mata Ornado terbeliak, dia langsung menghempaskan badannya ke sandaran kursi, menahan nafasnya, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, memejamkan matanya yang tiba-tiba terasa basah karena airmata bahagianya. Dave memandang ke arah Laurel sambil tersenyum, menyatakan dia benar-benar mendukung keputusan Laurel untuk tidak lagi menyembunyikan kebenaran kepada Ornado tentang kondisi Cladia.


*Ah, Amore mio, betapa aku bersyukur atas kehamilanmu, aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu, aku mencintai kalian berdua, aku akan menjaga kalian dengan seluruh kekuatanku, aku akan berikan apapun yang aku miliki untuk membahagiakan kalian, maafkan aku yang tidak segera tahu tentang kondisimu, * Ornado berbisik dalam hati, merasa ada sedikit rasa menyesal karena dia tidak mengetahui tentang kehamilan Cladia lebih awal.


"Terimakasih Laurel, terimakasih," Kedua tangan Ornado meraih tangan kanan Laurel dan menggengamnya erat untuk menyatakan terimakasihnya.


"Eh, Ad, sebenarnya.... Cladia benar-benar tidak ingin kamu tahu tentang kehamilannya, sebenarnya dengan mengatakan ini aku sudah melanggar janjiku pada Cladia untuk tidak memberitahumu dan Dave," Ornado melepas genggaman tangannya.


"Tidak masalah Laurel, bukan salahmu, aku juga tidak akan memberitahunya bahwa kamu yang memberitahukan hal ini padaku. Lagipula aku tahu Cladia tidak ingin memberitahuku karena dia belum siap. Aku akan membuatnya mengatakan hal itu melalui bibirnya sendiri," Dave tersenyum mendengar perkataan Ornado, dia tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua, kenapa kabar gembira seperti itu Cladia ingin menyembunyikan dari suaminya sendiri, tapi Dave percaya jika mereka saling memegang cinta mereka pasti mereka bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

__ADS_1


Dave melirik ke arah perut Laurel dan kembali tersenyum. Untuk saat ini Laurel dan dia sendiri juga memiliki hadiah istimewa yang harus dia jaga bersama. Tangan Dave mengelus perut Laurel sekilas, walaupun hanya sebentar, tindakan tersebut sempat dilihat oleh Ornado yang langsung tersenyum, membuatnya bisa mengerti kenapa Dave begitu mendukungnya untuk Laurel memberitahunya tentang kehamilan Cladia, karena saat ini Dave mengalami hal yang sama dengannya, jadi sebagai sesama pria Dave benar-benar bisa mengerti perasaannya saat ini.


Note : Satu episode ekstra hari ini untuk para pembaca setia. Selamat menikmati. Semoga tetap setia menunggu update novel ini. Happy reading all


__ADS_2